{"id":667,"date":"2025-08-06T18:35:09","date_gmt":"2025-08-06T11:35:09","guid":{"rendered":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?p=667"},"modified":"2026-03-21T18:40:05","modified_gmt":"2026-03-21T11:40:05","slug":"petualangan-kakakku-kak-alya-7","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/","title":{"rendered":"Petualangan Kakakku, Kak Alya 7"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/\">Cerita Sex Petualangan Kakakku Kak Alya 7<\/a> &#8211; Hari ini aku tak bisa berkonsentrasi penuh pada pelajaran sekolah. Sudah beberapa hari yang lalu semenjak kejadian yang aku sendiri tak tahu seperti apa persisnya, ketika kak Alya sedang berada di kamarnya bersama seorang pengantar ayam bakar yang entah siapa namanya aku juga tak ingat lagi. Aku hanya bisa membayangkan dari semua penuturan kak Alya tentang apa saja yang sudah mereka lakukan di dalam sana.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setengah dari diriku berharap bahwa hal itu tak sungguh-sungguh terjadi, karena aku masih sangat tidak rela kakakku yang ku idolakan selama ini dengan mudahnya begitu saja bisa dicicipi oleh orang tua sialan itu. Namun anehnya setengah dari diriku justru sangat penasaran dan malah membayangkan bila apa yang diceritakan kak Alya itu benar-benar terjadi, bahkan membayangkan seandainya adegan itu terjadi di depan mataku sendiri. Kak Alya, kakakku yang sehari-hari menggunakan pakaian tertutup dan sopan, tiba-tiba terjamah oleh pria setengah tua yang entah siapa. Tentunya pria itu juga tidak pernah membayangkan kalau dia bisa sekamar bersama seorang gadis cantik yang menjadi banyak idola lelaki termasuk diriku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Membayangkan kakak kandungku sendiri dijamah orang asing di dalam rumah kami sendiri, bahkan ketika itu sedang ada kedua orang tua kami yang datang berkunjung, sungguh bikin hatiku teriris. Tapi di saat bersamaan, aku tak bisa memungkiri bahwa aku ingin melihat bagaimana kak Alya hanya pasrah menerima perlakuaan orang itu di dalam kamarnya sendiri, andaikan memang apa yang kak Alya ceritakan itu benar adanya. Kak Alya membuatku gila!<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div>Hal itulah yang terus menggangguku selama beberapa hari ini. Bahkan ketika kutanyakan pada kak Alya kebenarannya, ia selalu menjawab dengan jawaban ambigu. Dia sengaja bikin aku hanya bisa menduga-duga. Sungguh menyebalkan memang, tapi memang itulah kakakku. Yang selalu menggodaku dengan kenakalannya. Tapi bagaimanapun hanya kak Alyalah yang kumiliki, seorang kakak yang baik dan selalu perhatian padaku setiap harinya. Di samping apapun kenakalan yang ia lakukan untuk menggodaku, ia tetap kakakku, dan aku selalu menyayanginya. Meskipun sering kali ia sangat menyebalkan, tapi itulah yang membuatku selalu kangen padanya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div><\/div>\n<div>Sesampainya di rumah setelah pulang sekolah aku langsung menuju ke kamarku tanpa mengganti pakaianku dan merebahkan diri di tempat tidur. Ku cek hapeku berharap ada kabar dari kak Alya. Dia belum pulang, padahal rasa kangenku padanya sudah sampai ke ubun-ubun. Aku selalu kangen pada godaan-godaan kak Alya padaku yang selalu membuat kepala atas bawahku pusing. Bahkan di saat aku sibuk dengan pikiranku ini, tanpa kusadari otongku sudah mulai membengkak dan mengeras di bawah sana. Dan aku harus menunggu kak Alya untuk dapat melampiaskannya. Apa gunanya memiliki kakak yang cantik dan seksi kalau tidak aku crottin seharian seperti biasa.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Tidak sabar, aku pun menghubungi kak Alya. Aku benar-benar berharap kak Alya sedang menuju pulang kerumah, sehingga aku dapat melampiaskan rasa pusingku. Aku berharap tak ada kejadian lain lagi untuk hari ini kecuali hanya aku dan kakak kandungku tercinta.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cKak Alyaa!\u201d<\/div>\n<div>\u201cHai adeek.. udah di rumah yah?\u201d terdengar sambutan hangatnya di seberang sana. Suaranya sungguh lembut dan menenangkan, tapi juga membuat otongku berontak tak karuan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cKak Alyaa.. pulang doonk..\u201d<\/div>\n<div>\u201cIya\u2026. nih kakak udah di jalan, udah menuju rumah. Kenapa sih? Nungguin kakak yah?\u201d tanyanya menggodaku.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cYa iyalah.. aku kan laper kak\u2026\u201d<\/div>\n<div>\u201cLapar? Masa sih? Atau jangan-jangan udah nggak tahan yah dek? Hihihi\u201d<\/div>\n<div>\u201cNggak tuh..\u201d jawabku enteng berbohong, padahal aku memang sudah gak tahan ingin berduaan dengannya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cOoh gitu yaah? Kalo gitu kakak putar nih ya ke rumah pacar kakak\u2026\u201d<\/div>\n<div>\u201cAhh, kak Alyaa! Iya aku nungguin kakak nih.. cepet pulang donk..\u201d jawabku akhirnya mengaku.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cTuh kan ngaku kamunya\u2026 hahaha\u2026 Emang kamu mau apain kakak sih dek sampai ditungguin segala?\u201d kak Alya bertanya dengan nada seolah ingin aku mengakui sesuatu yang sebenarnya sudah dia ketahui.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cUmmm.. anu kak\u2026\u201d<\/div>\n<div>\u201cPengen ngecrotin kakak lagi? Iya?\u201d<\/div>\n<div>\u201cHehehe\u2026 Iya\u2026\u201d<\/div>\n<div>\u201cDasar\u2026 Pengen ngecrot dimana dek? Di punggung kakak mau?\u201d kak Alya mulai bicara dengan suara lirih dan hampir mendesah. Membuat darahku jadi berdesir mendengarnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cMau kaak..\u201d<\/div>\n<div>\u201cAtau, mau di susu kakak kayak waktu itu?\u201d Ah, mendengarnya berbicara seperti itu saja aku sudah horni berat.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cUuugh.. kaak, pengen\u2026\u201d<\/div>\n<div>\u201cPengen apa sih?\u201d<\/div>\n<div>\u201cPengen ngelakuin sama kakak..\u201d aku sudah tak tahan dan langsung saja kuungkapkan keinginan terdalamku padanya, tak peduli kalau ia kakak kandungku sendiri.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cHeeh, adeek.. pengen ngelakuin apa sih? Hayo apa!?\u201d ujarnya masih dengan nada manja mendesah yang malah memberanikanku untuk memintanya lagi dengan lebih gamblang.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cPengen ngentot sama kak Alya\u201d jawabku lantang. Sungguh sebuah permintaan yang sangat kurang ajar bagi seorang adik meminta hal seperti itu pada kakaknya sendiri. Lagian salah kak Alya yang terus saja menggodaku setiap hari.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cNgentot sama kakak? Ada-ada aja kamu dek\u2026 udah ah, kakak lagi nyetir nih\u201d<\/div>\n<div>\u201cYah kak\u2026\u201d<\/div>\n<div>\u201cApa sih?\u201d<\/div>\n<div>\u201cBoleh yah\u2026\u201d<\/div>\n<div>\u201cBoleh apa?\u201d<\/div>\n<div>\u201cItu tadi\u2026 ngentot sama kakak\u2026\u201d pintaku memelas, berharap kak Alya menerima permintaanku itu.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cYa ampun kamu ini\u2026 Emangnya kamu udah gede yah? Udah bisa yah gitu-gituan? Hihihi\u201d<\/div>\n<div>\u201cMakanya kakak ajarin aku dong\u2026 please yah, sekalii aja..\u201d mohonku lagi.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cTapi kita kan saudara kandung dek.. inget lho\u2026\u201d<\/div>\n<div>\u201cUmmm&#8230; Iya sih kak&#8230; tapii&#8230;\u201d<\/div>\n<div>\u201cInget yah dek, adek boleh lakuin apa aja pada kakak, kecuali yang satu itu.. yah sayang..\u201d kak Alya merespon keinginanku dengan nada yang lembut dan hangat, membuatku tak tega untuk memaksa keinginanku lebih lanjut.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cYaah kakaak.. tapi cepet pulang yaah?\u201d<\/div>\n<div>\u201cIya.. Ih kamu ini cerewet deh\u2026 ntar kakak singgah lagi lho ke tempat ayam bakar kemarin, hihihi\u201d<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cAaah, kak Alyaa! Cepat pulang!\u201d<\/div>\n<div>\u201cHihihihi, iya\u2026 gak sabar banget yah dek? Keluarin gih burungnya..\u201d<\/div>\n<div>\u201cGak mau.. nunggu kak Alya aja..\u201d<\/div>\n<div>\u201cHihi.. segitunya nungguin kakak, apanya kakak sih yang bikin kamu kangen?\u201d tanya kak Alya yang terus meladeniku meski dia sedang sibuk nyetir.<\/div>\n<div>\u201cUmm.. harumnya kakak..\u201d<\/div>\n<div>\u201cTerus? Apalagi?\u201d<\/div>\n<div>\u201cSusunya kakak, hehe..\u201d<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cHihihi.. mulai cabul kamu yah dek.. umm, terus apalagi dek?\u201d Suara kak Alya semakin lirih dan manja. Aku malah seperti lupa akan keinginanku untuk tidak mengocok otongku dan menunggu kak Alya pulang. Tanpa sadar aku sudah mulai mengurut-urut penisku.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cPengen itunya kakak, hehe.. pengen masukin dalem-dalem pake penisku kaak&#8230;\u201d<\/div>\n<div>\u201cUuuh\u2026 adekku pengen yah ngen-tot-in kakak kandungnya sendiri? Nakal yah kamu deek.. terusin doonk dek, hihi..\u201d ujarnya. Aku tak menyangka kalau kakakku justru memancingku terus untuk mengorek semua fantasiku tentang kami berdua apabila kami benar-benar melakukannya. Bahkan kak Alya memakai kata yang jorok-jorok untuk makin membuatku horni. Walau hanya melalui telepon, khayalanku tak mampu membendung hasratku untuk mengocok batang kontiku yang merana ini.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cPengen banget peluk-peluk kak Alya sambil aku genjotin vagina kakak.. uugh..\u201d<\/div>\n<div>\u201cHihihi.. kocok terus deek.. kocokin kakak.. Go!\u201d<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cUugh.. kak Alya nakal.. adek entotin memek kakak!\u201d<\/div>\n<div>\u201cPuas-puasin deh kamu ngayal, hihihi\u2026 Eh, aduduh!\u201d tiba-tiba kak Alya menjerit mengaduh dilanjutkan dengan suara debam hape. Apa yang sedang terjadi!???<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cKak! Kak Alyaa!\u201d<\/div>\n<div>\u201c&#8230;\u201d<\/div>\n<div>\u201cKak Alyaa! Kakak kenapa?\u201d<\/div>\n<div>\u201c&#8230;\u201d<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Masih tak kudengar juga suara di seberang sana, padahal suara ramai deru kendaran dan klakson masih terdengar dari hapeku, tapi kenapa kak Alya tidak menjawab sama sekali? Apa yang terjadi pada kak Alya?<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cAduuh kak! Jangan bikin panik doonk.. kak Alya?!\u201d teriakku lagi yang rasa kekhawatiranku kini membuatku tegang hingga bangkit dari kasur dan terduduk dengan panik.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cDuh dek\u2026 kakak nyenggol mobil orang niih..\u201d<\/div>\n<div>\u201cKakaak.. gara-gara teleponan sama aku yah kak? Maaf yah kaak..\u201d aku jadi sangat merasa bersalah pada kakakku. Hanya karena rasa kangen dan nafsuku untuk memintanya agar cepat pulang dengan meneleponnya malah membuat kak Alya tidak konsen menyetir dan akhirnya tak sengaja menyenggol mobil orang. Duh\u2026<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cAdeek, kakak gak papa kok cuma nyenggol dikit ajah.. adek jangan khawatir yah..\u201d suaranya yang lembut langsung dapat menenangkanku. Kakakku sangat baik, bahkan di saat aku yang salah, dia tidak mau menyalahkanku, malah menenangkanku supaya tak khawatir.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cKak Alya.. nyenggolnya parah nggak?\u201d<\/div>\n<div>\u201cUmmm.. gak tau dek, kayaknya parah sih.. tuh mobil yang kakak senggol udah keluar orangnya.. duuh, mana serem-serem lagi tampangnya\u201d ujar kak Alya tenang, namun malah aku yang kembang kempis penuh kecemasan, ibarat kalah bermain arcade tapi tak punya coin penyelamat.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cUdah kak ganti aja terus cabut deh\u201d ujarku dengan panik, aku ingin kak alya cepat-cepat menyelesaikan urusan ini dan segera pulang. Bagaimanapun juga aku khawatir pada keselamatan kakakku.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cBentar yah dek.. mereka udah datang..\u201d<\/div>\n<div>\u201cKak Alyaa!\u201d<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Aku kira kak Alya langsung menutup hapenya. Ternyata tidak, dengan samar-samar akupun dapat mendengar kalau kakakku sedang berbicara dengan pengendara yang mobilnya disenggol olehnya. Tidak terlalu jelas apa yang sedang mereka bicarakan, tapi sepertinya mereka sedang mambahas masalah ganti rugi. Aku bahkan mendengar suara kak Alya tertawa cekikikan. Apa kak Alya sedang berusaha bernego harga perbaikan? Entah apa yang kak Alya katakan pada mereka. Aku harap kak Alya tidak berkata yang tidak-tidak.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Setelah agak lama aku terombang-ambing dalam kekhawatiran dan rasa penasaran ini, akhirnya aku dengar suara pintu mobil ditutup dan suara mesin mobil dinyalakan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cAdeek&#8230; nunggu lama yah?\u201d akhirnya kudengar lagi suara kak Alya.<\/div>\n<div>\u201cDuuh, kak Alya kemana aja sih?\u201d<\/div>\n<div>\u201cOrang yang punya mobil minta ganti rugi dek, ya udah kakak mau ganti\u201d<\/div>\n<div>\u201cTerus? Udah dikasih uangnya?\u201d tanyaku berharap semua masalah sudah selesai.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cItu dia deek.. uang di dompet kakak gak cukup..\u201d<\/div>\n<div>\u201cPakai ATM donk kak\u2026\u201d<\/div>\n<div>\u201cKartu ATM kakak juga ketinggalan di rumah..\u201d<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cUuh.. kak Alyaa..\u201d aku sambil menepok jidat berpikir, kok ada-ada saja kejadian yang mengganggu antara aku dan kak Alya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cTapi kakak ada uang kok di laci lemari kamar. Ini udah jalan pulang\u201d<\/div>\n<div>\u201cTerus mereka gimana kak?\u201d<\/div>\n<div>\u201cYa mereka terpaksa ikut ke rumah dek\u2026\u201d<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cAduuuh!\u201d untuk kedua kalinya aku menepok jidatku. Malangnya nasib otongku yang kentang. Wajar memang kalau orang yang disenggol mobilnya oleh kakakku ikut ke rumah, mungkin untuk memastikan kalau kak Alya benar-benar akan membayar ganti rugi dan tidak kabur. Aku harap memang cuma itu alasan orang itu ikut kakakku.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Sesampainya di rumah aku menyambut kak Alya dengan wajah agak bersungut karena dia tidak pulang sendirian, tapi bersama dua orang asing yang secara tak sengaja harus ikut pulang kerumah untuk urusan ganti rugi. Menyebalkan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cAdeek..\u201d<\/div>\n<div>\u201cKak Alya..\u201d aku mendekatinya sambil mencium punggung tangannya, seolah aku ingin menunjukkan pada mereka bahwa kak Alya adalah gadis terhormat yang tidak pantas mereka berpikir yang tidak-tidak terhadapnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cSilahkan duduk bapak-bapak.. capek lho berdiri terus\u201d kak Alya mempersilakan mereka duduk dengan nada yang sangat sopan dan ramah. Harapanku mereka akan segan bila kak Alya bersikap demikian, tapi sepertinya aku salah.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cGak capek kok non\u2026 masak belum apa-apa udah capek. Bapak berdiri saja, biar lempeng dan lebih lega, hehehe&#8230;\u201d sahut bapak yang berbadan besar dan gemuk yang kemudian ku ketahui bernama pak Has.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cOoh gituu? Pakai aja kamar mandinya kalau mau legaan, hihihi..\u201d sambil menyahut mereka kak Alya malah mengerling imut kearahku. Duuh, mulai deh siksaan kakakku.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cHehehe, nanti aja deh.. entar juga pasti ada yang bikin kita lega, ya nggak Pak Mit? Hahaha!\u201d Ujar pak Has pada temannya yang bernama Mamit atau siapalah itu.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cAduuh, liat tuh deek, si bapak-bapak ini mulai nakal sama kakakmu..\u201d kak Alya hanya meladeni mereka dengan senyum kecut. Bagaimana mereka tidak berkata kurang ajar kalau kak Alya terus meladeni candaan mesum mereka. Aku khawatir mereka nantinya juga akan berbuat kurang ajar pada kakakku.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Kak Alya kemudian pergi ke dapur untuk membuatkan mereka minuman. Untuk apa sih kak? Kan tinggal kasih duit ganti rugi saja biar urusannya cepat selesai! Kenapa berlama-lama segala!? Dasar kakakku terlalu ramah! Sungutku dalam hati.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Akupun menyusul kak Alya dan mulai bertanya macam-macam soal kecelakaan tadi. Bahwa kak Alya memang agak kurang konsentrasi saat telpon denganku tadi, tapi dia berusaha menenangkanku yang terus merasa bersalah. Namun gara-gara kecelakaan itu juga akhirnya kak Alya gak sempat beli makanan buat di rumah. Alhasil kak Alya minta tolong padaku untuk memesan K#C untukku sendiri. Apa kak Alya tidak lapar?<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Setelah memesan K#C Delivery seperti yang diminta kak Alya aku kembali ke depan untuk menemui mereka. Tapi di sana hanya ada Pak Mamit, teman dari Pak Has. Lalu dimana kakakku dan Pak Has? Dadaku berdebar kencang. Jangan-jangan mereka ada di kamar kakakku karena ku lihat pintu kamar kak Alya tertutup. Bandot sialan! Sekali dikasih angin berikutnya malah keterusan! Seharusnya aku berbuat sesuatu atas tingkah tak sopannya bapak itu, hanya saja entah kenapa aku malah lebih penasaran untuk mengetahui kelanjutannya dibanding menghentikan semuanya. Untuk kedua kalinya kamar kak Alya dimasuki orang asing selain keluarganya sendiri setelah tukang antar ayam bakar beberapa hari yang lalu.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Ingin sebenarnya aku mengintip kekamar kakakku, apa memang kak Alya akan mengganti rugi kerusakan mobil butut Pak Has gara-gara keserempet mobil kak Alya. Tapi kalau memang iya kenapa harus di dalam kamar segala? Kak Alya menjamu terlalu jauh.<\/div>\n<div>Tiba-tiba nada panggil BB di kamarku berbunyi, tak ingin ketahuan sedang berusaha mengintip mereka, aku segera berlari kembali ke kamarku dan mengangkatnya. Ternyata dari Dado temanku, meskipun entah dia masih bisa kusebut teman setelah kejadian waktu itu.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Setelah berbincang-bincang yang tidak begitu penting dan memberitahukan bahwa Dado dan teman-temannya kapan-kapan ingin main kerumahku, aku segera menutup telponnya tanpa memperdulikan sedikitpun niatan dan ucapan si Dado. That lucky bastard. Saatnya kembali keurusan yang mendebarkan tadi. Tapi sesampainya aku di depan kamar kak Alya, pintunya sudah terbuka. Dan tidak ada seorangpun di dalamnya, kemana mereka pergi?<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Adeek.. sini deh..&#8221; kak Alya memanggil dari ruang tamu. Segera kususul dia. Kulihat kakakku sudah memakai stelan keluarnya, atasan jilbab, kemeja putih lengan panjang, bawahan jeans agak ketat sehingga memperlihatkan bongkahan pantat kak Alya yang semok. Kakakku terlihat sangat cantik dan seksi. Tapi kenapa harus dandan secantik ini sih buat menjamu tamu seperti mereka? Pakai make up segala lagi. Namun yang lebih menjadi pikiranku, kapan kakakku ini berganti pakaian?? Apa sebelum pak Has masuk ke kamar? Atau saat pak Has di dalam kamar? Duh\u2026 badanku panas dingin memikirkannya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Udah disini kak? Ngapain sih tadi di kamar segala? berduaan lagi?&#8221; tanyaku agak sedikit sewot. Mengingat kejadian sebelumnya, aku mulai agak berani menegur kakakku, yang mana aku sewot karena harusnya aku hanya berduaan seharian bersama kakakku, bukan ada tamu duo bandot bermuka mesum itu.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Gak ngapa-ngapain kok, nego masalah ganti rugi aja\u201d jawabnya santai, aku harap memang demikian. \u201cNgomong-ngomong K#Cnya udah dipesan belum?&#8221; tanyanya kemudian.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Udah kak, beneran nih kak satu porsi aja buat Aldi? emang kakak gak makan malam?&#8221; tanyaku bingung.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Eeh.. iya nih, kakak ga makan malam dulu, dek.. mau diet dulu kali ya Bapak-bapak, hihi&#8221; terlihat kak Alya seperti menjawab sekenanya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Biar tetep langsing dan cantik ya non Alya, hehe..&#8221; sambung Pak Has menjawab seperti ada udang dibalik batu diantara mereka.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Sungguh malas aku melihat tampang Pak Has yang kelihatan mulai mupeng melihat kakakku dari tadi. Apalagi Pak Mamit yang hanya diam saja dari tadi, tapi menyimpan ekspresi seperti orang yang menantikan sesuatu.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Pak Has dan Pak Mamit sudah mau pulang?&#8221; tanyaku tak sabar untuk mengusir mereka dari rumah ini.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Anu deek.. ehmm..&#8221; kak Alya seperti ingin mengutarakan sesuatu tapi terlihat bingung.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Kamu kakak tinggal dulu ya.. bentar ajah kok.. Kakak mau ikut Pak Has dan Pak Mamit dulu&#8221; ujar kak Alya kemudian mengagetkanku. Ngapain juga kak Alya sampai mau dianterin mereka keluar? Cewek sendirian pula.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cLoh, kok?! Kak Alya mau kemana?\u201d tanyaku kaget, kukira kak Alya sudah membayar mereka dengan uang yang katanya ada di kamar kak Alya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cTadinya mau bayar pakai uang cash, tapi uang di laci kakak gak cukup dek\u2026 ini jadinya mau ambil ke ATM juga. Mana bapak ini maunya juga di transfer aja ke rekeningnya\u201d lanjut kak Alya menjelaskan. Aku jadi bingung, apa sih maksud mereka ini?<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Iya nih, mas Aldi gapapa kan ditinggal sebentar, udah gede jugak, hehe..&#8221; Pak Mamit ikut-ikutan menjelaskan dengan ekspresi wajah mesum.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Tau nih si Bapak pake maksa lagi ngajaknya, hihi.. gapapa yah dek..&#8221; seolah seperti terpaksa tapi tidak menunjukkan keterpaksaan sama sekali, malah dijadikan candaan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Serius nih kak mau sendiri aja? Ngga adek temenin? lagian kalo kurang uangnya aku ada kok, pakai ATM aku aja ya?&#8221; tanyaku setengah berharap kak Alya mau menerima untuk memakai uang dari ATMku supaya aku saja yang pergi, tapi setengahnya lagi dari diriku membayangkan apa yang terjadi bila mereka pergi bertiga.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Ya ampun adek baek banget.. tapi ga usah dek, kan kakak yang nabrak, biar kakak aja yang jalan. Lagian kamu katanya udah lapar kan? Kamu di rumah aja yah nungguin K#Cnya\u201d kak Alya berusaha meyakinkan aku dengan senyumnya yang sangat manis itu.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Tenang aja nak Aldi, ada Bapak-bapak disini kok yang bakal jagain kakakmu yang cantik ini.. jadi nak Aldi ngga usah khawatir yah, hehehe..&#8221; potong Pak Has disertai tawa setengah mengejek membuatku gondok.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Iya dek, kamu nggak usah khawatir gitu deh.. Bapak-bapak ini kayaknya kuat kok kalo buat jagain kakak.. Bener nggak Bapak-bapak? awas lho kalau pada gak kuat nanti..\u201d ancamnya dengan nada centil. Kak Alya!<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Wuiss, tenang aja non Alya.. Kalau perlu, kita jagain ampe non Alya gak mau pulang deh.. hahaha&#8221; Tawa Pak Mamit kencang meledek kak Alya. Jelas mereka sedang melecehkan kakakku!<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Hihi.. Gilak kali ya, adanya Alya gak pulang-pulang bukan karena ga mau pulang.. tapi diculik sama Bapak-bapak.. Apalagi tampangnya pada serem-serem tu.. ngaca deh pada..&#8221; ledekkan pada kak Alya malah dibalas dengan candaan, aku yang mendengar obrolan yang menjurus ini mulai panas dingin dibuatnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Hehe.. entar juga lama-lama seneng kok diculik ama kita-kita, ya ngga Pak Mamit?&#8221; sambil mengerling pada temannya seolah punya rencana. Aku yakin kakaku tahu kalau kedua pria itu punya pikiran kotor terhadapnya, tapi kenapa kakakku terus meladeni!?<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Dek, nanti kalo kakak gak pulang-pulang lapor polisi yah.. bilangin tu bapak-bapak yang culik kakak&#8221;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Huahahaha\u2026 Ada juga polisinya non yang gabung ama kita-kita buat jagain non, HAHAHA!&#8221; tawa Pak Has yang disambung Pak Mamit keras sekali, seolah tak mampu menahan diri mereka lagi untuk melampiaskannya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Hihi, lihat tu dek.. Bapak-bapak ini pada kurang ajar sama kakak, emang kakak mau dijagain kayak apa coba sampai bikin kakak ga mau pulang?&#8221; kak Alya menyampaikan seolah dia tidak tahu apa maksud dengan kata \u201cmenjaga\u201d dari bapak-bapak ini.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Kakakku ini santai banget sih menanggapi gurauan cabul bapak-bapak itu. Aku saja panas mendengarnya. Hanya saja yang bawah secara tak sadar juga mulai ikut panas.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Ya udah deh Bapak-bapak, ntar kemaleman lagi.. udah sore nih.. tinggal dulu ya adek.. kakak pasti pulang kok&#8221; sambil memandangku penuh arti ketika kak Alya bilang &#8220;pasti pulang&#8221;, bukannya &#8220;segera pulang&#8221;. Apa kak Alya berniat berlama-lama dengan mereka? Dadaku semakin berdebar tidak karuan. Aku teringat pada K#C pesananku tadi, kak Alya sudah merencanakan hal inikah? Bahwa ia tidak akan makan malam ini di rumah. Mau apa kak Alya dengan dua pria asing yang baru saja dikenalnya? Aku harap nego masalah ganti rugi itu tidak seperti apa yang ku bayangkan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>****<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Hari sudah malam dan diluar sudah sangat gelap. K#C yang dikirim sudah kusantap tanpa nafsu sedikitpun. Aku kembali ke kamar merebahkan diri di kasur sambil bersandar pada kepala kasur. Mereka sudah berangkat sejak sore tadi dan belum kembali. Akupun sudah mulai berpikir yang tidak-tidak.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Aku tak bisa menyalahkan mereka kalau sampai terjadi apa-apa pada kak Alya, karena kak Alya sendiri yang sepertinya memancing-mancing mereka. Kini aku malah membayangkan apabila mereka memang berani berbuat kurang ajar pada kakakku, yang justru memikirkannya membuat celanaku mendadak terasa sesak. Tanpa sadar aku sudah mengeluarkan otongku dari persembunyiannya dan mulai mengurut-urutnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Ditengah usaha onaniku yang hampir memuncak sambil membayangkan kak Alya, mendadak ada panggilan di BB ku. Kulihat nama di layar BB. Kak Alya!?<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Halo kak Alya, kok belum pulang?&#8221; tanyaku memburu.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;&#8230;&#8221; tak ada suara.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Halo kak Alya?&#8221; panggilku lagi meyakinkan bahwa memang kak Alya yg membuat panggilan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;.. Hhh.. Dek, kak Alya belum bisa pulang dulu..&#8221;<\/div>\n<div>&#8220;Kenapa kak? Ada apa?&#8221; tanyaku penasaran.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;.. Ini.. Ban mobil Pak Has bocor..&#8221; jawabnya terputus-putus.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Kakak kenapa putus-putus gitu ngomongnya&#8221; tanyaku dengan cepat seolah ada yang tak beres.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;.. Gak papa kok dek.. uugh.. pelan-pelan Pak..&#8221; suaranya terakhir agak menjauh seperti menghindar dari microphone BB nya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Kak Alyaa! Kakak lagi diapain sih?&#8221; tanyaku langsung menembak kak Alya, karena terdengar ia menyebut si Bapak.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;.. inii.. aduuhh.. maaf ya dek.. Bapak-bapak nih.. sshhh.. uugghh&#8221; kak Alya menjawab dengan napas agak memburu seperti orang yg sedang berolahraga.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Kak Alya kenapa? Kok jadi Bapak-bapaknya?&#8221; tanyaku mulai sewot dengan bayangan-bayangan yang kutakutkan, &#8220;Kak Alya lagi dientot ya?&#8221; lanjutku menembak kak Alya dengan nada kesal.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Uugh.. Maaf ya dek, hihi.. Bapak-bapak ini nakal banget..&#8221; jawab kak Alya manja, membuatku tak tahan mendengarnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Uuhh, kak Alya ahh..&#8221; kutunjukkan padanya bahwa aku sewot dan gondok. Ternyata benar dugaanku kalau negosiasi biaya ganti ruginya dengan cara seperti ini. Sialan! Ini salahku sehingga kakakku sampai berurusan sama mereka. Seandainya aku sabar menunggu kak Alya pulang. Seandainya aku tidak menelpon kak Alya tadi. Pastinya kak Alya tidak akan menyenggol mobil tuh orang, dan gak akan berurusan dengan dua orang brengsek itu. Sial!<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cAbisnya gimana lagi doonk.. kak Alya dipaksa merekaa.. eegh.. paak..\u201d kak Alya mulai meracau ngga jelas.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cKak Alya nakal ah! Kak Alya nakal!\u201d hardikku berkali-kali pada kakak kandungku dengan sebal, walau saat mengatai kakakku sendiri dengan kata-kata itu justru membuat tanganku mulai menggenggam erat otongku. Entah karena fantasiku, atau karena mencoba dengan keras untuk terbiasa bahwa kak Alya sudah dientot dua kali oleh orang asing. Aku bahkan mulai tak yakin sebenarnya sudah berapa kali kak Alya melakukan hal seperti ini.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Hihi.. adek pengen yah..&#8221; goda kakakku, &#8220;jangan yah, sayang.. adek kan saudara kandung kakak.. ga boleh kalau sekandung ngen-tot bareng.. eeghh..&#8221; kak Alya sengaja menekankan kata ngentot untuk menggodaku.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Yaahh.. pengen ni kaak..&#8221; mohonku.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Hihihi, adek pasti lagi ngocok yah?&#8221; kak Alya emang jago menebak, tapi tidak jago-jago amat karena memang saban hari kerjaku hanya onani membayangkan kak Alya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;..iya nih kak..&#8221; jawabku memelas.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Coli aja dek.. bayangin kakak.. hihi&#8221; tawanya manjanya terdengar seksi.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Iya nih kak, Aldi lagi bayangin kakak..&#8221; jawabku yang akhirnya malah ikut terbawa permainan nakalnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;..deek.. kakak lagi.. eegh.. Dientot sama Pak Has, kakak direbahin di atas kardus lusuh..&#8221; ujar kak Alya seolah membantuku untuk membayangkan suasana di sana.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cUugh.. kotor donk kaak?\u201d sambil membayangkan betapa kontrasnya kakakku yang bersih, cantik, dan harum, harus menerima diperlakukan tak senonoh hanya diatas kardus yang entah sedang di mana sebenarnya mereka itu.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201c..Eegh.. iya deek.. mana bau lagi..\u201d<\/div>\n<div>\u201cKardusnya bau yah kaak?\u201d<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cAakhh.. kardusnya deek.. Badan Pak Has jugaak.. eegh..\u201d kak Alya berusaha menjelaskan sambil terengah-engah kalau ia yang sedang digenjot dikelilingi bau yang tak sedap. Tapi justru aku mulai memacu mendengar erangan kak Alya. Aku hanya bisa membayangkan seperti apa kak Alya diperlakukan oleh Pak Has saat ini. Yang pasti ini kali keduaku penasaran pada kakakku yang sedang digagahi orang asing.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Uughh, kakak nakal.. Terus kak?&#8221; pintaku pada kak Alya untuk meneruskannya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;&#8230;&#8221;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Kak.. Kak Alya?&#8221;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;&#8230;&#8221;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Kakak!&#8221; panggilku tak sabar.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Fuuah! Pak Has niih.. mulut Alya jadi bau rokok juga, huu huuu..&#8221; tiba-tiba kak Alya kembali bersuara. Mulut kak Alya jadi bau rokok?<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;.. hehe.. Sorry ya sayang, habis enak sih..&#8221; terdengar suara pria yg agak jauh dari jangkauan mic BB menyebut kakakku dengan panggilan \u201csayang\u201d seenaknya. Kurang ajar orang itu! Uggh, tapi kenapa kocokanku semakin cepat mendengar kakak kandungku seperti dimiliki seenaknya oleh orang itu?<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Kak! Kakak diapain?&#8221; tanyaku penasaran berat.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;.. Adeek, ni kakak dientot sambil dicium-ciumin mulut kakak sama Pak Has.. tapi Pak Has mulutnya bau rokok.. mana pake lidah lagi, huu.. Marahin tu, dek. Mulut kak Alya main dicaplok aja..&#8221; kakakku bukannya marah malah bertingkah manja pada orang itu, aku saja yang mendengarnya sangat cemburu bercampur gemas, bagaimana dengan orang lain, aku yakin kakakku yang cantik jelita ini akan digenjot habis-habisan malam ini. Uugh.. aku tak rela! Tapi aku tak bisa berhenti..<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8221; Duh\u2026 kamu ini cantik banget sih sayang&#8230; Ough.. mas Aldi, memek kakakmu rapet bener loh, enaknya diempot-empot.. hehe.. mau nyobain gak mas Aldi?&#8221; potong Pak Has menjahiliku juga dari jauh ditengah genjotannya pada kakakku.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;.. Hush.. enak aja panggil-panggil \u2018sayang\u2019.. Alya udah punya \u2018cowok\u2019 tau.. ngga boleh main kerumah lagi loh ntar.. hihi..&#8221; napas kak Alya makin memburu walaupun mencoba bercanda.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;.. Waah, udah punya cowok rupanya.. ternyata si non nakal juga yah? Hehehe..&#8221; Pak Has mulai agak melecehkan kak Alya sambil menikmati tubuh kakakku, membayangkan dirinya yang orang biasa bisa menggenjot tubuh gadis cantik dari keluarga atas benar-benar menimbulkan sensasi rangsangan yang tinggi.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;.. Adeek, kak Alya dibilang perempuan nakal tuh deek.. eeghh.. Kalo kak Alya nakal, harusnya bukan kakak yang bayar ganti rugi kan deek? Hihihi..&#8221; bahasa kak Alya mulai menyimpang dan tak senonoh lagi, aku semakin tak tahan mendengarnya dan mulai ikut meracau tak karuan<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;.. Ooghh, kak Alya.. kak Alya nakal banget..&#8221; aku mulai meringis dan ikut mengatai kakakku sendiri sambil menikmati kocokanku.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;.. Deek, apa kakak minta ganti rugi juga yah dek? Hihi.. ughh..&#8221; kak Alya tetap berusaha menggodaku dengan suara yang mulai terdengar parau.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cPapa dan Mamanya si non tau gak ya kalo non nakal kayak gini.. hehehe..\u201d Pak Has menyeletuk dengan menyinggung keluarga kami, sungguh sangat merendahkan kak Alya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201c.. Eegghh.. Maah.. Paah.. uugh, Alya dientot Pak Has niih..\u201d celoteh kakak yang seolah memanggil Papa dan Mama agar diketahui kenakalannya membuatku bernafas kembang kempis sambil mempercepat kocokanku.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;.. Si non emang bener-bener nakal yah..\u201d<\/div>\n<div>\u201cUugh.. Bapaak..\u201d<\/div>\n<div>\u201c.. Gak malu yah sama Papa Mamanya, mau-mauan dientot sama Bapak, hehehe..\u201d<\/div>\n<div>\u201cEegh.. Paa.. Maa.. eeghh.. Pak Has nakalin Alyaa..\u201d racau kakakku lagi.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cBapak bayar pake ini aja ya?&#8221; terdengar suara Pak Has disertai dengan tumbukan kulit yang beradu. Yang sepertinya tumbukan antara paha Pak Has dan pantat kak Alya yang semakin lama semakin terdengar keras dan cepat.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;.. Augh.. Pak! Terus sayang.. uh.. uh..&#8221; kak Alya memekik sambil terus bersuara dengan memburu dan tak mampu berkata-kata, hanya terdengar suara lenguhan seirama dengan bunyi tepukan dengan tempo yang semakin cepat.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;.. Tampung nih pejuh Bapak.. Arggh! Anak nakal.. bapak hamilin!&#8221;<\/div>\n<div>\u201cNghh\u2026. Paaaaakkkkk\u201d Pak Has dan kak Alya berteriak nyaring bersamaan menandakan mereka bersama-sama mencapai kenikmatan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>&#8220;Aaarghh! Kak Alya nakaal!&#8221; teriakku juga di sini melepaskan pejuku yang mengotori celana serta sprei kasurku.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Oh kak Alya. Kakakku benar-benar binal. Aku hanya terbujur lemas di atas kasurku sendiri sambil pasrah melihat pejuku yang muncrat tak bertarget itu. Samar-samar aku mendengar suara erangan dan desahan mereka yang sepertinya sedang menikmati sisa-sisa orgasme. Akupun mendekatkan lagi hapeku ke telingaku.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cAdeek.. dompet kak Alya jadi penuh nih deek.. adek udah muncrat yah?\u201d terdengar suara manja kak Alya sisa-sisa hasil pergumulan dengan pria bejat yang baru saja menggagahi kakak kandungku. Sedang aku tak bisa menjawab apa-apa, sibuk mengutuk diriku sendiri yang ternyata sangat menikmati ejakulasiku dari mendengar kakakku sendiri yang digarap orang asing. Aku sungguh terlalu, tapi aku tak bisa menahannya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cSekarang gantian saya yang isi dompetnya non yah.. hehe, dijamin ampe luber lagi dah, hahaha!\u201d terdengar suara tawa pria yang lain.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cUuugh&#8230; Pak Mamit nakal deek, mau ikut-ikutan bayar di dompet kakak niih.. boleh ngga sih dek? Hihihi&#8230;\u201d Ugh.. Kak\u2026<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Baca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/\">Cerita Mesum Kenangan Lain Bersama Sopirku<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/the-other-side-of-me\/\">Cerita Lendir The Other Side of Me<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/demi-sebuah-absen-kuliah-pagi\/\">Cerita Ngentot Demi Sebuah Absen Kuliah Pagi<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/para-peronda-malam\/\">Cerita Ngewek Para Peronda Malam<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/gairah-nakal-pengemis-buta\/\">Cerita Panas Gairah Nakal Pengemis Buta<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kegilaan-di-dalam-lift-kampus\/\">Cerita Porno Kegilaan Di Dalam Lift Kampus<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/selingku-vs-selingku\/\">Cerita Sange Selingku VS Selingku<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-di-gilir-8-orang\/\">Cerita Dewasa Di Gilir 8 Orang<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-aku-jadi-korban-rayuan-adik-suamiku\/\">Cerita Dewasa Aku Jadi Korban Rayuan Adik Suamiku<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-sex-ibu-mertua-yang-luat-biasa\/\">Cerita Sex Ibu Mertua Yang Luat Biasa<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-tubuh-baby-sisterku-yang-bohai-dan-semok\/\">Cerita Ngentot Tubuh Baby Sisterku Yang Bohai Dan Semok<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cerita Sex Petualangan Kakakku Kak Alya 7 &#8211; Hari ini aku tak bisa berkonsentrasi penuh pada pelajaran sekolah. Sudah beberapa<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-667","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Petualangan Kakakku, Kak Alya 7 - Cerita Dewasa Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Petualangan Kakakku, Kak Alya 7 - Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cerita Sex Petualangan Kakakku Kak Alya 7 &#8211; Hari ini aku tak bisa berkonsentrasi penuh pada pelajaran sekolah. Sudah beberapa\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-06T11:35:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-21T11:40:05+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"dagieldaisy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"dagieldaisy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"25 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/\"},\"author\":{\"name\":\"dagieldaisy\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/48d23f0300e2fc0d3c8d23d9a91ab0c2\"},\"headline\":\"Petualangan Kakakku, Kak Alya 7\",\"datePublished\":\"2025-08-06T11:35:09+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-21T11:40:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/\"},\"wordCount\":4435,\"commentCount\":0,\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/\",\"name\":\"Petualangan Kakakku, Kak Alya 7 - Cerita Dewasa Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-08-06T11:35:09+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-21T11:40:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/48d23f0300e2fc0d3c8d23d9a91ab0c2\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Petualangan Kakakku, Kak Alya 7\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\",\"name\":\"Cerita Dewasa Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/48d23f0300e2fc0d3c8d23d9a91ab0c2\",\"name\":\"dagieldaisy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6456178578b16d5240258dc7ec46bc9e5c78fd170af5ec01530a9ce97904b3af?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6456178578b16d5240258dc7ec46bc9e5c78fd170af5ec01530a9ce97904b3af?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6456178578b16d5240258dc7ec46bc9e5c78fd170af5ec01530a9ce97904b3af?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"dagieldaisy\"},\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/dagieldaisy\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Petualangan Kakakku, Kak Alya 7 - Cerita Dewasa Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Petualangan Kakakku, Kak Alya 7 - Cerita Dewasa Blog","og_description":"Cerita Sex Petualangan Kakakku Kak Alya 7 &#8211; Hari ini aku tak bisa berkonsentrasi penuh pada pelajaran sekolah. Sudah beberapa","og_url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/","og_site_name":"Cerita Dewasa Blog","article_published_time":"2025-08-06T11:35:09+00:00","article_modified_time":"2026-03-21T11:40:05+00:00","author":"dagieldaisy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"dagieldaisy","Estimasi waktu membaca":"25 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/"},"author":{"name":"dagieldaisy","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/48d23f0300e2fc0d3c8d23d9a91ab0c2"},"headline":"Petualangan Kakakku, Kak Alya 7","datePublished":"2025-08-06T11:35:09+00:00","dateModified":"2026-03-21T11:40:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/"},"wordCount":4435,"commentCount":0,"articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/","name":"Petualangan Kakakku, Kak Alya 7 - Cerita Dewasa Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website"},"datePublished":"2025-08-06T11:35:09+00:00","dateModified":"2026-03-21T11:40:05+00:00","author":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/48d23f0300e2fc0d3c8d23d9a91ab0c2"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Petualangan Kakakku, Kak Alya 7"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/","name":"Cerita Dewasa Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/48d23f0300e2fc0d3c8d23d9a91ab0c2","name":"dagieldaisy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6456178578b16d5240258dc7ec46bc9e5c78fd170af5ec01530a9ce97904b3af?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6456178578b16d5240258dc7ec46bc9e5c78fd170af5ec01530a9ce97904b3af?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6456178578b16d5240258dc7ec46bc9e5c78fd170af5ec01530a9ce97904b3af?s=96&d=mm&r=g","caption":"dagieldaisy"},"url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/dagieldaisy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/667","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=667"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/667\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=667"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=667"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=667"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}