{"id":670,"date":"2025-08-06T18:37:02","date_gmt":"2025-08-06T11:37:02","guid":{"rendered":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?p=670"},"modified":"2026-03-21T18:35:46","modified_gmt":"2026-03-21T11:35:46","slug":"petualangan-kakakku-kak-alya-10","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/","title":{"rendered":"Petualangan Kakakku, Kak Alya 10"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/\">Cerita Ngentot Petualangan Kakakku, Kak Alya 10<\/a> &#8211; Semenjak kejadian terakhir beberapa minggu yang lalu kak Alya sepertinya agak kapok untuk keluar-keluar bugil lagi, sepertinya sih. Semoga kak Alya memang tidak eksib lagi sendirian di luar sana tanpa sepengetahuanku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tapi tetap saja kebiasaan kakakku yang suka menjahiliku tidak pernah hilang. Seperti mengembalikan kegiatan normal harianku, yaitu memeluk kakakku seharian yang selalu diakhiri dengan menodai tubuh seksinya dengan pejuku. Tapi setelah beberapa kejadian yang kulalui sampai saat ini, fantasiku pada kakakku kini semakin nakal. Awalnya aku memang tak terima mengetahui kakakku diperlakukan tak senonoh oleh orang asing yang baru saja kami kenal, bagaimanapun ia adalah kakakku, dan aku sangat menyayanginya meskipun aku terobsesi pada kakakku sendiri.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Obesesiku pada kak Alya kini semakin liar saja. Baik dengan pakaian sopan maupun pakaian minim, tetap saja pikiran kotorku selalu membayangkan yang tidak-tidak tentang kakakku. Apalagi selama ini aku belum pernah benar-benar melihat secara langsung apakah kakak benar-benar dicabuli dan berbuat yang tidak-tidak dengan mereka-mereka yang pernah bersama dengan kakakku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Entah itu disengaja atau tidak, Kak Alya jadi sering sekali berpakaian minim dan sembarangan kalau di rumah. Bahkan menerima tamu juga dengan pakaian yang sembarangan, hanya pada teman-temannya dan orang-orang komplek saja dia mau muncul dengan pakaian yang sopan dan berjilbab. Tapi kalau hanya ada aku, atau di depan teman-temanku, ataupun saat menerima tamu asing seperti peminta sumbangan atau pengantar makanan, kak Alya selalu berpakaian minim dan mengumbar auratnya yang indah itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setiap dia menerima tamu asing pasti aku selalu dibikin deg-degan dan panas dingin. Tidak hanya aku tentunya, tetapi juga tamu itu sendiri. Siapa sih yang tidak dibikin berdebar jantungnya dan mupeng berat saat melihat penampilan kakakku yang seksi itu? Dari peminta sumbangan, pengantar makanan, sampai tukang nasi goreng pernah melihat betapa seksinya kakakku ini. Bahkan menurut penuturan kakakku beberapa diantara mereka ada yang sempat mencicipi kenikmatan tubuh kakakku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Walau tak terima, namun tak ku pungkiri kalau aku sendiri jadi ngaceng setiap mendengar ceritanya itu, karena aku memang sering dari dulu berfantasi membayangkan kak Alya yang cantik dan sopan di mata masyarakat itu mau dinodai oleh orang-orang seperti mereka. Belakangan ini aku sendiri jadi suka membayangkan kakakku ketika bersama tukang ayam bakar, bapak-bapak yang pernah disenggol mobilnya yang entah sopir atau bukan, lalu tukang nasi goreng. Dan bayangan-bayangan itu selalu membuatku terangsang dan selalu merasa tak puas apabila hanya membayangkannya saja. Apakah aku memang ingin kakakku mengalami hal itu kembali?<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Saat ini aku sedang asik-asiknya nonton tv, dan kakakku sedang ada di kamarnya yang entah sedang apa.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cDeek&#8230; nanti kasih tau kakak yah kalau ada temen kakak yang datang, dia mau ambil kardus pakaian bekas layak pakai buat disumbangin ke panti asuhan\u201d pinta kak Alya padaku dari kamarnya. Aku jadi ingat beberapa hari yang lalu kak Alya memintaku untuk mengumpulkan pakaian bekas layak pakai dariku. Kak Alya memang rajin mengikuti kegiatan bakti sosial bersama teman-teman kampusnya, seperti ke yayasan-yayasan panti asuhan untuk membantu memberi sumbangan kepada anak-anak yang terlantar dan butuh bantuan. Bahkan terlalu sering sampai aku sendiri kadang mendapati kakakku masih sibuk di luar saat aku pulang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tidak lama kemudian terdengar suara motor yang dilanjutkan dengan ada orang yang mengetuk pintu rumah sambil mengucapkan salam. Apa itu teman kak Alya? Tapi dari suaranya sepertinya bukan. Suara pria tua!<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKak, kayak ada yang datang tuh&#8230;\u201d ujarku memberi tahu kak Alya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cTeman kakak yah dek?\u201d kak Alya bertanya sambil melongokkan kepalanya keluar dari celah pintu kamarnya. Melihat rambut indahnya yang terjuntai indah itu sepertinya kak Alya baru akan memakai jilbabnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKayaknya bukan kak&#8230; dari suaranya seperti orang tua kak, mana langsung masuk pagar dan ketok pintu rumah lagi\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOrang tua? Apa mungkin dari dari yayasan yah?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAku atau kakak nih yang bukain pintu? Kakak aja yah..\u201d tanyaku saat kak Alya masuk lagi kedalam kamarnya. Sepertinya mau bersiap-siap menerima tamu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cIya deh\u2026 kakak aja yang buka\u201d jawab kak Alya dari dalam kamarnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku memang selalu berfantasi nakal pada kakakku yang cantik ini, jadi aku selalu membiarkan kak Alya saja yang menerima tamu asing, namun diam-diam aku tetap selalu menjaga kakakku dari orang yang suka berbuat iseng pada kakakku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ketika kak Alya keluar dari kamar aku setengah terperanjat melihat busana yang dikenakan oleh kakakku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kali ini kak Alya menerima tamu yang entah siapa hanya dengan memakai kemeja. Kemeja putih lengan panjang, yang memang cukup dalam sampai menutupi pantatnya, namun paha putih mulusnya tetap terpampang bebas untuk dipandangi dengan leluasa. Tapi sepertinya kak Alya tidak mengenakan apa-apa lagi di balik itu. Dan benar saja! Cuma kemeja putih itu saja yang ia kenakan! Kemeja yang bahkan hampir transparant! Aku yang gak tahan melihat pemandangan menggoda itu otongku langsung menegang keras, jadi pengen onani saat itu juga.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku akhirnya hanya mengintip dari kejauhan sambil membayangkan hal yang tidak-tidak pada kak Alya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cEehh\u2026 non Alya?\u201d ujar bapak peminta sumbangan itu terlihat sumringah saat kak Alya membukakan pintu. Aku seperti ingat sebelumnya siapa peminta sumbangan itu..<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cEh, Pak Amin, apa kabar?\u201d sambil menjabat tangannya kak Alya tersenyum sangat manis. Ternyata lelaki itu adalah Pak Amin! Orang yang dulu pernah minta sumbangan ke rumah. Mau apa lagi dia ke sini!?<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cSilahkan masuk dulu Pak\u2026 duduk dulu\u201d ajak kak Alya ramah kemudian. Lagi-lagi dia mengajak orang yang tidak jelas masuk ke dalam rumah. Ampun deh kakakku ini.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku lihat Pak Amin terus menatap tubuh kak Alya dengan leluasa, tidak seperti dulu yang hanya dibatasi pagar rumahku. Tentunya dengan pandangan mupeng penuh nafsu. Ku yakin Kak Alya sadar kalau dia sedang dipandangi cabul oleh pria tua lusuh itu, tapi dia malah berlagak cuek. Posisi duduk kak Alya agak miring sehingga paha mulusnyalah yang terpampang bebas di hadapan pak Amin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cMakasih ya non sebelumnya untuk niat non mau bantuin pondok panti asuhan di tempat saya, hehe..\u201d sambil cengengesan matanya kulihat tak berhenti jelalatan melihat kakakku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cSama-sama Pak, biasa aja kok\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ternyata pak Amin ini adalah salah satu pengurus pondokan panti yang dikunjungi kak Alya beserta teman-temannya waktu itu dalam sebuah acara amal kampus!<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cTapiii.. kok non Alya gak pake jilbab? Terus pakaiannya ini\u2026\u201d kata Pak Amin sambil menelan ludah. Aku rasa pak Amin mulai sadar kalau kak Alya tidak memakai apapun lagi di balik kemeja itu. Aku yang melihat dari jauh saja bisa langsung tahu kalau kak Alya tidak memakai apapun lagi dibaliknya, apalagi oleh Pak Amin yang tepat duduk di depannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cBegini gimana sih Pak?\u201d tanya kak Alya pura-pura tidak mengerti.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cItu\u2026 bajunya\u2026 terbuka gitu\u2026 auratnya nampak lho\u2026\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHmm\u2026 kan di rumah aja pak\u2026 lagian cuacanya panas banget\u201d jawab kak Alya santai.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOhhh\u2026 gitu, iya juga yah non&#8230; gerah nih, hehe..\u201d ujar pak Amin magut-magut namun matanya tetap terus memandangi tubuh kakakku ini, terutama pahanya. Aku yang melihat pemandangan ini jadi semakin panas dingin. Kakakku yang cantik bening putih mulus dengan pakaian minim sedang bersama pria tua lusuh. Sungguh kombinasi pemandangan yang bikin darah berdesir. Aku jadi berpikir jorok seandainya pria tua itu kini yang ngentotin kak Alya. Menggenjotnya dengan liar sampai menumpahkan pejunya di dalam memek kak Alya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cEmang kenapa pak dengan pakaian saya?\u201d tanya kak Alya menyadarkan lamunan mesum pak Amin juga lamunan mesumku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cEh, nggak\u2026 cuma kan waktu itu non ke tempat kami pake jilbab, baju non Alya waktu itu sopan banget\u201d jawab pak Amin seperti sengaja mengarahkan kak Alya. Ya, waktu itu tentu saja kak Alya berpakaian sopan lengkap dengan jilbabnya, berbanding terbalik dengan saat ini yang hanya memakai kemeja putih tipis, setelan yang sangat memamerkan aurat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku hanya bisa membayangkan apa isi kepala orang ini setiap kali bertemu dengan kakakku. Apakah acara yang bersifat amal untuk ibadah itu mampu membersihkan isi kepala yang sudah kotor semenjak bertemu kak Alya dari balik pagar itu? Rasanya tak mungkin, apalagi melihat posisi duduknya sekarang yang sudah seperti orang tak nyaman lagi, entah apa yang mengganjal di bawah sana.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHihihi\u2026 Tapi tetap cantik kan pak?\u201d tanya kak Alya malah menggoda bapak itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cCantik dong\u2026 malah lebih cantik begini, hehehe\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHuuu\u2026 Pak Amin ini bisa aja\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cEmang di rumah gak ada orang ya non?\u201d tanya pak Amin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAda kok, ada adeknya Alya di rumah\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cTerus emang adeknya non gak risih lihat kakaknya pakai baju seperti ini? Adeknya non cowok bukan?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cIya\u2026 adek saya cowok Pak\u2026 masak risih segala? Kan kakak sendiri, hihihi\u2026 kalau gak percaya tanya aja sendiri\u201c jawab kak Alya sambil tertawa renyah, kemudian tiba-tiba kak Alya memanggilku. \u201cDeeeek, sini deeh..\u201d teriak kak Alya. Duh, kak Alya ini ngapain sih manggil aku segala!? Aku yang bingung kenapa dipanggil akhirnya keluar juga menemui mereka. Aku lalu bersalaman dengan pak Amin dan duduk bersama mereka di sana.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cItu\u2026 Emm\u2026 Kamu beneran gak masalah lihat kakakmu pake baju kayak gini?\u201d tanya Pak Amin benar-benar menanyakan hal itu padaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNg\u2026nggak sih Pak\u2026\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cEmang kamu gak nafsu? Hayo, jawabnya yang jujur\u2026\u201d tanya Pak Amin lagi seperti mengintrogasiku. Dia sepertinya penasaran apakah aku punya nafsu atau tidak terhadap kakak kandungku sendiri.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNafsu sih\u2026 hehehe\u201d jawabku apa adanya mengingat dia orang asing yang bukan dari daerah sini sehingga aku tidak peduli, karena aku memang benar-benar sedang bernafsu melihat kakakku sendiri. Mendengar jawabanku kak Alya langsung mencubit gemas perutku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cDasar kamu ini\u2026 jangan bilang kalau burungmu ngaceng sekarang!?\u201d ucap kak Alya dengan wajah pura-pura kesal.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cEmang ngaceng kok kak\u2026\u201d kataku makin berani yang dibalas lagi dengan cubitannya. Bahkan seperti tak bisa kutahan lagi, aku kembali nyerocos..<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKakak sih pake baju begitu\u2026 mana tahan coba, aku kan cowok tulen juga. Kak Alya udah cantik kayak bidadari, imut, bening, terus pakai baju kayak gitu. Siapa yang gak nafsu coba? Iya kan pak?\u201d kataku sengaja menanyakan pendapat pak Amin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cEh, I..iya\u2026 tuh kan Non Alya, adek non Alya ternyata nafsu lho sama non, hehe\u201d ujar Pak Amin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cTau nih pak, saya juga baru tahu, hihihi\u2026 beneran dek? Berarti kamu sering dong ngayal yang jorok-jorok tentang kakak?\u201d tanya kak Alya padaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cSe-sering kak\u2026\u201d jawabku agak malu. Aku tidak menyangka kak Alya akan bertanya seperti itu di depan orang lain, namun ku jawab saja.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKamu ini\u2026 emang ngayal apa aja?\u201d tanya kak Alya lagi seolah mengarahkanku, tapi seperti kesempatan buatku inilah saatnya aku mengungkapkan lagi keinginan terdalamku, yang bedanya kali ini di depan orang asing.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cUmmm\u2026 ngayal bisa ngentot dengan kakak\u2026\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHah? Adeeek.. kita itu saudara kandung tahu\u2026 masak kakak dientotin sama adek sendiri sih? Hihihi, mesum! Terus apa lagi dek? Itu aja?\u201d tanya kak Alya yang sepertinya juga sangat tertarik dengan semua khayalan jorokku padanya. Dia sepertinya tidak malu lagi bertanya seperti itu padaku di depan tamu itu. Entah apa yang membuatnya begitu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cMasih ada lagi kak\u2026\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cApa tuh dek? Keluarin aja semua khayalanmu tentang kakak, kakak pengen dengar loh\u2026 Kamu pengen kakak dibobo\u2019in sama siapa aja yah?\u201d Duuuhh\u2026 mendengar perkataannya itu sungguh membuat aku jadi panas dingin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kenakalan dan kenekatan kakak sepertinya muncul lagi. Sungguh pertanyaan yang tidak pantas dari seorang kakak pada adeknya. Tapi dengan kondisi pikiranku yang sudah kotor dari kemarin-kemarin akhirnya ku utarakan juga semua fantasi liarku padanya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAku juga sering ngebayangin kakak waktu sama tukang ayam bakar, bapak-bapak yang bawa kak Alya sampai malam, juga tukang nasi goreng waktu itu..\u201d jawabku dengan suara pelan mengungkapkan semuanya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cYa ampun dek\u2026. Masih penasaran yah adek? Hihihi&#8230; Berarti barusan ini kamu ngayalin kakak digituin Pak Amin juga dong?\u201d tanya kak Alya menebak sambil melirik ke arah pak Amin. Terang saja pak Amin jadi salah tingkah dan menelan ludah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cI-iya kak\u2026\u201d jawabku malu karena isi pikiranku ketahuan olehnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cEmang kalau kejadian kamu mau ngelihatnya dek?\u201d tanya kak Alya dengan lirikan nakal yang membuat aku berdebar mendengarnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cM..maksudnya kak?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cIya, kalau kakak akhirnya beneran di-en-tot-tin Pak Amin, kamu pengen lihat?\u201d tanya kak Alya dengan nada suara lirih menggoda, bikin penisku makin ngaceng saja dibuatnya. Ku lihat Pak Amin juga terkejut dan terdiam saja mendengar ucapan kakakku barusan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cGa-gak tahu deh kak\u2026\u201d Aku memang tidak tahu apa yang akan ku lakukan jika hal itu akhirnya betul-betul terjadi. Di satu sisi tentunya aku tidak rela, dia kakak kandungku sendiri, masa dentotin orang lain seenaknya di hadapanku. Namun di sisi lain itu merupakan imajinasi liarku terhadap kak Alya dan aku sungguh penasaran ingin melihatnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNgomong-ngomong, Non Alya kapan main main ke panti lagi\u2026 anak-anak pada kangen lho\u2026 hehe\u201d tanya Pak Amin mencoba mendinginkan suasana.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAlya juga kangen Pak\u2026 Apalagi sama Romi, Dodi, Budi dan Gito, hihihi\u201d ujar kak Alya. Kok nama-nama yang disebut kak Alya cowok semua sih?<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cIya\u2026 Non Alya sih cantik banget, baik lagi. Terang saja mereka kangen\u2026\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHmm\u2026 libur semester ini deh ya.. Kan kalau gak sibukan Alyanya bisa leluasa waktunya\u2026\u201d tawar kak Alya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cWaaaah\u2026 silahkan banget non, anak-anak pasti senang banget non Alya datang lagi. Nginap aja sekalian non\u2026\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNginap? Ngg\u2026. Boleh deh\u2026\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cWah, gak sabar saya, eh\u2026 maksudnya anak-anak, hehe\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cGak sabar kenapa Pak?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cEh, nggak non\u2026hehe\u201d Pak Amin hanya cengengesan mesum.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOh iya Pak, bentar yah\u2026 Alya mau siapin uang dan pakaian yang buat disumbangin\u2026\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOoh, silakan non\u2026 kirain yang di depan mata yang mau disumbangin, hehe..\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cIiihh, adeeek&#8230; Pak Amin mulai deh&#8230; Hihihi&#8230; bentar yah&#8230;\u201dkata kak Alya bangkit dengan sedikit hati-hai agar vaginanya tidak terbuka dan terlihat oleh kami berdua, gayanya itu bikin aku gemas. Tapi tunggu, dia sepertinya lebih berusaha menutupi vaginanya dari pandanganku daripada menutupi vaginanya dari pandangan Pak Amin. Ku lihat tadi pak Amin meneguk ludah saat melihat ke arah selangkangan kak Alya. Kakakku sendiri sepertinya tidak ambil pusing dengan pandangan pria tua itu. Seperti sudah niat banget bikin pria itu pusing atas bawah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kak alya lalu menuju ke dalam kamarnya untuk mengambil duit. Dia kembali tidak lama kemudian dengan membawa amplop yang sepertinya berisi uang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cDek, kakak minta tolong donk beliin cemilan dan minuman, masa tamu gak dikasih apa-apa\u201d suruh ak Alya sambil menyerahkan uang itu padaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cLha, kok aku sih kak?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cTerus? Masak kakak sih yang pergi pake baju kayak gini? Buruan gih sana\u2026\u201d suruhnya lagi. Akupun terpaksa menuruti. Dengan buru-buru aku segera ke mini market. Aku tidak ingin membiakan kakakku yang cantik sendirian bersama pria itu di rumah. Tapi sial banget mini market ini sedang rame-ramenya. Mungkin ada sekitar 15 menit sejak aku pergi tadi sampai balik ke rumah lagi. Tapi untungnya aku tak bertemu dengan penjaga kasir malam itu, di mana untuk pertama kalinya aku dan kak Alya mengutil kaos demi menyelamatkannya dari kumpulan orang-orang bermotor. Tapi tetap saja akhirnya jatuh ke pelukan tukang nasi goreng, huh!<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku terkejut saat aku pulang tidak menemukan kak Alya dan pak Amin di ruang tamu. Aku panik, dan dadaku berdebar kencang. Kemana mereka? Melihat kardus pakaian yang akan disumbangkan masih tergeletak di lantai berarti Pak Amin masih ada di dalam rumah ini. Nafasku semakin tercekat saat melihat kemeja putih yang dikenakan kak Alya tadi tergeletak sembarangan di lantai. Apa kak Alya tidak memakai apa-apa sekarang? Apa dia telanjang? Sejak kapan dia membuka kemejanya itu? Tapi masalahnya dia ada dimana sekarang? Akupun langsung mencari ke dalam rumah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKaaaaak? Dimana sih?\u201d teriakku memanggilnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cDi sini dek, di dalam kamar mandi..\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKak.. kardusnya masih di ruang tengah, Pak Aminnya dimana?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cUmmm&#8230; ini kakak lagi sama Pak Amin di dalam, dek\u2026.\u201d Sahut kak Alya yang bagai halilintar di kupingku. Badanku langsung lemas mendengarnya, tapi tak lama penisku malah langsung ngaceng maksimal. Benarkah Pak Amin bersama kak Alya di dalam sana?<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKaak!\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c&#8230;.\u201d tak ada jawaban di dalam sana. Apa yang terjadi di dalam? Apakah akhirnya aku akan melihat semua ini? di depan mataku sendiri bahwa kakakku benar-benar dientotin orang-orang asing seperti yang aku bayangkan selama ini?<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNgapain sih kak di dalam kamar mandi berdua?\u201d tanyaku dari balik pintu kamar mandi. Perasaanku sungguh campur aduk saat itu, antara bingung, cemas, sakit hati, dan horni. Kakak kandungku yang cantik bening sedang berduaan dengan pria tua lusuh di dalam kamar mandi!<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cGak tahu nih Pak Amin\u2026. Waktu kamu pergi tadi, dia langsung nyerang kakak. Nakal banget ngga sih dek? Kamu marahin gih\u2026\u201d jawab kak Alya seakan tidak bersalah, padahal tingkah lakunya itu yang membuat pria manapun akan khilaf untuk menikmati tubuh binalnya. Ternyata walaupun kakakku ini selalu memakai jilbab kalau keluar rumah, tapi kelakukannya seperti lonte. Bahkan lonte saja dibayar. Ugh, aku sebagai adeknya sendiri dibikin mupeng berat karena ulahnya ini. Kak Alya binaaaaal!<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cDek Aldi\u2026. Kakakmu yang nakal banget ini udah bikin bapak nafsu. Jadi boleh kan bapak hukum?\u201d tanya Pak Amin padaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cEh, I-itu\u2026\u201d aku tidak tahu menjawab apa. Sebagai seorang adek tentunya aku harus melindungi kakak perempuanku, tapi untuk kali ini nafsuku mengalahkan logika. Aku membiarkan kakakku diberi pelajaran karena perbuatan nakalnya itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cTerserah bapak\u201d jawabku pasrah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAdeeeeeeekkk\u2026. Kamu jahat\u2026. Huuuu\u2026 huuu\u2026\u201d ucap kak Alya merengek, tapi selanjutnya malah terdengar suara kak Alya menjerit manja \u201cKyaaaaaaaaaa\u2026\u2026. Paaaaaak, ampuuuun, hihihi&#8230;\u201d diiringi suara benturan pintu pada kamar mandi. Seperti suara seseorang didorong sampai menubruk dan tetap bersandar pada pintu itu. Aku hanya bisa membayangkan Pak Amin yang mendorong kak Alya sampai menempel ke pintu kamar mandi, lalu dari suara pintu yang terdorong berkali-kali sepertinya bandot tua itu menggenjot kakakku dengan liar. Tepat di balik pintu itu ada aku, adeknya yang hanya bisa membayangkan persetubuhan mereka di dalam sana.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKak\u2026.\u201d Panggilku sedikit cemas, karena tampaknya kakakku betul-betul digenjot dengan liarnya oleh Pak Amin. Hentakan pintu kamar mandi kami sampai berdebam kencang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Terdengar suara kak Alya \u201cDeeekkkk\u2026 kakakmu sedang dientotin dek\u2026. Ssshhh\u2026. Kakak kandungmu\u2026 dientotin sama peminta sumbangan\u2026 sssshhh\u2026.\u201d Mendengar omongannya itu aku kini malah mengocok penisku, aku hanya bisa mengocok penisku sambil membayangkan apa yang sedang terjadi di balik pintu ini. Aku tidak menyangka kalau kak Alya memang nakal seperti ini. Berarti cerita-cerita kak Alya selama ini benar adanya. Hatiku semakin sakit, tapi kenapa aku juga semakin horni dibuatnya!? Sialan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cUghhh\u2026 Kak Alya nakal\u2026\u201d erangku. Namun akhirnya aku memilih untuk menikmatinya saja, toh ini memang fantasiku dari dulu, meskipun aku masih tidak menyangka kalau ini benar-benar terjadi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cIyaaahhh\u2026. Kakakmu ini nakal dek\u2026 Aaaahhh\u2026. Kamu suka dek? Kamu lagi onani ya sekarang?\u201d tanya kak Alya menebak dengan suara manja terengah-engah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cIya kak, aku lagi onani\u2026 kak\u2026 aku pengen lihat boleh?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNgghh\u2026 lihat apa dek?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cLihat kak Alya dientotin sama Pak Amin\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cJangan dek\u2026 gak boleh\u2026 masak kamu lihat kakak sendiri ngentot sih? Kamu onani sambil bayangin kakak aja yah\u2026 nggghhhh\u2026 Pak\u2026 pelan-pelan\u2026 sshhh\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cUghh\u2026. Kak\u2026 aku pengen lihat nih\u2026\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cGak boleh\u2026 ngghh\u2026 Pak Amiiiinn\u2026. genjot Alya yang kencang pak\u2026 biar adeknya Alya makin enak ngebayanginnya\u2026\u201d suruh kak Alya pada pak Amin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cEeegghh.. Iya non Alya\u2026. Bapak hantam yang kuat yah, nih!\u201d kata pak Amin. \u201cPlak plak plak!\u201d terdengar suara peraduan kulit yang semakin keras.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAhhh\u2026 kakak jahat! Dasar kakak perempuan nakal!\u201d racauku sambil mempercepat kocokanku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cIya\u2026. Kakakmu perempuan nakal dek\u2026. Kamu bayangin yah dek\u2026 kakakmu yang keseharian berpakaian sopan&#8230; dan berjilbab&#8230; lagi dientotin sekarang&#8230; sama pria tua gak jelas\u2026 Deeeekkk\u2026 bayangin dek\u2026 bayangin\u2026 enggggghhh\u201d erang kak Alya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku sungguh tidak kuat mendengar omongan kakakku. Persetubuhan mereka juga sungguh sangat heboh. Belum pernah aku merasakan seperti ini sebelumnya. Tanganku juga semakin cepat mengocok penisku. Sepertinya sebentar lagi aku akan muncrat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKak Alya\u2026. Aku pengen muncrat nih\u2026\u201d teriakku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cBapak juga dek Aldi\u2026\u201d malah pak Amin yang menyahut.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cYa sudah berengan aja yah kalian muncratnya\u2026 Pak Amin keluarin di vagina Alya, tapi adek keluarin di pintu aja yah dek\u2026 gak apa kan dek?\u201d ujar kak Alya yang tentu saja aku tidak terima.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cYah\u2026 kak, aku juga pengen muncrat di dalam memek kakak\u2026\u201d rengekku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHihihi\u2026 Jangan dong dek\u2026 ntar kakak bisa hamil anak kamu. Masa kakak dihamili adek sendiri? Gak boleh ya adekku sayang\u2026\u201d tolak kak Alya. Jadi dia lebih memilih sperma pak Amin untuk memasuki rahimnya? Pria tua yang tidak jelas itu?<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAgghhh\u2026. Kak Alya nakal\u2026 kak Alya lontee!\u201d teriakku yang hanya disambut desahan kak Alya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka sedikit, kak Alya mengeluarkan kepalanya. Tubuh telanjangnya masih tertutup pintu, begitu juga tubuh pak Amin yang sepertinya masih menggenjot tubuh kakakku dengan kasarnya, terlihat dari guncangan-guncangan tubuh kakak.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cGini aja yah dek? Cukup kan?\u201d ujar kak Alya. Ahhhhh\u2026 Kak Alya rese, aku cuma kebagian ngelihat wajahnya saja sedangkan pria tua itu dapat dengan nikmatnya dapat melihat seluruh tubuh bugil kak Alya, bahkan menghujam vagina kakak kandungku yang cantik ini.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tubuh kak Alya terhentak-hentak dengan hebatnya, tapi dia masih saja berusaha tersenyum padaku, bikin aku tambah horni dan semakin tidak tahan saja. Tampak wajah kakakku memerah dan mandi keringat. Di mulut, pipi, bahkan mungkin seluruh wajah kak Alya juga ada banyak cairan bening yang sepertinya adalah liur pak Amin yang menambah kilapan cantik pada wajah kak Alya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNgghhh\u2026 kak\u2026 Aku keluar!\u201c<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cIya deeek\u2026 keluarin aja\u2026\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cBapak juga pengen muncrat non Alya\u2026 terima nih peju&#8230; bapak bikin hamil lo!\u201d erang pak Amin, kak Alya juga mengerang manja. Dan\u2026<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cCroooooooootttttt\u201d tumpahlah pejuku di hadapan kak Alya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dibalik sana, pak Amin juga sepertinya sedang memindahkan benihnya ke rahim kakakku. Terlihat dari tubuh kakak yang sedikit terdorong kedepan seolah ingin menghujamkan sampai mentok ke mulut rahim kakakku. Aku tidak dapat membayangkan kalau akhirnya nanti kak Alya bakal hamil, hamil anaknya pria tua lusuh ini.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku yang terengah-engah kecapean akhirnya mundur dan duduk di kursi di belakangku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cUdah kan dek\u2026? Enak?\u201d tanya kak Alya dengan senyum manis padaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cI-iya kak, enak\u2026\u201d Sial! Kenapa aku menikmati ini semua!?<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tiba-tiba pak Amin melongokkan kepalanya dan mencium bibir kak Alya, lalu berkata padaku, \u201cEnak ya dek Aldi? Bapak juga enak\u2026 nih kontol bapak masih nancap di memeknya kakak kamu\u2026 kayaknya bakal bisa satu ronde lagi deh\u2026 boleh kan dek Aldi kalau bapak entotin kakakmu sekali lagi?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cBoleh nggak dek? Kakakmu mau dientotin sekali lagi nih\u2026. Tapi kamu udahan kan yah? Jadi pintunya kakak tutup lagi yah dek\u2026 hihihi\u201d aku hanya diam tidak berkata. Tenagaku sudah habis. Sungguh kakakku ini nakal banget.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pintupun tertutup rapat dan mereka melanjutkan ngentot-ngentotan lagi di dalam kamar mandi. Bahkan lebih heboh dari yang sebelumnya. Suara kak Alya yang mengerang-ngerang dan menjerit manja akan kenikmatan sungguh terdengar sangat erotis.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">***<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setengah jam kemudian, akhirnya kak Alya dan Pak Amin keluar dari kamar mandi. Kak Alya terlihat sangat segar. Rambut basahnya tergerai dengan indahnya. Dia keluar dengan menutup tubuh basahnya dengan handuk, seakan masih saja menggodaku dengan sengaja membatasi pandanganku pada tubuhnya walau sehari-hari aku cukup sering melihatnya bertelanjang di rumah. Padahal di kamar mandi dengan pria tua yang entah siapa, dia mau saja bertelanjang bulat membuka semua auratnya, sampai entot-entotan pula. Bikin kesal aja nih kak Alya, tapi juga bikin aku horni berat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKak, buka dong handuknya\u2026 masak sama adek sendiri tega\u2026\u201d kataku memelas ingin juga melihat kakakku ini polos di hadapanku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHmm? Kamu pengen lihat kakak bugil dek?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cIya kak\u2026. pengen banget\u201d kataku lagi, dia hanya senyum-senyum manis padaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNtar aja ya dek\u2026 Pak Amin, bantu Alya pilih baju dong ke kamar\u2026\u201d ajak kak Alya pada Pak Amin. Sialan banget, malah ngajak Pak Amin, enak bener tua bangka sialan itu. Aku ingin memprotes, tapi mereka sudah keburu masuk ke dalam kamar kak Alya, lalu menutup pintu. Hanya terdengar suara cekikikan kak Alya setelahnya. Sepertinya tubuh kakakku sedang digerepe-gerepe oleh Pak Amin dengan leluasa dan sebebas-bebasnya di dalam sana. Atau mereka sedang ngentot lagi? Ugh\u2026 Kak Alya\u2026<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ternyata setelah beberapa menit akhirnya kak Alya keluar bersama pria tua itu. Kak Alya memakai setelan yang baru dibelinya 3 hari lalu dan baru pertama kali ini dipakai. Kemeja pink lengan panjang, rok panjang, lengkap dengan jilbab putihnya. Kak Alya terlihat begitu cantik dan seks meski pakaiannya terbilang sopan dan tertutup. Sungguh berbeda dengan penampilannya sebelum mandi yang sangat terbuka dan mengumbar aurat. Kak Alya sekarang juga memakai harum-haruman yang membuat pria-pria semakin klepek-klepek padanya. Tapi melihat penampilan seperti ini apakah kakak mau keluar?<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cMau keluar yah kak?\u201d tanyaku agak lemas<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cUmmm&#8230; menurut adek?\u201d jawab kak Alya cuek sambil berkaca di depan cermin, memastikan kalau penampilannya sudah cantik. Kakak itu sudah cantik banget kok kak\u2026 gak perlu bercermin segala orang-orang udah tahu, ucap batinku agak sedih. Sudah ditinggal ngentot, kini akan ditinggal pergi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cYa udah ati-ati aja di jalan&#8230;\u201d jawabku seakan juga tak peduli padanya walau aku ingin rasanya menemaninya terus setiap waktu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHihihi&#8230; adek tuh yaaa, digodain aja udah menyun kayak gitu&#8230; emang gak boleh kakaknya tampil cantik buat adeknya di rumah?\u201d jawab kak Alya sambil tersenyum imut mengerling padaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cUuuhh, kakaak&#8230;\u201d jawabku pura-pura merajuk, padahal mendengarnya saja membuat badan ini menjadi terasa hangat. Ternyata kakak tidak akan pergi kemana-mana. Kak Alya bagaimanapun juga tak pernah melupakanku sama sekali. Aku makin sayang padanya, walau aku masih sedikit kesal karena mau-mauan aja digagahi orang macam Pak Amin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Selesai Pak Amin mengangkut kardus berisi pakaian bekas itu ia mohon pamit pada kami berdua.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cYuk mari non, dek Aldi&#8230; bapak pamit dulu yak..\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cIya Pak Amin, hati-hati di jalan yah&#8230;\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cJangan lupa yah non janjinya, hehehe&#8230; ditungguin lho sama anak-anak di sana..\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cIya, nanti Alya sempetin deh\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKasihan anak-anak di sana, katanya udah pada ngebet pengen ketemu non&#8230; pada udah gak tahan, hehehe&#8230;\u201d sambil bawa kardus itu ia cengengesan, entah apa yang dia maksudkan, tapi pasti hal mesum.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cDenger gak tuh dek? Emang pada ngebet ngapain sih Pak Amin, hihihi&#8230;\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNgebet mau disumbangin lagi sama non Alya, hahaha!\u201d tawanya yang lepas memperlihatkan gigi-giginya yang menguning dan penuh plak hitam. Tak terbayang seperti apa bau mulutnya. Entah bagaimana kak Alya bisa tahan dicium orang seperti itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cYa udah bapak hati-hati di jalan ya, kakak saya mau istirahat dulu deh kayaknya..\u201d potongku sambil menutup pagar dan meninggalkannya masuk kedalam rumah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sepeninggalnya orang bejat itu dari rumahku aku melihat kak Alya sedang duduk melihat tv di ruang tengah. Melihat kakakku mengenakan pakaian tertutup itu malah semakin menambah kecantikannya dan membangkitkan birahi dalam diriku. Apalagi kini hanya tinggal aku berdua dengan kakakku di rumah. Belum apa-apa penisku sudah memberontak hebat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAdeeek&#8230; ngapain sih liat-liat kakak kayak gitu?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKakak cantik siih..\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHihihi, gombal iih adek nih&#8230; terus apalagi?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKak Alya juga seksi&#8230;\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOoh, gituu? Kalo seksi memang kenapa dek?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAnu kak.. rasanya adek pengennn&#8230;\u201d belum selesai aku mengucapkan lanjutannya tiba-tiba hape di kantongku berbunyi. Seperti mengganggu di waktu yang tepat aku buru-buru membuka supaya aku bisa kembali keurusan yang telah kunanti-nantikan ini, yaitu berduaan dengan kakakku. Berharap bisa mendapatkan perentotan yang kuinginkan sejak lama.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018Bro&#8230; kapan nih kita bisa main PS lagi kerumah lo bro<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ajak kakak lo sekalian maen biar rame yak, hehe..\u2019 bunyi pesan itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cSiapa dek?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cEehh.. bukan siapa-siapa kakakku yang cantik, heheh..\u201d jawabku tak nyaman karena gangguan ini yang sekejap bisa membuat otongku lemas.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOoh.. ya udah deh, kakak tidur dulu yah..\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cLoh! Kok tidur kak? Aku kan masi kentang kaak?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cSini, biar kakak rebus kalo kamu kentang, hihihi&#8230;\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cUuuhh, kakak.. aku beneran kentang juga, malah dibecandain..\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cMakanyaaa, sini adek kakak rebus biar kepanasan, gak mau kakak bikin panas? Hihihi..\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHah? Eh, mau deh kak, mau ampe adek kepanasan, mau kaak!\u201d jeritku menyerbu kearah kakakku.<\/div>\n<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Baca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngewek-naiknya-birahi-abang-tukang-becak\/\">Cerita Ngewek Naiknya Birahi Abang Tukang Becak<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-porno-genjotan-si-adikku-di-ruang-sauna\/\">Cerita Porno Genjotan Si Adikku Di Ruang Sauna<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-sange-janda-chinese-ketagihan-goyangan-ku\/\">Cerita Sange Janda Chinese Ketagihan Goyangan Ku<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-diajari-bercinta-sama-tante-meli\/\">Cerita Dewasa Diajari Bercinta Sama Tante Meli<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-mesum-ibu-guru-doyan-colmek\/\">Cerita Mesum Ibu Guru Doyan Colmek<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-lendir-ngentot-disetubuhi-5-wanita-haus-sex\/\">Cerita Lendir Ngentot Disetubuhi 5 Wanita Haus Sex<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-ratih-anak-kos-yang-menggoda-bapak-kos\/\">Cerita Ngentot Ratih Anak Kos Yang Menggoda Bapak Kos<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngewek-genjotan-istri-abang-tukang-bakso\/\">Cerita Ngewek Genjotan Istri Abang Tukang Bakso<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-panas-bapak-kost-yang-mesum-memberi-kenikmatan\/\">Cerita Panas Bapak Kost Yang Mesum Memberi Kenikmatan<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-porno-awal-dari-sebuah-rasa\/\">Cerita Porno Awal Dari Sebuah Rasa<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cerita Ngentot Petualangan Kakakku, Kak Alya 10 &#8211; Semenjak kejadian terakhir beberapa minggu yang lalu kak Alya sepertinya agak kapok<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-670","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Petualangan Kakakku, Kak Alya 10 - Cerita Dewasa Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Petualangan Kakakku, Kak Alya 10 - Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cerita Ngentot Petualangan Kakakku, Kak Alya 10 &#8211; Semenjak kejadian terakhir beberapa minggu yang lalu kak Alya sepertinya agak kapok\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-06T11:37:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-21T11:35:46+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"dagieldaisy\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"dagieldaisy\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"24 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/\"},\"author\":{\"name\":\"dagieldaisy\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/48d23f0300e2fc0d3c8d23d9a91ab0c2\"},\"headline\":\"Petualangan Kakakku, Kak Alya 10\",\"datePublished\":\"2025-08-06T11:37:02+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-21T11:35:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/\"},\"wordCount\":4483,\"commentCount\":0,\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/\",\"name\":\"Petualangan Kakakku, Kak Alya 10 - Cerita Dewasa Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-08-06T11:37:02+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-21T11:35:46+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/48d23f0300e2fc0d3c8d23d9a91ab0c2\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Petualangan Kakakku, Kak Alya 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\",\"name\":\"Cerita Dewasa Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/48d23f0300e2fc0d3c8d23d9a91ab0c2\",\"name\":\"dagieldaisy\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6456178578b16d5240258dc7ec46bc9e5c78fd170af5ec01530a9ce97904b3af?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6456178578b16d5240258dc7ec46bc9e5c78fd170af5ec01530a9ce97904b3af?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6456178578b16d5240258dc7ec46bc9e5c78fd170af5ec01530a9ce97904b3af?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"dagieldaisy\"},\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/dagieldaisy\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Petualangan Kakakku, Kak Alya 10 - Cerita Dewasa Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Petualangan Kakakku, Kak Alya 10 - Cerita Dewasa Blog","og_description":"Cerita Ngentot Petualangan Kakakku, Kak Alya 10 &#8211; Semenjak kejadian terakhir beberapa minggu yang lalu kak Alya sepertinya agak kapok","og_url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/","og_site_name":"Cerita Dewasa Blog","article_published_time":"2025-08-06T11:37:02+00:00","article_modified_time":"2026-03-21T11:35:46+00:00","author":"dagieldaisy","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"dagieldaisy","Estimasi waktu membaca":"24 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/"},"author":{"name":"dagieldaisy","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/48d23f0300e2fc0d3c8d23d9a91ab0c2"},"headline":"Petualangan Kakakku, Kak Alya 10","datePublished":"2025-08-06T11:37:02+00:00","dateModified":"2026-03-21T11:35:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/"},"wordCount":4483,"commentCount":0,"articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/","name":"Petualangan Kakakku, Kak Alya 10 - Cerita Dewasa Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website"},"datePublished":"2025-08-06T11:37:02+00:00","dateModified":"2026-03-21T11:35:46+00:00","author":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/48d23f0300e2fc0d3c8d23d9a91ab0c2"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Petualangan Kakakku, Kak Alya 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/","name":"Cerita Dewasa Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/48d23f0300e2fc0d3c8d23d9a91ab0c2","name":"dagieldaisy","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6456178578b16d5240258dc7ec46bc9e5c78fd170af5ec01530a9ce97904b3af?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6456178578b16d5240258dc7ec46bc9e5c78fd170af5ec01530a9ce97904b3af?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6456178578b16d5240258dc7ec46bc9e5c78fd170af5ec01530a9ce97904b3af?s=96&d=mm&r=g","caption":"dagieldaisy"},"url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/dagieldaisy\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/670","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=670"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/670\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=670"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=670"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=670"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}