{"id":688,"date":"2025-08-07T18:12:58","date_gmt":"2025-08-07T11:12:58","guid":{"rendered":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?p=688"},"modified":"2026-03-21T18:37:28","modified_gmt":"2026-03-21T11:37:28","slug":"majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/","title":{"rendered":"Majikanku Dan Kedua Temannya 5 \u2013 The Prince of Freedom"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/\">Cerita Sex Majikanku Dan Kedua Temannya 5<\/a> &#8211; Aku berjalan hilir mudik didalam jeruji besi, sudah berminggu-minggu aku susah tidur, isu-isu miring menyebar dari mulut para napi, tentang tiga orang gadis Chinese yang cantik, cute dan mulus, semula aku ikut bernafsu mendengarkan isu-isu miring ber-rated XXX, namun begitu aku mengetahui nama-nama ketiga gadis Chinese tersebut<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">kontan kemaluanku menciut lemas, selemas jantung dan tubuhku, waduh\u2026!!! Apa yang dilakukan oleh ketiga gadisku didalam sini\u2026 kemarahanku membara ketika mendengarkan pelecehan-pelecehan seksual terhadap mereka, dasar gila !!! pamer paha , pamer dada, memangnya lagi musim pameran !!!!. Belum lagi ada isu panas terbaru , sigemuk merencanakan sebuah scenario kejam, para gadisku akan disuguhkan sebagai santapan empuk para napi yang kelaparan di Blok D. Aku tidak bisa tinggal diam, aku harus menghalangi rencana busuk sigemuk.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Oo iya, didalam penjara aku bertemu kembali dengan bekas gang-ku,walaupun secara fisik mereka sudah berbeda akibat penganiayaan yang dilakukan oleh warga sekampung waktu kami tertangkap dulu namun, mereka masih tetap sahabatku yang paling setia, mereka begitu kaget ketika melihat Aku masih hidup, karena pada saat kami ditangkap, aku dibakar massa ,kemudian diceburkan ke dalam sungai yang sedang mengamuk karena hujan deras. sekilas inilah Profile Para sahabatku:<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">1.) Rhoni (bertubuh gemuk berlemak, tinggi, sekujur tubuhnya penuh bekas luka, karena dianggap tidak membahayakan Rhoni kini diangkat sebagai asisten tukang sapu diLP, duh kasian amat sih..)<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">2.)Amin (wajahnya yang dulu ganteng , suka bermain wanita kini berwajah hancur mengerikan akibat dibakar warga) ,<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">3.) Sam (bermata picak, hanya memiliki satu kuping, kayaknya sih kuping yang satu lagi udah Alm. Waktu digerebek dan dianiaya oleh warga).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">4.) Fadil (tubuhnya berotot mirip hulk, bibirnya kini dipenuhi bekas jahitan).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">5.) Jo ( wajahnya tetap Jo,tapi Cuma setengah, setengah lagi hancur tersiram air keras ,)<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">6.) Nick (Botak, Brewokan, tubuhnya bertato.. berperut buncit kayak orang cacingan).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">7.)Shad (Ahli kunci, tubuhnya penuh bekas jahitan disana-sini, mirip Frankenstein).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">8.) Barli sibawel, bibirnya sumbing.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">9.) Agato, Tangannya kini Cuma sebelah kanan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Para sahabatku bertubuh tinggi besar , Kuat, apalagi kalau sudah urusan sex\u2026<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku menoleh ketika seseorang menepuk pundakku, tanpa banyak bicara aku mengikuti orang itu, \u201cRhon\u2026biar bagaimanapun caranya aku harus berhasil\u2026Aku harus menyelamatkan mereka!!!!!\u201d Dhani tampak panik, menyadari Tiga gadisnya dalam bahaya besar\u2026. \u201cBagaimana\u2026. Perintahku sudah kamu jalankan ?\u201d Dhani Anwar menatap Rhoni, Ia terlihat gelisah. \u201cJangan kuatir \u2026. Semuanya beres\u2026. Pssstttt\u2026 Psssttttttt\u201dRhoni berbisik-bisik ditelinga Dhani, Dhani mengangguk-angguk, wajahnya berseri-seri, Dhani memandangi para sahabat lamanya, Shad terkekeh-kekeh kemudian tangannya mengacung-ngacungkan sesuatu dihadapan Dhani, mata Dhani berbinar-binar, \u201cShad.. bener-bener hebat lu\u2026\u201d Dhani langsung merebut kunci palsu dari tangan sahabatnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku mengikuti Rhoni dari belakang, Hmm petugas jaga sedang tertidur pulas, Rhoni Cengengesan \u201cTenang\u2026 udah gua beresin\u2026 he he he\u2026 sementara mereka ngak akan bangun\u201d, perjalanan berlangsung mulus, tanpa halangan sedikitpun. Tepat dibawah tembok yang memisahkan antara Blok D dan Blok F Rhoni berjongkok, posisinya seperti orang mau buang air besar, \u201cHahhh\u2026. Rhon ngapain lu\u2026 kita kan mau ke Blok D\u2026Apa lu sakit perut? \u201caku kebingungan dengan kelakuan Rhoni. \u201cGuobbbblokkkkk !!! Naek kepundak gua dodolllll\u2026.Gua angkat lu supaya nyampe..ha ha ha\u201dRhoni ngakak tertawa. \u201cAbisnya, koq lu sampe ngeden segala\u2026kaya mau ngelahirin\u201dJawabku sambil naik kepundaknya. \u201cHeugggg\u2026. Mampus gua. Cepetan !!!!, Dhan\u2026 berat amat sih lu\u2026!!! makanya ilangin dikit tuh lemak dibadan lu \u201d Rhoni sekuat tenaga mengangkat tubuhku. Tanpa banyak kesulitan aku melompat dari atas tembok \u201cHuppppp\u2026..\u201d.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">******************<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sementara itu Tarida, Nia dan Feilin masih berusaha melarikan diri, nafas mereka terengah-engah kecapaian menyusuri lorong-lorong didalam penjara, mata mereka bersinar ketika melihat ada pintu jeruji besi yang sudah terbuka lebar , mendadak seperti ada semangat baru ditubuh mereka yang sudah keletihan, mereka segera bergegas berlarian keluar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">********************<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mataku melotot melihat tiga sosok telanjang yang berlari keluar dari jeruji besi yang sudah kubukakan, \u201cFeilin..!! Tarida\u2026 Nia\u201dpundakku terasa dingin, sangat dingin ketika melihat ekspresi wajah mereka yang ketakutan, kelelahan, tanpa selembar benangpun menutupi tubuh mereka yang halus dan mulus, \u201cMang Dhaniiii\u2026.\u201d Hampir berbarengan mereka berteriak memanggil namaku, serentak mereka berlarian kearahku, memeluk erat-erat tubuhku, akupun balas memeluk mereka bertiga, ada sesuatu yang rasanya seperti tersayat-sayat didalam hatiku ketika mereka menangis terisak-isak dalam pelukanku. \u201cDhani\u2026 ngapain sih lo lama amat\u2026 Hahhhh\u201d Rhoni tercekat melihat aku sedang memeluk tiga orang gadis Chinese, matanya melotot dan mulutnya terbuka lebar. \u201cLohhh koqqq lu bisa nangkring disitu\u2026\u201dAku keheranan ketika melihat Rhoni yang tiba-tiba tersembul dari atas tembok. \u201cEuhhhh.. Mmmmm ggu.. Ggua lupa, dipinggirkan udah gua sediain tangga\u2026 cepetan udah ngak ada waktu lagi\u2026 tutup pintunya dulu\u2026\u201dRhoni mengingatkanku, Aku buru-buru mengunci pintu besi tua yang sudah agak berkarat, para gadisku menutupi bagian-bangian terpenting ditubuh mereka dari tatapan Rhoni. Hatiku sedih melihat para gadisku yang kini terisak-isak menangis, dari tatapan mata mereka aku bisa membaca betapa mengerikannya kejadian-demi kejadian yang telah mereka alami. \u201cLebih baik kalian pulang, jangan kembali lagi kesini\u2026\u201dAku menasihati mereka bertiga, namun mereka tidak menjawabku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cDhani ayo cepattt\u2026.!!!\u201d Rhoni kembali mengingatkanku, Sang waktu dengan kejam memisahkan Aku dengan ketiga gadisku, aku kembali melompati tembok pemisah antara Blok D dan Blok E. Sambil menghela nafas aku berjalan kembali ketempatku, Ehh.. mana si Rhoni , aku menoleh kebelakang. \u201cRhon\u2026 ngapain lu disitu.. buruan turun\u2026!!!\u201dkini aku balik mengingatkannya. \u201cIya.. ya \u2026 iyyy Whuaaaa\u201d aneh banget siRhoni, ia membalikkan tubuhnya kemudian melangkah kedepan , tubuhnya yang gemuk dan berlemak meluncur deras dan \u201cGubrakkkkk !!!!!!!\u201d terdengar bunyi yang sangat keras ketika Rhoni mendarat. \u201cGila lu Rhon.. emangnya lu superman\u2026!!\u2026 jalan tu ditanah bukan diudara gitu\u201d Aku buru \u2013 buru menghampirinya dan membantunya berdiri. \u201cAduh\u2026 duhhhh sakittt..!! Susu\u2026 ehh\u201dRhoni cengengesan , Aku pura-pura tidak mendengar kata terakhirnya, kayaknya Rhoni terkesima melihat kecantikan dan kemulusan para gadisku \u2026 apalagi tanpa selembar benangpun menutupi tubuh mereka.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tarida, Feilin dan Nia masih terisak-isak menangis, mereka tampak kuatir dengan nasib Dhani, tapi mereka tidak dapat berpikir lebih lanjut karena dari kejauhan terdengar suara bergemuruh, disertai teriakan-teriakan penuh nafsu, mereka bertiga mundur ketakutan melihat tingkah laku para napi yang liar , tangan-tangan mereka terjulur keluar dari sela-sela jeruji besi berusaha menggapai Tarida, Nia dan Feilin, untung saja teralis besi itu cukup kuat menghadapi kekuatan para napi yang berubah liar dan sangar. \u201cWAduhhh goblok\u2026 masa kalian kalah\u2026. Sudah !! kembali ke sel masing-masing\u2026\u201dSigemuk tampak geram karena rencananya gagal total. Para binatang buas telah kehilangan kesempatan untuk melampiaskan nafsu birahi mereka, sambil bersungut-sungut mereka kembali ketempat mereka masing-masing, sel yang dingin..!!, setelah selesai mengkandangkan para binatang buas itu kembali keselnya, Sigemuk melangkah dengan geram menuju pintu jeruji yang terkunci, kemudian sigemuk membuka pintu jeruji dihadapannya, dihampirinya Nia , kedua tangannya membalikkan tubuh Nia, ditariknya pinggul nia kemudian \u201cJrebbbbb\u2026Jrebbb..\u201d disentakkannya kemaluannya menusuk lubang anus Nia, kedua tangannya meremas-remas kedua buah susu nia kuat-kuat. \u201cAduhh\u2026 duhhh sakit pak\u2026\u201d Nia mengeluh kesakitan ketika sigemuk meremas buah Susunya dengan kasar, (red: duh gimana sih sigemuk masa kaya lagi meres buah apel.. biar sama-sama buah tapikan beda cara meresnya..!!), sigemuk tidak mempedulikan Nia, malah kini ia semakin kasar, dijambaknya rambut nia, hingga wajahnya terangkat menatap langit-langit.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Feilin dan Tarida memeluk sigemuk dari kiri dan kanan, mereka berdua berusaha meredakan kemarahan sigemuk dengan belaian dan rayuan.. akhirnya reda juga kemarahan sigemuk, dilepaskannya jambakannya pada rambut Nia, remasannya mulai berubah, biarpun tusukan-tusukannya pada lubang anus Nia tetap kasar. Feilin dan Tarida menghela nafas lega ketika mendengar rintihan Nia yang kesakitan berubah menjadi rintihan kenikmatan, apalagi ketika tangan sigemuk kini merayap kearah selangkangan Nia dan mempermainkan daging kecil yang bentuknya seperti kacang tanah, tubuh Nia akhirnya bergetar hebat dan \u201cCrrrrrrr.. Crrrrrrrrrr\u2026\u2026\u201d Air mani Nia muncrat dan meleleh dari selangkangannya. Sigemuk membalikkan tubuh Nia , kini keduanya berdiri berhadap-hadapan, sigemuk merendahkan tubuhnya dan \u201cCrebbb\u2026 Crepppppppphhhh\u2026.\u201d Kali ini disodoknya lubang Vagina Nia , tusukan-tusukan sigemuk semakin gencar dan kuat , bunyi-bunyi becek seperti Lumpur yang terijak-injak semakin kuat terdengar , berirama sesuai dengan irama kemaluan sigemuk memasuki lubang Vagina Nia yang seret dan sempit. \u201cAhhhh Ouuhhh\u2026.\u201dNia kewalahan menghadapi gaya bertempur sigemuk yang kasar bahkan cenderung brutal.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sigemuk tambah erat memeluk tubuh Nia seakan akan hendak menghancurkan tubuh mulus dipelukannya, kemaluannya semakin kuat menghentak-hentak menyerang lubang Vagina Nia. \u201cAuchh\u2026Mmmhh Crrrrrr\u201dNia terkulai pasrah, kedua tangan sigemuk bergerak mencengkram buah pantat Nia agar pantat gadis yang sedang disetubuhinya tidak turun. \u201dPakkk\u2026 sama Fei aja yuk..\u201d Feilin merasa kasihan melihat Nia yang sedang disetubuhi dengan brutal. \u201cUdah\u2026 Berisik amat sih lu.. Gua pengen ngentot Nia\u2026 nihhh Hihhhh\u201d Sigemuk malah membentak Feilin, sigemuk semakin kasar memompa kemaluannya, setelah Nia megap-megap kehabisan nafas barulah sigemuk melepaskan tubuh Nia. Feilin ketakutan ketika sigemuk menghampirinya, Feilin memandangi sigemuk tanpa diduga sigemuk menggerakkan tangannya dengan kasar sigemuk menekan kepala Feilin kearah kemaluannya. \u201cKetimbang lu banyak bacot ngatur-ngatur segala rupa, lebih baik lu telen kontol gua\u2026he he he\u201d Feilin membuka mulutnya dan diemutnya kemaluan sigemuk. Sigemuk menarik Tarida dan dikulumnya bibir Tarida \u201cMmmrrrrrhhh.. hua ha ha ha ha\u2026uhh asikkk he he he \u201csigemuk senang ketika Feilin bersujud dan menservice kemaluannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tangan Sigemuk membalikkan tubuh Tarida kemudian dari belakang diremas-remasnya buah susu Tarida, digoyang-goyangkan buah dada Tarida kemudian dipilin-pilinnya putting susu Tarida yang lancip dan berwarna pink, ciuman liar sigemuk mendarat dipundak, dileher, habis-habisan sigemuk menciumi Tarida. Sigemuk duduk ngangkang diatas lantai kemudian \u201csini\u2026 nahhhh betull masukin\u2026 yak goyang.. goyangghh terussss ha ha ha Feilin emang hebat\u201d Sigemuk meremas-remas buah Susu Feilin yang sedang bergoyang diatas setumpukan lemak. \u201cOwwww akkkkhhhh.. aduhh\u201d Feilin mengaduh ketika tiba-tiba kepala sigemuk menyeruduk buah dadanya, gigitan sigemuk pada putting susu Feilin terasa menyakitkan, kedua tangan Feilin berusaha mendorong kepala sigemuk namun sigemuk semakin erat menekan punggung Feilin sehingga kini buah Susu Feilin menjadi bulan-bulanan sigemuk, diemut, diciumi, bahkan sekali-kali digigitnya dengan gemas gundukan buah dada Feilin yang mulus dan halus.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dengan kasar Sigemuk mendorong tubuh Feilin yang sedang turun naik diatas tumpukan lemak sehingga Feilin terjengkang kebelakang, sebelum sigemuk memberikan perintah lebih lanjut dengan ketakutan Tarida mengangkangi sigemuk, dan berusaha memasukkan kemaluan sigemuk pada lubang Vaginanya. \u201cEittt\u2026 gua pengen lubang anus he he he\u201d kata sigemuk sambil terkekeh-kekeh mesum, Tarida membalikkan tubuhnya agar sigemuk lebih leluasa, pinggul Tarida bergerak turun mendekati kemaluan sigemuk yang teracung seperti sebuah tombak tumpul. \u201cAaaaaaa!!\u201d Tarida meringis ketika sigemuk menghentakkan kemaluannya dengan kasar, kedua tangan sigemuk manarik pinggul Tarida sehingga mau tidak mau lubang anus Tarida harus menerima kedatangan kemaluan sigemuk yang liar memasuki dirinya. Mata Tarida mendelik ketika sigemuk dengan paksa menarik bibir Vaginanya kekiri dan kekanan kemudian jari tangan sigemuk mengobel-ngobel \u201cKacang mungil\u201ddilubang Vagina Tarida, sigemuk menggeram-geram keenakan, tubuh Tarida sampai tersentak-sentak keatas seperti bola basket, buah Susu Tarida bergoyang-goyang berirama dengan indahnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setelah sore mulai menjelang barulah sigemuk selesai memuaskan nafsu bejatnya, sigemuk menyeka keringat yang masih asik berselancar dilehernya yang berlemak, matanya memperhatikan Tarida, Feilin dan nia mengenakan kembali pakaian seragam sekolahnya. Tanpa banyak bicara Tarida, Feilin dan nia mengikuti langkah sigemuk, sebelum sigemuk melepaskan mereka bertiga sigemuk berkata \u201cTar kita ewean lagi \u201d sambil cengengesan cengar-cengir , duh mimik wajah Sigemuk mesum amat. Dengan wajah lesu Tarida, Feilin dan Nia meninggalkan tempat mengerikan itu, sebuah penjara tempat mereka berkali-kali dilecehkan oleh sigemuk, namun ada sedikit rasa senang dihati mereka, Dua bulan lagi Dhani akan dibebaskan dengan surat berkelakuan baik dari sigemuk. Sepeninggalan Tarida , Nia dan Feilin Sigemuk kembali ketempat durjana itu, matanya mencari-cari kunci cadangan yang sengaja disembunyikannya, keningnya berkerut , kunci cadangan itu masih rapi berada ditempat persembunyiannya, mendadak amarahnya meledak-ledak \u201cSialannnn\u2026 kerjaan siapa nihhh ?!!!Ganggu rencana Gua\u2026..Huhhh..!! tapi ngak apa-apa\u2026 gua udah siapin kejutan\u2026 buat mereka he he he he\u201d, entah apa lagi keinginan manusia bejat bertubuh gembrot ini.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Hari ini Sigemuk terkekeh-kekeh senang, matanya memandangi Feilin, Tarida dan Nia dengan tatapan mata nakal, penuh misteri yang sulit ditebak, Sigemuk mengumpulkan bawahannya , sepertinya ada sebuah upacara, entah upacara apa ?. 7 orang kini berhadapan dengan Tarida , Feilin dan Nia, dengan suara yang lantang Sigemuk memberi komando kepada para bawahannya agar segera melakukan aksi pelepasan pakaian, Feilin Nia dan Tarida tercengang melihat kemaluan-kemaluan para pria yang mengacung-ngacung dihadapan mereka, Sigemuk terkekeh-kekeh melihat para gadis cantik dan mulus yang tampaknya masih kebingungan, bahkan bisa dibilang salah tingkah dihadapan 7 tombak yang teracung \u2013 acung dan siap untuk melakukan penyerangan. Hmm ternyata sebuah upacara mesum akan digelar hari ini.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sepertinya para oknum kita bakalan senang hari ini, siapa sajakah para oknum kita?<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">1. ) Anto petugas kantin dipenjara<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">2. ) Karyo petugas bertubuh ceking.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">3. ) Ijon doctor jaga dipenjara<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">4. ) Nono Asisten dokter jaga.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">5. ) Muklis situa peot.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">6. ) Darwin, berambut cepak, sok ganteng.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">7. ) Rana , bertubuh tegap sayang wajahnya ngak menunjang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201dSiappppppp Grakkkkkkk\u2026..\u201d \u201cIstirahat ditempat Grakkkkkkkk\u201d Sigemuk mengistirahatkan bawahannya , kini 7 orang dengan kemaluan mengacung berdiri dalam posisi mengangkang dihadapan Tarida, Feilin dan Nia. Sigemuk menarik Feilin dan memperkenalkan Feilin kepada para bawahannya \u201cNahhhhh\u2026. Yanggg ini Tarida\u2026\u2026 he he he\u2026 lawannya adalah anto\u2026 Ijon\u2026. Toni dannnnn Darwin\u2026\u2026.\u201dtanpa banyak bicara keempat orang yang sudah disebut namanya oleh sigemuk mengelilingi Tarida, Tarida tampak gugup, seumur hidup baru kali ini dirinya dikelilingi oleh laki-laki dalam keadaan telanjang bulat, Tangan ijon terjulur, diremasnya Buah susu yang masih tersimpan rapi dibalik seragam sekolah Tarida, Tarida menepiskan tangan-tangan yang berulang kali mencolek, meremas, dan membelai-belainya namun tangan-tangan itu tidak pernah kapok berusaha menjamah tubuhnya. Bahkan kini kedua tangannya dipegangi \u201cOhhhhh\u2026 jangannn\u2026 \u201cTarida tampak panic ketika tangan-tangan itu berusaha menelanjanginya, satu persatu pakaian Tarida terlepas dari tubuhnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOhhhhhh\u2026.\u201d Tarida menarik pingulnya kebelakang ketika merasakan jilatan kasar pada bibir Vaginanya. Darwin tengah asik menjilati bibir Vagina TArida, lidahnya mengait \u2013 ngait daging mungil berwarna pink, diemut-emutnya bibir Vagina Tarida , Tangan-tangan yang lain kini meremas-remas kedua buah Susunya, berkali-kali putting susu Tarida dipelintir-pelintir, Tarida menoleh kebelakang ketika merasakan daging Kenyal keras berusaha menyelinap disela-sela pantatnya, Toni tengah berusaha menyodomi Tarida. \u201cHennhhhh\u2026 Ennnnggghhhhhh\u2026.. \u201d Tarida menggelinjang, rintihan-rintihan kecil mulai terdengar merdu dari bibirnya yang mungil, Kedua tangan Tarida kini memegangi kemaluan Anto dan Ijon, sedangkan Anto dan Ijon membalas dengan meremas dan mengusap-ngusap bulatan buah Susu Tarida. Darwin manarik kepala tarida dan mengulum bibir Tarida, Toni menarik pinggul Tarida kini Tarida dalam posisi berdiri menungging , Toni tersenyum ketika merasakan kepala kemaluannya sedikit demi sedikit mulai tenggelam kedalam anus Tarida, dengan satu sentakan yang kuat , kemaluan Toni melesat kedalam lubang sempit yang berdenyut-denyut kuat meremas-remas batang kemaluannya. \u201cUfffhhhhhhhh\u2026.. nnnnnnnnhh\u2026\u201d Tarida merintih ketika Toni mulai memaju mundurkan batang kemaluannya., hasilnya tentu sudah dapat ditebak \u201cPertempuran tidak seimbang 4 lawan satu\u201d membuat Tarida berkali-kali merintih kecil dan akhirnya \u201cAkhhhhhhh\u2026. Crrrrrrrrrr \u201d Tarida merasakan ada sesuatu meluncur keluar dari dalam dirinya, kedua lututnya terasa lemas.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cUhhhh\u2026\u2026.\u201d Tarida meringis-ringis keenakan ketika Anto menjilati dan menghisap-hisap vaginanya, rupanya anto tidak rela membiarkan cairan gurih itu terbuang percuma. Ijon menarik dan menekan kepala Tarida kebawah, Ijon memaksa Tarida mengoral kemaluannya. \u201cMmmmm\u2026 Mmmmmmm \u201d Suara mulut Tarida yang tersumpal kemaluan Ijon. Sigemukduduk diatas kursi Sofanya, ia tersenyum memandangi Feilin, Nia berdiri ketakutan dibelakang Feilin. \u201cNiaaa !!!! sini\u2026. \u201d entah kenapa sigemuk seperti terobsesi oleh siputih Nia, ia ingin agar Nia dapat sepandai Feilin dan Tarida. Sigemuk memerintahkan Nia agar bersujud diselangkangannya, sigemuk terkekeh-kekeh \u201ckamu harus banyak belajar supaya semakin pintar.. kaya Tarida\u2026. Sama Feilin\u2026.. ayo jilattt\u2026\u201d Nia mengenggam batang kemaluan sigemuk, lidah Nia terjulur keluar dan menjilati batang kemaluan sigemuk. Nia memang belum semahir Tarida atau Feilin namun jilatan-jilatannya membuat sigemuk merinding panas dingin, Sigemuk memaksa menjejalkan kemaluannya kemulut Nia, Tangannya memaksa kepala Nia untuk bergerak maju mundur, \u201cMmmhhh Huhh\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Nia menarik kepalanya ketika kemaluan sigemuk masuk terlalu dalam, sigemuk melotot sambil kembali menyodorkan kemaluannya kemulut Nia, melihat sorot mata sigemuk yang berubah galak Nia memaksakan diri untuk menuruti kemauan mahluk berlemak yang terkekeh-kekeh keenakan, mulut Nia kini tersumpal oleh kepala kemaluan sigemuk. Nia mulai melakukan hisapan-hisapan sambil memaju-mundurkan kepalanya, mata sigemuk berbinar-binar. \u201cYa\u2026 betulll he he he baguss..!! bagussss !!!\u201d sigemuk memuji kemajuan Nia yang cukup menggembirakan. \u201cNono\u2026 Muklis dan Rana\u2026 lawannya adalah Feilin\u2026 he he he \u201d Sigemuk mulai memberikan perintah lebih lanjut, maka meloncatlah ketiga orang yang disebut oleh sigemuk mengurung Feilin. \u201cOwwwww\u2026.Brengsek Plakkkkkkk \u201d Feilin menampar Rana yang berusaha memeluknya, biarpun ditampar tapi Rana tidak marah ia terkekeh-kekeh, tangannnya bergerak cepat mencomot buah dada Feilin, belum juga habis rasa marah Feilin karena buah keramatnya dicomot Rana, Nono dari belakang meremas buah pantatnya yang bulat dan padat. Mulut muklis hinggap dipipi Feilin \u201cCuppp\u2026. Sialan\u2026. Awwww\u201d Feilin mendorong tubuh muklis, Feilin terus berusaha melakukan perlawanan, sementara Rana, Nono dan Muklis terus berusaha meremas, mencomot, dan mengelus tubuh sikucing liar Feilin Lama kelamaan aksi Rana , Nono dan Muklis membuat dua buah gunung didada Feilin semakin membuntal padat, mengeras ( red : Whoaaa!!! Kayak gunung mau meletus deh\u2026 ^^ ).<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tangan Muklis merangkul pinggangnya dari belakang dan \u201cOhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026\u2026..\u201d Punggung Feilin kini bersandar pada muklis , nafasnya semakin memburu, apalagi ketika Muklis menciumi lehernya dari belakang, Mata Feilin menatap dengan tatapan sayu ketika sepasang tangan Rana kini meraih dan meremas buah dadanya. Feilin mengerang lirih ketika rok seragam sekolahnya disibakkan keatas, Tangan Nono mengelusi sepasang pahanya yang polos, kepala Nono menyusup kedalam rok seragam sekolah Feilin \u201cWuihhh\u2026 wangi amatttt\u2026 he he he\u201d Nono memberikan komentar mengenai aroma yang tercium didalam rok seragam sekolah Feilin, ciuman-ciumannnya pun mulai gencar menciumi permukaan paha Feilin yang halus dan harum. Nono mulai giat mempereteli kancing baju seragam sekolah yang dikenakan Feilin, kemudian kedua tangannya menarik dua cup Bra Feilin, Nono menelan ludah melihat dua buah ranum tersembul keluar, Nono merendahkan kepalanya dan diemut-emutnya putting susu Feilin, sipemilik buah susu meringis dan menggeliat-geliat kegelian. \u201cHa ha ha ha ha\u2026.\u201d Sigemuk tertawa ngakak, sinar matanya seperti orang tidak waras, penuh dengan kegilaan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tangannya meraih tubuh Nia, didudukkan Nia dipangkuannya \u201cKamu liat Feilin dan Tarida\u2026 he he he\u2026 Cantik\u2026 mulus.. pinter ngentot\u2026 kamu juga harus belajar kayak mereka\u2026 hmmm\u201d Sigemuk merayapkan tangannya kedalam rok seragam Nia, rok seragam Nia semakin tersibak keatas , tangan sigemuk mengelus dan merayapi paha Nia yang mulus, kini jari telunjuk sigemuk menyelinap kedalam celana dalam nia yang tipis, tepat dibagian selangkangannya, tangannya menggesek-gesek dalam gerakan yang teratur, Tangan Nia memegangi dan menahan Tangan sigemuk ketika gerakan-gerakan sigemuk menjadi kasar. \u201cNakal !!! Saya sudah bilang kamu harus belajar\u2026!!! \u201d sigemuk menarik tangan Nia kebelakang dan mengikat kedua tangannya dengan ikat pinggang. Jari tangan sigemuk kembali menyelinap kedalam celana dalam Nia, untuk sesaat sigemuk mencari-cari daging kecil penghuni lubang Vagina Nia, \u201cSippp ketemu\u2026he he he\u201d bibir Sigemuk tersenyum sinis dan \u201cAhhhh\u2026 Ahhhhh.. \u201d Nia tidak kuasa lagi menahan jeritannya ketika sigemuk menggesek dan menekan-nekan Clitoris Nia dengan kasar. Kedua kaki Nia melejang-lejang , matanya terpejam rapat \u201cSudahh akhhh owwwwwwwwwwwww\u2026 mmmmmhhh.. pelannnn Hhhhhhh\u201dNia memohon sigemuk agar tidak mengucek-ngucek Vaginanya dengan kasar, namun sigemuk malah semakin kasar mempermainkan Vagina Nia \u201cCppp\u2026 Kkpppppphhhh\u2026 Sssppphhhhh\u2026.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Vagina Nia semakin sering berteriak nyaring, suara lubang Vagina Nia yang sedang diobok-obok oleh jari-jari sigemuk. \u201cAkhhhh..\u201d Tiba-tiba mata Nia mendelik, \u201cCrrrrrtt\u2026. Sruuuuuttttthhh\u201d Air Mani Nia menyembur , kepala Nia terkulai kesebelah kiri, sesekali tubuhnya mengejang,ketika sigemuk menekan-nekan clitoris Nia. Satu demi satu kancing baju seragam Nia dipreteli oleh sigemuk, Tangan sigemuk menyelinap kebalik Bra dan meremas -remas buah Susu Nia. \u201cAhhhh.. sudahh pakkk jangann\u2026\u201d Nia merasa kesakitan ketika Sigemuk meremas buah susunya kuat-kuat. Sigemuk memaksa Nia menungging, beberapa kali ditamparnya buah pantat Nia sampai kedua buah pantat gadis itu memar kemerahan, \u201cGadis nakal\u2026 berani kamu melarang keinginanku..!! he he he.. plakk.. plakkk\u201dSigemuk mengekeh sedangkan Nia hanya meringis-ringis, ia tidak berani membuka mulutnya, Nia mulai belajar untuk memuaskan keinginan sigemuk,Nia menungging tanpa daya, kedua tangannya terikat kebelakang. Sigemuk mengarahkan kemaluannya kelubang Vagina Nia dan \u201cJrebbbb\u2026 Cllpppp\u2026 Plepp.. Pfffhhh\u201d Tubuh Nia tersentak maju mundur , terdorong-dorong oleh tubuh sigemuk. \u201cHeiii\u2026 Darwinnn !!! sini lu\u2026\u201dSigemuk memanggil Darwin, Darwin berlari kecil menghampiri tempat pertarungan, kini Darwin menjejalkan kemaluannya kemulut Nia \u201cHmmm.. Mhhhhhhh\u2026.. Mhhhhhh\u201d mulut Nia kini diisumpal oleh kemaluan Darwin,<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tangan Darwin meraih kepala Nia kemudian Darwin menggerakkan kemaluannnya maju mundur dengan kasar. \u201cUhuk\u2026 uhukkk\u2026 uhukkkk \u201d Nia terbatuk-batuk ketika kemaluan Darwin menusuk terlalu dalam, \u201cUhhh Akkk\u2026 Kecrotttt\u2026. Crottttt\u2026..\u201d Sigemuk menggeram sambil menekankan kemaluannya sedalam-dalamnya, kemaluan sigemuk terlepas dari lubang Vagina Nia, Sigemuk bangkit berdiri, posisi sigemuk segera digantikan oleh Darwin dan \u201cOhhhhhh\u2026 Mmmmmm\u2026\u201d Nia merintih, ketika merasakan kemaluan Darwin memasuki lubang Vaginanya. \u201cWah.. sempit amat\u2026 he he he asssiikkkkkkk\u2026\u201dDarwin memacu kemaluannya sampai Nia terdorong-dorong maju-mundur. Darwin melepaskan ikatan pada tangan Nia, kemudian ditariknya nia berdiri dan kini sambil merendahkan posisi tubuhnya Darwin kembali menyentakkan kemaluannya , kedua tangan Nia berpegangan pada bahu Darwin, Sigemuk mulai mendekati Nia dari belakang dan kini kemaluan sigemuk menusuk Anus Nia. Nia kini terjepit ditengah-tengah, Tanpa ampun sigemuk dan Darwin menggempur lubang anus dan lubang Vagina Nia.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAkhhhhh\u2026. \u201d Tarida meringis ketika kemaluan Toni dengan kasar menusuk lubang Anusnya, posisi Tarida kini menduduki penis Toni yang terlentang dilantai, Anto kemaluannya kewajah Tarida, Tarida dipaksa mengoral kemaluan Anto dan Ijon dengan asik menyusu dibuah susu Tarida, sementara tubuhnya tersentak-sentak keatas ditusuk oleh Toni. Ijon kini mengangkangkan kedua kaki Tarida, ditusukkannya kemaluannya kelubang Tarida yang seret dan nikmat, Anto menyumpal mulut Tarida dengan kemaluannya, sedangkan Toni dan Ijon asik menggenjot lubang Anus dan lubang Vagina Tarida. \u201cHmmmm\u2026 Mmmmmhhhhh\u201d Tarida kelelahan menghadapi nafsu ketiga orang laki-laki yang menyetubuhinya, tubuh Tarida sudah basah oleh keringatnya yang terus menetes. \u201cAuhhh Owww Crrrrrr\u2026 kccppprtttt\u201d Tubuh Tarida kembali terkulai lemas, namun tusukan-tusukan dilubang Vagina dan anusnya malah semakin gencar, Tarida merintih-rintih, kelelahan, ketiga orang yang mereguk kenikmatan dari tubuhnya malah tertawa lepas mendengar rintihan-rintihan Tarida yang terdengar manja.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pesta seks terus berlanjut didalam kantor sigemuk sampai akhirnya pintu kantor itu terbuka lebar, dari dalamnya keluar 7 orang laki-laki, ada kepuasan yang tersirat dari wajah mereka yang tersenyum-senyum. Sementara didalam ruangan kantor itu segemuk terkekeh-kekeh, menyaksikan Tarida, Nia dan Feilin yang terkapar kelelahan, mata mereka terpejam rapat, Sigemuk duduk dikursi dan menyalakan sebatang rokok, matanya merayapi tubuh ketiga gadis Chinese yang mulus dan halus.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tanpa terasa masa 3 bulan yang dijanjikan sudah tiba, berbagai macam penderitaan dan pelecehan sudah dialami oleh Tarida, Feilin dan Nia, termasuk digangbang habis-habisan oleh sigemuk dan 7 orang bawahannya, Ketiga gadis Chinese menagih janji sigemuk, sigemuk tersenyum sinis, dikeluarkannya sebuah document dari laci kerjanya, diberinya cap dan kemudian ditandatanganinya document itu, sigemuk melemparkan document itu kelantai sampai bersebaran, dengan hati yang pedih Tarida , Nia dan Feilin memunguti kertas document yang berceceran dilantai. \u201cHa ha ha\u2026 kalian ikut aku\u2026.\u201dSigemuk keluar dan memberikan perintah kepada bawahanya agar segera membebaskan Dhani Anwar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c15009\u2033 Seorang petugas menanggil nomorku, Aku berdiri dari tempatku, \u201cKamu boleh keluar\u2026heran ? demi orang jelek kaya kamu ha ha ha ?\u201d Sipetugas cengengesan, aku heran mengapa wajahnya cengengesan begitu, aku juga tidak mengerti arti ejekannya. \u201cMang Dhani\u2026.\u201d Aku mendengar suara yang tidak asing lagi ditelingaku, para gadisku menyambut kedatanganku dengan wajah gembira, mereka tampaknya sangat menrindukanku, kemudian setelah segala macam urusan administrasi aku dinyatakan bebas. \u201cKalian.. ikut aku\u2026 he he he\u201dSigemuk berwajah mesum sepertinya memberi perintah kepada Tarida, nia dan Feilin, Sigemuk hendak menghampiri Feilin namun aku menghadangnya. \u201cBapak mau apa ?!!\u201d Aku menbentaknya, sigemuk terkesiap, beberapa petugas disana siap-siap mengurung posisiku. \u201cMangg ngak apa koqqq\u2026 Cuma.. Mmm Cuma urusan administrasi aja\u201d Tarida berusaha menenangkanku. \u201cIya Mangg\u2026 mang Dhani tunggu diluar aja ya\u2026\u201dNia menarik tanganku. \u201cNgak akan lama koq manggg he he he\u201dFeilin berusaha tersenyum. Aku menghela kesal aku diantar keluar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sigemuk segera menggiring Tarida , Nia dan Feilin keblok D, disini tempat para napi yang sudah bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun mendekam, dan sudah dapat dipastikan, tidak akan pernah memperoleh kebebasan lagi, hukuman penjara seumur hidup. \u201cKita teruskan permainan kita yang sempat tertunda ha ha ha ha\u201d Sigemuk membuka pintu sel disana satu persatu, wajah-wajah mengerikan menyerigai buas, Tarida Nia dan Feilin terkesiap melihat wajah-wajah mereka yang liar dan garang. \u201cPakkk\u2026 jangan \u201d \u201cAmpunn pakkkk\u2026.\u201d \u201cTolong lepaskan kami \u201d ketiga gadis cantik dan mulus itu memohon pada sigemuk, sigemuk hanya terkekeh-kekeh, melihat Tarida , Nia dan Feilin mulai menangis, mereka berlari ketakutan berusaha menjauhi para mahluk berwajah liar dan garang yang mulai keluar semakin banyak dari selnya mengejar mereka. Teriakan \u2013 teriakan liar mengiringi derap kaki para mahluk liar itu yang semakin lama semakin mendekati Tarida , Nia dan Feilin yang sudah terpojok, terdengar suara gelak tawa para napi, mereka sedang mengerubuti tiga orang gadis yang seksi, cantik dan mulus, para napi itu seperti kesetanan tidak mempedulikan jeritan ketakutan yang keluar dari mulut ketiga gadis dihadapan mereka.\u201dJangannn\u2026. Ampunnnnn\u2026akkkkk\u201d, \u201cAduhhhh\u2026Owww\u2026\u201d\u201dngakkk\u2026 uhhhhhh\u201d suara \u2013 suara yang keluar dari mulut ketiga gadis itu, Tarida ditidurkan diatas lantai kedua tangannya dipegangi terentang kesamping, begitu pula kedua kakinya, Sesosok agak tua namun kekar mendekati selangkangannya, tanpa permisi situa menusukkan senjatanya kedalam lubang Vagina Tarida<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAhhhh\u2026\u201dtubuh Tarida terguncang-guncang akibat tusukan-tusukan kasar dilubang Vaginanya, sementara itu beberapa tangan berebut mengelusi buah dadanya, pahanya bahkan menyelinap meremas buah pantat Tarida. Tidak begitu jauh dari tempat Tarida diperkosa Feilin dipaksa menunggging, kedua tangannya dipegangi kebelakang, tusukan kasar menghujam lubang anusnya sampai Feilin tersentak, kemudian yang seorang lagi duduk mengangkang dihadapan Feilin, sepasang tangan meraih dan menekan kepala Feilin \u201cMmmm\u2026 Mmmm\u201dmulutnya tersumpal oleh kemaluan orang itu, buah dadanya jadi rebutan dielus dan kemudian diremas-remas oleh beberapa orang laki-laki yang mengerubutinya. Keadaan Nia tidak jauh berbeda dari kedua temannya, dalam posisi berdiri Nia dicumbu dan dijilati habis-habisan oleh para lelaki yang asik menyantap kehangatan dan kenikmatan dari tubuhnya yang mulus.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAwwww\u2026\u201d Nia menjerit kesakitan ketika merasakan ada yang mengigit buah dadanya. \u201cAduhhh Aowwwwwwww\u2026 \u201ctidak begitu lama terdengar jeritan kesakitan Feilin ketika seseorang meremas bukit kemaluannya dengan kasar, Feilin memekik ketika merasakan seseorang menarik bibir Vaginanya dengan kasar \u201cSlllpp Slpppp Slppppppp\u201d rakus sekali orang itu meneguk cairan-cairan lengket beraroma khas yang rasanya asin. Dua buah Susu Feilin digeluti oleh dua orang Pria sekaligus. Mulutnya di deep Throat sampai ia kehabisan nafas. Salah seorang dari mereka tidur terlentang, beramai-ramai mereka mendudukkan Nia diatas kemaluan Pria itu dan \u201cJrebbbb.. Jebbbbb\u2026. Akhhhhh\u201d kasar sekali kemaluan pria itu ketika menghantam Vagina Nia, Entah kemaluan Siapa mulai berusaha menyelinap diantara buah pantat Nia dan langsung menyodok anus gadis itu<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAaahh Awww Crrrrrrr\u201d Nia memekik ketika merasakan cairan kenikmatannya meledak dari dalam lubang Vaginanya , gelak tawa terdengar riuh rendah seolah-olah mengejek Nia yang mendadak terkulai. Feilin meronta-ronta ketika mereka merentangkan kedua tangan dan kakinya lebar-lebar, ciuman dan jilatan mendarat disekujur tubuhnya , Jeritannya yang malang tersumpal oleh mulut yang begitu rakus mengulum bibirnya, empat orang laki-laki seakan-akan sedang berbagi mengemut dan menjilati buah susunya. Beberapa pasang tangan berlomba menjamahi bukit mungil diselangkangannya. Nasib Tarida tidak kalah malang kedua kakinya dikangkangkan lebar-lebar dan sebatang kemaluan yang keras menghujami lubang Vaginanya, buah dadanya sudah memar kemerahan karena tangan-tangan liar yang kasar dan brutal meremas-remas buah Susunya. Semuanya itu disaksikan oleh sigemuk \u201cAyooo\u2026 hua ha ha ha ha terusss\u2026. Lebih liar\u2026.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Nia menangis memohon agar lelaki itu mau melepaskan dirinya namun sambil terkekeh-kekeh orang itu menerkam dan menggumulinya dengan liar, sosok-sosok lain bertepuk tangan menyaksikan pertarungan 1 Vs 1, \u201cHmmm\u2026 Mmmmmhhhh\u201d mulut Nia yang sedang menangis tersumpal oleh orang itu, ciumannya turun keleher, kedada. \u201cAhhhhhhhhhhh\u2026..\u201d Nia memekik merasakan putting susunya terasa sakit, dan perih ketika gigi orang itu mengigit putting susunya. Tubuh Nia menggeliat-geliat ketika putting susunya terasa diemut oleh orang itu, dengan sebuah perlawanan yang kuat Nia mendorong tubuh orang itu, Nia meronta-ronta merasakan seseorang memeluknya dari belakang dan meremas-remas buah Susunya. Orang itu dengan paksa membalikkan tubuh Nia agar tengkurap dilantai, \u201cHekkkkkggg\u2026 Aaaa\u201d kasar sekali orang itu menyodomi Nia.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tubuh Feilin terguncang-guncang dengan kuat ketika seseorang menyetubuhinya dengan brutal, buah Susunya bergerak memutar \u2013 mutar , sesekali beberapa pasang tangan meremas dan mengelusi buah Susu yang bergerak dengan indah. \u201cHmmm.. Hmmmmmmm\u201d Suara bibir Feilin yang sedang asik diemut dan dikulum oleh seorang napi bertubuh cebol. \u201cCrrrrrrrrrr\u2026. Kecrottt Plopppp\u2026.\u201d Kemaluan orang itu terlepas setelah puas memperkosa Feilin. Sicebol duduk santai, seorang napi lain memaksa Feilin mengangkang dan menduduki kemaluan sicebol yang terkekeh-kekeh keenakan, tangan sicebol memeluk erat-erat tubuh Feilin, mereka berdua duduk saling behadapan dengan kemaluan saling bertaut erat, Feilin dipaksa bergoyang untuk memuaskan sicebol , tidak berapa lama sicebol menggelepar dalam pelukan Feilin, Seseorang menarik Feilin dari pelukan sicebol, kedua kakinya diangkat keatas kemudian ditarik kekiri dan kekanan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAhhhhhhhh\u2026. \u201d Feilin menggeliat-geliat ketika kemaluan napi yang lain memasuki lubang Vaginanya. Tiga Orang Napi menyodorkan kemaluan mereka dihadapan Wajah Tarida, gadis itu kewalahan menjilati, menghisap dan mengemut kemaluan ketiga orang napi itu, sementara dua orang napi mengelus-ngelus buah pantatnya yang sedang menungging, dua orang lagi meremas dan menarik-narik buah Susu Tarida yang bergelantungan didadanya. \u201cAhhhh\u2026 aduh.. duh\u2026.. mmh\u201dSeseorang menjambak rambut Feilin dan menjejalkan kemaluannya kemulut Feilin, putting susunya dipelintir-pelintir , beberapa orang asik mengelusi tubuh Feilin yang halus dan mulus, berkali-kali tubuh Feilin bergetar hebat dan \u201cMmmm.. Keccrrtttt\u2026 Crrtttt\u201d akhirnya bobol juga pertahanannya. Nia memejamkan matanya ketika Orang yang menindihnya bangkit setelah puas menggenjot Nia, kini berganti wajah-wajah lain mulai meneduhi tubuh Nia, dua orang sekaligus berbaring disisi kanan dan kiri gadis itu, mulut mereka langsung menyedot-nyedot putting Susu Nia, seorang napi yang lain menyusupkan kepalanya diantara paha Nia, sambil mengelusi paha Nia mulut sang Napi mengemut-ngemut lubang Vagina Nia, berkali-kali lidahnya mengait daging kecil yang bentuknya mirip \u201ckacang\u201d.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAkkhhhh ahhh\u201d Tarida memekik-mekik , napi yang satu ini begitu kasar, rasa sakit mendera lubang anusnya yang dirojok-rojok oleh jari sang napi. \u201cAduhhhh aduhhhhhhh awwwww\u201d Tarida semakin menderita , sedangkan napi yang mengorek-ngorek lubang anus Tarida malah tertawa lepas, dibaringkannya tubuh Tarida dan dengan sekali sentakan kasar dijebloskannya kemaluan hitam itu kelubang Vagina Tarida, selanjutnya tubuh Tarida terguncang guncang dengan kuat. \u201cAyo sini he he he\u201d Sang Napi menyukai goyangan Feilin, kini Feilin dipaksa berdiri sementara beberapa orang memegangu tubuh Feilin, sebatang kemaluan mulai mendesak memasuki lubang Vagina Feilin, sambil berdiri Feilin dipaksa bergoyang, air mata mulai mengalir dimata Feilin.Tarida, Nia dan Feilin menangis dalam dekapan para Napi , Para lelaki liar itu seakan-akan tidak pernah habis, wajah-wajah baru selalu meneduhi tubuh mereka yang mulus, rasa putus asa, ketidak berdayaan semakin lama semakin terasa menyesakkan dada mereka, sedikitpun tidak pernah terpikirkan kalau mereka akan mengalami \u201cPemerkosaan Masal\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku menunggu diluar, detik demi detik terasa lama, menit demi menit seakan akan tidak pernah mau berlalu dariku, berkali-kali aku menanyakan pada petugas jaga didepan \u201cDimanakah para gadisku\u201d namun mereka hanya cengengesan, beberapa orang petugas disana tersenyum mesum. Sinar matahari yang hangat kini berganti dengan gelapnya malah yang dingin, sesekali bunyi geledek terdengar seperti akan hujan lebat. Aku menunggu kedatangan seseorang , akhirnya kudengar suara mesin mobil, buru-buru kucegat \u201cRhoni\u2026.\u201d Aku memanggil sahabatku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Rhoni turun dari mobil Mitsubishi T120SS tahun1990 berwarna Biru Tua,ia baru disuruh belanja oleh tukang masak di LP itu, terburu-buru Rhoni menghampiriku, aku menjelaskan duduk permasalahannya, Rhoni mengangguk-anggguk, entah kenapa wajahnya juga terlihat cemas. \u201cBantu aku Rhon, cari mereka\u2026!!!\u201dAku sangat mengharapkan bantuannya. \u201cTenang Sobat.. Aku pasti membantumu!!\u201d Rhoni menatapkuku dengan yakin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kini aku hanya dapat menunggu, dinginnya malam menusuk tubuhku namun itu semua tidak kupedulikan, yang ada hanya rasa kuatir, dan rasa cemas. Akhirnya aku melihat Rhoni dari kejauhan, ia agak berlari-lari kecil, aku berlari menghampirinya. \u201cBagaimana Rhon\u2026 dimana mereka!!!\u201d Aku mengguncang-guncangkan tubuh sahabatku, Rhoni hanya menundukkan kepalanya ia menggeleng-gelengkan kepala \u201cHabiss\u2026 para napi diblok D memperkosa mereka seharian, mereka kini dibawa keruangan doctor ijon.. entah masih hidup atau tidak\u2026\u2026.\u201dRhoni tidak berani memandangiku. \u201cHahhhh\u2026.!!!!!\u201d Mendadak tubuhku lemas, \u201cDimana ruangannya!! Dimana\u2026!!!! Bajingan!!!! aku bunuhhh merekaaa semuaaaa!!!!!\u201d Aku histeris dan hendak menerobos penjara terkutuk itu, namun Rhoni memegangi tubuhku. \u201cDhani\u2026 sabar!!!!\u2026 Dhani\u2026. Jangan sia-siakan pengorbanan mereka\u2026Bukkk\u201d Dhani meninju wajahku, Aku tercekat, tersadar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku mengikuti langkah Rhoni Dari belakang, Rhoni menarik kereta Dorong sedangkan aku membantu mendorong kereta dorong itu dari belakang. \u201cSiapa dia ?\u201d petugas jaga disana bertanya menyelidik. \u201cOhhh.. ini yang sekarang disuruh Bantu-bantu saya\u2026 pakaian kotornya mana pak ?\u201d Rhoni mengalihkan topic pembicaraan. \u201cNihhh\u2026 \u201cSipetugas jaga melemparkan pakaian kotor dengan kasar. Tanpa banyak bicara Rhoni dan aku melewati petugas jaga disana. \u201cIngat Dhani\u2026jangan gegabah\u2026, yang itu ruangan Doktor Ijon\u2026\u201dRhoni mengingatkanku sekaligus memberitahuku. Aku mengangguk kemudian dengan mengendap-ngendap kami mendekati pintu yang sedikit terbuka, aku mendorong pintu ruangan itu. \u201cKeparat\u2026.\u201d Aku memaki dalam hati, aku melihat Doktor Ijon dan 2 orang petugas disana tengah mengangkangi Tarida , Nia dan Feilin, tidak ada rintihan yang keluar dari mulut para gadisku, tubuh mereka diam tidak bergerak. Aku dan Rhoni berpandangan, kemudian mengangguk , Rhoni memadamkan lampu diruangan itu , terdengar bunyi Buk..!!! Bukkkkk\u2026 Bukkk!!! Didalam ruangan yang kini pencahayaannya sangat minim, hanya mendapat sedikit cahaya dari lampu diluar ruangan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cBrukkkk\u2026.\u201d Terdengar bunyi tiga sosok tubuh yang terjatuh keatas lantai, Rhoni menyalakan kembali lampu diruangan Doktor ijon. Tubuh bugil doctor ijon dan 2 orang petugas di LP itu roboh , \u201cRhoni Cepat..!!!\u201d Aku memanggul Feilin dan Nia dibahuku, Rhoni seperti tersadar ia memanggul tubuh Nia , kami masukkan tubuh mereka bertiga kedalam kereta dorong, dengan rapi Rhoni menumpukkan baju-baju kotor , untuk menutupi Tarida , Nia dan Rhoni. Rhoni menarik kereta dorong itu dan aku membantu mendorong dari belakang, sepertinya situasi berjalan sukses sampai\u2026deg\u2026 deggg deggggg\u2026. Seorang petugas menghampiri kami ia hendak membuang kopi panas kedalam kereta dorong \u201cUntuk saya saja pak..\u201d aku maju menghadang sambil mengulurkan tanganku. \u201cMau Nihhh!!\u201d \u201cByur..Arggghhhh\u201drasa panas menyengat dikulitku, kemudian petugas itu meludah dilantai dan berlalu dari hadapan kami. Rhoni memandangi petugas itu dengan geram, ia tidak terima aku diperlakukan seperti itu. \u201cAyo terus.. Rhon\u2026\u201dAku mendorong kereta itu kembali.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku dan Roni mengangkat baju-baju kotor dari dalam kereta, kemudian aku masukkan Tarida dan Feilin kedalam Mobil Tua yang biasa dipakai Rhoni untuk membeli sayur mayor pesanan situkang masak didalam penjara itu, Loh\u2026\u2026\u2026.. koq Nia ngakkk ada !!!!!!!!!!! apa ketinggalan ya??????!!! Aku panic dan bengong. \u201cRhoniiii\u2026 Nia ketinggalan\u2026.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHahhh dimana ?\u201d emangg ada empat ?\u201d Rhoni ikut gugup. Aku menoleh kearah Suara Rhoni yang gugup , wajahku mendadak berseri-seri, aku melihat Rhoni tengah membopong tubuh Nia. \u201cNgak Cuma tiga he he he\u201dAku tertawa gembira.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Rhoni yang kebingungan meletakkan Nia disamping kedua temannya, kemudian Rhoni duduk didepan untuk segera mengemudikan mobil tua itu sedangkan aku masuk kebelakang.\u201dTarida.. Niaaa\u2026 Feilin\u201d Aku mengguncang-guncangkan tubuh mereka, wajahku mendadak pucat, tubuh mereka semakin dingin, nafas mereka bertiga semakin lama semakin lemah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cArggggg! Tidak!!\u201d Jeritanku mengguncang malam dan rintik hujan semakin lama semakin lebat disertai bunyi geledek yang memekakkan telinga.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">***************************<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku memandangi rumah kosong itu, gelap, tidak ada canda tawa lagi didalamnya, tidak ada desahan \u2013 desahan manja Nia, ataupun jeritan Feilin yang liar, ataupun guyonan Tarida yang nakal. Dinginnya angin malam menerpa tubuhku. Rintik-rintik gerimis.. membuat hatiku pilu.<\/div>\n<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Baca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/eliza-12-hari-hari-penuh-warna\/\">Cerita Sex Eliza 12<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/eliza-13-akibat-kenakalanku\/\">Cerita Dewasa Eliza 13<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/eliza-14-blind-date\/\">Cerita Sex Eliza 14<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-keinginan-seorang-istri\/\">Cerita Mesum Citra 1<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-2-awal-kenikmatan-yang-salah\/\">Cerita Lendir Citra 2<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-3-perselingkuhan-yang-sesungguhnya\/\">Cerita Ngentot Citra 3<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-4-ide-gila-istri-tercinta\/\">Cerita Ngewek Citra 4<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-5-akhir-sebuah-penantian\/\">Cerita Panas Citra 5<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-6-sebuah-kegilaan-baru\/\">Cerita Porno Citra 6<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-7-ijin-dipagi-hari\/\">Cerita Sange Citra 7<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cerita Sex Majikanku Dan Kedua Temannya 5 &#8211; Aku berjalan hilir mudik didalam jeruji besi, sudah berminggu-minggu aku susah tidur,<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-688","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Majikanku Dan Kedua Temannya 5 \u2013 The Prince of Freedom - Cerita Dewasa Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Majikanku Dan Kedua Temannya 5 \u2013 The Prince of Freedom - Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cerita Sex Majikanku Dan Kedua Temannya 5 &#8211; Aku berjalan hilir mudik didalam jeruji besi, sudah berminggu-minggu aku susah tidur,\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-07T11:12:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-21T11:37:28+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"schmu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"schmu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"30 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/\"},\"author\":{\"name\":\"schmu\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\"},\"headline\":\"Majikanku Dan Kedua Temannya 5 \u2013 The Prince of Freedom\",\"datePublished\":\"2025-08-07T11:12:58+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-21T11:37:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/\"},\"wordCount\":5587,\"commentCount\":0,\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/\",\"name\":\"Majikanku Dan Kedua Temannya 5 \u2013 The Prince of Freedom - Cerita Dewasa Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-08-07T11:12:58+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-21T11:37:28+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Majikanku Dan Kedua Temannya 5 \u2013 The Prince of Freedom\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\",\"name\":\"Cerita Dewasa Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\",\"name\":\"schmu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"schmu\"},\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/schmu\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Majikanku Dan Kedua Temannya 5 \u2013 The Prince of Freedom - Cerita Dewasa Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Majikanku Dan Kedua Temannya 5 \u2013 The Prince of Freedom - Cerita Dewasa Blog","og_description":"Cerita Sex Majikanku Dan Kedua Temannya 5 &#8211; Aku berjalan hilir mudik didalam jeruji besi, sudah berminggu-minggu aku susah tidur,","og_url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/","og_site_name":"Cerita Dewasa Blog","article_published_time":"2025-08-07T11:12:58+00:00","article_modified_time":"2026-03-21T11:37:28+00:00","author":"schmu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"schmu","Estimasi waktu membaca":"30 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/"},"author":{"name":"schmu","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc"},"headline":"Majikanku Dan Kedua Temannya 5 \u2013 The Prince of Freedom","datePublished":"2025-08-07T11:12:58+00:00","dateModified":"2026-03-21T11:37:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/"},"wordCount":5587,"commentCount":0,"articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/","name":"Majikanku Dan Kedua Temannya 5 \u2013 The Prince of Freedom - Cerita Dewasa Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website"},"datePublished":"2025-08-07T11:12:58+00:00","dateModified":"2026-03-21T11:37:28+00:00","author":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Majikanku Dan Kedua Temannya 5 \u2013 The Prince of Freedom"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/","name":"Cerita Dewasa Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc","name":"schmu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","caption":"schmu"},"url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/schmu\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/688","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=688"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/688\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1430,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/688\/revisions\/1430"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=688"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=688"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=688"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}