{"id":627,"date":"2025-08-06T18:06:24","date_gmt":"2025-08-06T11:06:24","guid":{"rendered":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?p=627"},"modified":"2026-03-21T19:21:38","modified_gmt":"2026-03-21T12:21:38","slug":"nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar\/","title":{"rendered":"Nafsu Birahi Citra 17 : Godaan Kakak Ipar"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\"><span data-sheets-root=\"1\"><a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar\/\">Cerita Sange Citra 17<\/a> &#8211; <\/span>Ingatan Citra kembali lagi ke beberapa tahun lalu. Saat dimana Marwan pada akhinya memberanikan diri untuk melamarnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Senyuman, tak henti-hentinya tersungging di bibir Citra muda. Terlebih setelah hubungan dengan Puji sudah putus beberapa lalu dan tergantikan oleh Marwan. Pemuda yang secara tak sengaja telah menyelamatkan Citra dari kekejaman kekasihnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Maukah kamu menjadi istriku dek&#8230;?&#8221; Tanya Marwan sambil menyodorkan sebuah cincin emas dengan batu permata kepada Citra.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Serius kamu Mas&#8230;? &#8221; Tanya Citra seolah tak percaya &#8220;Kamu beneran mau menikahiku&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Betapa tidak? Marwan adalah satu-satunya pria yang langsung mengajak Citra menikah tanpa harus berkenalan lebih jauh lagi. Tanpa harus mencicipi kemolekan tubuhnya terlebih dahulu. Tanpa mempertimbangkan jika sudah pernah ditiduri oleh banyal lelaki lain. Tanpa mempertimbangkan Citra sudah tak perawan lagi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iya dek&#8230; Aku serius&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tapi aku khan&#8230;.?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kenapa&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Aku khan sudah gak perawan mas&#8230;?<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Perawanmu hilang khan karena perkosaan dek&#8230;. &#8221; Jelas Marwan, &#8220;Bukan karena kehendak hatimu&#8230; Jadi bagiku, hilangnya keperawananmu itu&#8230; Bukanlah sebuah masalah&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mata Citra berkaca-kaca. Ia tak mengira jika lelaki yang baru saja ia kenal itu menerima dirinya yang sudah tak sempurna.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jadi&#8230; Gimana dek&#8230;?&#8221; Tanya Marwan lagi, &#8221; Kamu mau ya jadi istriku&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iya mas&#8230; Iya&#8230; Aku mau&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Akhirnya, di usia 22 tahun Citra menutup masa lajangnya bersama Marwan yang berusia 28. Acara pernikahan Citra dan Marwan cukup megah, 3 hari 3 malam. Banyak sekali keluarga dan undangan yang datang dan memberikan selamat. Dan semenjak itu, petualangan Citra dengan lelaki-lelaki lain resmi berhenti, walau untuk sesaat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Walau masih menumpang di rumah keluarga Marwan, Citra mulai merajut lika-liku rumah tangganya. Bersama kedua orang tua Marwan, ketiga kakak, dan kedua adiknya, Citra mencoba membaur di kehidupan keluarga itu. Rumahnya yang cukup besar, membuat semua anak-anaknya bisa tinggal dengan cukup nyaman.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ketiga kakak Marwan, Mas Meyda, Mbak Murni, Mbak Mirna sebenarnya sudah memiliki keluarga dan rumah sendiri, cuman terkadang mereka menyempatkan diri untuk menginap dan menempati rumah orang tuanya Marwan. Yang belum menikah hanyalah Maya dan Muklis. Jadi jika saudara mas Marwan sedang tak ada dirumah, otomatis rumah hanya berisikan empat orang saja, plus Citra dan Marwan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setelah menikah, Citra sengaja tak bekerja. Pekerjaannya sebagai staf admin di kantor lamanya, ia tinggalkan untuk sementara. Dan hasilnya, setiap hari Citra tak melakukan apa-apa dirumah selain nonton tivi dan menemani keluarga Marwan. Pekerjaan Marwan sebagai calo tanah saat itu masih dibilang cukup bagus. Penghasilannya tiap tembus proyek, bisa terbilang cukup melimpah. Sehingga walaupun Citra tak bekerja, Marwan masih sanggup memberinya banyak materi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Namun, karena gaya hidup Citra yang boros, materi dari Marwan sering kali tak cukup, dan hal itu yang seringkali membuat Citra merasa gamang dan bimbang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Apakah aku harus kembali menjadi Citra yang dulu lagi&#8230;.?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Butuh apa-apa, tinggal minta kasih Mas A&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pengen punya apa-apa, tinggal minta beli&#8217;in Mas B&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pengen kemana-mana, tinggal minta anter Mas C&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dulu&#8230;. Semuanya begitu mudah&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tumpukan pemikiran masa lalu, sedikit-sedikit membuat istri Marwan itu merasakan kebosanan yang amat sangat. Bagaimana tidak, Citra yang sebelumnya adalah seorang wanita petualang, wanita yang tak bisa diam, wanita sosial yang sering berganti-ganti lelaki, sekarang ia harus menjadi wanita rumahan yang tunduk dan patuh kepada satu orang lelaki.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Jika dulu Citra sering bergonta-ganti pasangan, sekarang, setelah beberapa bulan disini ia harus bisa setia dengan satu orang. Jika dulu, Citra bisa pergi berlibur sesuka hati, sekarang ia harus menahan diri tak kemana-mana. Jika dulu, Citra selalu mendapat perhatian dari banyak lelaki yang ada disekitarnya, sekarang ia hanya bisa mendapat perhatian adik ipar lelakinya. Jika dulu Citra sering mendapatkan semua hal yang diminta, sekarang ia harus puas dengan apa yang diberi oleh suaminya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;AKU BOSSAAAAAANNNN&#8230;&#8221; Jerit batin Citra, &#8220;Aku tak bisa hidup seperti ini&#8230;. Aku pengen keluar&#8230; Aku pengen jalan-jalan&#8230; Aku pengen belanja&#8230;. Aku pengen bercintaaaa&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Bercinta&#8230; Iya&#8230; aku butuh bercinta&#8230;&#8221; Kata Citra lagi dalam hati sambil merenung dalam-dalam. Walau ia dan Marwan sering sekali melakukan percintaan, akan tetapi, ia sama sekali tak merasakan nikmatnya orgasme yang dahulu sering kali Citra raih bersama mantan-mantannya. Bersama Marwan, alih-alih merasa puas, Citra malah sering merasa ditinggal begtu saja.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mas Marwan bukan seorang yang ahli di bidang percintaan&#8230;.&#8221; Renung Citra kembali, &#8220;Ia hanyalah lelaki biasa&#8230;. Lelaki normal yang tanpa memiliki kelebihan di bidang seks&#8230;. &#8221; Tambah istri Marwan itu sambil menarik nafas dalam-dalam. &#8220;Bahkan.. Alat kejantanannya yang mungil sama sekali tak sesuai seperti apa yang aku harapankan&#8230; Ternyata tak mampu meladeni besarnya kebutuhan birahiku yang sering kali meluap-luap&#8230;. Aku butuh seks&#8230; Aku butuh orgasme&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dilihatnya suami tercintanya sudah tertidur begitu lelap, dengan dengkuran halus yang perlahan semakin terdengar nyaring ditelinga. Citra beranjak dari tempat tidurnya, dan berjalan keluar menuju ruang tengah. Ruang yang selalu dijadikan tempat pelepas penat setiap kali Citra kurang puas dengan permainan cinta suaminya. Ruang dimana terdapat televisi yang sedikit banyak mampu mengurangi rasa penat dihati.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dengan hanya mengenakan daster tipis tanpa mengenakan pakaian dalam, Citra berjalan ke ruang tamu. &#8220;Jam segini, pasti orang rumah sudah tidur&#8230;&#8221; tebak Citra yang sudah hafal dengan segala kebiasaan keluarga Marwan. &#8220;Pakne ama bukne pasti sudah pada tidur&#8230; Kakak-kakak mas Marwan juga pasti nggak bakal pulang kesini&#8230;. &#8220;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Berjalan santai, Citra menuju ruang tengah. Ia sudah tak mempedulikan bagaimana penampilannya saat itu. Rambut panjangnya kusut awut-awutan, puting payudaranya masih menonjol tercetak jelas dibagian dada, serta lelehan sperma Marwan yang mengalir turun di paha mulusnya hanya dilap ala kadarnya dengan kain daster yang ia kenakan. Citra benar-benar cuek.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Palingan yang masih melek cuman Maya ama si mesum Muklis&#8230;.&#8221; tebak Citra lagi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dan benar, sayup-sayup, terdengar suara gemuruh penonton dari ruang tengah. Dan begitu Citra tiba diruangan itu, nampak sosok pemuda seusianya yang sedang konsentrasi mengikuti acara di televisi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Eh&#8230;. Kamu belum tidur Klis..?&#8221; Tanya Citra yang mendapati adik kandung suaminya yang sedang asyik menonton tivi, &#8220;Tumben jam segini masih melek&#8230;?&#8221; Tambah Citra yang melirik kearah jam dinding diatas televisi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;E&#8230; Ehh&#8230; mbak Citra&#8230;&#8221; balas Muklis Arianto (20 tahun) dengan wajah yang semula merengut menatap tivi, tiba-tiba sumringah ketika melihat kedatangan kakak iparnya. &#8220;Iya nih mbak&#8230;. Ada sepakbola&#8230;..Jam satu ini baru akan mulai&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Oh iya&#8230; Sekarng lagi musim piala dunia&#8230;.. &#8221; Batin Citra sambil menatap wajah adik iparnya yang sedang melihat kearah Citra dengan pandangan aneh, &#8220;Kamu kenapa Klis&#8230;.? Apa ada yang salah ama mbak&#8230;.?&#8221; Tanya Citra heran, &#8220;Kok mukamu kaya melihat hantu gitu&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ehhh&#8230; nggak mbak&#8230;. nggak ada apa-apa&#8230;&#8221; jawab Muklis sambil kembali menatap layar televisi,<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Walau tahu dengan ke-kikuk-an adik iparnya, Citra langsung duduk disofa samping Muklis, membuat lelaki muda itu blingsatan kebingungan. Ia tahu, jika sebenernya Muklis begitu mengaguminya, dan Citra juga tahu jika adik iparnya itu sangat terobsesi dengannya. Oleh karenanya, melihat tampang bego-bego tapi pengen milik Muklis, sedikit banyak mampu membuat Citra agak terhibur.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Godain dikit aaahhh&#8230;..&#8221; batin Citra iseng didalam hati sambil tersenyum-senyum sendiri.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jagoin siapa Klis&#8230;?&#8221; Tanya Citra basa-basi dengan tangan kiri Citra menepuk paha sebelah kanan Muklis.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Uuhh&#8230;. &#8221; Desah Muklis kaget, &#8220;Ehh&#8230; Jagoin Belanda mbak&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hihihi&#8230;. Muka kagetnya lucu sekali&#8230;.&#8221; Ucap Citra dalam hati sambil terus memperhatikan wajah adik iparnya yang berulangkali melihat kearah tangan Citra yang ada dipaha kanannya. Tak jarang, jakun Muklis naik turun dengan sesekali memejamkan matanya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kenapa Klis&#8230;?&#8221; Tanya Citra sambil terus mengusapi paha kanan Muklis.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Nggak apa-apa Mbak&#8230;.&#8221; Jawab Muklis berusaha menjaga intonasi suaranya setenang mungkin dan mencoba terus konsentrasi kearah pertandingan bola.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Busyeeet&#8230;. Tuh tangan mulai ngegodain lagi dah&#8230; Jangan ngaceng&#8230; Jangan ngaceng&#8230; Jangan ngaceng&#8230; &#8221; Batin Muklis sambil berusaha konsentrasi supaya otaknya tak berpikiran mesum terhadap kakak iparnya. &#8220;Mana aku lagi nggak pake sempak&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mati-matian, Muklis berusaha menahan diri supaya batang yang tumbuh diselangkangannya tak cepat-cepat mengeras dan menampakkan dirinya. Terlebih melihat tangan putih kakak iparnya yang sedang mengelus pahanya, membuat jantungnya berdetak lebih kencang. Otot-otot kakinya tegang, dan keringat dingin mulai mengucur perlahan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Memang, sudah sejak lama adik Marwan ini seringkali mengkhayalkan tentang Citra. Wajahnya yang cantik ditunjang bentuk tubuh yang molek, membuat lelaki kurus itu tergila-gila dengannya. Dari awal perkenalannya beberapa bulan lalu ketika Marwan membawa Citra kerumah, Muklis seolah jatuh cinta pada pandangan pertama. Apalagi, semenjak Citra sudah resmi menjadi istri Marwan dan diajak tinggal serumah dengan orangtuanya, Muklis semakin tak mampu menahan hasrat dan cintanya kepada istri kakak kandungnya itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Saking terobsesinya, tak jarang Muklis sering kali memphoto Citra dengan segala macam aktifitasnya secara diam-diam. Citra yang sedang masak, mencuci, duduk-duduk, sedang mandi, bahkan ketika ia bersetubuh dengan kakak kandungnya, Muklis tak melewatkan semua kesempatan itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Eh&#8230; Ehh&#8230;.. Bapak tadi pagi beli koran ya Klis&#8230;?&#8221; Tanya Citra sambil membungkukkan tubuhnya maju<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iya mbak&#8230;&#8221; Jawab Muklis singkat, &#8220;Astaga itu teteeeekkk&#8230;.&#8221; Batin Muklis sambil melirik payudara kakak iparnya yang terlihat menggantung dari lubang lengan dasternya yang lebar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ah enggak Klis&#8230; Ini koran lama&#8230;.&#8221; Kata Citra seolah sengaja membungkuk lama, supaya adik iparnya itu bisa menikmati pemandangan mesumnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kampreeettt&#8230;. &#8221; Batin Muklis dalam hati sambil berusaha membetulkan batang selangkangannya diam-diam, &#8220;Bikin kentang aja sih&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Nggak ada Klis&#8230;&#8221; Tanya Citra sambil terus mencari-cari tumpukan koran dibawah meja.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hmmm&#8230; Mu&#8230; Mungkin disebelah sana kali Mbak&#8230;.&#8221; Saran Muklis sambil menunjuk ke depan meja.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mencoba menggoda adik iparnya lebih jauh, Citra segera beranjak kedepan meja lalu kembali membungkukkan badan. Dengan membelakangi televisi, Citra sengaja membungkuk-bungkukkan badannya. &#8220;Disini Klis&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Aaaassstaaaaagaaaa&#8230;&#8221; Batin Muklis kegirangan ketika melihat payudara Citra yang berayun-ayun manja dari balik lubang leher dasternya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hhmmm.. Iya mbak&#8230;&#8221; Jawab Muklis mulai masuk ke perangkap birahi Citra.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kok nggak ada si Klis..?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Masa sih mbak&#8230;? Coba cari lagi deh&#8230;&#8221; Ucap Muklis singkat, &#8220;Byuh byuh byuuuuhhh&#8230;. Tetek istrimu maaaas&#8230;.&#8221; Batin lelaki muda itu sambil terus mengamati pemandangan tubuh indah kakak iparnya ketika membungkukkan tubuhnya guna mengambil koran di kolong meja. &#8220;Udah gedhe&#8230;. putih pula&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mendadak, Muklis merasa kesulitan menelan ludah karena tatapan mata nafsunya. Karena meja didepannya adalah meja kaca otomatis ketika jongkok, paha jenjang Citrapun terlihat jelas dari belahan daster pendeknya, membuat semua perhatian Muklis seluruhnya tercurah ke tubuh wanita molek yang ada didepannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Klis&#8230;&#8221; Kata Citra yang masih sibuk membolak-balik tumpukan koran dibawah meja kaca.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;I&#8230;Iya&#8230; Iya mbak&#8230;&#8221; Jawab Muklis.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pertandingan bolanya jelek ya&#8230;.?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Eeehh&#8230; Emang kenapa mbak..?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kamu mau nonton tivi&#8230; Atau mau nonton tetek mbak ini&#8230;.?&#8221; Tanya Citra sambil beranjak dari depan meja dan kembali duduk disamping adik iparnya. &#8220;Kalo kamu nggak mau nonton tivi, biar Mbak aja deh yang nonton&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Maa&#8230;Maaaf mbak&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dasar&#8230; Cowok&#8230; Mesum&#8230;. &#8221; Kata Citra yang dengan santai mengetuk kepala Muklis dengan jarinya, &#8220;Udah&#8230; Sini&#8217;in remotenya&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mendengar ucapan Citra, seketika muka Muklis merah padam. Lelaki tanggung itu malu sejadi-jadinya karena kedapatan mengintip tubuh molek kakak iparnya. Buru-buru, ia segera kembali menatap tajam kearah televisi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iya mbak&#8230; Maaf&#8230; &#8221; Jawab Muklis sambil menyerahkan remote tivi ke Citra<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hihihihi&#8230; Biasa aja kali Klis,.. Gausah tegang gitu&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Maaf mbak&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iyaaaa&#8230;. Udah sana&#8230;. tolong bikinin mbak mie instan&#8230; Mbak laper&#8230;.. Pake telor ya Kliiiss&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Entah apa yang ada diotak Citra ketika melihat kemesuman adik iparnya. Semenjak menikah dengan Marwan, ia seringkali menggoda lelaki berusia tanggung itu. Melihat mata jahilnya, melihat muka tegangnya, dan melihat tingkah kikuknya, membuat Citra seperti mendapat mainan baru yang lumayan bisa mengurangi rasa penatnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ini mbak mie instan pake telornya&#8230;&#8221; Kata Muklis sambil menyodorkan semangkuk mie yang masih mengepulkan asap.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Makasih adikku yang paling messsuuummmm..&#8221; Jawab Citra tersenyum genit yang langsung menyeruput kuah mie itu panas-panas, &#8220;Huuuaaah&#8230; Ini enaaaaakkkk&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Syukur deh kalo mbak suka&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Yuk makan bareng Klis&#8230;. Biar otakmu nggak tegang mulu&#8230;. Biar ga ngeres&#8230;..Hihihihi&#8230;. &#8220;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ya khan&#8230;. Aku ngeres juga gara-gara kamu mbak&#8230;&#8221; Jawab Muklis ngeles.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Yeee&#8230;. Nggak juga kaleeee&#8230;.. Otak kamu tuh yang mesum, jadinya mikir ngeres mulu&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Habisan kalo deket mbak Citra&#8230;. Siapa sih yang nggak mikir ngeres&#8230;..&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hihihi&#8230; Gitu ya Klis&#8230; &#8221; Tanya Citra lagi<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tak menjawab, Muklis hanya menganggukkan kepalanya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Emang kamu suka ya melihat tubuh mbak&#8230;.?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Lagi-lagi, Muklis tak menjawab, ia hanya menganggukkan kepalanya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Apanya yang kamu paling suka&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hhmmm&#8230;. Yang mana yaaa&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hihihi&#8230;. Nggak usah kamu jawab juga mbak udah tahu Klis&#8230;. Kamu suka ya ngeliatin tetek mbak&#8230;?&#8221; Tebak Citra.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Besar banget ya mbak&#8230;.?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kamu mau tau&#8230;.? Mau liat&#8230;.?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mendengar tawaran yang tak mungkin Muklis tolak, lelaki kurus itu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya setiap kali ada pertanyaan yang keluar dari mulut mungil Citra<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Yaudah&#8230; Kalo kamu mau&#8230; Sok ajah liatin tetek mbak&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Be&#8230;Bener mbak&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hiya&#8230; &#8221; Jawab Citra sambil tersenyum &#8220;Sok&#8230;.Nih&#8230; Liat aja&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Waaahh&#8230; Makasih mbak&#8230;. &#8221; Jawab Muklis yang segera saja menarik kain lengan Citra dan berusaha mengintip payudara besar kakak iparnya itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iya sama-sama&#8230;. Tapi&#8230; Besok kelakuanmu ini mbak laporin ama suami mbak ya&#8230; Biar tititmu digoreng ama masmu&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Yaaaaaaaaahhh&#8230;. Mbaaakkk&#8230;.. Sepet gitu akhir-akhirnya&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hahahahaha&#8230;..&#8221; Tawa Citra menggelegak. Cekikikan sambil terpingkal-pingkal melihat impian lelaki tanggung itu seketika pupus setelah mendengar kakak kandungnya disebut-sebut. &#8220;Hihihihihi&#8230; Mukliiisss&#8230;. Mukliiisss&#8230;. jadi orang kok ya mesum amat&#8230;. Hihihihihi&#8230;..&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8221; Hihihihihi&#8230;..Maaf ya Klisss&#8230; Mbak becanda&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tak menjawab, Muklis hanya menyeruputi sisa-sisa kuah mie instan dimangkuk.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Klis&#8230;?&#8221; Panggil Citra<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hmmm&#8230;..&#8221; Jawab adik iparnya singkat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mukliiiissss&#8230;.&#8221; Goda Citra lagi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Apa sih mbak&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kamuuuuu&#8230;. Pernah beginian nggak&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Beginian gimana&#8230;?&#8221; tanya Muklis sok cuek sambil menjawab pertanyaan Citra tanpa melihat kearahnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ya beginian&#8230;&#8221; Tanya Citra sambil menunjukkan jempol yang diselipkan diantara jari telunjuk dan jari tengahnya kedepan muka adik iparnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Haaah&#8230;.? Be&#8230; Belum mbak&#8230; E..emangnya kenapa&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Masa beginian kamu belum pernah Klis&#8230;? Ck ck ck&#8230; Sayang dong titit kamu cuman dipake kencing aja&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Yeeeee&#8230;.. Apaan sih mbak&#8230;.?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Keburu tua loh Klis&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hmmm&#8230;..Habisan&#8230; Belom ada yang mau ngajarin mbak&#8230; &#8220;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Gitu ya&#8230;? Kalo misalnya ada cewe yang mau ngajarin gimana Klis&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hmmm&#8230; Mau sih mbak&#8230; Cuman siapa yang mau beginian ama aku&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kalo misal mbak yang ngajarin kamu beginian kamu mau nggak Klis&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Haah&#8230; Serius mbak&#8230; ?&#8221; Tanya Muklis yang tiba-tiba kembali sumringah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iya.. Yuk&#8230; &#8220;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Beneran mbak&#8230;.? Kamu nggak becanda khan&#8230;.?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hiyaaa&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sekarang mbak&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Citra mengangguk<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Disini&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Lagi-lagi Citra mengangguk<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Celingak celinguk, Muklis memperhatikan sekitar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ga bakal ada yang ngeliat kita kok Klis&#8230; Semua sudah pada tidur&#8230;.&#8221; Kata Citra santai, &#8220;Mau nggak&#8230;.?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mau mbak&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Yaudah&#8230; Ayo buruan&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tanpa menunggu waktu lama, Muklis langsung melanjangi dirinya. Secepat kilat ia membuka baju dan menurunkan celana kolornya. Sehingga dalam hitungan detik, adik ipar Citra itu sudah telanjang bulat dan memamerkan penisnya yang sudah menegang keras didepan hidung mancungnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Loooh&#8230; Loh Klis&#8230; Kamu mau ngapain&#8230;? Kok sampe telanjang-telanjang segala&#8230;.?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Laaah&#8230; Mbak&#8230; Katanya tadi mau ngajarin beginian&#8230;?&#8221; Tanya Muklis sambil menunjukkan susunan jemari jempol yang diapit jari telunjuk dan jari tengahnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Naaaah itu kamu udah bisaaaaa&#8230;..&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Haaa&#8230;. Aku udah bisa&#8230;.? Maksud mbak&#8230; cuman mau ngajarin susunan jari begini&#8230;.?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hahahahaha&#8230; Iyalaaaaah&#8230;.. Emangnya kamu pikir mbak mau ngajarin kamu ngapaaaaain hayooo&#8230;.? Hahahaha&#8230;.&#8221; Lagi-lagi Citra tertawa ketika melihat wajah bingung dan lucu pada adik iparnya. Saking lucunya, wanita cantik itu sampai terguling-guling disofa.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Muklis Muklis&#8230;. Punya otak mesum amat sih&#8230;Hahahahahaha&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kampreeet-kampreeeettt&#8230;&#8221; Dengan muka merah padam karena malu, Muklis segera memakai semua pakaiannya lagi dan kembali menonton tivi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hahahahaha&#8230;. Sumpah&#8230; Kamu kocak banget Klis&#8230; Kooocaaaak bangettt&#8230;. Hahahahaha&#8230;. &#8220;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ssssttt.. Udah udah mbak&#8230;. Aku mau nonton tivi lagi&#8230;. Aku harus konsentrasi&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8221; Hahahahaha&#8230;. Iya deeehh&#8230;..&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kliiss&#8230; &#8220;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hmmm&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jangan marah ya&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Muklis tak menjawab.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kliiisss&#8230; &#8220;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hhhmmm&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tititmu lucu Klis&#8230;.&#8221; Kata Citra yang tiba-tiba menggeser posisi duduknya mendekat kearah adik iparnya. &#8220;Apalagi kalo ukurannya lebih gedhe lagi&#8230; Pasti mbak bakal ajarin yang enak-enak ama kamu&#8230;.&#8221; Kata Citra tiba-tiba sambil membuka celana kolor adik iparnya dan memasukkan tangan mulusnya kedalam. Merogoh batang penis Muklis yang masih tegang sambil mengelusi batang keras itu dengan jemari lentiknya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kalo udah gedhe, kabar-kabarin mbak ya Klis&#8230;.&#8221; Tutup Citra sambil mengecup pipi Muklis manja, &#8221; Met bobo Muklis sayaaang&#8230;.. Muaah&#8230;..&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setelah itu, Citrapun melangkah pergi, meninggalkan Muklis yang masih terbengong-bengong tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dan rasakan.<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cerita Sange Citra 17 &#8211; Ingatan Citra kembali lagi ke beberapa tahun lalu. Saat dimana Marwan pada akhinya memberanikan diri<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-627","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Nafsu Birahi Citra 17 : Godaan Kakak Ipar<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cerita Sange Citra 17 - Ingatan Citra kembali lagi ke beberapa tahun lalu. Saat dimana Marwan pada akhinya memberanikan diri untuk melamarnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Nafsu Birahi Citra 17 : Godaan Kakak Ipar\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cerita Sange Citra 17 - Ingatan Citra kembali lagi ke beberapa tahun lalu. Saat dimana Marwan pada akhinya memberanikan diri untuk melamarnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-06T11:06:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-21T12:21:38+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"dagieldaisy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"dagieldaisy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"14 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar\/\"},\"author\":{\"name\":\"dagieldaisy\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/48d23f0300e2fc0d3c8d23d9a91ab0c2\"},\"headline\":\"Nafsu Birahi Citra 17 : Godaan Kakak Ipar\",\"datePublished\":\"2025-08-06T11:06:24+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-21T12:21:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar\/\"},\"wordCount\":2516,\"commentCount\":0,\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar\/\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar\/\",\"name\":\"Nafsu Birahi Citra 17 : Godaan Kakak Ipar\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-08-06T11:06:24+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-21T12:21:38+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/48d23f0300e2fc0d3c8d23d9a91ab0c2\"},\"description\":\"Cerita Sange Citra 17 - Ingatan Citra kembali lagi ke beberapa tahun lalu. Saat dimana Marwan pada akhinya memberanikan diri untuk melamarnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Nafsu Birahi Citra 17 : Godaan Kakak Ipar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\",\"name\":\"Cerita Dewasa Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/48d23f0300e2fc0d3c8d23d9a91ab0c2\",\"name\":\"dagieldaisy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6456178578b16d5240258dc7ec46bc9e5c78fd170af5ec01530a9ce97904b3af?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6456178578b16d5240258dc7ec46bc9e5c78fd170af5ec01530a9ce97904b3af?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6456178578b16d5240258dc7ec46bc9e5c78fd170af5ec01530a9ce97904b3af?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"dagieldaisy\"},\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/dagieldaisy\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Nafsu Birahi Citra 17 : Godaan Kakak Ipar","description":"Cerita Sange Citra 17 - Ingatan Citra kembali lagi ke beberapa tahun lalu. Saat dimana Marwan pada akhinya memberanikan diri untuk melamarnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Nafsu Birahi Citra 17 : Godaan Kakak Ipar","og_description":"Cerita Sange Citra 17 - Ingatan Citra kembali lagi ke beberapa tahun lalu. Saat dimana Marwan pada akhinya memberanikan diri untuk melamarnya.","og_url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar\/","og_site_name":"Cerita Dewasa Blog","article_published_time":"2025-08-06T11:06:24+00:00","article_modified_time":"2026-03-21T12:21:38+00:00","author":"dagieldaisy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"dagieldaisy","Estimasi waktu membaca":"14 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar\/"},"author":{"name":"dagieldaisy","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/48d23f0300e2fc0d3c8d23d9a91ab0c2"},"headline":"Nafsu Birahi Citra 17 : Godaan Kakak Ipar","datePublished":"2025-08-06T11:06:24+00:00","dateModified":"2026-03-21T12:21:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar\/"},"wordCount":2516,"commentCount":0,"articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar\/","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar\/","name":"Nafsu Birahi Citra 17 : Godaan Kakak Ipar","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website"},"datePublished":"2025-08-06T11:06:24+00:00","dateModified":"2026-03-21T12:21:38+00:00","author":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/48d23f0300e2fc0d3c8d23d9a91ab0c2"},"description":"Cerita Sange Citra 17 - Ingatan Citra kembali lagi ke beberapa tahun lalu. Saat dimana Marwan pada akhinya memberanikan diri untuk melamarnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-17-godaan-kakak-ipar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Nafsu Birahi Citra 17 : Godaan Kakak Ipar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/","name":"Cerita Dewasa Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/48d23f0300e2fc0d3c8d23d9a91ab0c2","name":"dagieldaisy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6456178578b16d5240258dc7ec46bc9e5c78fd170af5ec01530a9ce97904b3af?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6456178578b16d5240258dc7ec46bc9e5c78fd170af5ec01530a9ce97904b3af?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6456178578b16d5240258dc7ec46bc9e5c78fd170af5ec01530a9ce97904b3af?s=96&d=mm&r=g","caption":"dagieldaisy"},"url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/dagieldaisy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/627","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=627"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/627\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=627"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=627"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=627"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}