{"id":650,"date":"2025-08-06T18:20:45","date_gmt":"2025-08-06T11:20:45","guid":{"rendered":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?p=650"},"modified":"2026-03-21T18:42:33","modified_gmt":"2026-03-21T11:42:33","slug":"nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi\/","title":{"rendered":"Nafsu Birahi Citra 24 : Apakah Aku Jatuh Cinta Lagi&#8230;?"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi\/\">Cerita Lendir Nafsu Birahi Citra 24<\/a> &#8211; Dengan langkah jutek, Citra berjalan kembali ke teras. Meninggalkan Muklis, adik iparnya yang entah kenapa akhir-akhir ini susah sekali diajaknya bercinta. Selalu membiarkan Citra kelimpungan sendiri menahan birahinya yang semain lama semakin memuncak.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sesampainya diteras, Citra mendapati lantai terasnya berantakan. Nampan berisi jajanan tergeletak dibawah dan menghamburkan segala yang ada diatasnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Maaf Neng&#8230; Tadi nggak sengaja nyenggol nampan makanannya&#8230;.\u201d Ucap Jupri yang ternyata sudah jongkok disamping meja teras dan berusaha membereskan segala kekacauan yang ia perbuat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Eh iya Mas&#8230; Nggak apa-apa&#8230;&#8221; Jawab Citra sembari ikut-ikutan jongkok dihadapan Jupri dan membantu tamu prianya memunguti jajanan yang masih berserakan dilantai. Namun karena usia kehamilan Citra yang sudah terlalu tua, ketika ia ingin jongkok tiba-tiba pahanya terganjal perutnya yang besar dan membuatnya kehilangan keseimbangan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">GJEDUK<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Aduh&#8230;. &#8221; Seru Citra sembari jatuh terjengkang kebelakang. &#8220;Aduh maaf mas&#8230; Aku nggak bisa nolongin&#8230;\u201d tambah Citra sambil berusaha menahan tubuhnya supaya tak semakin jatuh kebelakang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Marwan yang melihat Citra terjengkang kebelakang hanya bisa menatap diam tanpa berucap sepatah katapun. Matanya melotot dan mulutnya ternganga. Wajahnya terlihat begitu kaget.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Aduh Mas&#8230; Maaf&#8230;. Tolongin aku berdiri dooong&#8230;.\u201d Pinta Citra reflek sambil menjulurkan tangannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Namun Marwan masih mematung. ia sama sekali tak mempedulikan permintaan istrinya, melainkan masih saja melotot kearah Citra.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Bukan, Marwan tak sepenuhnya menatap kearah Citra, melainkan lebih tepatnya, melotot kearah, selangkangan Citra yang hanya terpaut sekitar 60 centi dari posisi jongkoknya. Marwan menatap celana dalam kecil milik istrinya yang terlihat begitu jelas dihadapannya. Menatap kearah celana berwarna ungu tua, terselip diantara gemuknya daging vagina yang begitu putih ,mulus dan tanpa bulu kemaluan. Menatap dengan seksama ke celana dalam yang basah, dengan lendir berwarna bening dan masih mencetak jelas tonjolan daging klistoris yang ditutupinya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mas Jupri&#8230;.Ternyata kamu mesum juga ya mas&#8230;.?&#8221; Batin Citra dalam hati tanpa berusaha membetulkan posisi pahanya yang masih terbuka lebar, &#8220;Silakan Mas&#8230; Nikmati pemandangan selangkanganku&#8230;.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Melihat pria yang ada didepannya masih tak berkedip menatap kearah selangkangannya, membuat nafsu birahi Citra mulai muncul. Alih-alih malu dan menutup selangkangannya, Citra malah semakin memperlebar bukaan pahanya. Dengan berpura-pura bangun, Citra berulangkali menggerak-gerakkan pahanya semakin lebar, dan membuat bawahan dasternya semakin tersingkap naik, memamerkan paha putih mulusnya yang jenjang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mungkin karena gelombang birahinya mulai meninggi, Citra mulai melupakan siapa Jupri sebenarnya. Terlebih, karena tadi ia ditinggal nanggung oleh Muklis. Semakin membuat pikiran sehatnya perlahan tertutup oleh tebalnya kabut nafsu birahi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mas Jupri&#8230; Tolong&#8230;. Bangunin aku dong Maaaassss&#8230;.\u201d Lenguh Citra sambil menjulurkan tangannya kearah Jupri dengan nada mendesah lemas.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Namun, seolah tersihir akan kecantikan organ kewanitaan Citra, Marwan masih saja mematung dan tak mampu bergerak. Berulang kali jakunnya terlihat turun naik melihat selangkangan istrinya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Maaasss Jupriiii&#8230;..\u201d Teriak Citra lebih kencang, &#8220;Tolongin aku Maaasss\u2026.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Eeehh&#8230; I&#8230;Iya Neng&#8230;.?&#8221; Jawab Jupri gelagapan karena mendengar teriakan Citra, &#8220;Looohh&#8230;? Looh&#8230;? Neng\u2026? Kok\u2026? Neng Citra habis ngapain&#8230;.? Kok malah duduk disitu\u2026?&#8221; Tambah Marwan dengan wajah mirip orang yang baru terbebas dari hipnotis sambil mengucek-kucek matanya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Aku kejengkang Masss&#8230;. Tolongin&#8230;.\u201d Pinta Citra manja sambil mengamit tangan Marwan. &#8220;Hihihihi&#8230;. Mukamu lucu juga ya mas kalo lagi mupeng&#8230;.\u201d Tawa Citra dalam hati sambil berusaha bangun.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Laaahh&#8230;.? Kok bisa Neng&#8230;.?&#8221; Heran Marwan yang kemudian memapah Citra ke kursi panjang dan mendudukkan wanita hamil itu pelan-pelan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Aku tadi keganjel perut Mas&#8230;\u201d Seru Citra sambil mengusap perut hamilnya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Waduuuhh&#8230; Tapi\u2026 Perut kamu nggak apa-apa khan Neng&#8230;.?&#8221; Tanya Marwan sembari reflek ikut-ikutan mengusap perut Citra. &#8220;Dedenya nggak kenapa-napa khan&#8230;.?&#8221; Tambah Marwan sambil menempelkan telinga ke perut Citra.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ooohh&#8230; Mas Jupri&#8230; Seandainya Mas Marwan juga memiliki rasa perhatian yang sebesar ini ama aku\u2026 Pasti aku akan jauh lebih bahagia\u2026 Ohh\u2026 Mas Marwan\u2026. Ohh\u2026 Mas Jupri&#8230;. &#8221; Ratap Citra tiba-tiba teringat suaminya yang masih sibuk bekerja ditengah hamil tuanya ini, &#8220;Sayangnya&#8230;.Suami aku malah lebih mementingkan kerjaan daripada istrinya&#8230;.\u201d Tambah Citra lagi yang dengan tiba-tiba, entah kenapa Citra mengusap perlahan rambut Jupri seperti mengusap rambut suaminya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ehhh\u2026 Neng\u2026.?&#8221; Kaget Marwan yang buru-buru bangkit ketika ia menyadari jika Citra mengusapi rambutnya dengan penuh rasa sayang dan perhatian.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Udah.. Nggak apa-apa Mas\u2026 Taruh aja telinga Mas di perut aku\u2026 Dengerin dede bayinya\u2026\u201d Ucap Citra pelan sambil menahan kepala Marwan supaya terus diperutnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sejenak, Citra dan Marwan saling menikmati suasana yang terjadi pagi itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kamu cantik banget Dek&#8230;&#8221; Seru Marwan yang masih berpura-pura sebagai Jupri, dengan sengaja kembali meletakkan kepalanya diatas perut besar Citra. Memeluk pinggang wanita hamil itu dan menghirup aroma wangi tubuh istrinya dalam-dalam. Kedua matanya juga berusaha menikmati penampilan payudara Citra yang terlihat semakin besar, empuk, putih dan mulus. Dengan puting yang terlihat begitu menonjol, tanpa terlindungi oleh apapun selain kain tipis dasternya. Marwan terlihat begitu terlena dengan wanita yang ada dipelukannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mendapat perlakuan dan perhatian yang special dari tamunya, membuat Citra seolah ikut terlena. Terlebih karena Citra adalah orang yang mudah jatuh cinta, membuat calon ibu itu secara tak sadar membalas perhatian ekstra Marwan dengan hal yang serupa. Ia memperlakukan Marwan seperti seorang kekasih. Berulang kali, Citra mengusapi rambut Marwan dengan penuh kasih sayang. Mengusap punggung tamunya itu dengan penuh rasa cinta. Bahkan, walau tahu jika Marwan berulang kali sengaja menyenggol payudaranya ketika mengusap perut, Citra hanya tersenyum dan membiarkan tangan Marwan melakukan senggolan-senggolan itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mas Jupri\u2026\u201d Panggil Citra lirih.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ya Neng\u2026?&#8221; Jawab Marwan tanpa memindahkan kepala dari perut Citra.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kamu pasti kangen dengan istrimu ya Mas\u2026?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hmmm\u2026 Iya sih Neng\u2026 Kangen banget\u2026 &#8221; Jawab Marwan terang-terangan, &#8220;Mana Si Mirna sedang hamil tua\u2026 Emang kenapa Neng\u2026?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ya nggak apa-apa Mas\u2026 Berarti nasib kita samaan\u2026\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sama gimana Neng\u2026?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ya sama-sama jarang dibelai\u2026 Hihihi\u2026.\u201d Canda Citra sambil terus mengusap rambut Marwan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jarang dibelai gimana Neng\u2026? Heran Marwan, &#8220;Lah ini Neng sedang saya belai\u2026\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ahhh\u2026 Bukan Mas\u2026.\u201d Ucap Citra sambil menghela nafas, &#8220;Mas mah nggak bakalan ngerti deh\u2026\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hehehe\u2026 Mas ngerti kok\u2026 Neng Citra kangen khan dengan Pak Marwan\u2026\u201d Tebak Marwan sambil menaikkan tubuhnya dan menatap mata Citra dalam-dalam, &#8220;Neng Citra ini kangen Pak Marwan karena sudah lama tak diajak\u2026.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ssstttt\u2026.\u201d Larang Citra sambil menempelkan telunjuknya di bibir tebal Marwan. &#8220;Iya\u2026 Aku kangen banget Mas&#8230;.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Telpon lah Neng\u2026 Bilang ke Pak Marwan supaya cepetan pulang\u2026.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Entahlah Mas\u2026 Sepertinya suamiku sudah melupakan aku\u2026\u201d Ratap Citra sambil menatap wajah Marwan, &#8220;Nasib kita sama ya Mas\u2026?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iya\u2026 Sama\u2026.\u201d Jawab Marwan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mas juga udah lama ya nggak bisa\u2026 Ngentotin bini Mas\u2026?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Eh\u2026? Kok Neng mikirnya gitu\u2026.?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hihihi&#8230;. Nggak usah kaget Mas\u2026 Kaya nggak pernah denger cewe nyebut kata jorok seperti itu\u2026 &#8221; Ucap Citra santai, &#8220;Lagian gimana aku nggak mikir kesana\u2026 ? Kalo tahu-tahu ada yang ngejendol besar dibawah sana\u2026.Hihihihi\u2026.\u201d Tambah Citra sembari menunjuk selangkangan Marwan yang sudah menyembul besar dengan dagunya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ehh.. Ehh\u2026. Maaf Neng.. Maaf\u2026 Saya terbawa suasana\u2026.\u201d Ucap Marwan malu-malu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hihihi\u2026 Nggak apa-apa kali Maas\u2026.\u201d Seru Citra yang entah kenapa, tiba-tiba mencubit pipi Marwan dengan gemas.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Waduuhhh\u2026 Waaaduuuuhhh Waduuhhh&#8230;.. Mbak Citraaaa&#8230;&#8230;. Pagi-pagi udah mesra-mesra&#8217;an aja nih&#8230;.?&#8221; Celetuk suara dari luar pagar rumah Citra. &#8220;Selamat Pagi Mbak Citraku Sayaaang&#8230;\u201d Sapa pria tersebut santai sambil berjalan pelan kearah teras rumah Citra.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Buru-buru Citra segera melepas usapan tangannya pada rambut tamu prianya itu. Begitupun dengan Marwan, yang juga segera bangun dari perut Citra, melepas pelukannya dan duduk menjauh.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Loh..? Set&#8230; Seto&#8230;?&#8221; Kaget Citra. &#8220;Se&#8230; Sejak kapan kamu ada disitu&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hehehe&#8230;. Kok kaget gitu sih Mbak&#8230;? Mas&#8230;? Nggak apa-apa kok&#8230;. Terusin aja&#8230;.Hehehe&#8230;.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Engg&#8230; Enggak kaget kok&#8230;. Tadi Mas Jupri baru aja nolongin aku Set&#8230;\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Nolongin apa nolongiiiinnn&#8230;.? Nolongin kok sampe peluk-pelukan segala&#8230;?&#8221; Goda Seto sambil tersenyum penuh arti kearah Citra, &#8220;Kayanya nolongin enak tuh&#8230; Hehehe&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Apaan sih Set&#8230; Beneran&#8230; Tadi aku jatuh&#8230;.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Owww&#8230; Nolongin jatuuuhhh&#8230;.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Beneran&#8230;. Tadi aku kejengkang&#8230; Trus Mas Jupri yang ngebantu mbangunin aku&#8230; &#8220;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hehehehe&#8230; Iya deh Mbak&#8230; Iya&#8230; Jangankan ngebantu kejengkang&#8230;. Ngebantu yang lain juga Mas Jupri pasti mau kok Mbak&#8230;Hehehe&#8230;\u201d Tawa Seto sambil melirik mesum kearah tonjolan di selangkangan Marwan, kemudian menatap istri Marwan itu dari ujung kaki hingga ke ujung rambut. &#8220;Wong senjatanya udah siap siaga gitu ya Mas&#8230; Hehehe&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ihhhhssss&#8230;. Apaan sih Set&#8230;. Nggak jelas banget&#8230;.\u201d Sewot Citra sambil memanyunkan wajahnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hehehe&#8230;. Jangan cemberut gitu ah Mbak&#8230;. Ntar cantiknya hilang loh&#8230;.\u201d Goda Marwan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Bodo&#8230;.\u201d Balas Citra singkat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ntar keriput looohhh&#8230;. Trus&#8230; Ntar kendor looohhh&#8230;.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Biarin&#8230;.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ntar ga bisa ngempot lagi loooohhh&#8230;. Trus&#8230; Susah ngecrot-ngecrot &#8230;..\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iiihhsss Setoo&#8230; Ga jelas benget deeh\u2026 Apaan siiiiihhh ngecrot-ngcrot segala..?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ya ngecrot-ngecrot enak Mbaaakk&#8230; Kaya nggak pernah aku kasih aja&#8230; Hahahaha&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iiihhhsssss&#8230;. Apaan siiiihhhh&#8230;.. Mesum amat jadi orang&#8230;.\u201d Jawab Citra yang tiba-tiba meraih serpihan jajanan dari loyang dan melemparnya kearah Seto.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hahahaha&#8230;.. Nggak kena&#8230; Nggak kena&#8230;.\u201d Ucap Seto sambil berjoget-joget bak anak kecil, &#8220;Sumpah&#8230; Kamu ngegemesin banget deh Mbak&#8230;. Hahaha&#8230;\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Melihat percakapan kedua orang yang ada didepannya, Marwan seolah langsung memahami jika hubungan Citra dan Seto jauh dari sekedar hubungan pertetanggaan. Marwan yakin, jika diantara mereka berdua memiliki sebuah hubungan special yang mereka sembunyikan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Udah..Udah&#8230; Ada perlu apa kamu dateng pagi-pagi kesini&#8230;.?&#8221; Tanya Citra ketus<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hehehe&#8230; Aku mau ngasih kamu ini Mbak&#8230;.\u201d Jawab Seto sambil memperlihatkan bungkusan kresek yang ada ditangannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Cuman sate Ayam&#8230;.. ?&#8221; Tanya Citra cuek.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Weits\u2026 Lihat dulu\u2026.Ini sate ayam kegemaranmu loh Mbak&#8230;.\u201d Ucap Marwan sambil tersenyum, &#8220;Ini Sate Ayam Prawoto&#8230;\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Haaaahhh&#8230;. Satenya Bang Woto&#8230;.?&#8221; Kaget Citra sambil buru-buru beranjak kearah Seto, &#8220;Serius\u2026.?\u201d.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hehehee&#8230;. Iya&#8230; Ini Sate Cintamu&#8230;.Sayaaang&#8230;.\u201d Ucap Seto santai sambil mentowel ujung hidung Citra. Tanpa mempedulikan tamu istri tetangganya yang sedari tadi menatap heran kearah mereka berdua.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Aaahh&#8230; Bang Prawoto&#8230; Aku kangen kontolmu Bang&#8230;.&#8221; Celetuk Citra dalam hati.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sejenak, pikiran Citra melayang ke beberapa bulan lalu. Waktu awal-awal dirinya sedang memulai perjalanan perselingkuhannya bersama Seto. Berkunjung ke desa tempat Prawoto tinggal, dan dipertemukan dengan tukang sate yang mengenalkan Citra kepada nikmatnya anal seks..<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mbak&#8230;?&#8221; Panggil Seto, membuyarkan lamunan Citra,<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Eeh&#8230; Iya&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kenapa kamu senyum-senyum sendiri&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ahh Enggak kok&#8230;&#8221; Jawab Citra malu-malu<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Enggak tapi kok muka Mbak merah gitu&#8230;.?&#8221; Cecar Seto.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Emang kapan kamu dari sananya Set&#8230;.?&#8221; Tanya Citra lagi berusaha mengalihkan pembicaraan, &#8220;Kabar dia gimana Set&#8230;? Sehat&#8230;.? Trus&#8230;.? Dia nanyain aku nggak&#8230;.? Trus&#8230; Dia tinggal ama siapa sekarang&#8230;.? Istrinya udah pulang belum&#8230;.? Trus&#8230;.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Wo&#8230; Woo&#8230; Wooo&#8230;. Sabar Mbak&#8230; Sabaar&#8230;.\u201d Sergah Seto menahan serbuan pertanyaan Citra, &#8220;Ini satenya mbok ya diamanin dulu&#8230;. Ntar keburu dingin looohhh&#8230;.\u201d Ucapnya lagi sembari menyerahkan bungkusan sate itu pada Citra.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Yaaah&#8230; Ini mah udah dingin Set&#8230;.\u201d Kata Citra lirih sambil memperhatikan bungkusan kresek itu dari dekat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Masa sih&#8230;.? Kelamaan dijalan kali ya&#8230;.?\u201d Tanya Seto sambil menggaruk-garuk kepalanya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iya&#8230;. Tapi nggak apa-apa deh\u2026. Lumayan buat ganjel laper\u2026 Hihihihi\u2026.\u201d Jawab Citra singkat, &#8220;Kliiiiisssssss&#8230;. Muklisssss&#8230;&#8230; &#8220;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ehh&#8230; Biar saya aja yang beresin Neng&#8230;.\u201d Celetuk Marwan yang tiba-tiba meraih kantong kresek sate itu dari tangan Citra.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Loohh&#8230; Nggak usah Mas&#8230;. Masa tamu direpotin\u2026.?&#8221; Tolak Citra, &#8220;Eh iya hampir aja lupa&#8230; Set&#8230;. Kenalin&#8230;. Ini Mas Jupri&#8230;. Anak buahnya Mas Marwan&#8230;. &#8220;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Seto&#8230;\u201d Ucap Seto sambil menjulurkan tangan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mar&#8230; Eh&#8230; Jupri&#8230;.\u201d Sahut Marwan yang hampir saja keceplosan menyebut namanya. Buru-buru, Marwan meraihnya tangan Seto dan digenggamnya kuat-kuat<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Awww\u2026 Awww&#8230; Aduh Mas&#8230;.\u201d Pekik Seto kaget berusaha melepaskan diri dari cengkraman tangan kekar Marwan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Eeh&#8230; Ehh&#8230; Maaf&#8230;. Kekencengan ya&#8230;.?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Busyet deh&#8230; Itu tangan keras amat Mas&#8230;.?&#8221; Seru Seto meringis kesakitan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hehehe&#8230; Ya maklumin aja Mas&#8230; Mas Jupri ini pekerja bangunan&#8230;. Jadi tenaganya ya gitu\u2026 Kuat&#8230; &#8221; Celetuk Citra menjelaskan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Oooww\u2026 Kuli\u2026?&#8221; Tanya Seto yang dengan kedua matanya menatap sinis kearah Marwan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iya mas\u2026 Saya kuli\u2026.\u201d Jawab Marwan merendah, tanpa mengindahkan tatapan mata Seto.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mas Jupri ini yang nanti bakal ngejagain aku pas lahiran Set&#8230;.\u201d Jelas Citra lagi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Emang Mas Marwan kemana Mbak\u2026?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mas Marwan&#8230;.?&#8221; Ucap Citra sambil menghela nafas panjang. &#8220;Ya khan kamu tahu sendiri Set\u2026 Mas Marwan sekarang lagi sibuk-sibuknya dengan proyek yang ia pegang&#8230;. Lagi kenceng Set\u2026 Jadi ya terpaksa&#8230; Ia nggak bisa ninggal-ninggal kerjaannya\u2026&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hhmmm gitu ya\u2026? Lha trus si Muklis\u2026? Dia masih disini khan\u2026?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Muklis&#8230;.? Dia nggak kemana-mana kok&#8230; Dia juga masih disini&#8230;\u201d Cuman khan Muklis masih belum punya banyak pengalaman dalam mengurus istri melahirkan Set&#8230;. Jadi mungkin Mas Marwan nggak bisa ngasih ke Muklis banyak tanggung jawab&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hmmm\u2026 Gitu yaa Mbak\u2026? Ya ya ya\u2026.\u201d Ucap Seto sambil manggut-manggut. &#8221; Waaahh \u2026 kalo gitu\u2026 nanti Bakalan ada dua terong yang bisa nemenin Mbak ketika kesepian nih&#8230; Hehehe&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iihhss&#8230; Apaan sih Set&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iya khan&#8230;? Yaah&#8230; Buat sekedar nengokin dede bayi biar aman juga bisa laaah\u2026 Hehehe&#8230;\u201d Celetuk Seto mesum sambil mengusap perut bulat Citra.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iiiihhhhsss&#8230; Apaan sih&#8230;? Nggak jelas banget&#8230; &#8221; Ketus Citra yang buru-buru menepis tangan Seto dari perutnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ehh&#8230; Enggak ya&#8230;? Kalo ama aku&#8230; Jadi tiga terong ya Mbak&#8230;..? Hahaha&#8230;..\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Terong-terong gundulmu\u2026 Bentaran ahhh&#8230; Mbak mau ambil piring buat naruh ini satenya dulu\u2026\u201d Ucap Citra yang kemudian segera melangkahkan kakinya kedapur.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">***<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mbak\u2026&#8221; Panggil Muklis lirih begitu melihat Citra masuk ke area dapur, &#8221; Mbak Citra&#8230;. Boleh aku ngomong sebentar\u2026?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ngomong apa\u2026?\u201d Jawab Citra singkat tanpa melihat kearah adik iparnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Maafin aku ya Mbak\u2026\u201d Ucap Muklis dengan nada khawatir.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Maaf&#8230;? Maaf buat apa \u2026?&#8221; Tanya Citra lagi. Tangannya sibuk mengambil beberapa piring, sendok, dan mangkok untuk dibawanya kedepan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mengenai hal yang baru saja\u2026.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hal yang mana\u2026?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Nggg\u2026 Yang aku sekarang susah banget buat diajakin Mbak ngent\u2026.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Udah udah udah\u2026 &#8220;Potong Citra, &#8220;Mbak nggak mau ngomongin tentang hal itu\u2026. Mbak sekarang laper\u2026 Dan sekarang didepan ada Seto yang ngebawain sate\u2026.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Nggg&#8230; Tapi Mbak&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Udah ya Klis&#8230; Nggak ada yang perlu dibicarakan lagi&#8230;&#8221; Potong Citra lagi, &#8220;Kalo kamu nggak bisa muasin Mbak\u2026 Mbak bisa kok minta dipuasin orang lain\u2026\u201d Jelas Citra pelan namun langsung ke inti permasalahan. &#8220;Laki-laki disini nggak cuman kamu aja kok Klis\u2026 Laki-laki disini tuh banyak&#8230; Nggak ada kamu\u2026 Masih ada Seto\u2026 Masih ada Mas Jupri&#8230;.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mas Jupri&#8230;.?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iya&#8230; Emang kenapa dengan Mas Jupri&#8230;?&#8221; Heran Citra melihat raut wajah Muklis yang tiba-tiba berubah ketika ia mendengar nama tamunya, &#8220;Mas Jupri juga laki-laki khan&#8230;.? Pasti dia mau ngebantu Mbak buat muasin nafsu Mbak&#8230;. Apalagi dia juga udah lama nggak ngentotin wanita&#8230;. &#8220;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mendengar kalimat Citra barusan, entah kenapa Muklis langsung terdiam. Ia langsung mengurungkan niatannya untuk mengajak ngobrol Citra.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kamu laper nggak&#8230;? Kalo laper kedepan aja ya\u2026 &#8221; Ucap Citra menutup pembicaraan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Muklis tak menjawab. Ia hanya menggelengkan kepalanya pelan dan menatap tubuh seksi kakak iparnya yang melangkah pergi menginggalkan dirinya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">***<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ayo\u2026 Ayo\u2026 Buruan dimakan ini satenya\u2026 &#8221; Ucap Citra sembari menyajikan peralatan makan kepada kedua tamunya, &#8220;Udah dingin sih&#8230; Cuman sepertinya masih enak&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Waaahh\u2026 Sarapan pagi hari ini pasti bakalan lebih nikmat dari hari-hari biasanya nih&#8230;&#8221; Celetuk Seto yang langsung menuangkan bumbu kacang ke tusukan sate yang ada dipiring.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kok bisa begitu Mas&#8230;?&#8221; Tanya Marwan yang juga ikut membantu membuka bungkusan-bungkusan lontong dan meletakkannya pada mangkuk besar dimeja.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Aaah.. Mas Marwan panggil saya Seto aja Mas&#8230; Khan lebih tua Mas Jupri ketimbang saya&#8230;&#8221; Ucap Seto yang segera saja menyantap sate ditangannya,<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mmmm&#8230;. Iya&#8230; Seto&#8230;. Emang sate ini special banget ya&#8230;?&#8221; Tanya Marwan lagi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Enggak sih&#8230; Cuman khan pagi ini&#8230; Kita sarapan ditemenin bidadari Mas&#8230; Hahahaha&#8230;&#8221; Canda Seto, &#8220;Mulai deh ngegombalnyaaa&#8230;. &#8221; Celetuk Citra, &#8220;Ayo Mas Jupri dimakan satenya\u2026\u201d Tambah Citra yang tiba-tiba menyajikan sate pada tamunya. Seolah ingin membuat Seto cemburu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Namun, karena Seto orangnya tak mudah terpengaruh, semua perlakuan dan perhatian Citra yang berlebih pada Marwan sama sekali tak berhasil membuatnya cemburu. Malahan, Seto semakin menggoda Citra habis-habisan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Cie&#8230;Cieee&#8230;Cieeee&#8230;.. Mesra sekali kamu Mbak&#8230;.? Cocok deh jadi istri Mas Jupri&#8230; Hahahaha&#8230;..&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iiihhhhsss&#8230;. Ga jelas&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hahaha&#8230; Ngegemesin deh kamu Mbaaaakkkk&#8230;.&#8221; Celetuk Seto sembari mencubit pipi Citra.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Adduuhhh&#8230;. Sakit taaauuuukkkk&#8230;.&#8221; Seru Citra manja, &#8220;Eh iya\u2026 Set&#8230; Gimana pertanyaan aku tadi\u2026?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pertanyaan yang mana Mbak\u2026?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pertanyaan tentang kabar Bang Prawoto Setooo\u2026 Gimana kabar dia\u2026.?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Owww\u2026. Si Woto\u2026. &#8220;Jawab Seto singkat. Dengan malas, Seto lalu menggigit daging sate yang ada ditangannya dan mengunyahnya pelan\u2026 &#8220;Kabarnya\u2026 Lagi RUSUH Mbak&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Haaaahhhh\u2026? Rusuh gimana\u2026?&#8221; Tanya Citra panik.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iya\u2026 Dikampungnya Prawoto\u2026 Sedang ada kerusuhan hebat\u2026&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Laah&#8230;? Kok bisa\u2026? &#8220;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iya Mbak\u2026 Penduduk desa tempat Prawoto tinggal sedang rusuh\u2026 Mereka marah dengan Pak Usep\u2026&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pak Usep itu Pak Kades yang gemblung itu\u2026? &#8220;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iya Mbak&#8230;.. Pak Usep ditangkep Polisi karena penggelapan surat-surat Mbak\u2026 Rumahnya dibakar\u2026 Perabot, perhiasan, mobil dan semua surat-surat berharganya disita\u2026 &#8220;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Lagi-lagi, pikiran Citra melayang ke beberapa bulan lalu. Saat dirinya sedang diperdaya oleh lelaki tua pendek kurus bersama ketiga antek-anteknya, Diki, Kirun, dan Projo. Saat dirinya sedang disetubuhi ramai-ramai oleh mereka berempat dan menjadi barang taruhan Pak Usep.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pantesan\u2026 Semenjak beberapa bulan lalu&#8230;. Kiriman upeti dari Pak Usep yang dulu dijanjikan olehnya sudah jarang dikirim lagi\u2026.\u201d Pikir Citra berusaha menyimpulkan sesuatu, &#8220;Ternyata Pak Usep memang sedang banyak masalah\u2026.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dan yang paling parah&#8230; Istri-istrinya Pak Usep diamanin warga loh Mbak\u2026&#8221; Jelas Seto lagi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Haaaaah\u2026? Diamanin gimana Set\u2026?&#8221; Tanya Marwan yang juga ternyata penasaran.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ya diamanin Mas\u2026 Khan istri Pak Usep itu banyak&#8230; Makanya&#8230; Mereka disekapin oleh warga sampe Pak Kades bisa ngelunasi semua hutang-hutang warga&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Aaaah&#8230; Itumah susah Seet&#8230; Pak Usep khan licik&#8230; Pasti dia mencari celah buat terbebas dari tanggung jawabnya&#8230;. Itupun kalo Pak Usep bisa keluar dari kantor Polisi&#8230;.&#8221; Celetuk Citra pesimis, &#8220;Trus\u2026? Bang Prawotonya gimana Set\u2026? Pertanyaan aku yang paling penting malah nggak dijawab-jawab\u2026&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hahaha\u2026 Kalo Prawoto sih nggak kenapa-napa Mbak\u2026 Dia aman-aman aja diwarung&#8230; Masih santai-santai aja ngipasi satenya\u2026 Hahahaha&#8230;&#8221; Tawa Seto terbahak-bahak.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Huuu\u2026 Dasar\u2026 Ditanya apaaa.. Dijawabnya apa\u2026 &#8221; Sewot Citra lega<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Habisan&#8230;. Kalo aku ngobrol ama kamu&#8230;. Aku jadi selalu susah konsen Mbak\u2026&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Yak\u2026 Mulai lagi deh ngegombalnya&#8230;.&#8221; Ejek Citra.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hahaha\u2026 Nggak ngegombal kali Mbaaakk\u2026 Beneran iniiihhh\u2026. &#8221; Ucap Marwan sambil tertawa geli, &#8220;Kalo nggak percaya&#8230; Coba tanya aja ke Mas Jupri\u2026 &#8220;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Au ahhh&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hahahah&#8230; Mas Jupri&#8230; &#8221; Panggil Seto, &#8220;Mas Jupro kalo diajak ngobrol ama Mbak Citra&#8230; Mas bisa konsen nggak\u2026? &#8220;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Eh.. Eeh\u2026 Nngggak bisa juga sih&#8230; &#8221; Jawab Marwan kaget.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tuuuh khaan Mbaaak\u2026 Mas Jupri juga berasa seperti itu\u2026 Berarti kalo kami nggak konsen&#8230; Itu emang gara-gara kamu Mbak\u2026. Hahaha\u2026\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Huuuu.. Dasar.. Kalian berdua tuh sama aja\u2026\u201d Ucap Citra yang kemudian mengambil sisa sate yang masih teronggok di piring sajian dan buru-buru melahapnya, &#8220;Udah pada kenyang belum kalian ini makannya&#8230;.? Aku mau habisin satenya nih&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Wuidiiihhh&#8230; Ada yang kelaperan nih&#8230;.? Heheheh&#8230;&#8221; Celetuk Seto.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Udah kok Mbak&#8230;&#8221; Sahut Marwan, &#8220;Habisin ajah&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Eh iya Mbak\u2026 Hari ini aku gajian loohh&#8230;.\u201d Ucap Seto sambil tersenyum lebar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Lalu\u2026?&#8221; Jawab Citra cuek sambil terus menyantap hidangan satenya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Naaah&#8230; Biasanya khan kalo aku gajian\u2026 Aku ajak Mbak makan diluar&#8230; &#8221; Jawab Seto sambil tersenyum aneh, \u201dMbak ada waktu nggak\u2026?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Waktu\u2026? Buat apaan Set\u2026?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hehehe\u2026 Masa lupa sih Mbak\u2026? Khan kita udah sering banget ngelakuinnya\u2026.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ngelauin apa ya\u2026? Aku nggak ngerti deh Set\u2026\u201d Jawab Citra yang masih sibuk mengunyah satenya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Biasaaalah&#8230; Nanti\u2026 Abis makan diluar\u2026 Kita olahraga bentaran Mbak&#8230; Goyang-goyangin pinggul dikit&#8230; Hehehe&#8230;.\u201d Kekeh Seto sambil mengedipkan mata nakalnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Uhuk&#8230;UHUK.. Uhuk&#8230;.&#8221; Kaget Citra sambil tersedak dan terbatuk-batuk, &#8220;Air&#8230; Air&#8230;&#8221; Serunya sambil meminta minum kearah Marwan, &#8220;Uhuk&#8230;Uhukk&#8230;..&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mendengar kata olahraga dan melihat kedipan mata Seto, Marwan langsung memasang wajah penuh tanda tanya. Menatap Citra Dan Seto heran.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Olahraga..? Tanya Marwan<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Uhuk&#8230; Uhukk&#8230;. Ehheeemmm&#8230;.GLEK GLEK GLEK&#8230;&#8221; Citra langsung meminum air pemberian Marwan dan berdehem keras untuk berusaha mengendalikan rasa gatal ditenggorokannya, &#8220;Nggg&#8230; Si Seto ini&#8230; Uhuk uhuk&#8230;. Biasanya ngajak aku\u2026 Nggg\u2026 Senam hamil Mas&#8230; Uhuk&#8230;Uhuk&#8230;.&#8221; Ucap Citra melirik kearah Seto sambil mengusap mulutnya yang belepotan air minum. &#8220;Iya Mas\u2026 Senam ibu hamil di klinik yang dekat sini\u2026 Deket dengan tempat jajanan kemarin itu loh Mas\u2026.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hehehe\u2026. Iya Mas&#8230; Mbak Citra ini khan usia kendungannya sudah menjelang kelahiran&#8230; Jadi harus sering-sering diajak olahraga Mas\u2026 Biar kehamilannya sehat&#8230; Bener khan Mbak&#8230;?&#8221; Bohong Seto sembari mengelus perut hamil Citra lagi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Eh &#8230; Iya bener Mas&#8230; &#8221; Jawab Citra kikuk dan menepis tangan Seto.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ooowww.. Gitu ya&#8230;?&#8221; Jawab Marwan berusaha mempercayainya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Eh iya Mbak&#8230; Satu lagi&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Apaan&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Nanti aku pinjem tangga ya\u2026? Genteng rumah aku sepertinya ada yang bocor nih\u2026&#8221; Jawab Seto yang ternyata sudah selesai makan dan beranjak pergi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tumben ijin\u2026 Biasanya aja langsung ambil\u2026 &#8221; Celetuk Citra, &#8220;Ada noh dibelakang\u2026.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hehehe bukan gitu Mbak&#8230; Habisan tadi waktu mau ijin ama Mbak dibelakang\u2026 Mbaknya lagi sibuk ama Muklis\u2026. Hehehe\u2026&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Haaa&#8230; Jadi tadi kamu kebelakang&#8230;?&#8221; Kaget Citra yang sepertinya tak menyangka jika Seto tadi tahu apa yang baru saja ia lakukan bersama Muklis.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iya&#8230; Tapi karena tadi Mbak Citra kelihatan sibuk banget\u2026 Jadinya ya aku nunggu Mbak aja sampe selesai\u2026. Hehehe.. &#8221; Ucap Seto sambil masih tertawa-tawa mesum,<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kok nggak dipanggil aja Set\u2026? Biasanya juga manggil&#8230;.?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ya sungkan Mbak\u2026 Khawatir akunya ngeganggu\u2026.Wong Mbak sampe mangap-mangap keenakan gitu\u2026 Hehehe\u2026\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mangap-mangap keenakan\u2026?&#8221; Tanya Marwan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iya Mas\u2026 Mbak Citra kalo keenakan&#8230; Pasti deh mulutnya mangap-mangap\u2026 Ya khan Mbak..?&#8221; Jelas Seto, &#8220;Gimana Mbak\u2026? Enakan mana&#8230;? Ngulek punya Muklis atau ngulek punya aku \u2026?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">DEEEG&#8230;.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Seto KAMPREEETTTTT&#8230;.&#8221; batin Citra kaget sekaget-kagetnya. Tiba-tiba Seto mengutarakan hal yang sama sekali tak Citra kira. Ia seolah ingin memberitahukan ke tamu Citra mengenai apa yang baru saja Citra lakukan bersama Muklis dibelakang tadi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iiihhh.. Apaan sih Set\u2026??&#8221; Seru Citra berusaha memberi kode pada Seto untuk tidak meneruskan topik pembicaraannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ngulek gimana ya Neng\u2026?&#8221; Tanya Marwan dengan tatapan mata tajam.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Aaaah&#8230;. KAMPREETT\u2026 KAMPREETT\u2026 KAMPREETT\u2026 Si Seto makin ngaco aja bicaranya\u2026\u201d Gerutu Citra dalam hati, &#8220;Anu Mas\u2026 . Nggg.. Tadi\u2026 Muklis minta tolong\u2026 Nggg\u2026 Muklis\u2026 Minta tolong buat Nggg\u2026 Ngeracikin bumbu Mas\u2026 Iya&#8230;. Ngeracik bumbu\u2026 &#8221; Jawab Citra sepotong-sepotong, berusaha memikirkan jawaban yang paling cocok.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ngeracik bumbu\u2026? Kok sampe mangap-mangap\u2026?\u201d Tanya Marwan lagi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kepedesan Mas\u2026 Bumbu racik Muklis pedes banget\u2026.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ngulek Muklisnya pedes\u2026. Juga kenceng banget ya Mbak\u2026? Sampe bunyi kuplak kuplak kuplak loh&#8230; Hehehehe\u2026. &#8221; Jelas Seto sengaja ingin menggoda Citra, &#8220;Pasti rasanya enak banget Ya Mbak&#8230;? Sampe lendir anu Mbak keluar semua ya&#8230;? Hehehe\u2026 &#8220;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Bentar-bentar\u2026 Saya nggak ngerti\u2026 Kalian sedang ngomongin apa sih\u2026?&#8221; Heran Marwan, &#8220;Diulek\u2026? Mangap-mangap\u2026? Disodok kenceng\u2026 Sampe berlendir\u2026? Sumpah saya nggak ngerti\u2026\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Setooo\u2026 kamu ngomong apaan sih\u2026? Bukan Mas&#8230; Bukan\u2026 Jadi ceritanya tuh&#8230;. Tadi Muklis minta aku buat ngeracik bumbu ulek&#8230; Trus biar nguleknya cepet kelar\u2026 Aku harus ngulek kenceng-kenceng Mas\u2026 Ya berhubung bumbu uleknya pedes&#8230;. Makanya mata aku sampe berair\u2026 Begitu loh Mas\u2026.\u201d Ucap Citra berusaha menjelaskan kalimat ambigu dari Seto.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Berarti&#8230; Kalo nguleknya kenceng&#8230; Sekarang pingang Mbak berasa capek dong Mbak\u2026? Wong aku tadi ngelihat goyangannya heboh banget \u2026\u201d Sahut Seto yang ternyata masih terus menggoda Citra, &#8220;Malahan&#8230; Saking kencengnya&#8230; Muklis sampe nggak kuat gitu ngeladenin goyangan Mbak\u2026Hehehe\u2026&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Setooo.. Iiiihhhsss\u2026. Mending kamu pulang aja deh\u2026 Rese banget sih jadi orang\u2026\u201d Sewot Citra yang buru-buru melempar Seto dengan tusuk sate.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Namun, sepertinya Seto sudah mengantisipasi gerakan Citra yang tiba-tiba. Karena sebelum Citra sempat menganiaya tubuh Seto, ia sudah buru-buru menjauh dari posisi Citra berada.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hehehe\u2026 Nggak kenaaa\u2026\u201d Ejek Seto.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iiiiihhss\u2026 Pulang sana gih\u2026 Jadi orang kok rese banget sih\u2026\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ciee&#8230; Cieee\u2026. Nesuuuu\u2026. Ngambeeeekkkkk\u2026. &#8220;Goda Seto sambil mendekat dan mencubit pipi Citra lagi dengan cepat-cepat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Owww&#8230;. Jadi gitu&#8230;?&#8221; Ucap Marwan sambil manggut-manggut, berpura-pura mengerti maksud perkataan Citra. &#8220;Pantesan aja.. Begitu Neng balik dari dapur\u2026 Badan Neng sampe keringetan semua gitu\u2026.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Gimana nggak keringetan Mas&#8230;? Wong Mbak Citra ini kalo ngulek\u2026 Hebohnya minta ampun\u2026&#8221; Jelas Seto meneruskan keisengannya,&#8221;Bahkan&#8230;. Sampe teriak-teriak loh Mas\u2026. Bikin pria manapun yang ngedenger teriakannya\u2026 Pasti minta diulek juga ama Mbak Citra&#8230;. Hehehe\u2026&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Emang ulekannya Neng Citra ini enak ya Set\u2026?&#8221; Tanya Marwan tanpa menghiraukan raut cemas yang terlihat di wajah Citra..<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Waaaah\u2026 Jadi Mbak Citra belom pernah nawarin ngulekin anunya Mas\u2026?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Belom\u2026\u201d Jawab Marwan singkat sambil menatap wajah Citra yang semakin memerah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Waaah\u2026Mas Jupri kapan-kapan harus nyobain deh diulek ama punyanya Mbak Citra&#8230;. Dijamin deh Mas&#8230; mas Jupri bakal ketagihan.. Hehehe\u2026&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hhmmmm&#8230;.. Nyobain diulek ya Set\u2026?&#8221; Heran Marwan sambil melirik kearah Citra. &#8220;Emang seenak apa sih Set&#8230;?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Waaaah\u2026.. Enak banget Mas\u2026 Top markotop\u2026\u201d Seru Seto sembari mengacungkan kedua jempolnya, &#8220;Enaknya tuh Mas\u2026 Sampe ke ubun-ubun\u2026 Apalagi empotannya\u2026. Wuidiiihhh\u2026 Dijamin deh\u2026 Bikin anu Mas cenut cenut ngilu\u2026 Hahaha\u2026.\u201d Puji Seto sambil mengedipkan sebelah matanya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;SETOOO\u2026. UDAH DEEEEHH\u2026.\u201d Hardik Citra emosi sambil bergerak mendekat kearah Seto. Dengan tanpa basa-basi, Citra langsung melancarkan serangan cubitan mautnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Namun lagi-lagi, gerakan Citra kurang cepat. Karena belum juga cubitannya berhasil memberi pelajaran pada Seto, tetangganya itu sudah menangkap kedua tangan Citra erat-erat. Bahkan Seto dengan mudah memborgol kedua pergelangan tangan Citra dengan satu tangannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Waduh\u2026 Mas Jupri\u2026 &#8221; Panggil Seto dengan wajah panik &#8220;Sepertinya&#8230; Aku harus cabut dulu nih\u2026\u201d.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Loh.. Kok buru-buru amat Set\u2026?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iya&#8230; Ada singa marah&#8230; Aku takut disembur ama tetanggaku yang super cantik dan bahenol ini\u2026 Hahaha\u2026 &#8221; Jawab Seto iseng sambil mengusap lalu mencubit pantat bulat Citra dengan satu tangannya yang bebas.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;DASAR ORANG GILAAAA\u2026.\u201d Teriak Citra emosi sambil berusaha melepaskan diri.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Gila tapi Mbak cinta khan&#8230;? Hahahaha\u2026\u201d Ucap Seto kurang ajar tanpa mempedulikan tatapan tajam Marwan. Bahkan, Seto semakin berani dengan mengusapi dan mencubiti pantat semok Citra secara terang-terangan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;IIHH\u2026 SETOOO&#8230;.LEPASIN AAAHH\u2026&#8221; Rutuk Citra yang terus berusaha melepaskan diri.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Senyum dulu doooong\u2026\u201d Jawab Seto santai tanpa mengindahkan teriakan kencang Citra.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;HEEEHHHH.\u2026 SEEETOOOO\u2026 KAMU NGAPAIN DISITUUU&#8230;???&#8221; Seru sesosok wanita yang tiba-tiba muncul dari pintu rumah sebelah dan berjalan mendekat kearah rumah Citra.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ee&#8230;. Ehh\u2026 Sayang\u2026\u201d jawab Seto yang buru-buru melepas cengkraman tangannya pada pergelangan tangan Citra, &#8220;Kok udah bangun\u2026?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ditungguin dari pagi nggak nongol-nongol\u2026 Eh begitu keliatan malah ngegangguin Mbak Citra\u2026Sini Kamu\u2026\u201d teriak Anissa lantang sembari berkacak pinggang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Waduh\u2026 Ada Nenek Lampir marah\u2026. &#8221; Celetuk Seto sambil berlindung dibelakang tubuh hamil Citra yang masih berdiri diantara Anissa dan Seto.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ayo sini\u2026 Nggak usah sembunyi dibelakang badan Mbak Citra\u2026\u201d Seru Anissa yang kali ini langsung masuk keteras dan menjulurkan tangannya melewati tubuh Citra.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dengan secepat kilat, Anissa berhasil menangkap terlinga Seto. Dan dengan kekuatan penuh, wanita mungil itu langsung menarik telinga Seto kuat-kuat, membuat lelaki jangkung itu seketika meringis-ringis kesakitan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Aww\u2026 Aww\u2026 Aww\u2026 Ampun sayang\u2026 Aww\u2026 Aww\u2026\u201d Teriak Seto sambil terus berusaha bertahan sambil perlindungan dibelakang tubuh Citra.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tak ingin mengganggu kesenangan Anissa yang memang sukanya marah-marah, buru-buru Citra berkelit dan segera duduk disamping Marwan. Membiarkan Seto mendapatkan eksekusi paginya dengan puas.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8221; RASAIN\u2026Makanya\u2026 Punya istri tuh diperhatiin\u2026Terus aja Niss.. Jewer yang kenceeeng\u2026 Hihihihi\u2026.\u201d Kekeh Citra puas,&#8221; Kalo perlu&#8230; Jewer telinganya sampe sobek&#8230;.Hihihiii&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iya Mbak&#8230; Suami kurang ajar seperti ini memang harus dikasih pelajaran&#8230;. &#8221; Jawab Anissa gemas, &#8220;Udah sering kelayapan&#8230; Jarang nengokin bini dirumah&#8230;. Eh&#8230; Begitu pulang&#8230; Mampir dulu kerumah tetangga&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hihihihi&#8230; Hajar aja Niiisss&#8230; Haajaaaarrr&#8230;.&#8221; Girang Citra sambil tertawa-tawa.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Besok-besook&#8230; Bakal aku borgol itu kontolmu&#8230; Biar nggak kegatelan dan kaluyuran mulu&#8230;.&#8221; Ancam Anissa sembari meremas selangkangan Seto, membuat rontaannya seketika lemas dan tak berdaya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8221; Aawww&#8230; Aawww&#8230; Aawww&#8230; Ampun Saaayanggg&#8230; Aawww&#8230; &#8220;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ayo sekarang pulang&#8230;&#8221; Bentak Anissa kencang, &#8221; Sekalian antar aku kepasar\u2026 Hari ini khan kamu gajian&#8230;\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Yaaaaaah\u2026 Saaayanggg&#8230; Pagi ini aku capek sekali\u2026 Kamu aja ya yang berangkat sendiri.. Ini aku kasih duitnya\u2026&#8221; Alasan Seto.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Enggak\u2026 Kamu harus nemenin aku\u2026&#8221; Bentak Anissa.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Aaaaduuuhh&#8230; Aku beneran capek iniiihh&#8230; Ngantuk\u2026 Ntar kalo gara-gara aku nggak konsen dijalan terus kita kenapa-napa gimana\u2026?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ya makanya&#8230; JANGAN NGANTUK\u2026 Buruan cuci muka dulu sana\u2026!&#8221; Murka Anissa lagi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ogah aaaah\u2026 Kamu aja yang berangkat sendiri\u2026 Aku mau tidur\u2026&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Heeeehhh&#8230; Berani yaaa&#8230;.?&#8221; Ancam Anissa, &#8220;Kalo kamu nolak&#8230;. Nggak bakal aku kasih jatah loh&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Yaaahh&#8230; Jangan dong Sayaaang&#8230;.&#8221; Pinta Seto sambil melirik kearah Citra.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Nnnngg\u2026 Mbak\u2026 Kalo Mbak mau\u2026 Saya bisa antar Mbak kepasa kok\u2026\u201d Celetuk Marwan tiba-tiba menawarkan diri, \u201dNeng Citra\u2026. Boleh khan Neng&#8230;? Saya minta ijin buat nganterin Mbak ini sebentar&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ngggg&#8230;&#8230;.&#8221; Ucap Citra yang entah kenapa merasa ragu untuk merestui permintaan Marwan. Namun karena Citra tak memiliki alasan yang kuat untuk menolak permintaan Marwan, akhirnya ia mengangguk.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Beneran Neng&#8230;?&#8221; Tanya Marwan memastikan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iya&#8230; &#8221; Jawab Citra singkat, &#8220;Anissa&#8230;. Kamu kepasarnya ama Mas Jupri aja tuh&#8230;. Pake mobil aku aja&#8230;&#8221; Tambah Citra menyarankan<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ngg.. Gimana ya&#8230;.?&#8221; Jawab Anissa sungkan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Udah sana\u2026 Nggak apa-apa kok\u2026 Sekalian&#8230; Mas Jupri nanti cuci mobil sekalian yaaa&#8230;&#8221; Pinta Citra<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Beneran nggak apa-apa nih Mbak\u2026? Ntar ngerepotin nih\u2026&#8221; Ucap Anissa basa-basi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iyaaa&#8230;. Enggak apaa-apaaa\u2026 Kita khan tetangga\u2026 Udah seharusnya kita saling tolong menolong\u2026 Udah sana Mas Jupri\u2026 Antar Anissa kepasar\u2026 Nanti malah keburu siang loh\u2026.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iya&#8230;. Baik Neng\u2026 &#8221; Jawab Marwan sopan, &#8220;Ayo Mbak saya antar\u2026\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Nggg&#8230; Yaudah deh\u2026 Aku ganti baju dulu ya\u2026\u201d Jawab Anissa singkat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Udaaah&#8230; Nggak usah ganti baju kali Nisss&#8230;. Daster kamu itu bagus kok buat kepasar&#8230;.&#8221; Saran Citra.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ogah ahh&#8230; Daster kecil begini mana pantes dipake kepasar&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Aaahh&#8230; Pantes-pantes aja kok&#8230;. Malahan&#8230; Badan kamu makin keliatan seksi loh&#8230;.&#8221; Seru Citra lagi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Nggg&#8230;. Gitu ya&#8230;.? Yaudah deh&#8230; Aku langsung jalan aja&#8230;.&#8221; Ucap Anisa yang langsung berjalan balik kearah rumahnya sambil menyeret telinga Marwan, &#8220;Selagi aku kepasar\u2026 Kamu cuci baju ya Set\u2026 Jangan malas-malasan\u2026\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Aww\u2026 Aww\u2026 I&#8230; Iya Sayang\u2026 Aaduh\u2026 Aww\u2026 Aww\u2026&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mas Jupri&#8230;. Nanti begitu selesai dari pasar&#8230;. Cepet pulang ya Mas&#8230;&#8221; Pinta Citra yang sudah kembali dari dalam kamarnya dan memberikan kunci mobilnya pada Marwan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Loh kenapa Neng&#8230;.?&#8221; Heran Marwan melihat kecemasan diwajah Citra.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Nggak kenapa-napa kok Mas&#8230;. Aku cuman pengen Mas cepet pulang aja&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hmmmm&#8230; Baik deh kalo begitu&#8230;.&#8221; Jawab Marwan yang kemudian mengambil kunci mobil Citra dan melangkah pergi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">***<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mbak&#8230; Mbak Citra ada rasa ya dengan Mas Jupri&#8230;.?&#8221; Tanya Muklis ketika Citra masuk membawa piring-piring kotor kedapur.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kenapa kamu berkata seperti itu Klis&#8230;?&#8221; Tanya Citra.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Nggak tau Mbak&#8230; Aku nebak aja&#8230;.&#8221; Jawab Muklis sambil memeluk tubuh Citra dari belakang, &#8220;Dari tatapan mata Mbak&#8230; Gaya bicara Mbak&#8230; Sampai ke permintaan Mbak barusan&#8230;. Aku ngerasa Mbak mulai ada feeling dengan Mas Jupri&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ada feeling atau enggak&#8230; Itu bukan urusan kamu Klis&#8230; Itu urusan pribadi Mbak&#8230;.&#8221; Ucap Citra sewot dan berusaha menepis pelukan tangan adik iparnya. &#8220;Kamu cemburu&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Nggg&#8230; Iya Mbak&#8230;. Aku bener-bener cemburu&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Apa hakmu buat cemburu ama Mas Jupri Klis&#8230;? Emang kamu suami Mbak&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Muklis menggeleng.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Lalu&#8230;? Apa alasannya kamu cemburu&#8230;?&#8221; Tanya Citra lagi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Aku cuman nggak suka kalo Mbak deket ama lelaki lain Mbak&#8230; Mbak itu milikku&#8230;&#8221; Jelas Muklis.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jangan ngarep terlalu tinggi deh Klis&#8230; Kamu tuh bukan apa-apa Mbak&#8230; Kamu nggak berhak minta macam-macam lagi dari Mbak&#8230; Terlebih meminta kenikmatan dari tubuh Mbak&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Yaaahhh&#8230; Mbaakk&#8230;? Trus&#8230; Gimana dengan hubungan kita Mbak&#8230;?&#8221; Ucap Muklis tak mengindahkan penolakan Citra, ia malah memeluk tubuh Citra lebih erat lagi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hubungan gimana&#8230;.? Hubungan kita yaa tetep Klis&#8230; Sebatas hubungan kakak ipar dan adiknya&#8230;&#8221; Jawab Citra yang akhirnya membiarkan pelukan Muklis pada tubuhnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Trus yang kita omongin tadi&#8230;? Mbak udah nggak pengen aku entotin lagi&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Udah ah&#8230; STOP&#8230;. Mbak nggak mau ngebahas tentang hal tadi&#8230;&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jadi&#8230;. Beneran nih Mbak&#8230;?&#8221; Tanya Muklis penasaran sembari mengendus dan mengecupi leher jenjang Citra.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Beneran apa&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Beneran aku nggak punya kesempatan lagi buat balik&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Balik&#8230;?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Iya Mbak&#8230; Buat kembali jadi pemuas nafsu Mbak&#8230;&#8221; Ucap Muklis singkat sambil menurunkan celana kolornya dan mulai meremasi payudara besar Citra gemas.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Aduuhh&#8230;. Kamu mau apa Klis&#8230;?&#8221; Heran Citra begitu mengetahui tingkah adik iparnya yang mulai kembali mesum seperti sedia kala.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ketika Mas Jupri pergi&#8230;. Jangan buat aku merana ya Mbak&#8230;. &#8221; Kecup Muklis pada leher Citra dan menarik bawahan daster Citra naik. Kemudian, dengan gerakan super cepat, Muklis buru-buru nyelipkan batang penisnya yang sudah tegang ke belahan pantat bulat kakak iparnya dan mendorongnya maju, menyelinap ke belahan vagina Citra yang masih lembab.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Bentar Klis&#8230; Bentar&#8230;.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hehehehe&#8230;. Selalu jadikan aku pemuas nafsu birahimu Mbak&#8230;..&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jangan masukin dulu Klis&#8230; Memek Mbak masih&#8230;.&#8221;<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cerita Lendir Nafsu Birahi Citra 24 &#8211; Dengan langkah jutek, Citra berjalan kembali ke teras. Meninggalkan Muklis, adik iparnya yang<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-650","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Nafsu Birahi Citra 24 : Apakah Aku Jatuh Cinta Lagi...? - Cerita Dewasa Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Nafsu Birahi Citra 24 : Apakah Aku Jatuh Cinta Lagi...? - Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cerita Lendir Nafsu Birahi Citra 24 &#8211; Dengan langkah jutek, Citra berjalan kembali ke teras. Meninggalkan Muklis, adik iparnya yang\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-06T11:20:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-21T11:42:33+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"dagieldaisy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"dagieldaisy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"28 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi\/\"},\"author\":{\"name\":\"dagieldaisy\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/48d23f0300e2fc0d3c8d23d9a91ab0c2\"},\"headline\":\"Nafsu Birahi Citra 24 : Apakah Aku Jatuh Cinta Lagi&#8230;?\",\"datePublished\":\"2025-08-06T11:20:45+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-21T11:42:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi\/\"},\"wordCount\":5002,\"commentCount\":0,\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi\/\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi\/\",\"name\":\"Nafsu Birahi Citra 24 : Apakah Aku Jatuh Cinta Lagi...? - Cerita Dewasa Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-08-06T11:20:45+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-21T11:42:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/48d23f0300e2fc0d3c8d23d9a91ab0c2\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Nafsu Birahi Citra 24 : Apakah Aku Jatuh Cinta Lagi&#8230;?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\",\"name\":\"Cerita Dewasa Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/48d23f0300e2fc0d3c8d23d9a91ab0c2\",\"name\":\"dagieldaisy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6456178578b16d5240258dc7ec46bc9e5c78fd170af5ec01530a9ce97904b3af?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6456178578b16d5240258dc7ec46bc9e5c78fd170af5ec01530a9ce97904b3af?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6456178578b16d5240258dc7ec46bc9e5c78fd170af5ec01530a9ce97904b3af?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"dagieldaisy\"},\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/dagieldaisy\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Nafsu Birahi Citra 24 : Apakah Aku Jatuh Cinta Lagi...? - Cerita Dewasa Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Nafsu Birahi Citra 24 : Apakah Aku Jatuh Cinta Lagi...? - Cerita Dewasa Blog","og_description":"Cerita Lendir Nafsu Birahi Citra 24 &#8211; Dengan langkah jutek, Citra berjalan kembali ke teras. Meninggalkan Muklis, adik iparnya yang","og_url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi\/","og_site_name":"Cerita Dewasa Blog","article_published_time":"2025-08-06T11:20:45+00:00","article_modified_time":"2026-03-21T11:42:33+00:00","author":"dagieldaisy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"dagieldaisy","Estimasi waktu membaca":"28 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi\/"},"author":{"name":"dagieldaisy","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/48d23f0300e2fc0d3c8d23d9a91ab0c2"},"headline":"Nafsu Birahi Citra 24 : Apakah Aku Jatuh Cinta Lagi&#8230;?","datePublished":"2025-08-06T11:20:45+00:00","dateModified":"2026-03-21T11:42:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi\/"},"wordCount":5002,"commentCount":0,"articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi\/","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi\/","name":"Nafsu Birahi Citra 24 : Apakah Aku Jatuh Cinta Lagi...? - Cerita Dewasa Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website"},"datePublished":"2025-08-06T11:20:45+00:00","dateModified":"2026-03-21T11:42:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/48d23f0300e2fc0d3c8d23d9a91ab0c2"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-24-apakah-aku-jatuh-cinta-lagi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Nafsu Birahi Citra 24 : Apakah Aku Jatuh Cinta Lagi&#8230;?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/","name":"Cerita Dewasa Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/48d23f0300e2fc0d3c8d23d9a91ab0c2","name":"dagieldaisy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6456178578b16d5240258dc7ec46bc9e5c78fd170af5ec01530a9ce97904b3af?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6456178578b16d5240258dc7ec46bc9e5c78fd170af5ec01530a9ce97904b3af?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6456178578b16d5240258dc7ec46bc9e5c78fd170af5ec01530a9ce97904b3af?s=96&d=mm&r=g","caption":"dagieldaisy"},"url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/dagieldaisy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/650","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=650"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/650\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1465,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/650\/revisions\/1465"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=650"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=650"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=650"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}