{"id":684,"date":"2025-08-07T18:10:18","date_gmt":"2025-08-07T11:10:18","guid":{"rendered":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?p=684"},"modified":"2026-03-21T18:36:10","modified_gmt":"2026-03-21T11:36:10","slug":"majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/","title":{"rendered":"Majikanku Dan Kedua Temannya \u2013 Awal Permainan"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/\">Cerita Panas Majikanku Dan Kedua Temannya<\/a> &#8211; Namaku Dhani Anwar, aku bekerja sebagai sopir sekaligus tukang kebun dikeluarga Chinese yang tergolong kaya raya, kerjaku tergolong mudah yaitu mengantar putri tunggal mereka, Feilin, ke sekolah. Feilin memiliki wajah yang cantik, agak nakal, genit dan galak, ia mempunyai dua orang teman akrab yang satu bernama Nia, ia bertubuh langsing dan pemalu dan yang satunya bernama Tarida yang sifatnya periang dan suka bercanda.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mereka juga cantik-cantik, putih dan mulus. Tadinya aku bersikap acuh terhadap kegiatan mereka bertiga namun lama kelamaan aku menjadi penasaran apa saja yang mereka bertiga lakukan di halaman belakang yang dengan kerasnya dilarang dimasuki olehku, rasa penasaran setiap hari semakin membesar dan aku berniat mengintip apa saja yang mereka bertiga lakukan. Pada Tanggal 2 Februari Nia dan Tarida bermain kerumah dan seperti biasanya mereka bermain dihalaman belakang rumah. Dengan hati-hati aku membuka pintu menuju halaman belakang dan melihat sesuatu yang menggetarkan kalbu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Bagaikan tersambar petir disiang hari aku melihat Feilin, Nia dan Tarida sedang asik saling meraba dan berciuman satu sama lain, pakaian renang melekat ditubuh mereka. Otakku langsung menyala membara dengan nafsu yang bergejolak, rupanya ini yang selalu disembunyikan oleh mereka bertiga, entah sudah berapa lama mereka berdua menyimpan rahasia besar dihadapanku, namun dilihat dari cara mereka berciuman dan meraba sepertinya masih amatiran, pikiran kotorku langsung bekerja.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cEhmmmm-ehem!\u201d dengan sengaja aku muncul dan mengagetkan mereka bertiga.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAwwww!!\u201d ketiganya sangat terkejut, \u201cMang Dhani ngapain sihhhh\u2026 kan udah dibilang ngak boleh masuk!\u201d Feilin tampak kesal dan cemberut.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cGimana non enak yahhhh???\u201dAku dengan santai menghampiri mereka.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Feilin sepertinya akan membentakku lagi namun Tarida tiba-tiba menarik Feilin dan berbisik sesuatu ditelinga Feilin, \u201cihhhhhh ngakkk ahhh\u2026\u201d Feilin sepertinya keberatan entah apa yang dibisikkan ditelinganya. Tarida berbisik sesuatu lagi ditelinga Feilin. Kemarahan Feilin tiba-tiba seperti menghilang kini ia memandangiku dengan tatapan yang nakal. \u201cIya juga\u2026. Hmmmm\u201d Feilin seperti menimbang-nimbang sesuatu, kemudian ia mengangguk pada Tarida yang tersenyum dengan ceria. Tarida menghampiriku dan kemudian ia berkata \u201cKarena mang Dhani sudah mengintip maka mang Dhani harus dihukum\u2026\u201d Tarida terkekeh-kekeh. \u201cDihukumm ?\u201d Aku bertanya tidak mengerti. \u201cIya.. mulai sekarang Mang Dhani harus mau jadi boneka.. buat kami\u2026\u201djawab Feilin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku memandang tidak mengerti namun dengan memberanikan diri Tarida menjelaskan kepadaku tentang keingintahuan mereka terhadap anatomi laki-laki, sekata demi sekata diucapkan dengan terbata-bata.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHmmm maksudnya ingin lihat kemaluan pria begitu\u2026?\u201dAku tersenyum , melihat wajah ketiga gadis Chinese dihadapanku merona merah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tanpa banyak berkata-kata aku segera mebuka baju dan celanaku dan terakhir kulepaskan celana dalamku dan kata-kata seperti \u201cWahh\u2026..,Uhhhhh\u2026.dan Ihhhh\u201d terdengar dari mulut ketia gadis Chinese dihadapanku yang memandangi kemaluanku sambil melotot. Oh iya aku lupa menyebutkan jati diriku , aku asli orang Irian, Usiaku 54 tahun, tinggi tubuhku 1,87 meter dan tubuhku gemuk dan besar, kulitku hitam legam dan rambutku ikal dan beruban, wajahku tadinya rada ganteng namun menjadi rusak tidak karuan karena terbakar demikian juga bagian tubuhku yang lain penuh dengan bekas luka bakar, Untungnya kemaluanku tidak ikut terbakar. Panjang kemaluanku 19.4 cm dengan dihiasi oleh otot-otot yang melingkar, makanya para amoy dihadapanku melotot melihat kemaluanku yang besar dan panjang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cMmmhhh Mang Dhani sekarang harus duduk disono\u2026\u201d Feilin mundur dan tampak gugup ketika kuhampiri.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku tersenyum , aku menuruti kemauannya dan duduk dikursi sofa. \u201cNahhh\u2026 sekarang terserah kalian ingin ngapain saya terima\u201dAku mengangkangkan kedua kakiku lebar-lebar. Tarida mendorong Feilin sambil berkata \u201cFeilin maju gihhhh !! kan sopir kamu tuh\u2026.\u201d, Feilin bertahan tidak mau maju sambil memandangi risih kemaluanku<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cEhhh ngakkk ahhh kamu dulu gihhh\u2026.\u201d Feilin malah mandorong tubuh Tarida. Kedua gadis itu sibuk saling mendorong sambil tertawa-tawa kecil, namun kemudian mereka terdiam sambil memandangi Nia. \u201cKalo gitu si nia aja duluan\u2026 serbuuuuuuu\u201d Feilin memberikan perintah dan mereka berdua mendorong Nia yang tampak gugup dan terkejut. \u201cEhhhhh lohhhh ??? ngakkk akkhhhh duhhhh Feilinnnn\u2026 Taridaaaaaa\u201d Nia Protes, ia tampak ketakutan dan menghindar dari kedua temannnya. Kini Aku mengocok-ngocok kemaluanku sambil memandangi wilayah terpenting Tarida. \u201cNgapain sihhhh\u2026.\u201d Tarida memandangiku dengan curiga, aku hanya tersenyum-senyum. \u201cYang ini lebih enak ketimbang ciuman.. he he he\u201d Aku terus mengocok-ngocok kemaluanku. Feilin kini berusaha mendekatiku dan ia duduk bersujud sambil memperhatikanku yang sedang asik mengocok-ngocok kemaluanku. Tarida ikut bersujud didekat Feilin sedangkan Nia dengan malu-malu hanya berdiri disamping kedua temannya. \u201cEmangnya dikocok-kocok gitu kayak apa enaknya sih?\u201d Feilin bertanya sambil memperhatikan tanganku yang sedang mengocok-ngocok kemaluanku. \u201cWah yang pasti asik banget non\u2026 pokoknya sulit deh ngejelasinnya tapi kalo Feilin mau nyoba ngocok-ngocok kontol pasti ketagihan\u2026.soalnya asik berat deh\u201dAku mulai memasang jaring beracunku agar ketiga gadis dihadapanku mau mencoba memainkan kemaluanku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNihhhh cobainn\u2026.\u201dAku menggeser tubuhku sambil menyodorkan kemaluanku. \u201cEehhhh ngak\u2026 ngakkkk\u2026\u2026\u201d Feilin malah mundur, aku jadi kecewa namun\u2026<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cEhhh\u2026\u2026\u201dAku sempat tersentak ternyata Nia yang tadinya pendiam kini ikut bersujud dan tanpa ragu-ragu berani mengelus batang kemaluanku bahkan ia berani menggenggamnya. Ternyata\u2026.hmmm\u2026entah apa yang dikatakan Nia, tapi yang pasti ia meremas-remas batang kemaluanku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cEfuhh\u2026. Niaaaaa\u2026.\u201dTarida tampak kaget dengan keberanian Nia, sedangkan Feilin malah bertanya penuh selidik \u201cGimana ??\u201dtampaknya Feilin penasaran. \u201cHangat\u2026. Trusss kadang-kadang berdenyut-denyut\u2026 kayak hidup\u2026.\u201d Nia menjelaskan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kini Tarida mulai mengelus-ngelus batang kemaluanku \u201cBesar amattttt\u2026. Ihh urat-uratnya gede\u2026\u201d Tarida mengomentari kemaluanku. Jari telunjuk Feilin kini menekan-nekan mulut kemaluanku sehingga kemaluanku berdenyut kencang, terlebih ketika Feilin menarik-narik kepala kemaluanku sambil berkata \u201chehehe kayak helm, cuma yang ini gak bisa dilepas\u201d. Aku semakin mengangkangkan kedua kakiku agar tiga gadis Chinese yang bersujud dihadapanku dapat lebih leluasa memainkan kemaluanku. Hampir selama dua jam mereka bertiga mempermainkan kemaluanku , dan aku mulai merasakan tekanan yang besar di kepala kemaluanku dan \u2018Crettt\u2026 Croottt\u2019. Sesuatu tiba-tiba menyembur dengan kuat dari kepala kemaluanku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAww\u2026. Ikkkh\u2026aduhhhhh apaaan nihhhh\u201d Feilin yang berada ditengah-tengah memekik karena bahunya tersemprot air maniku. \u201cUhhh\u2026. Lengkettt\u2026\u2026bauuu\u201d Tangannya berusaha membasuh air maniku yang sangat banyak berceceran dibahunya. Sementara Tarida cekikikan mentertawakan Feilin, Nia tersenyum-senyum kemudian menyusul tertawa terbahak-bahak. Semenjak hari itu aku memasuki sebuah masa yang sangat menyenangkan, aku menjadi mainan tiga orang gadis Chinese yang cantik dan mulus.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">########################<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pada hari itu seperti biasa aku menunggu Feilin dan teman-temannya ditempat parkir sekolah yang sepi, mataku sudah lima watt karena mengantuk tiba-tiba\u2026. \u201cTok-tok-tokkkk\u2026\u201dAku mendengar suara kaca mobil diketuk seseorang. Segera kubuka kunci pintu mobil dan Feilin segera masuk kedalam.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cMang buka cepet!\u201d ia menyuruhku membuka celanaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHahhhh\u2026 nanti gimana kalau ketauan?\u201d aku agak tidak leluasa bermain didalam mobil kijang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNgak akan\u2026. yang laen kan lagi jam isitirahat\u2026ayo manggg buruan!\u201d Feilin tidak sabaran mengulurkan tangannya dan memaksa membuka resleting celanaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku membiarkannya melakukan keinginannya dan mengeluarkan kemaluanku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAyooo manggg keluarin yang putihnya\u2026.aku pengen liat lagi\u201d tangan Feilin mengocok-ngocok kemaluanku, aku mengerti rupanya ia ingin agar aku mengeluarkan air maniku, otakku berpikir dengan cepat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAduh\u2026 susahh Non, kecuali kalau mau membantu dengan\u2026.\u201daku tidak melanjutkan kata-kataku<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cDengan apa mang?\u201d Feilin tidak mengerti dengan maksudku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cDiisep Nonn\u2026 pake mulut.\u201d aku memandanginya dengan tatapan meyakinkan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Feilin menghentikan kegiatan mengocok-ngocok kemaluanku wajahnya merah padam namun bukan marah tapi malu. Aku mencoba mengambil inisiatif, tanganku bergerak kebelakang kepalanya dan aku menarik dan menekan kepala Feilin kearah kemaluanku,<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cbuka mulutnya Non!\u201d aku memerintahkan Feilin, entah kenapa Feilin yang biasanya agak nakal dan galak ini tiba-tiba berubah menjadi penurut.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHhmmmm\u2026\u201d Feilin hendak menarik mulutnya ketika kepala kemaluanku mulai masuk kedalam mulutnya tapi aku menekan kepalanya lebih keras sehingga kemaluanku masuk lebih dalam kedalam mulut Feilin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cSedot Non\u2026 Ayoooo!\u201d aku membujuk Feilin agar mau menyedot kemaluanku. \u201cMmmmmmhhh\u2026 Mmmmmmmm\u201d Feilin mulai melakukan sedotan-sedotannya. Aku membelai-belai rambutnya kemudian belaianku turun kepundaknya Feilin dan perlahan-lahan turun mengelus-ngelus pinggul Feilin, aku tersenyum senang karena biasanya Feilin tidak mengizinkan Aku untuk menyentuh tubuhnya namun kini tanganku merayap perlahan-lahan ditubuhnya. Feilin mengeluarkan kemaluanku dari mulutnya, matanya memandangi kepala kemaluanku dan \u201cIhhhh asinnn\u2026\u201dnamun kemudian dengan lahapnya Feilin mengemut kepala kemaluanku, dikeluarkan dan kemudian diemutnya lagi berkali-kali.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cTenggg\u2026 tenggg\u2026 tenggg!!\u201d tiba-tiba bel berdentang sangat keras tanda jam istirahat sudah usai. Feilin mendesah panjang sepertinya ia kecewa<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cSudah nanti kita lanjutkan di rumah\u2026. Pasti lebih asoyyy\u2026 dan kalau mau nanti mang ajarkan yang lebih seru.\u201dAku menarik pinggangnya dan \u201cHmmmm\u2026 mhhh\u201d Feilin sedikit berontak ketika aku tiba-tiba mengulum bibirnya namun perlawanannya perlahan-lahan sirna dan \u201cAuffff\u2026. Sudah manggg aku sudah terlambatt\u2026\u201d Feilin mendorong bahuku kuat-kuat, kemudian ia keluar dari mobil dan berlari kecil menuju kelasnya. Aku tersenyum senang , dengan bersemangat aku menunggu Feilin dan teman-temannya sampai mereka selesai sekolah dan kemudian dengan mengebut aku menuju rumah Feilin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Para gadis itu masuk kedalam, sedangkan aku buru-buru memarkir mobil kemudian menyusul masuk kedalam rumah dan menuju halaman belakang tempat dimana ketiganya sudah menungguku. Tanpa basa-basi aku melepaskan pakaian dan celana panjangku, kemudian duduk dibangku favoritku sedangkan mereka duduk bersujud dihadapanku, seperti biasa mereka berebutan mengelus-ngelus dan mengocok-ngocok kemaluanku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cFeilin mau ngemut lagi kayak di lapangan parkir tadi nggak?\u201d aku mulai memasang siasat baru.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cEhhhh\u2026. \u201d Feilin tampak terkejut dan terpaku diam sedangkan Tarida malah bertanya dengan polos, \u201cNgemut apaan Fei?\u201d sedangkan Nia memandangi temannya, sepertinya ia masih tidak mengerti.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cTadi Non Feilin di lapangan parkir ngemutin kontol Mang Dhani\u201d aku menjelaskan.pada kedua temannya apa yang terjadi tadi sewaktu jam istirahat dilapangan parkirr.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHaaahhh!\u201d suara itu keluar hampir bersamaan dari mulut Nia dan Tarida. \u201cGilaaaa\u2026 lo Feii\u2026. Ehhh rasanya gimana\u2026..\u201d Tarida bertanya pada temannya. \u201cEhhhh\u2026 it-ituu\u2026.\u201d Feilin kesulitan menjawab.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku langsung memanas-manasi, \u201cKata Feilin siang tadi sih, rasanya enak bangett\u2026 trusss katanya mau dilanjutkan dirumah, malahan minta diajari berciuman dll\u2026dan juga minta dijilati dirumah, terus diremas dan dielus juga teteknya\u201d kusebutkan semua jenis pelajaran ngeres yang ada diotakku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Feilin hanya menatapku, dia tidak tahu harus berkata apa tapi dia juga tidak membantah perkataanku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cIhhhh\u2026Mang Dhani curang!\u201d Tarida tiba-tiba ngambek.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cLohhhh curang bagaimana Non?\u201d aku tidak mengerti.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cIyalah curang masak Feilin doing yang diajarin?\u201d Nia yang agak pemalu membuka suara.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cJadi\u2026. Non Tarida dan Non Nia juga mau diajari sama mang Dhani?\u201d aku tersenyum lebar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cTapi apa beneran enak?\u201d Nia bertanya dengan ragu-ragu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cSini\u2026. Huppppp!\u201d kuraih tubuh Nia dan mendudukkannya dipahaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Nia berontak namun kutahan, kupeluk pinggangnya dan kusergap buah dadanya. \u201cAhhhh\u2026 ehhhhhh\u2026.. Mangggg\u201d Nia merapatkan kedua kakinya ketika tanganku menyusup masuk kebalik rok seragam sekolahnya, namun itu semua tidak menjadi halangan bagiku untuk dapat menikmati kehalusan paha Nia. Ciuman-ciumanku mendarat dilehernya, pipinya dan juga dibibirnya yang lembut.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHmm\u2026mhhh\u201d kukulum bibir Nia sedangkan kedua tanganku kini dengan aktif meremas-remas lembut kedua buah dadanya yang masih ketakutan bersembunyi dibalik baju seragam sekolahnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cWhowwwww\u2026\u2026. Wahhhh\u201d Tarida memandangi temannya yang merem melek karena kuremas-remas buah dadanya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cJangannn ahhhh\u2026.\u201d Nia mencegah tanganku yang hendak membuka kancing baju seragamnya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNggak apa-apa Non, lagian Non Feilin juga tadi kubuka baju seragamnya\u2026..betul nggak Non Feilin? hehehe\u201d aku berusaha menenangkan Nia.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Nia memandangi Feilin seolah-olah menanti jawaban, namun Feilin malah memandangi dengan tatapan kebingungan, pada saat itulah aku mengambil kesempatan emas, dengan cekatan aku membukai kancing baju seragam Nia kemudian bra putihnya juga aku lepaskan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cMang Dhani\u2026.aahhh!\u201d Nia agak protes ketika aku dengan kasar meloloskan bra putihnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kedua tangan Nia berusaha menutupi kedua buah dadanya dari tatapan mataku, ambil mengelus-ngelus pahanya aku melanjutkan permainanku, kujilati lehernya yang jenjang. Aku menarik tubuh Nia sehingga buah dadanya sejajar dengan mulutku kemudian kusibakkan rok seragamnya, jari tanganku mulai berkeliaran didaerah seputar selangkangannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cUhhhh\u2026\u2026\u201d ia tersentak secara reflek kedua tangannya memegangi tangan kananku yang menyusup masuk kedalam celana dalamnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cSssshhh\u2026aahh\u2026.\u201d Nia mendesah ketika tanganku menggesek-gesek bibir vaginanya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Perlahan-halan kedua kakinya semakin mengangkang ketika aku semakin aktif menggesek-gesek bibir vaginanya dengan lembut.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAowww\u2026akhh\u2026Mang Dhani!\u201d mata Nia sampai terpejam-pejam ketika aku memadukan seranganku dengan jilatan dan emutan dibuah dadanya yang ranum.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAchhhh Crrrt\u2026cccrrrttt!\u201d tubuh Nia mengejang, kemudian tanganku yang masih asik menggesek-gesek bibir vaginanya merasakan ada sesuatu yang meleleh dan terasa sangat hangat membasahi tanganku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cBasahhh non\u2026 dibuka aja yahh\u2026.\u201dAku berusaha menarik celana dalam itu agar terlepas namun kedua tangan Nia mempertahankan celana dalamnya, wajahnya seperti ketakutan, kukecup bibirnya yang setengah terbuka.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cGimana Nia enak?\u201d Feilin bertanya pada temannya, sedangkan Tarida yang tadinya ceria kini tertegun memandangiku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku bangkit berdiri dan kemudian menarik tubuh Feilin agar duduk diatas sofa disebelah Nia dan berkata \u201clebih baik Non Feilin merasakannya sendiri daripada harus bertanya-tanya\u201d Akupun berjongkok dihadapan nona majikanku itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tanganku berusaha menyentuh bagian dada Feilin yang masih tertutup rapi oleh seragam sekolahnya namun kedua tangannya berkali-kali menepiskan kedua tanganku. Aku tersenyum kini wajahku yang mendekat kewajah Feilin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau ciuman kayak tadi siang boleh kan Non?\u201d aku berusaha mengingatkan Feilin pada kejadian tadi dilapangan parkir.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dari tatapan matanya sepertinya ia sedang bimbang, dalam kamusku kebimbangan berarti kesempatan emas. Aku langsung mengulum bibirnya yang tipis itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHmmmm\u2026 Mmmmm\u201d suara erangan tertahan Feilin, kedua tangannya kini melingkar ke leherku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tanganku bergerak perlahan-lahan, menyusup mengelus paha mulusnya, perlahan-lahan sambil terus berciuman aku menyibakkan seragam sekolahnya keatas sehingga kini kedua tanganku dapat bergerak lebih leluasa menikmati kemulusan dan kehangatan pahanya. Kedua tanganku bergerak dan kini sedikit demi sedikit celana dalam Feilin kutarik turun, dengan sekali sentakan kutarik celana dalam itu sampai merosot turun.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cIhhhh!\u201d kedua tangannya serentak mendorong bahuku sehingga ciuman kami lepas.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Feilin hendak mempertahankan celana dalamnya namun nafsuku sudah meledak-ledak, dengan kasar kutekan bahunya sedangkan tangan yang satunya menyentakkan celana dalam Feilin sampai robek<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cBrtttt\u2026. Owww\u2026. Plak!\u201d Feilin kaget setengah mati ketika celana dalamnya kurengut dengan paksa sehingga ia menamparku dengan keras.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku hanya tertawa kecil, kedua tanganku kini menangkap kaki kanan dan kaki kirinya, kuangkat dan kudorong kedua kaki mulus itu sampai tertekuk mengangkang, kemudian mulutku segera menciumi selangkangannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cUhhhhh\u2026 heiiii Mang akkkhhh! \u201d Feilin menjambak rambutku dan mencakar-cakar namun itu semua tidak kupedulikan, lidahku bergerak liar menjilati bibir vagina yang merekah itu. Kedua temannya seperti terhipnotis hanya melihat saja, mereka tertegun kaget.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cRida\u2026 Nia\u2026to\u2026tolong\u2026aww!\u201d Feilin memekik kecil ketika aku mengecup-necup kasar bibir vaginanya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kedua temannya seperti tersadar kemudian mereka berdua berusaha membantunya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cManggg Dhani sadarrr\u2026mangggg! \u201d Tarida berusaha menarik bahuku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cFeilinnnn\u2026 aduhhhhh\u2026.. gimana ini?\u201d Nia kebingungan karena keganasanku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Walaupun Nia dan Tarida berusaha keras namun apalah artinya tenaga dua orang gadis muda dalam melawan nafsuku, perlawanan Feilin yang terus menjambak dan mencakariku walaupun terasa sakit namun terobati karena aku dapat melampiaskan keinginanku. Aku melumat kuat-kuat bibir vagina nona majikanku, lidahku bergerak liar mengorek-ngorek sela-sela diantara bibir vaginanya, kemudian kujulurkan lidahku semakin dalam berusaha menerobos celah-celah diantara bibir vagina dan kukait-kait daging yang ada didalamnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAchhhh\u2026 Mangggg Dhaniiii\u2026jangan!\u201d Feilin kini bersandar pasrah, kedua tangannya tidak lagi menjambak dan mencakariku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kedua tangan itu kini meremas-remas kepalaku, ia tampak pasrah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Nia kini tidak menarik-narik bahuku lagi, demikian juga Tarida, keduanya saling bengong kebingungan. Aku melepaskan kedua kaki Feilin, kini tanganku terjulur, satu persatu kulepaskan kancing baju seragamnya, kedua matanya hanya dapat terpejam rapat ketika aku menarik cup branya sebelah kini dan mulutku mendekati buah dadanya yang kini terpampang begitu ranum dan segar dihadapan mulutku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cSlllppppp\u2026slllpphh\u2026\u201d kujilati bulatan buah dada Feilin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ia merintih kecil ketika lidahku menjilati puting susunya yang mulai mengeras. Kini cup bra sebelah kanan kutarik turun sehingga tersembullah buah dada sebelah kanannya. Dengan rakus kuhisapi buah dada itu sambil meremas-remas yang satunya secara bergantian. Setelah puas menciumi buah dadanya, ciumanku merambat turun, keperut dan kemudian sambil menghirup dalam-dalam aroma vagina Feilin aku menjilati vaginanya kembali.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kedua tanganku bagaikan capit kepiting meremas-remas buah dada Feilin, sedangkan mulutku melumat dan lidahku menjilati lubang vaginanya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAkhhh\u2026mmhh\u2026nggghhh!\u201d Feilin mengejang dan tubuhnya bergetar hebat, aku yang sudah tahu gejala ini menhisap kuat-kuat lubang vaginanya dan \u201cAwww!!\u201d SSrrrrrrr\u2026cairan orgasme Feilin yang gurih tumpah kedalam mulutku, tanpa merasa jijik kutelan cairan bening itu, bahkan sisa dari cairan gurih itu aku jilati dan aku telan dengan rakus. Mataku memandangi Tarida, satu-satunya dari ketiga gadis itu yang masih berpakaian utuh.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cEhhh\u2026 Oww!!\u201d Tarida menghindar ketika aku akan menangkapnya, ia berlari ketakutan, kukejar dia. Tarida mencapai pintu dan akan keluar dari halaman belakang namun sayang sekali<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAduhh lepasss\u2026. Tidak!!\u201d tangan kirinya berhasil kutangkap dan segera kupinting dan kutarik kembali ke halaman belakang, kuseret ia kehadapan Feilin dan Nia yang memandangi Tarida tanpa mampu berbuat apapun, rupanya mereka masih shock dengan apa yang kulakukan terhadap diri mereka. Kutekan bahu Tarida sambil terus memiting tangan kirinya, ia bersujud dengan gaya doggy style, tangannya yang satu menempel dilantai untuk menopang berat tubuhnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAduhhh mangg Dhani sakittt!\u201d Tarida mengaduh, tapi aku tidak mempedulikannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tangan kananku bergerak menyibakkan rok seragamnya dan kutarik turun celana dalam putih Tarida sampai sebatas lutut, tangan kananku meremas-remas dan mengelus-ngelus buah pantatnya dengan lembut. Tangan kananku kini bergerak melucuti kancing baju seragam Tarida. Dalam posisi dipiting tangannya Tarida tidak dapat berbuat apa-apa, ia hanya dapat memohon kepadaku agar melepaskannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cunngghhh!\u201d mulutnya melenguh ketika tangan kananku menysup masuk kebalik branya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku memiting tangannya lebih kuat dan \u201cAduhh ampunnn manggg! Aahhh!\u201d Tarida kesakitan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAsal Non janji tidak lari aku akan melepaskan Non\u2026gimana?\u201d aku berbisik ditelinganya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tarida mengangguk, kemudian kulepaskan tangan kiri Tarida kini kedua tangan Tarida bertumpu dilantai, ia masih tidak berani bergerak, aku bergerak dibelakangnya , kugesek-gesekkan kemaluanku diantara sela-sela pantatnya yang terasa lembut dan hangat, masih dalam posisi doggy style kutarik pinggangnya sehingga posisinya lebih dekat dengan tubuhku, tanganku bergerak menelanjangi pakaian seragamnya dan juga melepaskan branya, dari belakang aku meraih kedua payudara montok itu. Tarida kemudian sambil bergerak maju mundur menggesek-gesekkan kemaluanku pada sela-sela pantatnya, aku meremas-remas lembut buah dadanya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHhhhssshhh\u2026 Hhhhh\u2026.\u201d nafas Tarida terdengar memburu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Cukup lama aku memperlakukan Tarida seperti itu, kemudian kepalaku mendekati buah pantatnya yang sedang menungging, kuciumi pahanya dan terus naik keselangkangannya dari belakang mulutku menjilati vagina Tarida yang sesekali kulanjutkan dengan menjilati lubang anusnya, bahkan sesekali lubang anus Tarida aku emut-emut.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAhhhh manggg\u2026.\u201drintihan demi rintihan keluar dari dalam mulutnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tarida tersungkur lemas ketika kenikmatan itu melanda dirinya. Telapak tangan kiriku bersiap-siap tepat dibawah vagina Tarida menerima lelehan air lengket yang hangat, dengan tangan kananku kukorek sisa-sisa air yang meleleh itu kemudian aku menumpahkan cairan lengket dan licin itu tepat disela-sela pantat Tarida.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cEhhhhh\u2026Mang!\u201d Tarida yang masih menungging menengok kebelakang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku tersenyum kemudian kuletakkan kepala kemaluanku diantara sela-sela pantat Tarida dan kugesek-gesekkan kepala kemaluanku diantara sela-sela pantat Tarida yang sudah banjir oleh cairan orgasmenya sendiri, sesekali kutekankan kuat-kuat kepala kemaluanku disela-sela pantat Tarida. Sehingga dirinya tersungkur,<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOwwww duhhhhh\u2026apa ituuuu kecrotttttt crooooootttt\u201d Tarida merangkak menjauh kemudian ia membalikkan tubuhnya sambil duduk agak mengangkang diatas lantai, ia memandangi diriku, tangannya berusaha melap sesuatu milikku yang kini meleleh sangat banyak dari sela-sela pantatnya, kemudian Tarida merangkak lagi dan naik keatas sofa, ia duduk disebelah Feilin. Ketiga gadis Chinese itu kini memandangiku, aku balas memandangi mereka, entah berapa lama kami saling berpandangan tanpa bicara satu sama lain. Entah apa yang dipikirkan oleh ketiga gadis Chinese yang kini sudah bugil dihadapanku, sedangkan aku sudah pasti menikmati indahnya lekuk liku tubuh ketiganya. Aku kini bangkit dan menghampiri mereka.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cMangg Dhaniii\u2026.diam ahh!!\u201d Tarida menepiskan tanganku yang akan meraih buah dadanya. Aku kini bersujud dihadapan mereka<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cGimana\u2026. Pelajaran dari mang Dhani? Asik kan.?\u201d aku tersenyum. \u201cnanti kita belajar lagiii\u2026 mang Dhani jamin bakal lebih asikkk!\u201d aku memutuskan secara sepihak.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cTapiii\u2026jangan kayak tadi ahhhh\u2026.Kan takuttt\u201d Nia protes<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cIya tanganku juga sakitkan manggg\u2026.dipelintir kaya gitu!\u201d Tarida ikut protes, yang tidak protes Cuma Feilin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cIyaaa\u2026 nanti caranya agak beda\u2026 asal nurut\u2026 jangan lari.. apalagi melawan\u2026he he\u201d kupandangi ketiga pasang buah dada yang ranum dan segar dihadapanku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cPlakkkkk!\u201d aku tersentak ketika tiba-tiba Feilin menamparku, aku tidak mengerti megapa tiba-tiba ia melakukannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cDasar brengsek!! Jangan kurang ngajar maen paksa segala\u2026.keluar sana!!\u201d sumpah serapah keluar dari mulutnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dengan hati yang pedih aku keluar dari halaman belakang<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cFeilinn udah dong ahh\u2026 koq kasar gitu sih!!\u201d terdengar suara Tarida dan Nia yang mengasihani diriku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Hari itu merupakan sebuah kebahagiaan sekaligus sebuah kepedihan yang mendalam dihatiku. Harga diriku sebagai laki-laki sudah dicoreng oleh Feilin, namun ada kebahagiaan diantara kepedihan karena aku dapat menikmati kehangatan dan kemulusan tubuh ketiga gadis Chinese walaupun tidak sampai melakukan persetubuhan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Baca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-kontol-hitam-berurat-milik-tukang-kebunku\/\">Cerita Dewasa Kontol Hitam Berurat Milik Tukang Kebunku<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/\">Cerita Dewasa Gairah Memek Rapat Jablay<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-sex-muncratnya-spermaku-di-memeknya\/\">Cerita Sex Muncratnya Spermaku Di Memeknya<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-mesum-cintia-adik-iparku-yang-montok\/\">Cerita Mesum Cintia Adik Iparku Yang Montok<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-lendir-balas-budi-dengan-cara-ngentot\/\">Cerita Lendir Balas Budi Dengan Cara Ngentot<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/\">Cerita Ngentot Asisten Dokter GIGI Hyper SEX<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngewek-riri-teman-sekaligus-partner-seks-ku\/\">Cerita Ngewek Riri Teman Sekaligus Partner Seks Ku<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-panas-dasyatnya-desahan-tante-donna\/\">Cerita Panas Dasyatnya Desahan Tante Donna<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-porno-nikmatnya-mellisa-admin-kantorku\/\">Cerita Porno Nikmatnya Mellisa Admin Kantorku<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-angela-asiten-dokter-gigi\/\">Cerita Dewasa Angela Asiten Dokter Gigi<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cerita Panas Majikanku Dan Kedua Temannya &#8211; Namaku Dhani Anwar, aku bekerja sebagai sopir sekaligus tukang kebun dikeluarga Chinese yang<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-684","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Majikanku Dan Kedua Temannya \u2013 Awal Permainan - Cerita Dewasa Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Majikanku Dan Kedua Temannya \u2013 Awal Permainan - Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cerita Panas Majikanku Dan Kedua Temannya &#8211; Namaku Dhani Anwar, aku bekerja sebagai sopir sekaligus tukang kebun dikeluarga Chinese yang\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-07T11:10:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-21T11:36:10+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"schmu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"schmu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"18 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/\"},\"author\":{\"name\":\"schmu\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\"},\"headline\":\"Majikanku Dan Kedua Temannya \u2013 Awal Permainan\",\"datePublished\":\"2025-08-07T11:10:18+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-21T11:36:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/\"},\"wordCount\":3328,\"commentCount\":0,\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/\",\"name\":\"Majikanku Dan Kedua Temannya \u2013 Awal Permainan - Cerita Dewasa Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-08-07T11:10:18+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-21T11:36:10+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Majikanku Dan Kedua Temannya \u2013 Awal Permainan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\",\"name\":\"Cerita Dewasa Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\",\"name\":\"schmu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"schmu\"},\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/schmu\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Majikanku Dan Kedua Temannya \u2013 Awal Permainan - Cerita Dewasa Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Majikanku Dan Kedua Temannya \u2013 Awal Permainan - Cerita Dewasa Blog","og_description":"Cerita Panas Majikanku Dan Kedua Temannya &#8211; Namaku Dhani Anwar, aku bekerja sebagai sopir sekaligus tukang kebun dikeluarga Chinese yang","og_url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/","og_site_name":"Cerita Dewasa Blog","article_published_time":"2025-08-07T11:10:18+00:00","article_modified_time":"2026-03-21T11:36:10+00:00","author":"schmu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"schmu","Estimasi waktu membaca":"18 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/"},"author":{"name":"schmu","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc"},"headline":"Majikanku Dan Kedua Temannya \u2013 Awal Permainan","datePublished":"2025-08-07T11:10:18+00:00","dateModified":"2026-03-21T11:36:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/"},"wordCount":3328,"commentCount":0,"articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/","name":"Majikanku Dan Kedua Temannya \u2013 Awal Permainan - Cerita Dewasa Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website"},"datePublished":"2025-08-07T11:10:18+00:00","dateModified":"2026-03-21T11:36:10+00:00","author":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Majikanku Dan Kedua Temannya \u2013 Awal Permainan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/","name":"Cerita Dewasa Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc","name":"schmu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","caption":"schmu"},"url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/schmu\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/684","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=684"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/684\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=684"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=684"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=684"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}