{"id":718,"date":"2025-08-07T18:24:02","date_gmt":"2025-08-07T11:24:02","guid":{"rendered":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?p=718"},"modified":"2026-04-11T15:18:09","modified_gmt":"2026-04-11T08:18:09","slug":"tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh\/","title":{"rendered":"Tiga Mahasiswi Melawan Lima Buruh"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh\/\">Cerita Ngewek Tiga Mahasiswi Melawan Lima Buruh<\/a> &#8211; Nama saya Darwin (24tahun) , WNI keturunan yang tinggal di Bandung dan kuliah ekonomi manajemen di Universitas Maranatha . Kuliahku agak tersendat karena keranjingan membantu orang tuaku menjalankan usaha percetakan keluarga kami , jadi SKS-nya kuambil sedikit-sedikit biar tidak semerawut . Dalam materi aku sama sekali tidak ada masalah , begitupun halnya dalam pergaulan , statusku membuat orang-orang mudah dekat denganku , terutama wanita , sudah beberapa kali aku gonta-ganti pacar dan hampir semua pernah ML denganku .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Orang tuaku sudah mempercayai perusahaan ini sepenuhnya padaku sehingga mereka bisa menikmati hari tuanya dengan santai dengan bepergian ke luar negeri atau mengunjungi sanak saudara lainnya . Aku mempunyai seorang cici yang sudah menikah dan ikut suaminya , jadi sekarang aku tinggal sendirian di rumah yang megah ini mengurus bisnis sekaligus kuliah .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kejadian gila ini terjadi pada bulan Agustus 2013 yang lalu . Waktu itu aku baru putus dengan pacarku , dalam kesepian itu kalau sudah tidak ada kerjaan aku menghibur diriku dengan nonton bokep , clubbing (tapi tidak sering karena besoknya harus bangun pagi-pagi , malu dong bos kesiangan) , ataupun main internet berjam-jam . Suatu hari aku membaca cerita-cerita ah-uh .tk , disitu aku menemukan hiburan yang menggairahkan , aku sangat terkesan dengan cerita-cerita karya penulis wanita seperti Lily Panther , Citra Andani , Dania , Deknas , dll dimana wanita-wanita itu terlibat dalam seks liar , ternyata wanita jaman sekarang tidak kalah berani dari pria . Lalu aku sampai pada cerita berjudul \u2018 Kejutan Untuk Teman-temanku \u2018 yang memberiku inspirasi mengadakan acara gila ini .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Terbayang-bayang dalam pikiranku dimana cewek putih cantik , sexy , dan imut dikerjai<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">oleh cowok-cowok kasar , tua , hitam , dan jelek yang statusnya lebih rendah darinya , sungguh suatu kekontrasan seks yang menggairahkan .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku kemudian mulai memikirkan rencana untuk mewujudkan fantasi liarku ,<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">rencanaku mencari cewek-cewek dari kalangan teman-temanku untuk diadu dengan buruh-buruh bawahanku . Yang pertama harus kulakukan adalah mencari ceweknya dulu , karena cukup sulit dan perlu lobi-lobi yang jitu , kalau untuk prianya itu sih nanti saja , kemungkinan menolaknya pasti kecil , cuma satu banding sepuluh . Besoknya aku kuliah siang dan membicarakan hal ini dengan seorang teman wanita yang pernah ML denganku , hasilnya nol , ditolak mentah-mentah . Aku jadi malu dan hampir mengurungkan niatku , tapi bintangku mulai bersinar di waktu malam ketika ngedugem , di sana<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">aku bertemu Claudya (22) dan Ayux (22) yang juga sefakultas denganku , mereka akrab denganku maka aku tanpa tendeng aling-aling mengutarakan maksudku pada mereka . Mulanya mereka merasa risih dengan ideku , tapi setelah susah payah kurayu-rayu , akhirnya Claudya bangkit juga gairahnya membayangkan hal itu , sedangkan Ayux , meskipun masih ragu-ragu , akhirnya mengiyakan juga karena kudesak terus (duh\u2026kaya salesman aja nih !) .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setelah puas ngedugem , aku mengantar Claudya pulang (Ayux naik mobil sendiri) , sambil menyetir Claudya sempat mengoralku sampai keluar dan dihisapnya habis .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u00a0Berikutnya aku mencari seorang lagi untuk lebih meriah , kutelepon beberapa teman yang pernah kencan denganku dan mereka-mereka yang bispak (bisa pakai) . Dari tiga orang yang kuhubungi akhirnya ada juga yang setuju yaitu Novi (23) , mahasiswi Sastra Inggris yang pernah pacaran singkat denganku , kebetulan waktu itu dia baru putus dengan pacarnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Phew\u2026akhirnya jerih payahku dengan menebalkan muka tidak sia-sia . Kini tinggal<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">mencari cowoknya , aku keliling pabrikku untuk menyeleksi kandidat yang pas , lima orang saja kurasa cukup , kalau terlalu banyak takutnya berabe , bisa ada kasak-kusuk ga enak . Sebentar saja aku sudah mendapatkan lima kandidat itu , pilihanku jatuh pada : Pak Doyok , seorang buruh tua berumur lima puluhan yang telah bekerja sejak usaha kami masih kecil-kecilan , kurasa pantas dia menerima hadiah ini mengingat pengabdiannya , meskipun berusia senja dan sudah mulai beruban , tubuhnya masih tetap fit karena terbiasa kerja keras; Pak Bokir , usianya sebaya dengan Pak Doyok , sudah menduda , jadi kupikir inilah saatnya sekali-sekali memberi upah biologis padanya; Mang Ilham , berusia empat puluhan , badannya kekar dan berisi , inilah yang menjadi pertimbanganku memilih dia; Mang Mandrak , tiga puluhan , tampangnya mirip tikus dengan kumis tipis , kurus tinggi seperti pohon kelapa; Endang , paling muda dari kelimanya , baru dua puluh tiga tahun , bekerja disini baru setahun lebih , tapi rajin dan kerjanya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">bagus , patut mendapat hadiah ini .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Seusai jam kerja aku memanggil mereka untuk bertemu secara pribadi di kantorku . Awalnya mereka bingung kok dipanggil mendadak seperti ada salah saja . Namun setelah aku menjelaskan maksudku selama beberapa menit , mereka hampir terlompat , antara kaget dan senang , seperti tidak percaya apa yang baru kutawarkan .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Hah , serius nih tuan ? \u2018 Pak Doyok dan Mang Mandrak bertanya hampir bersamaan<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Iya , siapa yang main-main , pokoknya kalian tinggal datang dan nge-jos ,<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">apa-apanya saya yang atur , dan satu hal lagi jangan sampai ada yang tau lagi selain kita , atau tidak sama sekali \u2018 jawabku meyakinkan .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Seperti yang kuduga , tak satupun dari mereka ragu atau menolak , tidak sesulit mengajak para ceweknya . Ya , sifat dasar pria lah , siapa sih yang bisa melewatkan kesempatan emas gini lalu begitu saja , apalagi kalau soal perempuan , bahkan Raja Daud yang bijak itu saja tidak bisa menghindar dari godaan seksual , ya kan !<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sebenarnya menurut rencana harusnya besok bisa mulai , tapi karena Claudya meng-SMS bilang bahwa ada tugas kuliah yang harus diselesaikan , terpaksa acara ditunda besok lusa . Duh , aku jadi agak bete , tidak sabar menunggu hari esok , satu jam jadi terasa setahun karena sudah kebelet . Malamnya aku sampai masturbasi saking bergairahnya , tapi sisi positif dari tertundanya acara ini aku bisa mempersiapkan segalanya lebih baik . Ketiga pembantu wanitaku kubebastugaskan hari itu , yang kebetulan sehari<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">sebelum hari kemerdekaan RI , kusuruh saja mereka berkunjung ke sanak saudaranya atau kemana kek , pokoknya tidak mengganggu acara gilaku . Kupompa kasur udaraku yang empuk (beli dari Dr . TV , hehe . .promosi nih ceritanya?) dan kuletakkan di ruang tamu sebagai arena pertarungan nanti .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Akhirnya sampai juga hari-H itu , sekitar pukul dua siang aku sudah membereskan segala dokumen yang harus kutangani , sisanya , pekerjaan kecil lainnya kuserahkan pada staffku . Saat itu sudah ada SMS masuk dari Novi yang mengatakan bahwa dia sudah datang dan sedang menunggu di depan kediamanku .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Pagi-pagi amat dia datang , baru juga jam segini \u2018 pikirku . Aku pun segera menuju ke rumahku yang terletak di samping pabrik , dibatasi dua buah gerbang kayu . Aku memasuki pekarangan rumahku , disana Novi sedang jongkok mengelus-elus si Buster , kelinci peliharaanku .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Hoi , Na , cepat amat kesininya , kan gua bilang jam limaan sesudah bubar kerja \u2018 sapaku<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Tanggung , kalo pulang , nanti harus bolak-balik jauh lagi \u2018 jawabnya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Naik apa kesini ? \u2018<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Tadi nebeng si Stephanie kan dia di Lingkar Selatan sana \u2018<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Hari itu Novi terlihat cantik sekali , kaos ketatnya tanpa lengan dan celana panjang sedengkulnya semua serba putih , rambutnya yang panjang diikat ekor kuda . Walaupun pernah putus denganku akibat ketidakcocokan sifat , namun kami masih berteman baik , bahkan terkadang kita melakukan hubungan badan . Secara fisik , dia termasuk perfect , buah dadanya sedang saja , standar cewek Asia , tubuhnya langsing bak biola , dia juga jago dancing dan piano .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kuajak dia masuk ke rumah , disana kami menonton DVD Troy sambil<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">ngobrol dan makan snack menunggu waktu bubaran pabrik . Ketika film lagi seru-serunya , tiba-tiba intercom berbunyi , ada urusan di pabrik yang memintaku datang .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Gimana sih nih orang-orang , masih butuh gua juga ! \u2018 omelku dalam hati<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Lu nonton sendiri dulu , gua ada perlu dulu nih , sori yah \u2018<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Huh , ternyata cuma ada dokumen yang perlu kutandatangan , cuma itu saja ,<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">itulah kenapa aku tidak mengatur acaranya jam segini , ya banyak gangguan seperti ini loh . Aku memeriksa sejenak kegiatan di pabrik , setelah yakin tidak ada apa-apa lagi aku pun kembali ke samping . Waktu keluar dari sana , kulihat Vios hitamnya Claudya sudah ada di halaman pabrik . Aku menengok arlojiku , wah\u2026sudah mau jam setengah lima , ga kerasa ya , cepat amat , berarti sebentar lagi pesta gila-gilaan ala Kaisar Caligula akan segera dimulai hehehe\u2026aku jadi ngeres .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Lho , si Claudya mana , tadi ada mobilnya di depan ? \u2018 tanyaku pada Novi karena tidak melihat Claudya di rumah<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Tuh , lagi ke WC , masih lama ga nih acaranya Win , gua udah deg-degan nih ? \u2018 tanyanya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Bentar lagi kok , jam lima baru bubar , rileks aja Na , ga usah tegang gitu , ntar juga enjoy \u2018 kataku<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Yo , Vi darimana aja , you are so hot today ! \u2018 sapaku begitu keluar dari kamar mandi<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Waktu itu Claudya memakai tank-top merah yang talinya diikat ke leher dan membiarkan setengah punggungnya terbuka . Bawahnya memakai rok yang mini dari bahan jeans ungu memamerkan pahanya yang putih mulus . Aku terpana beberapa detik menatap tubuh mulus Claudya yang tinggi semampai (170cm) , wajahnya cantik ala oriental namun ekspesinya agak dingin , sehingga sering terkesan jutek bagi yang belum kenal dekat dengannya , tapi kalau akrab dia enak diajak bicara , blak-blakan dan pendengar yang baik ,<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">setahuku dia ini orangnya pilih-pilih dalam memilih patner sex , tapi mau saja menerima tantanganku ini , entah dia yang kepingin atau diplomasiku yang hebat .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Dari rumahlah , masa dari kampus pake baju glamor gini , eh tinggal si Ayux ya yang belum ada ? \u2018 jawabnya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Iya belum tuh , ga ada berita lagi , tadi gua telepon HPnya ga dinyalain \u2018<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Lu pake ginian bikin gua kepanasan nih Vi \u2018 kataku sambil memDoyoki dirinya , dibalik celanaku , adikku juga mulai bangun .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tak dapat menahan diri lagi , langsung kupeluk tubuh Claudya , tanganku menggerayangi pahanya sambil menyingkap roknya , lalu telapak tanganku bergerak ke belakang meremas pantatnya yang montok .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Nngghh\u2026buru-buru amat sih , ntar aja ah ! \u2018 katanya antara menolak dan menerima<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Sori Vi\u2026dikit aja , lu bikin gua nafsu sih \u2018 sahutku seraya memagut lehernya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Rambutnya yang pendek model Utada Hikaru memudahkan aku menjilati lehernya yang jenjang hingga ke tenguknya . Dari sana bibirku menjelajah secara erotis ke dagu , pipi , hingga mencaplok bibirnya yang tipis . Dengan kedua tangan meremas pantatnya , aku menciuminya dengan panas , nafas kami yang memburu terasa pada wajah masing-masing . Perhatian Novi pada layar TV jadi tersita ke arah mantan pacarnya yang berciuman dengan penuh gairah dengan temannya . Dia menatapi kami tanpa berkedip dan terlihat gelisah , tangannya secara sembunyi-sembunyi meremas toket sendiri . Aku yakin cintanya padaku masih tersisa sedikit walaupun cuma lima persen , dan hal itu tentu menimbulkan sensasi cemburu yang membuatnya horny .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Claudya pun mulai merespon dengan meremas selangkanganku yang sudah menonjol . Lagi enak-enak ber-French kiss , tiba-tiba bel musikku berbunyi , kami melepaskan diri . Hhmm\u2026siapa ya , Ayux atau para bawahanku ? Pintu kubuka , ternyata para buruhku , lima-limanya pula , aku memberitahukan bahwa cewek-ceweknya sudah datang tapi dari tiga baru dua yang datang , kuminta agar mereka bisa berbagi jatah dengan adil .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Ini beneran kan tuan ? kita ga usah keluar uang kan ? \u2018 si Endang seakan masih tak percaya , aku cuma mengangguk meyakinkannya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Udahlah ga usah banyak bacot , enjoy aja euy ! \u2018 Pak Bokir menepuk punggung pemuda itu<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kubawa mereka ke ruang tengah dan kupertemukan dengan para cewek . Novi terlihat nervous , dia tetap duduk di sofa dan memberi senyum dipaksa ketika kuperkenalkan buruh-buruhku satu persatu . Sedangkan Claudya , meskipun agak gugup , namun lebih luwes , dia berdiri menyambut kedatangan mereka bahkan menyalami mereka waktu keperkenalkan . Ketika Mang Mandrak dengan nakal mencolek pantatnya pun , dia membalasnya dengan senyum menggoda .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setelah saling kenal dan basa-basi sejenak kupersilakan mereka memilih sesuai selera mereka , dengan ini pesta resmi kubuka . Pak Bokir dan Endang sepertinya lebih memilih Novi , merekapun menghampirinya dan duduk disofa mengapit kanan dan kirinya . Sedangkan sisanya yang memilih Claudya mulai berdiri mengerubunginya . Aku sendiri duduk di sebuah sudut yang strategis untuk menyaksikan the hottest live show ini .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Nah , pembaca , dari sini aku sempat bingung bagaimana menguraikan kedua adegan ini secara lengkap dan detail , karena tidak seru kan kalau aku hanya menguraikannya sekilas-sekilas . Akhirnya setelah kupikir-pikir aku memutuskan menceritakannya per adegan plus berdasarkan penuturan mereka , supaya lebih fokus dan pembaca pun turut menghayati kenikmatan yang kurasakan waktu itu , semoga metode berceritaku ini memuaskan pembaca sekalian , aku akan memulainya dengan adegan Claudya . (beberapa dialog disini , terutama yang diucapkan para buruhku adalah dalam Bahasa Sunda , sebenarnya aku lebih sreg menuliskan seperti aslinya , namun mengingat pembaca ah-uh .tk bukan cuma dari Jawa Barat , juga peraturan dari admin yang mengharuskan pemakaian Bahasa Indonesia yang baik dan benar , maka aku harus taat sama aturan mainnya)<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Claudya dikerubungi ketiga orang itu Claudya nampak tegang , namun dia menutup-nutupi ketegangan itu dengan senyumannya dan juga menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka , terkadang mereka mengajukannya pertanyaan nakal yang membuat wajahnya memerah tersipu-sipu . Pak Doyok mulai berani mengelusi punggung Claudya yang terbuka .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Eeemm\u2026geli Pak ! \u2018 desahnya menggoda .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Masa digituin aja geli sih Neng , gimana kalo diginiin ? \u2018 Mang Mandrak meremas toketnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tangan-tangan kasar itu mulai menggerayanginya . Mang Ilham juga mulai merayapi lekuk tubuh Claudya sambil menyingkap rok mininya , paha mulus itu dia raba-raba , tangannya makin merayap ke atas hingga menyentuh selangkangan Claudya yang masih tertutup celana dalam biru langit .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">cewek hot<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Bapak buka bajunya ya Neng \u2018<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tanpa menunggu jawaban Claudya , Pak Doyok membuka tali leher yang menyangga pakaiannya . Claudya tidak memakai bra karena tank top itu mempunyai cup dada didalamnya sehingga begitu melorot toket montok dengan puting kemerahan itu langsung terekspos . Pak Doyok dan Mang Mandrak mencaplok masing-masing kiri dan kanannya . Mang Ilham kini berjongkok sedang mengagumi keindahan paha Claudya yang jenjang dan mulus itu , tangannya tak henti-hentinya mengelusi paha itu .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Neng , pahanya mulus amat\u2026putih lagi \u2018 puji Mang Ilham sambil menjilatnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Yang tak kalah menarik tentu bagian pangkalnya dan kini tangan Mang Ilham telah sampai kesitu membelai kemaluannya dari luar , jari-jarinya lalu menyusup lewat tepi celana dalamnya . Mang Mandrak mengenyot toket kanannya . Claudya menengadah dengan mata terpejam , mulutnya mengap-mengap mengeluarkan desahan . Dia telah mabuk birahi , tubuhnya menggelinjang saat Mang Ilham menggosok Memeknya dengan jari-jarinya sampai terlihat bercak cairan Memeknya di tengah celana dalamnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Pak Doyok , disana aja atuh , cape dong berdiri melulu ? \u2018 kataku menunjuk kasur pompa yang terletak tak jauh dari situ .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mereka pun menggiring dan merebahkan tubuh Claudya di kasur empuk itu ,<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">lalu pakaiannya dilucuti satu persatu hingga tak tersisa apapun lagi di tubuhnya . Tampaklah tubuh mulus Claudya yang bertoket kencang , berperut rata , dan kemaluannya yang masih rapat ditumbuhi bulu-bulu yang tidak terlalu lebat dan tercukur rapi . Setelah menelanjanginya , mereka juga membuka baju masing-masing . Tiga batang kemaluan mengarah padanya bak meriam yang siap menembak , Claudya sampai terpana menatap ketiga senjata yang akan segera \u00e2\u20ac\u02dcmembantainya\u00e2\u20ac\u2122 itu . Ketiganya kembali mengerubungi Claudya yang terlihat nervous dengan menutupi kemaluan dan toketnya dengan tangan .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Hehehe\u2026si neng malu-malu gini bikin saya tambah nafsu aja ah ! \u2018 kata<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mang Ilham mengangkat tangan kiri Claudya yang menutup toketnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Wah ternyata bodynya amoy bagus banget ya! \u2018 kata Mang Mandrak yang tangannya mulai menjelajahi tubuh mulus itu .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Doyok menciumi toket kanannya sambil tangannya meraba-raba kemaluannya . Dijilatinya seluruh gunung itu sampai basah lalu dengan ujung lidahnya dia main-mainkan putingnya . Jantungku berdebar-debar dan mataku melotot menyaksikan adegan itu , ditambah lagi adegan pada sofa di hadapanku dimana tubuh telanjang Novi sedang dijilati dan digerayangi .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku membuka celana pendekku dan mengeluarkan Kontolku lewat pinggir celana dalam lalu mulai memijatnya , ini jauh lebih spektakuler dari film bokep dengan artis tercantik sekalipun . Mang Ilham mencium dan menjilat leher jenjang Claudya sambil mengusap-usap toket satunya , lalu ciumannya bergerak ke atas menggelikitik kupingnya menyebabkan Claudya menggeliat dan mendesah nikmat . Dari telinga mulut Mang Ilham memagut bibir Claudya , mulut lebar dengan bibir tebal itu seolah mau menelan bibir Claudya yang mungil lagi tipis . Sekonyong-konyong terdengar kecipak ludah dari lidah mereka yang beradu . Claudya nampak sudah tidak merasa risih lagi , yang dirasakannya sekarang adalah birahi yang menggebu-gebu akan pengalaman barunya ini , terlihat dari matanya yang terpejam menghayati permainan ini . Sikapnya yang semula pasif mulai berubah dengan meraih Kontol Mang Ilham dalam genggamannya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mang Mandrak sedang berlutut diantara kedua paha Claudya , tapi dia belum juga mencoblosnya . Agaknya dia masih belum puas bermain-main dengan tubuh mulus itu . Sekarang dia sedang membelai-belai tubuh bagian bawahnya , terutama pantat dan kemaluannya . Dia mengangkat paha kiri itu , lalu menciumi mulai dekat pangkalnya , terus turun ke betis , pergelangan , dan akhirnya dia emut jari kaki yang lentik itu . Lagi enak-enak nonton live-show sambil ngocok , tiba-tiba ada SMS masuk , kuraih HP-ku , oh\u2026si Ayux , hampir lupa aku sama anak ini saking asyiknya , pesannya berbunyi demikian :<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Win , pstanya jd g? psti lg asyk y? sori nih tlat , td diajak tmn jln2 sih , kl stgh7 gw ksana msh bsa g? \u2018<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Brengsek bikin orang nunggu aja , mana datangnya telat banget lagi , tapi aha\u2026terbesit sebuah cara untuk menghukumnya , hihihi\u2026aku nyeringai sambil mereply SMS-nya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Gile tlat amt sih , y dah u dtg aja , mngkin msh kburu , kl g kta skalian<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">mkn mlm aja , ok \u2018<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Wow , kini Claudya sedang menjilati secara bergantian Kontol Pak Doyok dan Mang Ilham yang berlutut di sebelah kiri dan kanan kepalanya . Sementara itu Mang Mandrak menjilat serta menusuk-nusukkan lidahnya ke dalam Memek Claudya , rangsangan itu membuatnya sering mengapitkan kedua paha mulusnya ke kepala Mang Mandrak . Kini Claudya membuka mulut dan mendekatkan kepalanya pada Kontol Pak Doyok , setelah masuk ke mulutnya , dia mulai<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">mengulum benda itu dengan nikmatnya sambil tangan kanannya mengocok pelan Kontol Mang Ilham . Tak lama kemudian Mang Mandrak menghentikan jilatannya dan merentangkan paha Claudya lebih lebar , dia bersiap memasukkan Kontolnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Claudya juga menghentikan sejenak oral seksnya , menatap Kontol yang makin mendekati bibir Memeknya dengan deg-degan .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Pelan-pelan yah Mang , saya takut sakit abis Kontol Mang gede gitu ! \u2018 ucap Claudya memperingatkan<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Tenang aja Neng , Mamang ga bakal kasar kok ! \u2018 hiburnya sambil mengarahkan senjatanya ke liang senggamanya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Nampaknya Mang Mandrak kesulitan memasukkan Kontolnya ke dalam memek Claudya karena ukurannya itu , maka dia lakukan itu dengan gerakan tarik-dorong .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Aakkhh\u2026nggghhh\u2026sakit ! \u2018 rintih Claudya menahan rasa nyeri , padahal Kontol itu belum juga masuk seluruhnya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Masa pelan gitu sakit sih Neng ? \u2018 kata Pak Doyok yang memegangi tangannya sambil membelai toketnya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Mungkin si Neng aja yang memeknya kekecilan kali ! \u2018 sahut Mang Ilham cengengesan .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Aaaaahhh\u2026 \u2018 jeritnya saat Mang Mandrak menghentakkan pinggulnya ke depan hingga Kontolnya terbenam seluruhnya ke dalam liang itu .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya , tanpa ampun dia menggenjotnya dengan buas tanpa menghiraukan perbandingan ukurannya dengan memek Claudya . Sementara di kiri dan kanannya kedua orang itu tak pernah berhenti menggerayangi tubuhnya . Mang Ilham dengan mulutnya yang lebar menelan seluruh susu kanannya yang disedot dan dikulum dengan rakus . Pak Doyok menelusuri tubuh itu dengan lidahnya , bagian-bagian sensitif tubuh Claudya tidak luput dari jilatannya . Claudya mendesah-desah tak karuan sambil menggeleng-gelengkan<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">kepalanya , tubuhnya menggelinjang hebat .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Saat itu Endang baru saja selesai dengan Novi , setelah menyemprot perut Novi dengan spermanya dia minum dulu dan langsung menuju Claudya , sementara itu Mang Mandrak mulai mencicipi Novi . Endang duduk di sebelah kanannya dan meminta ijin Pak Doyok yang sedang menguasai kedua toketnya untuk memberinya jatah satu saja . Sepertinya dia menggigit putingnya karena badan Claudya mengejang dan mendesah tertahan di tengah<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">aktivitasnya mengoral Mang Ilham , dia mengenyot dan kadang menarik-narik puting itu dengan mulutnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Ooohh\u2026isep Neng\u2026iseepp !! \u2018 tiba-tiba Mang Ilham mendesah panjang dan makin menekan kepala Claudya ke selangkangannya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Spermanya menyembur di dalam mulut Claudya , mungkin karena badannya berguncang-guncang hisapan Claudya tidak sempurna , cairan itu meleleh sebagian di pinggir mulutnya . Mang Ilham beranjak pergi meninggalkan Claudya setelah di cleaning service , diambilnya segelas aqua dari meja untuk diminum .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tiba-tiba goyangan Claudya makin gencar lalu berhenti dengan tubuh mengejang , kepalanya menengadah sambil mendesah panjang , kedua tangannya memegang erat lengan Pak Doyok . Dia telah mencapai klimaks , tapi Pak Doyok belum , dia terus menghentakkan pinggulnya ke atas menusuk Claudya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tubuh Claudya melemas kembali dan ambruk ke depan menindihnya . Saat itu Endang sudah pindah ke belakangnya , dia meremas pantat yang sekal itu sambil mengorek duburnya . Kemudian dia menindihnya dari belakang , tangannya menuntun Kontolnya memasuki liang dubur itu diiringi rintihan pemiliknya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tubuh Claudya kini dihimpit kedua buruh itu seperti sandwich , kedua Kontol itu menghujam-hujam kedua lubangnya dengan ganas .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Ooohh\u2026 .oooh\u2026aakkhh ! \u2018 gairah Claudya mulai bangkit lagi , memeknya berdenyut-denyut memijat Kontol Pak Doyok yang sudah di ambang klimaks .Pak Doyok lalu melenguh panjang menyemburkan maninya di dalam memek Claudya akhirnya dia terbaring lemas di kolong tubuh Claudya dengan nafas terengah-engah .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setelah ditinggalkan Pak Doyok , Claudya cuma melayani Endang saja , namun pemuda ini lumayan brutal mengerjainya sehingga dia menjerit-jerit .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Duburnya disodok-sodok sementara toketnya yang menggantung di remas dengan kasar . Hal ini berlangsung sekitar sepuluh menit lamanya sampai keduanya klimaks , sperma Endang tertumpah di pantatnya sebelum keduanya ambruk tumpang tindih . Keadaan Claudya sudah babak-belur , tubuhnya bersimbah peluh , bekas-bekas cupangan masih terlihat pada kulitnya yang mulus , sperma bercampur cairan kewanitaan meleleh dari selangkangannya . Aku jadi kasihan melihatnya , maka aku menghampirinya dengan membawa air dan tissue . Kuangkat tubuhnya dan kusandarkan pada lenganku , dengan tissue kuseka keringat di dahinya , minuman yang kuberikan langsung diteguknya habis .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Udah ya Vi, kalau dah ga kuat jangan dipaksain lagi , ntar pingsan lu! \u2018 saranku<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Namun dia cuma tersenyum sambil menggeleng , ga apa-apa katanya cuma perlu istirahat sedikit , dia juga bilang rasanya seperti diperkosa massal saja barusan itu . Waktu itu Pak Bokir menghampiri kami bermaksud menikmati Claudya , tapi kusuruh dia bersabar karena kondisinya belum fit .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Cerita Ngentot Terbaru | \u00a0Karena tubuh Claudya yang sudah lengket-lengket itu , aku menyuruhnya mandi agar lebih segar . Setelah agak pulih , kubantu dia berdiri dan memapahnya ke kamar mandi , kunyalakan shower air hangat untuknya . Sebelum keluar kami berpelukan , kucium dia sambil mengorek memeknya dengan dua jari , cairan sperma meluber keluar begitu kukeluarkan tanganku , sehingga aku harus cuci tangan .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Dah mandi dulu yang bersih , supaya nanti siap action ! \u2018 kataku<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dia cekikikan sambil menyeprotkan shower ke arah kakiku , aku melompat kecil dan keluar sambil tertawa-tawa . Begitu aku keluar , waw\u2026gile , Novi mantan pacarku itu sedang dikerjai kelima orang itu , dia sudah tidak di sofa lagi , melainkan sudah di lantai beralas karpet , the hottest gangbang i\u2019ve ever seen ! Untuk lebih lengkapnya lebih baik kita ikuti kisah Novi dari awal .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Bokir menjulurkan lidahnya , lalu menyapukannya telak pada leher jenjang Novi membuatnya merinding dan mendesis . Dia meneruskan rangsangannya dengan mengecup lehernya membuat tanda kemerahan disitu , rambut Novi yang terikat ke belakang memudahkannya menyerang daerah itu .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tangannya pun tak tinggal diam , terus bergerilya di dada kirinya dan pelosok tubuh lainnya . Mendadak Pak Bokir menghentikan kegiatannya dan memanggil Endang yang lagi asyik nyusu dengan mencolek kepalanya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Eh , Dang , kita taruhan yu , yang menang boleh ngentot si Neng duluan ! \u2018 tantangnya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Taruhan apaan Pak , saya mah ayu aja \u2018<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Coba tebak , si Neng ini jembutan ga ? \u2018 tanyanya dengan nyengir lebar<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Muka Novi jadi tambah memerah karena kenakalan mereka ini , aku juga jadi terangsang dibuatnya . Suatu sensasi tersendiri menonton mantan pacarku ini dikerjai orang lain .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Hmmm\u2026ada ga Neng ? \u2018 tanya Endang sambil menatapi selangkangan Novi<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Eee\u2026nanya lagi , orang disuruh tebak ! \u2018 omel Pak Bokir menyentil kepalanya Novi senyum mesem dan menjawab tidak tahu menjawab si Endang .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Ada aja deh ! \u2018 tebak si Endang<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Yuk kita tes , bener ga ! \u2018 kata Pak Bokir dengan menyusupkan tangannya ke balik celana Novi<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Eemmhhh\u2026 \u2018 desis Novi saat merasakan tangan Pak Bokir merabai kemaluannya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Weleh\u2026sialan , bener juga lu Dang ! \u2018 gerutunya karena ternyata memek Novi memangnya berbulu , lebat lagi .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Endang tersenyum penuh kemenangan karena dapat giliran pertama merasakan tubuh Novi . Merekapun kembali menggerayangi tubuhnya . Tangan Pak Bokir tetap didalam celananya mengobok-obok kemaluannya sejak mengetes tadi . Endang mulai membuka sabuk yang dikenakan Novi dan menurunkan resletingnya , sebelumnya dia menyuruh Pak Bokir menyingkirkan tangannya dulu .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Cairan memek membasahi jari-jarinya begitu dia mengeluarkan tangannya dari sana . Endang turun dari sofa dan jongkok di lantai beralas permadani itu untuk menarik lepas celana Novi . Tampak memek Novi dengan bulu-bulu yang tebal dari balik celana dalamnya yang semi transparan . Sesaat kemudian pakaian terakhir dari tubuhnya itu dilepaskannya pula . Jadilah Novi telanjang bulat terduduk separuh berbaring di sofa .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Pak Bokir , mau liat ga nih , bagus banget loh ! \u2018 sahut Endang padanya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Hmmm\u2026iya bagus ya , kamu aja dulu Dang , saya mau netek dulu ! \u2018 kata<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Bokir sambil mencucukkan sejenak jari tengah dan telunjuk ke memeknya , waktu dia keluarkan cairan lendirnya menempel dijari itu .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Bokir mulai menjilati toketnya mulai dari pangkal bawah lalu naik menuju putingnya , dia jilat puting itu lalu dihisapnya kuat-kuat , sementara tangannya memilin-milin putingnya yang lain .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Hhhnngghh\u2026Mang , oohh ! \u2018 Novi mendesah menggigit bibir sambil memeluk erat kepala Pak Bokir .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Novi makin menggelinjang saat wajah Endang makin mendekati selangkangannya dan<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Aaaahh\u2026! \u2018 desahnya lebih panjang , tubuhnya menggelinjang hebat , kedua pahanya mengapit kepala Endang .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pemuda itu telah menyapu bibir memeknya , lalu lidah itu terus menyeruak masuk menjilati segenap penjuru bagian dalam memeknya , klitorisnya tak luput dari lidah itu , sehingga tak heran kalau desahannya makin tak karuan saling bersahut-sahutan dengan desahan Claudya yang saat itu baru ditusuk Mang Mandrak .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Oi , kalian berdua kok belum buka baju sih , kasih liat dong Kontolnya ke Neng Novi pasti dah ga sabar dia ! \u2018 kataku pada Endang dan Pak Bokir .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak Bokir nyengir lalu dia membuka kaos berkerah dan celananya hingga bugil , dia menggenggam Kontolnya yang tebal dan hitam itu memamerkannya pada Novi<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Nih , Neng Kontol Mamang gede ya , sama pacar Neng punya gede mana ? \u2018 tanyanya sambil menaruh tangan Novi pada benda itu<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Gede yah Mang\u2026keras \u2018 jawab Novi yang tangannya sudah mulai mengocoknya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Novi yang tadinya malu-malu hilang rasa malunya saking terangsangnya , sepertinya dia sudah tidak peduli keadaan sekitar , yang dipikirkannya hanya menyelesaikan gairah yang sudah membakar demikian hebat itu .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Hampir sepuluh menit berlalu , tapi Endang masih seperti kelaparan , belum berhenti menjilati memeknya sementara Novi sudah mengapir dan menggesek-gesekkan pahanya pada kepala Endang menahan birahinya yang meninggi .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Nanti juga enak kok Neng , sakitnya bentar aja ! \u2018 timpal Mang Mandrak<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Beberapa kali Pak Bokir menekan tubuh Novi juga menghentakkan pinggulnya , akhirnya masuk juga Kontol itu ke memeknya , mata Novi sampai berair menahan sakit . Pak Bokir mulai menggoyangkan tubuhnya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Arrgghh\u2026uuhhh\u2026sempit amat\u2026enak ! \u2018 gumam Pak Bokir di tengah kenikmatan Kontolnya dipijat memek Novi .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sementara Mang Mandrak meraih kepala Novi , wajahnya mendekat dan<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">hup\u2026mulut mereka bertemu , lidahnya menerobos masuk mempermainkan lidah Novi ,<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">dia hanya pasrah saja menerimanya , dengan mata terpejam dia coba menikmatinya lidahnya , entah secara sadar atau tidak turut beradu dengan lidah lawannya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Limabelas menit lamanya batang Pak Bokir yang perkasa menembus memek , Novi , runtuhlah pertahanan Novi , sekali lagi badannya mengejang dan mengeluarkan cairan kewanitaan membasahi Kontol Pak Bokir dan sofa di bawahnya (untung sofanya bahan kulit jadi gampang dibersihkan) . Novi memeluk erat-erat kepala Mang Mandrak yang sedang mengenyot toketnya . Sekonyong-konyong terlihat cairan putih meleleh dari selangkangan Novi , rupanya Pak Bokir juga telah orgasme . Desahan mereka mulai reda , keduanya melemas kembali . Nampak olehku ketika Pak Bokir melepas Kontolnya , dari memek Novi menetes cairan sperma yang telah bercampur cairan cintanya . Waktu beristirahat baginya cuma sebentar karena Mang Mandrak langsung menyambar tubuhnya , menindihnya , dan mengarahkan senjatanya ke liang kenikmatan . Segera saja tubuhnya memacu naik-turun diatasnya . Novi menggelinjang setiap kali dia menghentakkan tubuhnya . Saat itu Mang Ilham dan Pak Doyok mendekati keduanya untuk menonton lebih dekat adegan panas itu . Mereka menyoraki temannya yang sedang berpacu diatas tubuh mantan pacarku itu seperti menonton pertandingan olahraga saja .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setelah itu aku kehilangan sedikit adegan karena sedang mengantar Claudya ke kamar mandi , maka adegan yang hilang ini kuceritakan berdasarkan penuturan Mang Ilham yang kuanggap paling akurat . Dari sofa , Mang Mandrak menurunkan Novi ke karpet , dia berlutut di antara paha Novi dan terus menyodoknya . Mang Ilham membungkuk agar bisa mengemut toket yang menggiurkan itu . Pak Doyok berlutut di samping kepalanya dan menjejalkan Kontolnya ke mulutnya , sambil diemut dia memegangi toket Novi .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Endang dan Pak Bokir yang nganggur kembali mendatanginya , merekapun ikut bergabung mengerjai Novi . Tangan-tangan hitam kasar menggerayangi tubuh mulus itu , ada yang mengelus pahanya , ada yang meremas toketnya , ada yang memelintir putingnya , beberapa diantaranya sedang dikocok Kontolnya oleh Novi . Ikat rambutnya sudah terbuka sehingga rambutnya tergerai sebahu lebih . PemDoyokan itulah yang kulihat ketika keluar dari kamar mandi .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Lebih dari lima menit dia menjadi objek seks kelima buruhku . Mulanya aku sangat menikmati tontonan ini , terlebih ketika sperma mereka muncrat di tubuhnya , ada yang nyemprot di dada , perut , dan mukanya . Namun aku mulai merasa kasihan ketika mereka memaksanya membersihkan Kontol-Kontol mereka dengan mulutnya , beberapa bahkan menjejalkan paksa ke dalam mulutnya , aku terpaksa turun tangan menyudahinya ketika kulihat air matanya mulai menetes . Aku tahu semasa pacaran denganku dulu dia memang tidak terlalu suka oral seks dan menelan sperma , jijik katanya , apalagi sekarang dengan yang hitam-hitam gitu , tentu saja aku tidak tega melihatnya dipaksa-paksa sampai menangis .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Udah-udah Mang , cukup\u2026jangan diterusin lagi , nangis nih dia ! \u2018 kataku membubarkan mereka<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kemudian aku sandarkan dia di kaki sofa dan memberinya minum , kulap sperma yang membasahi mukanya . Dia memelukku dan menangis sesegukan , aku balas memeluknya dan menenangkannya , tidak peduli lagi dengan tubuhnya yang masih lengket-lengket .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Duh\u2026maaf banget Neng , abis tadi kita kirain Neng nikmatin , ga taunya nangis beneran ! \u2018 kata Mang Mandrak<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Iya , kalo tau Neng ga suka ngemut Kontol , kita juga ga maksa , tadi Neng reaksinya malu-malu sih , jadi kita juga tambah nafsu \u2018 tambah Pak Bokir<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Sori , sori , Na gua lupa bilang tadi , abis mandi lu pulang aja yah ! \u2018 hiburku mengelus-elus rambutnya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Ngga , ga papa kok Win , gua enjoy , cuma tadi gua kaget aja dipaksa-paksa gitu , gua kan ga suka oral \u2018 katanya setelah lebih tenang sambil membersihkan air mata .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Legalah kami mendengar dia berkata begitu , kami kira dia bakal trauma atau shock . Aku lalu menyuruhnya mandi dan membantunya bangkit , dia pun berjalan sempoyongan ke kamar mandi . Aku dan para buruhku duduk-duduk di ruang tamu merenggangkan otot , kupersilakan mereka menyantap snack dan minuman sambil menunggu Ayux . Aku ngobrol-ngobrol tentang pendapat mereka sekalian memberi pengarahan apa yang harus dilakukan untuk menghukum Ayux yang terlambat nanti . Ayux memang bukan type yang<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">malu-malu seperti Novi , tapi aku tetap harus memperingatkan mereka agar tidak bertindak kelewatan , aku tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan gara-gara mewujudkan fantasi gilaku .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Win , Novi diapain aja sampe nangis gitu ? \u2018 terdengar suara Claudya bertanya dari belakang , dia berjalan ke arahku dengan handuk kuning terlilit di tubuhnya , rambutnya masih agak basah<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Ga kok , cuma belum biasa dikeroyok aja , jadi sedikit\u2026ya gitulah ! \u2018 jawabku sambil meraih pinggangnya mengajak duduk di sebelahku .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mang Ilham mengajak Claudya duduk disebelahnya saja , tapi Claudya menolaknya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Nggak ah Pak , mending simpen tenaga aja buat si Ayux ! \u2018 tolaknya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ketika kami ngobrol-ngobrol ada yang misscall ke HP-ku , si Ayux , semenit kemudian disusul bunyi bel , nah pasti ini dia , pikirku .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku menyuruh buruh-buruhku sembunyi di dapur dengan membawa pakaian masing-masing , aku berencana membuat surprise sekaligus hukuman baginya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kupakai celana pendekku untuk menyambutnya (iya dong , kalau ternyata bukan Ayux , masa aku menyambutnya memakai celana dalam) .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Hai , sori yah telat \u2018 katanya begitu pintu terbuka \u2018 gua jadi ga usah main sama buruh-buruhlu yah \u2018<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Udah malam gini , kita baru aja bubar , masuk ! \u2018 ajakku<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Ngapain aja seharian tadi ? \u2018<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Nge-bowling di BSM , pada minta nambah game melulu sih , kan ga enak<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">kalo gua pulang dulu , sori banget \u2018<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ayux orangnya cantik , rambut panjang kemerahan direbound , tinggi kurang lebih 160cm , dadanya tegak membusung 34B , lebih montok daripada Novi dan Claudya , tampangnya sedikit mirip Vivian Chow , artis HK tahun 90an itu loh , dengan modal itu dia pantas bekerja paruh waktu sebagai SPG .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Hari itu dia memakai baju putih lengan panjang dengan dada rendah dan rok selutut dari bahan jeans .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ayux<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Hi , baru lembur nih ! \u2018 sapanya pada Claudya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kubiarkan mereka berbasa-basi sebentar sampai aku menarik rambutnya dari belakang sehingga dia merintih kaget<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Udah arisannya nanti lagi , kaya ga tau lu punya salah aja ! \u2018<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Aww\u2026aduh , ngapain sih sakit tau ! \u2018 rintihnya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mohon pembaca jangan salah paham mengira aku ini psikopat atau apa , dalam bermain sex dengannya aku memang sering memakai cara kasar , karena dia juga menikmati dikasari , cuma sebatas main jambak dan tampar sih , tidak sampai masokisme dengan pecut , lilin , dan sejenisnya . Karena dia suka variasi seks kasar inilah aku mengajukan tantangan padanya .Aku mendekapnya dan menciumi bibir dan lehernya habis-habisan sampai nafasnya mulai memburu . Dia pun mulai meraba selangkanganku . Setelah memberi syarat dengan gerakan tangan ke arah dapur , mendadak aku melepas ciumanku dan menepis tangannya dari selangkanganku<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Heh , dasar gatel , datang-datang udah pengen Kontol , kalo lu mau Kontol gua kasih lu lima sekaligus ! \u2018 makiku sambil mendorong tubuhnya hingga tersungkur di lantai<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dia menjerit kecil dan begitu menengok ke belakang disana sudah berdiri para buruhku yang bugil yang senjatanya sudah di reload , mengacung tegak siap untuk pertempuran selanjutnya . Sebelum sempat bangun dia sudah diterkam kelima orang itu .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Heeaaa\u2026sikat ! \u2018 seru mereka sambil menyerbunya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Win\u2026sialan lu , gila !! \u2018 jeritnya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Huehehehe\u2026tenang Vi, gua masih nyisain buat lu kok , kan lu suka dikasarin , coba deh biar tau rasanya diperkosa , dijamin sensasional abis ! \u2018 aku menyeringai padanya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ayux meronta-ronta , tapi dia tidak bisa menghindar karena kedua kaki dan tangannya dipegangi mereka , malah itu hanya menambah nafsu mereka .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mereka tertawa-tawa sambil mengeluarkan komentar jorok bagaikan gerombolan serigala melolong-lolong sebelum menyantap mangsanya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Keributan disini memancing Novi melongokkan kepalanya dari kamar mandi untuk melihat apa yang terjadi , kupanggil dia , tapi dia bilang nanti , mandinya belum selesai . Pak Bokir meremasi toketnya yang masih terbungkus pakaian<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Waw\u2026teteknya gede nih , asyik ! \u2018 komentarnya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mang Mandrak dan Pak Doyok yang memegangi kakinya juga tak mau kalah , mereka menyingkap roknya sehingga terlihatlah celana dalamnya yang warna hitam dan pahanya yang putih mulus , tangan-tangan mereka segera mengelus-elus pahanya dan terus naik ke pangkal pahanya , bukan cuma itu , jari-jari itu juga mulai menyelinap lewat pinggir celana dalam itu menggerayangi kemaluannya . Mang Ilham menyusupkan tangannya lewat bawah kaosnya sehingga dada kirinya menggelembung dan ada yang bergerak-gerak . Si Endang meraih tangan Ayux dan menggenggamkannya pada Kontolnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Kocok Neng , kocokin yang saya ! \u2018 suruhnya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Erwin\u2026mhhpphh\u2026Win\u2026gua\u2026mmm ! \u2018 desahnya di tengah cecaran bibir Pak Bokir yang akhirnya melumat bibirnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku menyaksikan adegan ini dari jarak satu meteran sambil duduk merangkul Claudya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Win , dasar kelainan seks lu , tega amat lu ngeliat kita digituin tiko! \u2018 katanya sambil mencubit pahaku<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Tapi lu suka kan , gua liat tadi lu hot gitu goyangnya , ngaku lo ! \u2018 sambil memencet toketnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Buka ah handuknya ngehalangin aja ! \u2018 kutarik lepas handuk yang melilit badannya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Lu juga dong buka , biar adil ! \u2018 balasnya sambil melepasi pakaianku<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Sepongin Vi, sambil nonton si Ayux dismack down nih ! \u2018 suruhku<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dengan posisi duduk di sebelahku , dia merunduk menservis Kontolku , jilatan dan kulumannya menyemarakkan acara yang sedang kusaksikan , seperti popcorn yang menemani nonton di bioskop . Sambil menikmati liveshow dan sepongan , tanganku memijati toketnya dan menelusuri lekuk-lekuk tubuhnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Rontaan Ayux semakin lemah , dia sudah pasrah bahkan hanyut menikmati ulah mereka . Aku berasumsi dia sudah tenggelam dalam hasrat seksualnya , hasrat terliar dalam dirinya , dia menikmati pagutan bibir Mang Ilham tanpa ada paksaan , mengocok Kontol Endang dengan sukarela , juga ketika Pak Bokir menempelkan Kontolnya ke mulutnya , tanpa diminta dia sudah menjilat dan mencium Kontol itu .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Telanjangin euy , biar kita bisa ngeliat bodinya ! \u2018 kata salah seorang dari mereka<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Iya bugilin , bugilin , ewe\u2026ewe !! \u2018 timpal yang lain<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mereka bersorak-sorak dan mulai melucuti baju Ayux , pakaiannya beterbangan kesana-kemari hingga akhirnya tak satupun tersisa di tubuhnya yang indah selain arloji , cincin , dan gelang kakinya . Kelimanya memDoyoki tubuh telanjang Ayux tanpa berkedip .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Anjrit , kulitnya mulus banget , cantik lagi ! \u2018 komentar seseorang<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Wih , teteknya\u2026jadi ga tahan pengen netek eemmm\u2026! \u2018 sahut Mang Ilham yang langsung melahap toket kanannya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Sebelah sini juga bagus \u2018 sahut Pak Doyok membuka lebar kedua belah pahanya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Bersama Mang Mandrak dia memDoyoki daerah kemaluan Ayux yang berbulu lebat dengan tengahnya yang memerah . Keduanya menjilati memeknya yang mulai becek . Tubuhnya menggelinjang hebat merasakan dua lidah menggelikitik memeknya . Endang menciumi leher , bahu dan sekitar ketiak , sambil jarinya memilin-milin putingnya . Pak Bokir menjilati bagian pinggir tubuhnya sambil tangannya menelusuri punggung dan pantatnya . Ayux hanya bisa menggeliat-geliat dikerubuti lima buruh kasar , mulutnya mengeluarkan suara desahan . Saat itu Novi baru selesai mandi , dia menjatuhkan<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">pantatnya di sebelahku , seperti Claudya tadi dia juga memakai handuk melilit badannya , rambutnya masih agak basah .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Buka ah ! ngapain sih malu-malu gitu ! \u2018 kataku menarik lepas handuknya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Bekas cupangan memerah masih nampak pada kulit toket dan lehernya yang putih , kurangkul tubuhnya yang mulus itu di sisi kiriku . Claudya tidak terlalu menghiraukan kedatangan Novi , dia terus saja menjilat Kontolku dengan gerakan perlahan sambil memijat lembut buah pelirnya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Kasian ih , masa lu tega si Ayux dikeroyok gitu ! \u2018 kata Novi<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Santai aja Na , Ayux kan ga kaya lu , dia sih enjoy aja dikasarin gitu , dah biasa \u2018 jawabku santai<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Ooo\u2026ga kaya gua yah ! \u2018 sehabis berkata dia langsung menyambar putingku dan menggigitnya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Adawww\u2026!! \u2018 jeritku refleks menepis kepalanya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Jahat ih , keras gitu masa gigitnya , putus nanti \u2018 kataku mengelus-elus putingku yang<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">nyut-nyutan digigitnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dia malah tertawa melihatku begitu , si Claudya juga ikutan ketawa .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Lho , kan ke Ayux lu bilang suka main kasar , baru digituin aja dah kaya disembelih hihihi ! \u2018 Claudya mengejekku<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Ini sih bukan kasar , tapi sadisme gila \u2018 gerutuku .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Dah ah , lu terusin aja sana , jangan ngeledek ah ! \u2018 kutekan kepalanya ke bawah<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Sini lo ! \u2018 kusambar tubuh Novi yang masih cekikikan ke pelukanku<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dengan bernafsu kupaguti lehernya dan toketnya kuremas-remas sehingga dia mendesah-desah kenikmatan .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Bukan cuma menjilat , Mang Mandrak juga memasukkan jarinya ke liang memek Ayux , diputar-putar seperti mengaduknya sementara lidahnya terus menjilati bibir memeknya . Setelah puas menjilat , Mang Mandrak menyuruh Pak Doyok menyingkir , dia angkat sedikit pinggul Ayux dan menekankan Kontolnya pada belahan kemaluan itu , dia melenguh ketika kepala Kontolnya sudah mulai masuk , lalu ditekan lagi dan lagi . Ayux menahan nafas dan menggigit bibir merasakan benda sebesar itu menyeruak ke memeknya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Aaakkhh ! \u2018 erangan panjang keluar dari mulut Ayux saat Kontol Mang Mandrak masuk seluruhnya dengan satu hentakan kuat .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kontol itu keluar-masuk dengan cepatnya , suara desahan Ayux seirama dengan ayunan pinggul Mang Mandrak . Desahan itu sesekali teredam bila ada yang mencium atau memasukkan Kontol ke mulutnya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Hehehe\u2026liat tuh teteknya goyang-goyang , lucu ya ! \u2018 sahut Pak Bokir memperhatikan toket yang ikut tergoncang karena tubuhnya terhentak-hentak<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Mulutnya enak , hangat , terus Neng , mainin lidahnya ! \u2018 kata Endang yang lagi keenakan Kontolnya diemut Ayux .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Uuuhh\u2026uuhh\u2026iyahh ! \u2018 jerit klimaks Mang Mandrak , Kontolnya dihujamkan dalam-dalam dan menyemprotkan spermanya di dalam sana .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Novi yang tadi membersihkan Kontolku kini sudah diajak Pak Doyok<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">memulai babak berikutnya . Dia berdiri memeluk Novi dengan kedua tangan<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">kasarnya , mendekapkan tubuh Novi ke tubuhnya hingga dada mereka saling<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">melekat<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Neng Novi , mmm . . \u2018 dengan bernafsu dia memagut bibirnya dan melumatnya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Novi juga balas menciumnya hingga lidah mereka saling melilit , mengeluarkan suara lenguhan , sepertinya dia mau membalas membuatku terbakar api cemburu seperti ketika aku mencumbu Claudya di depannya waktu baru datang tadi . Tangan Pak Doyok meremas toketnya dan tangan satunya mengelus punggung hingga pinggulnya . Kemudian dia mengangkat satu kaki Novi dan menempelkan Kontolnya di bibir memek Novi . Secara refleks Novi melingkarkan tangan ke leher Pak Doyok menahan badannya . Pelan-pelan Pak Doyok mendorong pantatnya ke depan hingga Kontolnya menyeruak ke dalam memek Novi . Mereka mendesah hampir bersamaan saat Kontol itu menerobos dan menggesek dinding memek Novi .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Lima menit setelah mereka berpacu dalam posisi berdiri , Pak Doyok menghentikan genjotannya sejenak , lalu dia angkat kaki Novi yang satunya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sambil menggendong Novi , dia meneruskan lagi kocokannya , dengan begini tusukan-tusukan yang diterima Novi semakin terasa hujamannya , kedua toketnya tampak seksi tergoncang-goncang . Kata Dr . sex Boyke gaya ini disebut monyet memanjat pohon kelapa , hebat juga Pak Doyok ini sampai tahu variasi seks yang satu ini . O iya , masukan buat pembaca nih , kalau mau coba gaya yang satu ini kudu liat-liat kondisi loh , kalau cowoknya kurus kecil sedangkan badan ceweknya lebih besar atau bahkan gendut sebaiknya jangan deh , bisa-bisa bukannya nikmat yang didapat malah patah tulang , hehehe\u2026Aku kagum oleh stamina Pak Doyok ini , di usianya yang senja dia masih sanggup melakukan gaya ini cukup lama , aku sendiri tidak yakin bisa selama itu , sampai Novi dibuat orgasme dalam gendongannya . Badannya mengejang dan kepalanya menengadah ke belakang serta mendesah panjang , dari selangkangannya cairan hasil persenggamaannya menetes-netes ke lantai . Tubuhnya yang lunglai mungkin sudah jatuh kalalu tangan Pak Doyok yang kokoh tidak memeganginya .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pada saat yang sama , Mang Mandrak baru menuntaskan hajatnya terhadap Ayux . Keduanya klimaks bersamaan , dia mencabut Kontolnya lalu isinya ditumpahkan ke wajah Ayux , tidak sebanyak sebelumnya memang tapi lumayan membasahi wajahnya . Endang yang sudah siap bertarung lagi mendatanginya , dipeluknya Ayux dan dicium-cium bagian-bagian tubuh sensitifnya sambil memberinya waktu untuk mendinginkan memeknya yang kepanasan . Mang Ilham menghampiri Claudya yang sedang dikerjai Pak Bokir .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Yuk Pak , siap action lagi nih ? gabung aja ! \u2018 kataku mempersilakannya bergabung dengan mereka .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2018 Iya dong , bos , saya kan belum sempat nyoblos si Neng ini tadi , hehehe\u2026! \u2018 katanya berkalakar<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dia menyusup dan duduk di antara Claudya dan sofa , tangan Claudya dipindahkan ke bahunya yang lebar . Mulutnya menangkap salah satu toket Claudya yang berayun-ayun , dengan nikmatnya dia menyedot-nyedot benda itu sambil meraba-raba tubuhnya . Di sisi lain , Novi sedang sibuk melayani Pak Doyok dan Mang Mandrak , tubuhnya terbaring di sofa dijilati dan digerayangi mereka .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku duduk sambil mengocok Kontolku menyaksikan pertempuran tiga mahasiswi melawan lima buruh kasar itu . Sungguh pemDoyokan yang membangkitkan nafsu , pembaca bisa bayangkan tiga orang cewek muda keturunan Chinese , cantik , putih , sexy , dan high class sedang digumuli buruh-buruh kasar , hitam , beda ras dan beda.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Baca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-11\/\">Cerita Ngewek Petualangan Kakakku, Kak Alya 11<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/\">Cerita Panas Majikanku Dan Kedua Temannya<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-2-feilin-si-kucing-liar\/\">Cerita Porno Majikanku Dan Kedua Temannya 2<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-3-the-fall-of-three-virgin\/\">Cerita Sange Majikanku Dan Kedua Temannya 3<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-4-the-gangbang\/\">Cerita Dewasa Majikanku Dan Kedua Temannya 4<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/\">Cerita Sex Majikanku Dan Kedua Temannya 5<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-6-after-school-happy-holiday-bang\/\">Cerita Mesum Majikanku Dan Kedua Temannya 6<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kisah-perkosaan-gadis-dalam-kereta\/\">Cerita Lendir Kisah Perkosaan Gadis Dalam kereta<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/sari-antara-tukang-becak-suami-dan-adik-ipar\/\">Cerita Ngentot Sari, Antara Tukang Becak, Suami Dan Adik Ipar<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/jesica-stories-extreme-gangbang\/\">Cerita Ngewek Jesica Stories (Extreme Gangbang)<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cerita Ngewek Tiga Mahasiswi Melawan Lima Buruh &#8211; Nama saya Darwin (24tahun) , WNI keturunan yang tinggal di Bandung dan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-718","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tiga Mahasiswi Melawan Lima Buruh - Cerita Dewasa Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tiga Mahasiswi Melawan Lima Buruh - Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cerita Ngewek Tiga Mahasiswi Melawan Lima Buruh &#8211; Nama saya Darwin (24tahun) , WNI keturunan yang tinggal di Bandung dan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-07T11:24:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-11T08:18:09+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"schmu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"schmu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"36 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh\/\"},\"author\":{\"name\":\"schmu\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\"},\"headline\":\"Tiga Mahasiswi Melawan Lima Buruh\",\"datePublished\":\"2025-08-07T11:24:02+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-11T08:18:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh\/\"},\"wordCount\":6582,\"commentCount\":0,\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh\/\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh\/\",\"name\":\"Tiga Mahasiswi Melawan Lima Buruh - Cerita Dewasa Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-08-07T11:24:02+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-11T08:18:09+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tiga Mahasiswi Melawan Lima Buruh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\",\"name\":\"Cerita Dewasa Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\",\"name\":\"schmu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"schmu\"},\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/schmu\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tiga Mahasiswi Melawan Lima Buruh - Cerita Dewasa Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tiga Mahasiswi Melawan Lima Buruh - Cerita Dewasa Blog","og_description":"Cerita Ngewek Tiga Mahasiswi Melawan Lima Buruh &#8211; Nama saya Darwin (24tahun) , WNI keturunan yang tinggal di Bandung dan","og_url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh\/","og_site_name":"Cerita Dewasa Blog","article_published_time":"2025-08-07T11:24:02+00:00","article_modified_time":"2026-04-11T08:18:09+00:00","author":"schmu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"schmu","Estimasi waktu membaca":"36 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh\/"},"author":{"name":"schmu","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc"},"headline":"Tiga Mahasiswi Melawan Lima Buruh","datePublished":"2025-08-07T11:24:02+00:00","dateModified":"2026-04-11T08:18:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh\/"},"wordCount":6582,"commentCount":0,"articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh\/","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh\/","name":"Tiga Mahasiswi Melawan Lima Buruh - Cerita Dewasa Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website"},"datePublished":"2025-08-07T11:24:02+00:00","dateModified":"2026-04-11T08:18:09+00:00","author":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tiga-mahasiswi-melawan-lima-buruh\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tiga Mahasiswi Melawan Lima Buruh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/","name":"Cerita Dewasa Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc","name":"schmu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","caption":"schmu"},"url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/schmu\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/718","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=718"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/718\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1543,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/718\/revisions\/1543"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=718"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=718"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=718"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}