{"id":717,"date":"2025-08-07T18:23:40","date_gmt":"2025-08-07T11:23:40","guid":{"rendered":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?p=717"},"modified":"2026-04-11T15:17:57","modified_gmt":"2026-04-11T08:17:57","slug":"mila-siswi-budak-seks-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/mila-siswi-budak-seks-3\/","title":{"rendered":"Mila : Siswi Budak Seks 3"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/mila-siswi-budak-seks-3\/\">Cerita Ngentot Mila : Siswi Budak Seks 3<\/a> &#8211; Selang beberapa hari , Pak Solihin , menyuruh Milla untuk datang ke ruangnya . Milla pun pergi ke ruang itu dengan langkah gontai . Begitu tiba dan masuk di ruang itu , pak Solihin tersenyum melihatnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla hanya diam berdiri . Pak Solihin meraih pengaris panjang . Milla terkejut \u201c jangan , jangan , pukul pak..\u201d . Pak Solihin tersenyum \u201c tenang , saya tidak akan memukul kamu..\u201d .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Solihin dengan pengaris itu mengukur tinggi baadan Milla , dari pundak ke pusar dan Dari pinggang ke paha nya . Milla tak mengerti apa yang di lakukan gurunya itu. Selesai itu pak Solihin berkata \u201c sudah . Milla kamu boleh kembali ke kelas kamu.\u201d.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Masih terbengong bengong , Milla melangkah keluar , lalu \u201c eh tunggu Milla saya hanpir lupa..\u201d kata pak Solihin . Lalu memberikan Milla sebuah kotak . \u201c ini buat kamu , mulai besok pakai ini yah.. dan besok kamu datang ke ruang saya jam 10.00 pagi\u201d kata pak Solihin . \u201c jam 10.00 pagi pak ?\u201d kata Milla . Pak Solihin menangguk.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla membuka kotak itu , dia mendapati selusin celana dalam , dengan Bra , dengan aneka warna dan motif . Milla berjalan keluar , tanpa berkata apa apa . Pak Solihin cuma tersenyum melihatnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setelah Milla keluar , tak lama pak Timbul , guru fisika yang terkenal kiler itu masuk ke ruang pak Solihin . \u201c eh ini , ukurannya , kamu atur yah..\u201d kata pak Solihin , memberikan ukuran tubuh Milla yang baru saja di ukurnya itu .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Timbul , tersenyum , \u201c beres , apa kamu sudah atur , waktunya..\u201d . Pak Solihin tertawa \u201c ha..ha.. ha.. Milla itu budak sex Ku , mengatur Dia , sama seperti mengatur boneka.. Besok jam 10.00 pagi ..\u201d . Pak Timbul pun tertawa .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c Selamat pagi , Milla sayang..\u201d begitu kata pak Solihin ,tatkala Milla memasuki ruangnya tepat jam 10.00 pagi . Milla hanya diam , memikirkan apa lagi tingkah gurunya dan apa yang akan di lakukan terhadapnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c Milla , ayo buka baju kamu..\u201d kata pak Solihin . Milla dengan lemas mulai membuka kancing bajunya . lalu membuka roknya . Pak Solihin menatapnya . Milla mengunakan Bra kuning , dan celana dalam yang juga kuning , yang di berikan pak Solihin kemarin .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c Milla buka Bra kamu sayang..\u201d kata pak Solihin . Milla pun melepas Branya . Pak Solihin menatap nafsu buah dada Milla yang kecil itu .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Lalu pak solihin mengeluarkan baju dan rok biru dari tasnya .\u201d Milla pakai ini.\u201d Perintah pak Solihin . Milla mengambil baju itu . Dan melihat baju kemeja putih dengan logo OSIS SMP , tapi baju itu pendek sekali . \u201c pak.. ini kependekan..\u201d kata Milla . \u201c iyah , saya tahu..\u201d kata pak Solihin.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla hendak memakai branya , tapi pak Solihin melarangnya .\u201d Jangan pakai Bra \u201c Lalu Milla memakai kemeja itu . pendek sekali , sehingga perutnya yang rata , terlihat . kemeja itu hanya menutupi buah dadanya . Begitu pula , rok biru itu , Rok yang pendek sekali , hanya mampu menutupi celana dalamnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c wah .. Milla , kamu cantik dan sexy sekali ..\u201d katanya . Pak Solihin lalu menfotonya beberapa Shoot . Lalu Milla di suruh duduk di sofa . Dan Di foto lagi dengan berbagai pose .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Lalu pak Solihin duduk di sebelahnya . Menciumi bibirnya , dan tangannya masuk ke dalam kemeja Milla , lalu meraba raba payudaranya . Tubuh Milla mengelijing . dan rasa birahinya bangkit . Pak Solihin terus merangsang tubuhnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dan Jari jari nya mulai mengesek selangkanan Milla yang lembab . Dan menyelinap di balik celana alamnya , dan mengesek klitorisnya . Milla mulai mendesah . Pak Solihin terus mengesek klitorisnya . Sampai Milla benar benar basah .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Lalu pak Solihin membuka celananya dan kolor . Dan menbuka kaki Milla lebar , lalu menyibak celana dalamnya . \u201c Pak , jangan \u201c kata Milla .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Solihin , mendorong masuk penisnya dengan cepat . \u201c Aghhhh , sakitt pelan pelan\u2026\u201d .jaritnya . Pak Solihin terus menyetubuhinya dengan kasar dan cepat . Nafsunya sudah demikian tinggi . Walaupun Milla menjerit , pak Solihin tak peduli sama sekali . \u201c oh enak benar , memek kamu sayang , ayo menjerit aku mau dengar jeritan kamu sayang \u201c kata pak Solihin<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla merintih , meronta , dalam dekapan pak Solihin . Sampai pak Solihin melepaskan spermana di liang Milla . Dan mencabut penisnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla megap megap , dan meringgis , karena rasa perih di vaginanya . Pak Solihin membiarkannya , terkulai lemas di sofa itu .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setelah beberapa saat , pak Solihin , berkata \u201c Milla kamu boleh pergi , kamu harus masuk kelas pakai baju itu..\u201d . \u201c tapi , tapi , baju ini terlalu pendek pak , saya malu tolong jangan permalukan saya pak , saya mohon..\u201d Milla berkata memelas.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c Ha ha ha\u2026 Milla kamu lupa yah , kamu itu budak sex Ku..\u201d kata pak Solihin . Milla lalu berdiri , lalu pergi meninggalkan ruang pak Solihin .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla berpikir untuk segera pulang , dan berganti baju . Tidak mungkin dia masuk kelas dengan pakaian seperti itu .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla berjalan pelan menuruni tangga . Mila tidak menyadari seseorang mendekatinya dan tangan orang itu merangkul bahunya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mila, pakaian kamu sangat tidak sopan dan melanggar aturan sekolah ini.\u201d Kata pak Timbul . Milla menatap Pak Timbul , \u201c tolong pak , pakaian ini diberikan pak Solihin..\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c APA , Ayo ikut saya menemui pak Solihin..\u201d kata pak Timbul . Milla berpikir , dia menemukan sang penyelamat tapi dia salah besar .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sebab , pak Timbul lebih sadis dari pak Solihin , dan sekarang akan memberi pelajan sex buat Milla , Pak Timbul sudah merencanakannya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Akhirnya mereka berdua sampai di depan kantor Pak Solihin. Ia mendorong Mila masuk dan mengunci pintunya setelah mereka masuk ke dalam ruang pak Solihin. Mila memandangi seisi kantor itu. Ada perbedaan .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Matanya terpaku pada sebuah benda yang terletak di tengah ruangan, bentuknya mirip dengan kuda-kuda pelana yang digunakan di olahraga senam, dengan lebar sekitar 50 senti dan panjang sekitar 150 senti dengan kaki-kaki dari besi. Kapan benda di di bawa kemari ,tadi tidak ada benda itu . Pikirnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c Pak Solihin maaf , apa benar bapak memberinya pakaian seperti ini..\u201d tanya pak Timbul . Pak Solihin berpura pura kaget dan menjawab .\u201c ya , ampun pakaian itu ,lebih mirip pelacur dari pada pelajar , mana mungkin saya menyuruhnya memakai itu pak Timbul..\u201d .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c Milla kamu berbohong yah..\u201d kata pak Timbul . \u201c tidak sumpah pak , benar pak Solihin yang memberi saya baju ini\u201d jawab Milla .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c Milla , apa salah saya , kamu menuduh saya begitu..\u201d kata pak Solihin .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dan \u201c Ctarrr.\u201d . Pantat Milla di Pukul keras oleh pak Timbul . \u201c aduh sakit\u2026..\u201d teriak Milla .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c Pak Solihin , murid kurang ajar ini perlu dihukum\u2026\u201d kata pak Timbul .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c Baik , baik, pak Timbul , saya serahkan dia pada Pak Timbul untuk di hukum..\u201d kata pak Solihin tersenyum .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sebelum Milla sempat berbuat apa apa , Pak Timbul sudah memegang pundaknya dan mendorongnya jatuh ke atas kuda-kuda itu. Segera setelah Milla jatuh tertelungkup, Pak Timbul mengikat tangan dan kaki Milla ke kaki kuda-kuda itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dalam waktu singkat Milla terikat erat dengan tangan dan kaki terikat dan kepala tergantung dipinggiran kuda-kuda, bernafas dengan sesak karena tubuhnya terikat erat di kuda-kuda itu. menyebabkan Milla menjerit.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak timbul memasukan 2 butir , pil perangsang kedalam gelas . Lalu memaksa Milla meminumnya . Milla meronta ronta , tapi akhirnya obat perangsang itu tertelan .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Asal Bapak tahu, saya akan melaporkan ini pada polisi saya sudah muak , sebarkan foto foto saya , saya tak peduliii.. ..&#8221; Milla menjerit kesal dan putus asa .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dan \u201c Ctarrr\u2026\u201d . Milla menjerit lagi ketika ikat pinggang Pak Timbul memukul bagian belakang tubuhnya meninggalkan bekas berwarna merah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Wah, Milla, jangan begitu , Kamu kan anak yang pintar.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dan \u201c Ctarrrr..\u201d\u2026\u2026 \u201c Ctarrrr\u2026\u201d .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setiap kali ikat pinggang itu memukul tubuhnya, Milla menjerit dan meronta, berusaha melepaskan dirinya dari pukulan-pukulan di punggung dan pantatnya. Tapi itu tak berhasil karena ikatannya terlalu kuat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c Sekarang katakan , saya pelacur .. saya budak sex\u2026 saya suka di entot..\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla tidak menjawab, air matanya mulai mengalir ke pipinya. Milla sangat ingin melindungi punggung dan pantatnya dengan kedua tangannya, tapi semuanya terikat begitu erat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c Ctarrr\u2026.\u201d . \u201c ampun\u2026sakittt\u2026..\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kamu belum bilang Milla. Jangan menangis dan katakan , di sekolah kamu adalah mainan saya. Mengerti?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla menggelengkan kepalanya keras-keras, mempertahankan harga dirinya. Ia tidak sudi mengakui bahwa dirinya adalah budak nafsu dan mainan dari guru guru bejat itu. Milla bertekad tidak akan mengucapkan apa yang ingin didengar oleh Pak Timbul.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya masih punya banyak waktu Milla.&#8221; Kata pak Timbul .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Punggung Milla mulai berubah warna menjadi merah . Pak Timbul terus saja memukulnya dengan ikat pinggangnya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c Ctarrrr \u201d . \u201c aghh \u201d jarit Milla<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla meronta-ronta sambil mejerit keras. Rasa sakitnya tak tertahankan, tubuhnya menggeliat dalam ikatan. Tapi tidak cukup untuk menghindari setiap pukul<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c Ctarrrr.\u201d . \u201c aghh ,ampunnn\u201d jarit Milla<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Timbul kembali tersenyum lebar, melepaskan ikatan Milla memutar tubuhnya sehingga berbaring terlentang dan mengikatnya lagi. Dan Pak Timbul berkata &#8220;Kita coba apa kita bisa bikin bagian depan kamu seindah yang di belakang.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla menjerit dan pukulan-pukulan itu berlanjut.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Satu jam kemudian, Pak Timbul berhenti untuk membalikan lagi tubuh Milla hingga tertelungkup lagi, dan memberinya waktu untuk beristirahat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Timbul meletakan ikat pinggangnya dan berlutut di depan wajah Milla, mengamati wajahnya yang basah karena air mata. Pak Timbul menyibakan rambut dari wajah Milla, mengusapnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kamu boleh istirahat sebentar Milla.&#8221; Kata pak Timbul tersenyum.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla tetap diam tak menjawab, tapi Pak Timbul melihat sinar kelegaan di mata Milla. Pak Timbul berdiri dan mengambil sesuatu dari mejanya. &#8220;Saya suka sekali dengan lilin ini Milla.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla memandangi sebuah lilin berukuran besar, tidak mengerti apa yang akan dilakukan Pak Timbul dengan lilin itu, dan ia tertalu lemah untuk meronta lagi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Timbul menyalakan lilin itu dan menyeringai sadis pada Milla.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla merasakan tetesan lilin cair jatuh ke punggungnya. Matanya terbelalak dan tubuhnya yang lemah lunglai menegang karena kesakitan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Akhirnya Milla bisa berteriak lagi. &#8220;Jangaaaaan , ampun perih , Jangann\u2026.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setiap kali sebuah memar tertutup oleh lilin, Pak Timbul akan langsung pindah ke memar yang lain, membuat Milla terus menjerit dan meronta karena sakit ,panas dan perih , yang menyerang bagian belakang punggungnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jangan, jangan, baik pak, saya bilang apa yang bapak mau, saya mainan bapak, saya mainan bapak. Saya mainan bapak, sakit sekali pak, saya sudah bilang pak, saya mainan bapak. Saya mohon berhenti pak, sakit!&#8221; kata Milla mengiba iba .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Timbul menjawab,&#8221;Wah agak terlambat Milla.&#8221; . Dan terus saja Pak Timbul meneteskan lilin itu di tubuhnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Selama setengah jam berikutnya, Pak Timbul melanjutkan kerjanya menetesi setiap memar Milla dengan lilin .Milla merintih perlahan, tenggorokannya sakit karena terus menjerit selama setengah jam.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Timbul berdiri sambil menatap , Milla sangat cantik ,sangat manis. Buah dadanya yang kecil bergoyang setiap kali ia menarik nafas, dan pahanya gemetar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Timbul terus memandangi tubuh Milla selama beberapa saat. Kemudian ia memutuskan untuk memberi perhatian pada penisnya yang telah tegang sedari tadi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Oh, Milla kamu betul-betul cantik sayang .&#8221; kata Pak Timbul<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla mengerang dan terengah-engah. &#8220;Saya benci bapak. Saya benci bapak!&#8221; Pak Timbul hanya tersenyum.&#8221;Milla, kamu harus bisa mengendalikan diri kamu. \u201c<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla mendengar Pak Timbul menurunkan resleting celananya dan melepaskannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla kembali mengerang, walaupun semua lilin di belakang tubuhnya telah mengeras tapi rasa sakit masih terasa sekali. Ikatan Pak Timbul ,membuat dirinya sesak nafas dan tangan dan kakinya terasa sakit terikat begitu erat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;ohh\u2026. apa yang bapak lakukan?&#8221; jerit lirih Milla .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Timbul sedang berlutut dan membuka belahan pantatnya. Kemudian ia menjilati lubang anus Milla dengan lidahnya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Membuat kamu terangsang Milla. Nikmati dan jangan mengeluh.&#8221; Kata Pak Timbul .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla mengerang. Pak Timbul memasukan jari tengahnya ke vagina Milla dan meraba-raba clitorisnya dengan ibu jarinya, sementara lidahnya terus menjilati liang anus Milla. Obat perangsang itu bekerja efektif ,rasa nikmat perlahan bangkit dari vagina Milla.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tubuh kamu ternyata tidak benci saya Milla.&#8221; Ledek pak Timbul .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya benci bapak&#8221; jerit Milla .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Jari Pak Timbul makin cepat bergerak keluar masuk, begitu juga rabaan ibu jarinya. Milla menjadi sangat terangsang , dan vagina basah . Tanpa sadar mulai bergerak-gerak mengikuti irama gerakan jari Pak Timbul, erangannya makin lama makin cepat dan keras.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Masih benci saya Milla?&#8221; tanya pak Timbul .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sa ,sa ,saya ben bencibapak. Jang, jangan, ooohh, aaahh, ohhhh \u2026&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Timbul mengeluarkan jarinya. Dan menghentikan Aktifitas di vaginanya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jangan, jangan berhenti.&#8221; Teriak Milla secara reflek .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c ha ha ha kamu doyan juga yah \u2026\u201d kata pak Timbul meledek Milla .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla menyerah dan menyadari apa yang baru saja dikatakannya, membuat mukanya memerah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sekarang saya ,akan masukan penis saya ke anus kamu , apa kamu Siap Milla?&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cJangan , jangan si situ ..\u201d jerit Milla<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Timbul mulai mendorong penisnya yang sudah menempel di liang anus Milla. Pak Timbul merasakan tubuh Milla berusaha mendorongnya menjauh, tapi itu malah membuatnya makin mudah masuk ke dalam anus Milla.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jangan, jangan, jangan di situ. AGHHHH, sakiiitt. Sakiittt!&#8221; Pak Timbul tidak bisa lagi menahan diri, mendorong seluruh penisnya masuk ke dalam anus Milla. Tubuh Milla meronta, berusaha menendang tubuh Pak Timbul denga kakinya. Pak Timbul merasakan otot kaki Milla menegang. Membuatnya makin bernafsu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8221; Ha ha ha Bagaimana rasanya Milla?&#8221; tanya pak Timbul .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla mengerang, berusaha memahan sakit di anusnya dengan benda besar yang masuk ke dalamnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Timbul memejamkan matanya, menikmati gerakan otot-otot anus Milla bergerak memijat. Pak Timbul menghela nafas dan menindih punggung Milla. Milla megap-megap, berat badan Pak Timbul membuat dirinya makin sulit bernafas. Ia mengeluarkan rintihan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pak ampunn , pak, sakit pak, sakit sekali.&#8221; Rintih Milla .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kenapa Milla? biar saya bantu kamu.&#8221; Kata pak Solihin yang asik menonton dari tadi Lalu pak Solihin melempar Dildol yang sebesar 20 cm ,ke pak Timbul .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Timbul mengambil dildo itu. Kembali ia memasukan dildo itu ke vagina Milla tanpa menghiraukan rintih kesakitan Milla. Ketika semuanya telah masuk, Pak Timbul meletakan dasar dildo itu di kuda-kuda sehingga berat tubuh Milla menahannya untuk tidak keluar, dan batang dildo itu tepat menggosok clitoris Milla setip kali pinggul Milla bergerak<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;aghh sakit sekali ampun ,saya tidak tahan , agh sakit\u2026&#8221; rintih Milla .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Timbul tetap menindihnya, dengan penisnya masuk seluruhnya ke liang anus Milla. Ia tetap menindih Milla tanpa bergerak maju mundur.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla , meronta , dan merintih &#8220;sakit , sudah ampun , ampunnn aghhh sakit \u2026&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ayo goyangkan pantat kamu , bikin saya puas sampai orgasme Milla, kamu masih punya waktu tiga jam. Saya tidak akan bergerak sedikitpun.&#8221; Kata pak Timbul<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;tidak bisa , jangan tidak bisa&#8221; erang Milla.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Seperti ingin membunuh Milla ,Pak Timbul makin menindih Milla dengan seluruh berat tubuhnya. Pak Timbul merasakan tubuh Milla yang hangat, sedang gemetar kesakitan. Penisnya kembali merasakan pijatan otot anus Milla.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ayo gerakan pantat kamu,.&#8221; Kata pak Timbul .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;ohh , ampunnn tolong saya&#8221; rintih Milla .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Timbul mengerang, Milla dalam keadaan terikat erat mulai berusaha menggerakan pantatnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pantat Milla tidak bisa banyak bergerak, paling-paling hanya sedikit kekiri dan ke kanan, sementara otot-otot anusnya menegang dan melemas memijati penis Pak Timbul. &#8220;Kamu sungguh cantik Milla. Rasanya nikmat sekali. Kamu juga merasa nikmat juga kan?&#8221; kata pak Timbul .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Timbul tertawa kecil, sementara Milla hanya merintih memelas, kakinya mulai letih berusaha menggerakan pantatnya sedari tadi. Untuk lebih menyiksa Milla, Pak Timbul sesekali mendorong tubuh Milla, sehingga dildo yan ada di vagina Milla terdorong-dorong dan bergesekan dengan clitoris Milla.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dan setiap kali rasa nikmat itu timbul di clitorisnya Milla kehilangan irama gerakan pantatnya, dan penis Pak Timbul mulai mengecil lagi, sehingga kembali Milla dengan tangis putus asa berusaha bergerak berirama lagi berusaha memuaskan Pak Timbul.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kamu capek ya Milla? Tapi saya tidak tuh, saya masih kuat sekitar 4 atau lima jam lagi kalau begini terus. Gila, nikmat sekali Milla, dan saya tidak usah bergerak sedikitpun!&#8221; Milla mendengus dan berusaha menggerakan pinggulnya lebih cepat, berusaha membuat Pak Timbul mencapai orgasme secepatnya, dengan harapan ia bisa segera dibebaskan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Air mata terus jatuh di pipi Milla. Milla sangat ingin melepaskan diri, dan Karena pengaruh obat perangsang itu , Milla sangat ingin merasakan orgasme yang sedari tadi tertunda. Milla menggigit bibirnya dan berusaha berkonsentrasi, mulai lagi bergerak berusaha membuat Pak Timbul mencapai puncak kenikmatan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tapi Pak Timbul sendiri selalu berusaha menahan orgasmenya. Ia hampir mencapai puncak beberapa kali, tapi ditahannya hingga Milla kehilangan irama gerakannya. Pak Timbul tersenyum, dan kembali mengerang. Ia memejamkan mata merasakan pinggul Milla kembali bergerak-gerak.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Terus Milla. Anus Kamu betul-betul sempit, gimana rasanya ****** saya di pantat kamu? Besar bukan? Atau kamu mau saya keluarin ****** saya?&#8221; tanya pak Timbul .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla mengangguk-angguk cepat. \u201c Iyah , keluarin aja , cabut dari anus saya..\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c PLAAK \u201c pak Solihin memukul pantatnya keras . \u201c awww, sakit..\u201d jerit Milla .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kamu nakal Milla. Kamu musti bilang pada setiap laki-laki kalau kamu suka sama ****** mereka. Karena itu kamu musti saya hukum lagi.&#8221; Kata pak Timbul<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Timbul sekarang mulai memukuli belahan pantat kiri dan kanan Milla, setiap kali pinggul Milla bergerak. Setiap pantat Milla mengejang kesakitan, rasa nikmat kembali mengalir di penis Pak Timbul.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c PLAAK\u201d \u201c PLAAK \u201c<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ampuun, sakitttt, tolong aghhh ampun sakitt sekaliii \u2026&#8221; rintih Milla .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla terus merintih , menahan sakit , tapi Dia terus mengoyang pantanya . Kalau dia melambat ,Pak timbul memukul pantatnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Lebih cepat Milla, rasanya nikmat sekali. Mungkin saya bisa orgasme sebentar lagi.&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c PLAAK \u201c \u201c PLAAK \u201c<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sakiiit, jangan pukullll . terusss ooohhh. Jangan, jangan\u2026!&#8221; jerit Milla<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c PLAAK \u201c \u201c PLAAK \u201c<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ampuun, sakiit!!&#8221; jerit Milla<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8221; Goyang pantat kamu yang cepat , Puasin saya Milla. Cepat!&#8221; bentak pak Timbul.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla berusaha terus mengoyang pantatnya . cepat dan cepat .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Aaahhhh Milla, kamu cantik sekali. Pantat kamu indah sekali. Aaaahhhh, kamu milik saya Milla, dan akan saya entot setiap hari, eeehhhhggg, aaaahhhhhh. Selamanya, selamanya!&#8221;<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sambil mengerang dan berteriak, akhirnya Pak Timbul mencapai orgasme, dan menyemprotkan spermanya ke dalam anus Milla, sementara tubuh Pak Timbul bergetar dan menggelinjang nikmat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setelah selesai, Pak Timbul langsung mencabut dildo dari vagina Milla, agar Milla sendiri tidak bisa mencapai orgasme yang sedari tadi diinginkannya,membuat Milla merintih kecewa.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Timbul kemudian berbaring menindih punggung Milla, dan mendengarkan tangis Milla, sementara ia sendiri berusaha memulihkan tenaganya setelah orgasme tadi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setelah beberapa menit Pak Timbul berdiri dan memandangi tubuh lemah yang indah di depannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla masih terikat erat di atas kuda-kuda, tubuhnya basah karena keringat, rambutnya menutupi wajahnya, dan punggung serta pantatnya memar-memar keunguan. Ia melihat tangan dan kaki Milla juga membiru karena Milla berusaha melepaskan diri tadi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8221; Milla. Apa kamu Masih kuat?&#8221; Pak Timbul tersenyum dan berlutut di belakang Milla, kemudian mulai memasukan lidahnya di vagina Milla. Pak Timbul memutar-mutarkan lidahnya di bibir vagina Milla, sambil memasukan ujung lidahnya ke vagina Milla.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kemudian Pak Timbul menjilati clitoris Milla dan mengulumnya sesekali, dengan lembut dan perlahan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla dengan segera, kembali mengerang , Nafsunya meningkat kembali dan mulai menggerakan pinggulnya dengan cepat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Timbul dapat merasakannya , kemudian menarik lidahnya, menunggu gerakan Milla berhenti dan pinggulnya tak bergerak lagi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pak, saya mau keluar pak. Tolong buat saya keluar pak , saya mohon pak.&#8221; rintih Milla mengiba iba .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya mengerti Milla, itulah indahnya!&#8221; Pak Timbul menunggu sampai Milla berhenti memohon-mohon dan terdiam.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla hanya bisa kembali menangis .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Solihin yang melihat keadaan Milla , jadi heran \u201c Timbul , apa ini pengaruh obat yang kamu berikan tadi??? \u201c tanya pak Solihin .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c ha, ha, ha, benar sekali\u2026\u201d jawabnya . \u201c wah ,hebat sekali , bisa membuat dia memohon meminta orgame..\u201d kata pak Solihin .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c Obat itu ,akan membuatnya memohon untuk dia bisa orgasme , Walaupun kita menyiksanya , dan dia merasa sakit sekali , tapi tetap saja dia bisa orgasme . Karena obat perangsang itu , mempengaruhi syaraf syaraf nya . kalau tidak dapat orgasme dia akan jadi seperti orang gila , lupa diri , rasa malunya hilang , seperti orang ketagihan morfin , Dia akan mengiba iba memohon orgasme..\u201d terang pak Timbul .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c Ohh , begitu , lalu kalau dia sudah orgasme pengaruh obat itu selesai dong..\u201d tanya pak Solihin lagi .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c Tidak begitu , setelah orgasme , dia kan terangsang lagi dan memohon untuk di buat orgasme lagi.. \u201c jawab pak Timbul .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c sampai berapa kali pak Timbul..\u201d tanya pak Solihin..<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c ha ha ha.. tergantung daya tahan tubuhnya , kalau untuk gadis seperti Milla , saya kira 20 kali , baru obat itu habis pengaruhnya..\u201d jawab pak Timbul .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c Kalau di biarkan saja , bagai mana..? \u201c\u2019 tanya pak Solihin lagi .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c Yah dia akan menderita , selama kira kira 10 jam, vaginanya akan terasa tak enak..\u201d .jawab pak Timbul .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c wah, hebat sekali , kita mesti cari perawan nih..\u201d kata pak Solihin .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c oh tidak bisa buat perawan , kecuali perawan itu pernah merasakan orgasme , pokoknya obat ini hanya berpengaruh pada cewek yang pernah merasakan orgasme , kalau dia belum pernah orgasme obat ini tak ada pengaruhnya..\u201d jelas pak Timbul<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c Wah , pak Timbul beli dimana obat itu..\u201d tanya pak Solihin . \u201c He he. he walaupun saya Guru Fisika , tapi saya juga pernah sekolah apoteker..\u201d kata pak Timbul .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c Maksud pak timbul , meracik sendiri obat itu..\u201d tanya pak Solihin lagi . Pak timbul mengangguk .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c pak Solihin , kita bisa kerja sama , anda lebih jago , merayu cewek , sedangkan saya bisa membuat obat , ha ,ha , ha\u2026\u201d kata pak Timbul .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Solihin sudah mengerti maksud pak Timbul . Dan Dia menangguk tertawa .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Solihin menghapiri Milla , dengan lembut membersihkan sisa sisa lilin yang menempel di badannya . \u201c pak, tolong saya , ampun..\u201d rintih Milla .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Solihin mengangkat wajahnya , lalu melumat bibirnya ,\u201d Milla mau saya bikin orgasme yah..\u201d tanya pak Solihin . \u201c mau pak, tolong bikin saya orgasme..\u201d pintanya memelas .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Solihin ke belakang , lalu membuka belahan pantat Milla . Dan menjilati bibir vaginanya . Geterannya langsung menuju pusat syaraf di otak Milla \u201c ohhhh, iyahh ohhh teruss\u2026\u201d jeritnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Solihin terus menjilat , Milla makin mendesah desah . Tubuhnya menegang . tak sampai semenit Milla menjerit \u201c ahhhhhh , keluarrrrr\u2026..\u201d . Tubuhnya mengejet beberapa kali .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c ha ha ha mudah sekali membuat kamu orgasme Milla \u201c kata pak Solihin .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tangan lalu mengusap usap klitoris Milla , kembali Milla menegang \u201c ohhh , ahhh pak, Terusss\u2026\u201d . desah Milla . Pak Solihin terus mengobel klitorisnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dan tak lama Milla mengejet lagi \u201c keluarrrr\u2026\u2026\u201d .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">P<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">ak Solihin terus mengobelnya . Milla mengejet terus ,dan gemetar . Setiap satu menit Milla berteriak \u201c keluarrr\u2026\u201d . lalu Milla menjerit meminta lagi \u201c lagi, lagi, pak itil saya gatel sekali , bikin saya keluarr lagiii..\u201d .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Begitu terus sampai Milla orgasme lebih dari 10 kali . Pak Solihin lalu membuka celananya . Lalu mengarahkan ke liang vagina Milla . Dan mendorong keras penuh nafsu . \u201c aggghhhh \u201c Jerit Milla.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Solihin terus mengoyang cepat . Dan Milla menjerit kesakitan juga kenikmatan . \u201c aghhhh\u2026 aghh terus, ahh teruss\u2026\u201d rintihnya . Pak Solihin terus menghajar , dan Miila sudah akan orgasme lagi \u201c ahhhh teruss, mau keluarr \u201d .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tapi Pak Solihin , berhenti dan segera mencabut penisnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c aghhh , tolong jangan di cabut, ahhhh tolong pak bikin saya keluar..\u201d pinta Milla . Pak Solihin tersenyum melihat ke arah pak Timbul \u201c obat perangsang yang hebat.. ha ha ha\u201d .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Solihin memandang ke wajah Milla yang sangat memelas \u201c kamu suka sama ****** saya Milla..\u201d .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Milla seperti orang kehausan akan sex lalu menjawab \u201c suka, suka masukin masukin di memek saya tolong\u201d pintanya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOke Milla saya akan entot kamu dan bikin kamu orgasme , tapi bilang dulu , kamu dudak sex ku , kamu pelacur , kamu doyan ******\u2026\u201d kata pak Solihin tertawa .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c tolong pak , saya budak sex bapak , saya pelacur bapak , saya doyan ****** bapak, tolong entot saya, tolong bikin saya orgasme\u2026\u201d pintanya mengiba iba .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Solihin lalu kebelakang lagi , dan menghunus penisnya di liang sagama Milla<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201c ohh , aghhh iyahh teruss\u2026\u201d jeritnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sambil memegang pinggangnya pak Solihin menghentak keras vaginanya . Milla menjerit jerit , sambil mengoyang pantatnya . \u201c agghhhhh terusss ahhhh\u2026\u201d . tak lama Milla mengejet , dia orgasme .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Timbul mendekat \u201c gantian ..\u201d katanya . Pak Solihin mencabut penisnya dari vagina Milla , dan Pak Timbul kini yang me******* Milla . dan Milla kembali mendesah desah .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Solihin lalu memaksa Milla mengulum penisnya . Milla orgasme lagi di entot pak Timbul . dan mereka lalu berganti posisi lagi . Pak Solihin me*******nya , dan pak Timbul memasukan penisnya di mulut Milla.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Solihin dan Pak Timbul terus bergantian , setiap kali Milla mengerang menikmati orgasmenya . Yang jelas setelah Milla orgasme lebih dari 10 kali , mereka baru ejakulasi . Pak Timbul di mulut , dan Pak Solihin di vaginanya . Mereka memberikan spermanya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setelah itu , ikatan tangan Milla di lepas . Dan Milla ambruk , tak mampu berdiri . Dia terkulai lemas di lantai .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Nafasnya tersengal sengal . ..<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Solihin lalu menarik tubuh Milla dan membaringkannya di sofa . Milla terisak isak. Hari sudah mulai gelap .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tanpa terasa hampir seharian mereka menyiksa Milla .<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Baca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-1\/\">Cerita Ngentot Petualangan Kakakku Kak Alya 1<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-2\/\">Cerita Ngewek Petualangan Kakakku Kak Alya 2<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-3\/\">Cerita Panas Petualangan Kakakku Kak Alya 3<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-4\/\">Cerita Porno Petualangan Kakakku Kak Alya 4<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-5\/\">Cerita Sange Petualangan Kakakku Kak Alya 5<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-6\/\">Cerita Dewasa Petualangan Kakakku Kak Alya 6<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/\">Cerita Sex Petualangan Kakakku Kak Alya 7<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-8\/\">Cerita Mesum Petualangan Kakakku Kak Alya 8<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-9\/\">Cerita Lendir Petualangan Kakakku, Kak Alya 9<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/\">Cerita Ngentot Petualangan Kakakku, Kak Alya 10<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cerita Ngentot Mila : Siswi Budak Seks 3 &#8211; Selang beberapa hari , Pak Solihin , menyuruh Milla untuk datang<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-717","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mila : Siswi Budak Seks 3 - Cerita Dewasa Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/mila-siswi-budak-seks-3\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mila : Siswi Budak Seks 3 - Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cerita Ngentot Mila : Siswi Budak Seks 3 &#8211; Selang beberapa hari , Pak Solihin , menyuruh Milla untuk datang\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/mila-siswi-budak-seks-3\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-07T11:23:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-11T08:17:57+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"schmu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"schmu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"21 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/mila-siswi-budak-seks-3\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/mila-siswi-budak-seks-3\/\"},\"author\":{\"name\":\"schmu\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\"},\"headline\":\"Mila : Siswi Budak Seks 3\",\"datePublished\":\"2025-08-07T11:23:40+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-11T08:17:57+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/mila-siswi-budak-seks-3\/\"},\"wordCount\":3821,\"commentCount\":0,\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/mila-siswi-budak-seks-3\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/mila-siswi-budak-seks-3\/\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/mila-siswi-budak-seks-3\/\",\"name\":\"Mila : Siswi Budak Seks 3 - Cerita Dewasa Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-08-07T11:23:40+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-11T08:17:57+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/mila-siswi-budak-seks-3\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/mila-siswi-budak-seks-3\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/mila-siswi-budak-seks-3\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mila : Siswi Budak Seks 3\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\",\"name\":\"Cerita Dewasa Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\",\"name\":\"schmu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"schmu\"},\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/schmu\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mila : Siswi Budak Seks 3 - Cerita Dewasa Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/mila-siswi-budak-seks-3\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mila : Siswi Budak Seks 3 - Cerita Dewasa Blog","og_description":"Cerita Ngentot Mila : Siswi Budak Seks 3 &#8211; Selang beberapa hari , Pak Solihin , menyuruh Milla untuk datang","og_url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/mila-siswi-budak-seks-3\/","og_site_name":"Cerita Dewasa Blog","article_published_time":"2025-08-07T11:23:40+00:00","article_modified_time":"2026-04-11T08:17:57+00:00","author":"schmu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"schmu","Estimasi waktu membaca":"21 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/mila-siswi-budak-seks-3\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/mila-siswi-budak-seks-3\/"},"author":{"name":"schmu","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc"},"headline":"Mila : Siswi Budak Seks 3","datePublished":"2025-08-07T11:23:40+00:00","dateModified":"2026-04-11T08:17:57+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/mila-siswi-budak-seks-3\/"},"wordCount":3821,"commentCount":0,"articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/mila-siswi-budak-seks-3\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/mila-siswi-budak-seks-3\/","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/mila-siswi-budak-seks-3\/","name":"Mila : Siswi Budak Seks 3 - Cerita Dewasa Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website"},"datePublished":"2025-08-07T11:23:40+00:00","dateModified":"2026-04-11T08:17:57+00:00","author":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/mila-siswi-budak-seks-3\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/mila-siswi-budak-seks-3\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/mila-siswi-budak-seks-3\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mila : Siswi Budak Seks 3"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/","name":"Cerita Dewasa Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc","name":"schmu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","caption":"schmu"},"url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/schmu\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/717","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=717"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/717\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1541,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/717\/revisions\/1541"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=717"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=717"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=717"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}