{"id":735,"date":"2025-08-07T18:29:18","date_gmt":"2025-08-07T11:29:18","guid":{"rendered":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?p=735"},"modified":"2026-04-11T15:21:52","modified_gmt":"2026-04-11T08:21:52","slug":"diperkosa-sopirku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/diperkosa-sopirku\/","title":{"rendered":"Diperkosa Sopirku"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/diperkosa-sopirku\/\">Cerita Mesum Diperkosa Sopirku<\/a> &#8211; Namaku Widuri berumur 25 tahun, aku dilahirkan dalam lingkungan keluarga yang cukup mapan. Karena itu aku terbiasa berhias dan menikmati kehidupan yang lumayan mewah. Kulitku putih dan orang bilang tubuhku cukup ideal. Aku telah berumah tangga, Sandi suamiku mempunyai perusahaan yang bergerak di bidang eksport import. Saat ini dia sedang tidak berada di rumah. Dia pergi keluar kota selama kurang lebih sebulan untuk mengurus keperluan bisnisnya. Aku terbiasa ditinggal sendiri di dalam rumah mewahku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tapi sebulan yang lalu dia pulang membawa seseorang yang akan dijadikan sopir di rumahku. Dia adalah Martono, seorang pria berumur kurang lebih 40 tahunan. Rambutnya botak kulitnya hitam dan wajahnya terlihat buruk keras. Suamiku yang mempekerjakannya sebagai sopir kami sebagai balas jasa telah menyelamatkan suamiku dari ancaman perampokan di jalan raya. Meskipun aku kadang-kadang ketakutan melihat matanya yang jelalatan melihatku, tapi aku menghormati keputusan suamiku. Dia memang pintar mengemudi mobil dan mengetahui seluk-beluk kotaJakarta. Seringkali Aku belanja ke Mall hanya diantar oleh Martono karena suamiku betul-betul sangat sibuk.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Suatu hari ketika aku sedang memasak di dapur, tiba-tiba aku dikejutkan dengan kehadiran Martono yang menatapku dengan jelalatan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOh Pak Martono\u2026. kaget saya melihat bapak tiba-tiba sudah ada disini.\u201d Aku memanggilnya dengan sebutan bapak karena dia lebih tua dariku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cMaaf nyonya kalau saya ternyata mengagetkan \u2026..\u201d. Dia menjawab tapi tatapan matanya tidak berhenti menatap dadaku. Aku sedikit risih dengan tatapannya, lalu aku pura-pura menyibukkan diri memasak kembali. Martono masih diam saja di dapur menatap bagian belakang tubuhku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAda keperluan apa bapak ke dapur.\u201d Akhirnya aku bertanya setelah sekian lama mendiamkannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNyonya sangat cantik sekali\u2026..dan seksi\u201d Martono menjawab. Aku terkejut dengan jawabannya itu. Jantungku berpacu semakin cepat, aku mulai was-was.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cJangan-jangan\u2026.ah, tidak mungkin\u2026. Semoga dia cuma berkata sebenarnya, hanya caranya mengungkapkan seperti orang yang terbiasa hidup di jalanan. Tanpa basa-basi.\u201d Aku berusaha menenangkan deburan jantungku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cTerimakasih\u2026..\u201d aku menjawab dengan sedikit gemetar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cSebenarnya Nyonya sangat menggairahkan, setiap kali saya di dekat Nyonya pasti \u201cadik\u201d saya terbangun. Saya masih yakin dapat memuaskan Nyonya.\u201d Martono berkata tanpa basa-basi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Deg\u2026. Dugaanku ternyata benar, aku takut sekaligus marah dengan Martono. Aku menghadapnya dengan mengacungkan pisau dapur yang sedang kupakai.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHei Martono, jangan kurang ajar terhadapku. Ingat aku adalah majikanmu. Aku bisa memecatmu sekarang juga karena kelakuanmu yang tidak sopan terhadapku. Selama ini aku menerimamu karena menghormati suamiku.\u201d Aku membentak tanpa menghiraukan usianya yang lebih tua dariku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tanpa-diduga-duga dia memelintir tanganku yang memegang pisau sehingga pisau itu terlempar. Aku mengaduh kesakitan. Tapi tangan kirinya telah memelukku dengan erat. Aku tidak bisa bergerak sama sekali, karena himpitan tenaganya yang kuat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKamu kira aku bisa ditakuti dengan mainan seperti itu\u2026. hah.\u201d Dia sekarang menelikung tanganku dan mendekapkan badanku ke badannya. Aku gemetar ketakutan dan tidak terpikir untuk berteriak saking gugupnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAku memang mengincarmu dari dulu, karena itu mengatur siasat agar dia dirampok oleh kawa-kawanku. Aku pura-pura datang menolongnya. Sekarang kalau kau berani melawan, maka kau akan tahu akibatnya. Kau dan suamimu bisa kubunuh kapan saja bila kau coba-coba melapor pada pihak yang berwajib. Aku punya banyak kawan preman di jalanan yang bisa dengan mudah kuperintahkan.\u201d Martono mengancamku. Aku semakin ketakutan, hilanglah sudah harapanku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAku akan melepaskan pelukanku kalau kau mengerti kondisimu saat ini.\u201d Martono meneruskan. Aku hanya diam menggigil ketakutan dan mengangguk. Dia menyeringai dan melepaskan pelukannya. Aku langsung terduduk di lantai dan menangis. Martono tertawa penuh kemenangan. Sedangkan hatiku sangat kalut. Martono bisa melakukan apa saja terhadapku. Kalau aku melaporkan dia pada Polisi maka jiwaku dan suamiku akan terancam.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKamu tidak perlu menangis\u2026 karena aku akan memberikan kepuasan batin yang tak terhingga kepadamu. Aku tahu kebutuhan batinku sangat kurang karena suamimu jarang berada di rumah. Kamu sangat kesepian kan?. Pikirkan saja bahwa suamimu tidak ada disini sedangkan kau merasa sangat kesepian, siapa yang salah sekarang\u2026.\u201d Martono berkata dengan tenangnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sambil duduk Martono membuka resluiting celananya. Kemaluannya tampak telah membesar dan kini tepat mengarah di depan wajahku. Akupun kembali membuang muka sambil memejamkan mata. Martono mulai memaksa untuk mengoral batang kejantanannya. Tangannya keras segera meraih kepalaku dan wajahnya ke depan kemaluannya. Setelah itu kemudian Martono memaksakan batang kejantanannya masuk ke dalam mulutku hingga sampai pangkal penis dan sepasang buah zakar bergelantungan di depan bibirku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dengan agak terpaksa aku membuka mulutku dan mulai menciumi penis Martono, sebenarnya ukuran penis Martono hampir sama dengan milik suamiku tetapi punya Martono sedikit lebih panjang dan agak membesar di bagian kepalanya. Akhirnya perlahan aku mulai menjilati dan mengulum penis itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOhh.. Nikmat sekali sayaang, kau memang pintar\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Martono mengerang sambil meremas rambutku lalu ia mendorong dan menarik penisnya di mulutku. Aku terus mengutuk diriku yang rela memberikan sesuatu yang lebih pada orang lain daripada untuk suamiku karena selama ini aku selalu menolak kalau Mas Sandi minta untuk memasukan penisnya ke mulutku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku gelagapan karena mulutku kini disumpal oleh kemaluan Martono yang besar itu. Martono mulai mengocokkan batang penisnya dimulutku yang megap-megap karena kekurangan Oksigen. Dipompanya kemaluannya keluar masuk dengan cepat hingga buah zakarnya terasa memukul-mukul daguku. Tak terasa air mataku mengalir deras, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa\u2026.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Bunyi berkecipak karena gesekan bibirku dan batang penis yang sedang dikulum tidak dapat dihindarkan lagi. Hal ini membuat Martono makin bernafsu dan makin mempercepat gerakan pinggulnya yang tepat berada di depan wajahku. Batang penisnya juga semakin cepat keluar<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">masuk di mulutku, dan sesekali membuatku tersedak dan ingin muntah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Lama sekali rasanya batang penis Martono kukulum dan membuatku makin lemas dan pucat. Akhirnya tubuh Martono pun mengejan keras dan Martono menumpahkan spermanya di rongga mulutku. Hal ini membuatku tersentak dan kaget, ingin memuntahkannya keluar namun pegangan tangan Martono di kepalaku sangat keras sekali, sehingga dengan terpaksa aku menelan sebagian besar sperma itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAaah..,\u201d Martono pun mendesah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAkhirnya aku bisa menikmati mulutmu yang indah sayang\u2026\u2026..\u201d Terasa sakit rasanya hatiku. Aku seperti wanita yang tidak berharga dan bisa dipermainkan oleh siapa saja. Aku hanya bisa menangis tanpa bisa melawan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAyo ikut aku\u2026..\u201d Martono kemudian menarik tanganku dengan kasar. Dengan setengah menyeretku dia membawaku ke kamar tidurku. Didorongnya tubuhku ke atas ranjangku yang empuk.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHmm. Kamar yang bagus dan wangi\u2026. Cocok untuk kita saling melepas hasrat yang sangat nikmat.\u201d Martono mengagumi kamar tidurku yang luas dan bersih. Aku tetap berbaring telungkup dengan menangis. Sia-sia saja aku walaupun berteriak, tidak ada tetangga yang akan mendengarku. Hidup di Jakarta kadang-kadang tidak memperdulikan penderitaan tetanga. Yang paling parah, Martono bisa mencelakakanku, yang paling kutakuti sebenarnya kalau dia sampai mencelakakan suamiku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHei\u2026 jangan diam saja. Bangun sini.\u201d Martono membentakku. Aku lalu bangun mendekatinya. Dia menyeringai dan berkata. \u201cLepaskan seluruh pakaianmu dan menarilah.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cGila\u2026 apakah aku disuruh berstriptease dihadapannya. Terhadap suamikupun aku belum pernah melakukannya.\u201d Aku semakin gemetar\u2026.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cTolong, jangan lakukan ini kepada kami\u2026.. kalau pak Martono perlu uang nanti kami beri sesuai permintaan bapak.\u201d Aku memberanikan diri menolak kemauannya dengan suara yang bergetar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cJangan menolak, atau aku telpon temanku sekarang juga untuk mengurus suamimu. Tapi kalau kau memberikan layanan terbaikmu, maka kau jamin dirimu dan suamimu tidak akan binasa. Rahasia diantara kita tidak akan diketahuinya dan kaupun dapat menikmati keperkasaanku. Ha.. ha.. ha..\u201d Martono malah balik membentak.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Perlahan-lahan aku mulai melepaskan pakaian yang kupakai. Kubuka kancing bajuku satu persatu dengan tangan gemetar. Nafas Martono nampak sedikit tertahan tegang ketika aku membuka bra warna pink yang kupakai. Aku menggoyang-goyangkan pantatku perlahan-lahan sambil membuka celana dalam yang merupakan bagian terakhir perlengkapan pakaianku. Aku menutupi payudaraku dan bagian kewanitaanku dengan kedua belah tanganku sebisa mungkin. Hatiku makin tidak karuan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mata Martono semakin beringas \u201cBeruntung sekali aku mendapatkanmu\u2026\u2026. Tubuhmu yang putih mulus dan kencang sungguh luar biasa indahnya. Mari sini sayang.\u201d Martono menarik tanganku dan membaringkanku telentang. Dia dengan tergesa-gesa melepaskan pakaiannya. Badannya yang hitam menandakan dia terbiasa bekerja di bawah terik matahari. Terlihat beberapa tatto di badannya. Selama ini aku tidak pernah melihat dia mempunyai tatto. Kepalaku terasa berkunang-kunang, rasanya aku hampir tidak sanggup menahan peristiwa ini.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Martono perlahan-lahan mendekati aku yang tergolek lemas ditempat tidurku. Diambang kesadaran kurasakan sesuatu yang basah merayap menelusuri kakiku dan terus beranjak naik menuju pahaku, tanganku berusaha mencari tahu apa sebenarnya yang menelusuri kaki dan pahaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOh.. Martono.. apa yang Bapak lakukan..\u201d aku tersentak kaget ketika kudapati ternyata lidah Martono menempel di belahan pahaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cTenanglah.. nikmati saja..\u201d, aku berontak, aku tak bisa membiarkan kekurang ajaran orang ini, aku harus bisa melepaskan diri dari bajingan ini, tapi tak berdaya aku melakukan semua itu, tubuhku lemas, akan tetapi terasa dorongan hasrat menjalari seluruh tubuhku yang memang jarang mendapatkannya dari suamiku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cBajingan kau.. lepaskan!, aku ini majikanmu.\u201d Kali ini timbul perasaan nekatku yang tadi dihimpit ketakutan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKurang ajar.. Bajingan.. lepaskan..!\u201d kembali aku berteriak sambil berusaha menendang, tapi lagi-lagi aku begitu lemah dan tiba-tiba saja lidah Martono yang basah menyeruak menyapu organ tubuhku yang paling sensitif.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAkhh..\u201d Oh.. Tuhan nikmat sekali rasanya lidah orang ini, tubuhku mengejang, lama lidah Martono bermain dengan Vaginaku dan sesekali ia menyentuh dan menggigit clitorisku yang mulai mengembang dan mengeras. Cairan vaginaku mulai keluar meleleh berbaur dengan air liur Martono yang masih saja menusukan lidahnya ke vaginaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tiba-tiba tubuhku kembali menegang, dan kurasakan sesuatu menjalar diseluruh tubuhku dan seakan berkumpul dirahimku lalu..<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOhh.. hh.. Akh..\u201d erangan panjang dari mulutku mengiringi semprotan cairan hangat yang keluar dari dalam liang vaginaku dan membasahi mulut Martono. Ohh.. aku orgasme dengan orang selain suamiku dan hendak memperkosaku dengan biadab, tapi rasanya nikmat sekali orgasmeku dari Martono ini dan aku selalu menginginkan lebih dari itu. Kini tubuhku benar-benar lemas sambil kedua pahaku tetap menghimpit kepala Martono dengan nafas yang terengah-engah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Perlahan Martono melepaskan kepalanya dari selangkanganku dan merayap keatas tubuhku yang masih belum bisa membuka mataku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cApa kubilang.. nikmat kan?\u201d Martono berbisik ditelingaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cJa.. hh.. jangan Pak sudah..\u201d sebentar Martono menghentikan aksinya mungkin untuk memberiku kesempatan mengumpulkan tenaga kembali.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNyonya tahu kalau saya udah jatuh cinta saat pertama melihat nyonya, jadi nikmati saja tanda cinta dari saya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cTidak Pak.. jangan..\u201d setengah menangis aku memelas agar ia mau melepaskanku dari nafsu bejatnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cPak Sandi sangat beruntung memiliki nyonya.., cantik dan bertubuh idaman lelaki..\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dengan lembut ia mencium keningku, hidungku, pipiku dan sambil menghembuskan nafasnya ia mencium telingaku membuat gairah dalam tubuhku kembali berkobar dan seluruh bulu-bulu halus di tubuhku berdiri.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cBibir nyonya indah..\u201d itu yang terdengar sebelum ia melumat kedua belah bibir sensualku, aku berusaha menghindar tapi nikmat sekali rasanya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Perlahan aku mulai membalas dengan membuka bibirku membiarkan lidah Martono menyeruak masuk kedalam mulutku. Ia melepaskan ciumannya lalu bergerak menelusuri leherku dan menggigit puting susuku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cSusu nyonya sungguh menggairahkan.. indah sekali sayang..\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ia mengulum dan membenamkan wajahnya di belahan dadaku. aku menggelinjang dan hasratku lebih berkobar akhirnya kudekap tubuh yang menindih diatasku, oh.. Tuhan ia sudah telanjang bulat, kurasakan belahan pantatnya di kedua tanganku. Lama ia menelusuri dan meremas payudaraku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cJangan.. Pak.. aku mohon jangan.. aku nggak mau menghianati suamiku\u2026.!\u201d untuk kesekian kalinya aku memelas sambil berusaha merapatkan kedua kakiku dan mendorong tubuh Martono agar menjauh dariku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tanpa mempedulikan rintihanku Martono bergerak berusaha membuka kakiku dan menempatkan tubuhnya diantara kedua kakiku. Dengan reflek kedua tanganku bergerak menutupi selangkanganku, tapi kembali tangan Martono menarik kedua tangan ku dan membawanya keatas kepalaku. Langsung saja ia menyapu kedua ketiakku yang mulus tanpa bulu dengan lidahnya, kembali akupun merasakan sensasi kenikmatan sebagai akibat sapuan lidahnya yang basah itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOhh..\u201d tubuhku bergetar sesuatu yang keras berusaha menyeruak masuk lubang kenikmatanku, dan perlahan benda itu mulai tenggelam dalam selangkanganku. Aku mendongak, mataku terpejam merasakan sensasi kenikmatan yang tiada taranya dan diakhiri dengan satu sodokan kuat akhirnya amblaslah seluruh penis Martono kedalam liang vaginaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tubuhku terasa penuh seakan benda itu menancap tepat di rahimku, hilanglah sudah pertahanan terakhir kesucian rumah tanggaku. Tanganku mencengkram erat tubuh Martono dan menancapkan kuku-kukuku di pundaknya, perlahan tetes air mata mengalir disudut mataku yang terpejam. Lalu Martono mulai menggerakan pantatnya dan mulai mengobok-obok isi liang vaginaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOhh.. Nyonya.. nikmat sekali.. Kau.. kau.. begitu rapat..\u201d Martono terus mengocok vaginaku maju dan mundur dan akupun semakin menikmatinya, hilang rasanya rasa pedih dihatiku terobati dengan kenikmatan yang tiada taranya. Mulutku mulai meracau mengeluarkan desahan dan ocehan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAkhh.. Pak.. Aduuh.. ohh..\u201d lama Martono memacu birahinya dan akupun mengimbanginya dengan menggelora, sampai akhirnya kembali aku mengejang dan sambil memeluk erat tubuh Martono aku kembali menyemprotkan cairan yang meledak dalam rahimku, aku orgasme untuk yang kedua dari Martono. Untuk beberapa saat Martono menghentikan gerakannya dan memeluk erat tubuhku sambil melumat bibirku. Aku benar-benar menikmati orgasme yang kedua ini, mataku terpejam sambil kulingkarkan kedua kakiku ke pinggang Martono.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tak berapa lama kemudian Martono mencabut penisnya yang masih mengacung kokoh dari dalam rahimku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOh..\u201d ada sesuatu yang hilang rasanya dari tubuhku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Perlahan ia bergerak menyamping dan membalikan tubuhku, kali ini aku pasrah dan lemah tak berdaya hanya menurut saja. Kembali ia menaiki tubuhku, kali ini dari belakang dan mulai menusuk-nusukan penisnya ke pantatku. Akupun menyambut sodokan benda tumpul itu dengan sedikit membuka kakiku dan mengangkat pantat kenyalku, cairan yang keluar dari rahimku mempermudah masuknya senjata Martono melalui jalan belakang dan kembali menancap di vaginaku. ia bergerak sambil kedua tangannya meremas payudaraku dari belakang dan menggenjotkan pantatnya menghantam liang vaginaku<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Gesekan demi gesekan kurasakan semakin nikmat menyentuh kulit halus liang vaginaku, tanganku mencengkram erat seprei tempat tidurku yang acak-acakan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOhh.. Nyonya.. Nikmat sekali.. Ohh..\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Martono benar-benar hebat, ia bisa bertahan lama menggauliku dengan berbagai posisi, sedangkan akupun semakin gila saja meladeni nafsu setan Martono. Untuk ketiga kalinya aku mencapai klimaks sedangkan Martono mesih saja berpacu diatas tubuhku. Sekarang pasisi tubuhku duduk dipangkuan laki-laki ini sambil mendekap dengan kepala mendongak kebelakang, leluasa ia mencumbu leherku yang mulai sudah basah dengan keringat yang keluar dari seluruh pori-pori tubuhku. Seakan tak pernah puas terus saja ia mengulum dan menjilati kedua payudaraku, kurasakan penis Martono menghujam telak keliang senggamaku yang mendudukinya. Kocokan demi kocokan yang semakin gaencar kurasakan menggesek kulir vaginaku sebelah dalam, erangan dan cengkraman menghiasi gerakannya. Kali ini aku benar-benar melepaskan seluruh hasratku yang selama ini terpendam, aku tak mempedulikan lagi siapa laki-laki yang menyetubuhiku, yang jelas aku ingin terpuaskan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Lama posisi duduk itu berlangsung sampai akhirnya tubuh Martono semakin gencar menyodok vaginaku, gerakannya semakin cepat. Martono menghempaskan tubuhku kembali terlentang ditempat tidur, tubuhnya mengejang dan memeluk rapat tubuhku sampai aku hampir tak bisa bernafas. Lalu kurasakan semburan hangat dengan kencang membentur dinding rahimku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAkhh..\u201d Martono mengerang panjang sambil menekan pantatnya kebawah dengan keras, kucengkram dan kembali kulingkarkan kakiku kepinggangnya dan akupun melepaskan sisa orgasme yang masih tersisa ditubuhku. Untuk orgasme yang terakhir ini kami berlangsung hampir bersamaan, akhirnya dengan terkulai lemah tubuh Martono roboh menindih tubuhku yang lemas pula. Lama kami terdiam merasakan sisa kenikmatan itu dan akhirnya Martono mulai beringsut menjauh dari tubuhku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cTerima kasih Nyonya sayang..\u201d setengah sadar dan tidak kudengar Martono membisikan kata-kata itu sambil mengecup keningku. Lalu ia berdiri mematung di samping tempat tidur. Aku tidak tahu kapan ia pergi karena setelah itu aku tertidur karena lelah dan kantuk yang menyerangku tanpa mempedulikan keadaan kamar tidurku yang acak-acakan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sore hari aku baru terbangun dari tidurku, tubuhku serasa hancur dan lelah bukan kepalang. Kulihat keadaan diriku terasa sisa sperma yang mulai lengket membanjir di selangkanganku. kulihat banyak sekali cairan sperma Martono keluar meleleh dari dalam vaginaku bercampur dengan cairan rahimku dan membasahi seprei tempet tidur. Setengah merangkak aku menuju kamar mandi membersihkan tubuhku dari bekas keringat dan dosa, guyuran air hangat membuat tubuhku sedikit lebih segar walaupun rasa capek itu masih terasa ditubuhku. Kulihat vaginaku memerah dan bekas cupangan nampak di payudaraku, lama aku berada di kamar mandi menunggu cairan sperma Martono keluar semua meninggalkan liang rahimku. selesai mandi cepat-cepat kubereskan tempat tidurku dan mengganti seprei serta sarung bantal guling dengan yang masih baru..<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku masih termenung memikirkan kejadian siang tadi, aku mengutuk diriku sendiri dan sangat menyesal dengan hal itu. Bajingan benar Martono itu, ia telah menodai kesucian rumah tanggaku yang selama ini kujaga dengan baik. Yang lebih kusesalkan lagi akupun menikmati permainannya yang sangat nikmat. Belum pernah aku merasakan senggama sepanjang itu dengan Mas Sandi, aku bisa mencapai klimax sampai empat kali, kuakui hebat sekali permainan Martono.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pada malam hari bel pintu berbunyi. Kupikir suamiku sudah pulang, aku buru-buru membukakan pintu. Betapa terkejutnya aku melihat Martono datang dengan membawa seorang teman yang berbadan tegap.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cSelamat malam nyonya\u2026.. aku membawakan teman yang akan membuat nyonya merasakan sensasi yang luar biasa.\u201d Martono menyeringai kepadaku sedangkan temannya senyum-senyum menyebalkan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cBagaimana nyonya, bukankah sudah saya katakan untuk menikmati saja sensasi kenikmatan yang kami tawarkan daripada melaporkan kami kepada pihak yang berwajib. Saya melihat nyonya begitu bernafsu dan sangat menikmatinya juga, bukan?.\u201d Aku menjadi jengah mengingat kejadian tadi siang. Memang diakui akupun terhanyut dibuai permainan Martono. Aku hanya diam memejamkan mataku dan menarik nafas dalam-dalam sekedar menenangkan perasaanku yang tidak karuan. Tiba-tiba aku mendorongnya maka ia terjatuh, dan kesempatan ini aku melarikan diri menuju pintu kamar mandi. Aku pikir untuk melarikan diri menuju kamar mandi dan mengunci diriku dari Martono dan temannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tapi tiba-tiba tangan Martono sudah menangkapku dan memelukku dengan erat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHentikan\u2026\u2026.. aku tidak mau melakukannya.\u201d Aku berteriak-teriak tetapi temannya Martono malah mengamati aku dengan napsu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKamu benar-benar membuatku bernafsu, bagaimana mungkin aku membiarkan wanita yang sangat menggairahkan pergi?\u201d .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cSebaiknya nyonya jangan banyak bertingkah, berteriakpun percuma\u2026 lebih baik layani aku dan Bejo. Ha\u2026 ha\u2026 ha\u2026\u201d Martono menyeringai.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cLepaskan aku\u2026 lepaskan aku\u2026\u201d aku berusaha meronta, tapi Martono mengangkat tubuhku dan membawaku ke kamar tidurku yang telah digunakan tadi siang. Dengan mudahnya dia melemparku ke atas ranjang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku sangat terkejut dengan perkembangan keadaa ini. Mereka akan memperkosa aku seperti ini. Tetapi apa yang aku bisa lakukan? Sekarang kami semua berada di kamar tidurku. Bejo mendekat dan merobek pakaianku dan menarik paksa BH dan CD yang ku kenakan sehingga payudaraku terlihat jelas. Aku menyesal hanya mengenakan pakaian daster sehingga memudahkan mereka melampiaskan nafsunya. Aku malu sekali terlihat bagian- bagian rahasia di hadapan orang-orang selain suamiku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cwow\u2026 payudara yang indah, nyonya sungguh mempunyai anugerah yang tak terhingga.\u201d Kata Bejo.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAku suka sekali payudara yang besar dan putih mulus tanpa cacat.\u201d Bejo melanjutkan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKita beruntung mendapatkan buruan seperti ini\u2026\u201d Martono menyahut. Kemudian tangan Martono menggerayangi susuku dan meremas-remasnya kedua payudaraku. Martono menisap-isap putting susuku dengan penuh nafsu, dan Bejo mulai menggerayangi perut dan pahaku. Tiba-tiba terasa tangannya yang kasar memasuki celah sempit di vaginaku. Kini aku mengerti mereka akan berusaha merangsangku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAmpun\u2026.. jangan lakukan ini kepadaku \u201caku memohon belas kasih mereka, tetapi mereka tidak menunjukkan sedikitpun rasa simpati, malah wajah mereka menunjukan kebuasan nafsu birahi. Mereka dengan cekatan telah melepaskan pakaian mereka masing-masing. Penis Martono sudah kulihat dan kunikmati tadi siang, tetapi sekarang aku terkejut melihat Penis Bejo yang luar biasa, panjangnya sekitar 18 cm dan kelihatan berurat-urat. Aku makin gemetar ketakutan sekaligus rasa aneh yang menjalar seakan-akan ingin merasakan sensasi penis besar milik Bejo. Wajahku terasa panas. \u201cAh, Mas Sandi\u2026 maafkan aku.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tangan ku telah ditangkap oleh Martono dan payudaraku kembali diisapnya. Bejo memegang pinggangku dan menaruh burungnya di lubang pantat ku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cJangan\u2026 jangan disitu\u2026 tolong..\u201d Aku menjerit-jerit kesakitan merasakan dorongan penis Bejo dari belakang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNyonya jangan cemas\u2026\u2026. akan sedikit menyakitkan \u2026\u2026..tetapi setelah itu kamu akan menikmatinya.\u201d Bejo berkata kepadaku dengan senyum sinis.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cBukankah tadi siang memekmu telah dipakai oleh Martono, maka aku ingin mencicipi pantatmu yang kuyakin tidak pernah terpakai, masih perawan\u2026 ha.. ha\u2026 ha..\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tak lama aku berteriak kesakitan tetapi secepat aku membuka mulut ku untuk menangis Sopir ku memasukkan burungnya di dalam mulutku dan aku tidak bisa menangis.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sementara itu Bejo menaruh penisnya pada lubang pantat ku dan menarik pinggangku ke arahnya. Dia tetapi tidak bisa memasukkan burungnya ke dalam lubang pantatku yang sakit.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cMartono\u2026 apakah kamu punya mentega di dapur sebab lubang nya sangat sempit\u201d Bejo bertanya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cWah beruntung sekali kau mendapatkan cewek perawan\u2026..ambillah sendiri di dapur.\u201d Martono malah tertawa.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Bejo lalu pergi menuju dapur.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cMartono, tolong lepaskan aku\u2026. Aku tidak sanggup lagi.\u201d Aku memelas pada Martono.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNyonya\u2026tenang saja dan nikmati. Bukankah nyonya sudah tahu bahwa nyonya sudah lama kami idam-idamkan untuk dinikmati oleh kami. Aku adalah sopirmu dan Bejo adalah seorang sopir truk. Dalam hidup kami jarang-jarang memiliki kesempatan mendapatkan wanita menggairahkan seperti kamu! Maka bagaimana mungkin kami akan tinggalkan?\u201d Martono malah menjawab dengan senyum kemenangan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kemudian kusadari tidak ada cara lain dan tak seorangpun dapat menyelamatkanku. Maka aku berfikir untuk menikmatinya saja seperti yang diucapkan Martono kepadaku. Aku sudah merasa kepalang basah, kenapa tidak dinikmati saja sekalian, toh akupun merasakan kenikmatan yang tiada tara dengan Martono tadi siang. Aku merubah posisiku seperti seorang pelacur, aku tidak peduli lagi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Martono mulai bertindak dengan pekerjaan nya Martono yang tertunda. Dia meremas-remas payudaraku, kemudian Bejo yang baru datang mengoleskan mentega pada lubang pantatku dan mengolesi burungnya juga. Kemudian ia memposisikan burungnya pada lubang pantatku dan dengan beberapa tekanan dia berusaha menerobos lubang pantatku. Aku merasakan sangat sakit tetapi aku sudah tidak melawan lagi. Bejo mendorong paksa burungnya dan posisi Martono di depanku membuatku terdorong mundur. Aku merasakan sesuatu yang besar dan kuat berada di pantatku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAuh\u2026 sakit\u2026 ampun\u2026\u201d aku melepaskan penis Martono dari mulutku. Bejo sengaja mendiamkan burungnya beberapa saat membiarkanku agar terbiasa. Setelah beberapa menit Bejo mulai mendorong lagi penisnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAuh\u2026. Jangan\u2026\u201d aku berteriak kembali, rasanya sangat sakit. Seluruh penis Bejo telah masuk dan merobek pantatku, terasa ada sedikit darah mengalir dari lubang pantatku. Aduh! Kontolnya itu sangat besar sehingga terasa sangat ketat di lubang pantatku!<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAuhh.. aduh\u2026 aduh\u2026 tolong.. aku akan mati\u2026 Kau merobek pantatku.. rasanya punggungku mau patah\u2026 Kau Bajingan!\u201d Aku menjerit dengan suara nyaring tetapi mereka berdua hanya diam dan mulai beraksi lagi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cSekarang kontolku sudah masuk, Martono\u2026 kamu boleh meninggalkan aku sekarang.\u201d Bejo berkata pada Martono. Martono hanya menganguk.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cBaiklah, aku akan menonton pertunjukanmu\u2026. Nyonya, sekarang anda adalah bagiannya.\u201d Martono sekali lagi mencium payudaraku dan meninggalkanku. Dia duduk di kursi meja hias dan menonton perbuatan Bejo terhadapku. Sekarang aku sepenuhnya dipermainkan oleh Bejo.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKau kekasihku sekarang, aku akan membuatmu merasakan sensasi yang sangat menyenangkan\u2026 aku akan membuatmu ketagihan\u2026 kau akan jadi pelacurku.\u201d Bejo sesumbar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cSudahlah\u2026 kumohon keluarkan penismu\u2026 aku tak tahan lagi\u2026. Sakit\u2026. Rasanya aku hampir mati\u201d terasa air mataku menitik.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAku tidak akan membiarkanmu mati\u2026. Nikmati saja\u2026 sebentar lagi akan terasa lebih nikmat.\u201d Bejo berbisik sambil menjilat telingaku. Dia lalu meraih payudaraku dan meremasnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kemudian ia mencabut burungnya separuh, lalu mendorong dengan kekuatan besar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cJangan\u2026. Tolong hentikan.. aku mau mati\u2026. Hentikan sebentar\u2026. sakit!\u201d Aku mulai menangis tetapi ia tidak mendengarkanku dan tetap menggenjot pantatku dengan penuh nafsu. Aku roboh!<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Bejo tetap memperkosaku tanpa mendengarkan aku dan dia memegang pinggul ku dengan tangan nya dan menggenjotku dengan cepat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Selama memperkosaku, burungnya menyentuh bagian sensitifku dan membuatku merasakan getaran-getaran lembut dan menyenangkan. Aku mulai berpikir lagi, dalam kondisi tanpa pengharapan dan tak seorangpun dapat menolongku, mengapa aku tidak sekalian saja menikmati penis super ini. Pelan-pelan aku mulai menikmati gesekan penis Bejo pada pantatku, aku mulai menggoyangkan pinggulku. Kelihatannya Bejo menyadari perubahan dalam diriku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAyoo sayang\u2026 nikmati\u2026. Auh\u2026 enak sekali\u2026 betapa sesaknya pantatmu..\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku menggoyangkan lagi pinggulku, rasa sakit yang terima tadi kini berangsur-angsur tidak terasa lagi. Bejo kini meningkatkan kecepatannya dan aku juga. Payudaraku menggantung mondar mandir akibat genjotan Bejo. Kurasakan penis Bejo sangat keras dan kuat di dalam pantatku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201clihat\u2026 sekarang nyonya mulai menyukainya kan.\u201d Martono berkomentar kepadaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Bejo terus menggenjot pantatku, aku mulai menyukai permainannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cBejo\u2026 kau memang laur biasa.. kau bisa menaklukkan wanita manapun. Aku salut padamu.\u201d Martono malah terkagum-kagum pada Bejo.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cSebentar lagi, nyonya akan jadi pelacur kami.\u201d Martono tertawa.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKurang ajar\u2026.\u201d Hatiku berteriak tetapi badanku masih bergerak-gerak mengikuti irama genjotan penis Bejo.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAuhh\u2026 ohh\u2026\u201d aku merintih-rintih tak sadar<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tangan bejo meremas-remas payudaraku dengan lembut. Rabaan tangannya membuatku makin terangsang. Perlahan-lahan tangannya bergeser ke bagian kewanitaanku. Jari-jarinya dengan kasar menyentuh vaginaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOhh\u2026. Hmmm\u2026\u2026.\u201d Tanpa sadar aku menggigil dan merintih. Aku merasakan kenikmatan yang lain dalam diriku. Jari-jarinya bermain-main di clitorisku. Darahku seperti berkumpul di titik sensitif itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAuhh\u2026 enak\u2026. Hmmm\u2026 Ohh\u2026. Nikmat\u2026\u201d tak tahan aku dibuatnya. Tubuhku rasanya semakin melayang-layang. Setelah beberapa saat, tubuhku menegang dan berkelojotan sesaat. Air maniku tumpah\u2026 aku orgasme.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cTeruskan sayang\u2026 jangan ditahan\u2026 aku akan memberikan kebahagiaan untukmu.\u201d Antara sadar dan tidak akau mendengar Bejo berbisik ditelingaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dalam permainan ini aku berkali-kali aku orgasme, tapi sepertinya Bejo mempunyai stamina yang luar biasa. Aku merasa kelelahan tetapi bahagia, setelah 25 menit kemudian tiba-tiba terasa penis Bejo mengeras. Jari-jarinya makin menekan clitorisku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOhh\u2026. Aku keluar\u2026\u201d akhirnya Bejo berteriak.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOhh\u2026nikmatnya\u2026 keluarkan didalam saja, teruskan\u2026 jangan keluarkan kontolmu.\u201d Aku tak sadar setengah berteriak. Bejo tertawa dengan penuh kemenangan. Cairan hangat memasuki lubang pantatku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAuhhh\u2026\u2026.\u201d Akupun orgasme bersamanya. Rasanya nikmat sekali. Bejo masih menduduki pantatku beberapa saat lalu mencabut burungnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cPloop\u2026.\u201d Terdengar bunyinya. Martono dan Bejo tertawa terbahak-bahak seperti orang gila.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku menghembuskan nafasku dan merasa sangat nikmat. Sekarang jam 3 malam. Tadi siang aku merasakan kenikmatan bersama Martono. Dan malam ini aku merasakan kenikmatan bersama Bejo. Aku menjadi sangat ketagihan. Selma ini aku hanya mendapat kepuasan dari suamiku. Tapi sekarang, aku sepertinya keranjingan berhubungan sex. Aku ingin mendapatkan lebih. Aku ingin yang lebih mengasyikkan\u2026.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cMartono, aku akan istirahat\u2026\u2026. Aku sungguh sangat puas\u201d Bejo berkata.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNyonya, anda sungguh sangat mengagumkan\u2026.\u201d Aku tersenyum mendengar pujian dari Bejo.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cIstirahatlah\u2026\u201d Martono menjawab.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201ctunggu dulu\u2026.\u201d Setengah berteriak aku kepada mereka berdua. Mereka menatap wajahku dengan heran.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKau telah memperkosa lubang pantatku, aku telah memberikannya. Tapi sekarang aku ketagihan\u2026 aku ingin merasakan kontol 18 cm itu dalam memekku. Aku ingin merasakan kontol besar punyamu..\u201d Aku telah gila\u2026 aku tak peduli lagi siapapun yang akan memperkosaku, malah aku ketagihan\u2026<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Martono berteriak padaku \u201cNah, lihat\u2026. aku berjanji akan memberimu kesenangan yang terbaik di dunia.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cDia benar\u2026.tinggalkanlah kami berdua, aku akan menikmati tubuhnya. Dia akan menjadi pelacur bagiku malam ini. Dan besok aku akan tinggalkan nyonyamu sebagai wanita yang sangat haus sex.\u201d Dengan tenang Bejo berkata pada Martono. Martono sambil tertawa pergi ke ruang tamu kemudian Bejo menutup pintu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNyonya sungguh seorang nyonya yang cantik dan mempunyai bentuk badan yang ramping dan menggairahkan.\u201d Aku tersenyum. Aku menjadi sangat malu. Aku jadi salah tingkah. Aku malu tapi akupun menikmatinya. Aku begitu berharap pada apa yang akan terjadi berikutnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cBetapa senangnya saya mempunyai kesempatan untuk mendapatkan nyonya. Nyonya sungguh seorang nyonya yang cantik.\u201d Bejo berkata dan berusaha membawaku dalam pelukannya. Aku gemetar terdiam. Kemudian dia menyibakkan rambutku, kemudian ia menaruh bibirnya pada bibir ku dan mulai mencium dengan sangat bernafsu dan kasar. Sementara itu tangannya diletakkan pada pantatku dan menekan-nekan dengan bernafsu. Bibir mungilku terasa sangat basah olehnya. Kemudian ia menarik blus biru yang kupakai. Dan tangannya terus menjalari badan ku dan aku benar-benar merasakan ketidaksukaan tetapi sekarang aku adalah juga merasakan basah dan tidak sabar untuk mendapatkan kenikmatan darinya. Apa yang telah terjadi denganku\u2026.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Biasanya suamiku hanya sanggup bertahan selama setengah jam untuk melayaniku. Tapi kini aku berhadapan dengan seorang pria jantan yang mungkin sudah sangat sering menaklukkan wanita-wanita. Sedangkan tadi siang Martono sanggup membuatku orgasme berkali-kali. Setelah agak lama Bejo berusaha merangsangku. Dan aku mulai menggelinjang-gelinjang tak sabar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ia berbaring di sampingku dan memintaku untuk merangsangnya. Ini adalah kesempatanku untuk melayani nafsunya walaupun aku merasakan malu awalnya tetapi sekarang aku telah berhasil secara penuh merangsangnya. Dan aku mulai menggerakkan tanganku di sekujur tubuhnya. Bejo menutup matanya dan aku mulai menciuminya. Dadanya berbulu, pahanya adalah sangat kokoh, lebih dari itu ia adalah seorang pria jantan. Aku mencium puting susu nya sekarang ia memulai merintih<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cohhhh\u2026.aaahhaaahhhhh .. ternyata nyonya pandai menyenangkan hati pria.\u201d .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sekarang aku betul-betul ingin lihat burung besar nya. Terlihatlah sesuatu yang luar biasa, seekor burung berukuran 18 cm secara penuh menegang dan dua bola sedang menggantung dengan indah. Aku duduk di dadanya dan mulai menjilat burungnya. Aku merasa sangat ingin untuk makan \u201cpisang ambon\u201d ini sebab pertama kali aku melihat burung sangat besar. Aku memainkan burungnya seperti anak perempuan kecil bermain-main dengan boneka. Tiba-tiba terasa vaginaku diciumi, aku betul-betul merasakan getaran-getaran listrik yang mengalir ke sekujur tubuhku karena sentuhan lidahnya yang menyentuh klitorisku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAuh\u2026Hmmf\u2026\u201d aku tidak sadar melenguh.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tetapi aku berusaha berkonsentrasi pada burung besarnya. Aku mulai menjilati batang pisangnya dan menggerakkan mulutku naik turun, aku ingin makan semakin banyak dan pada akhirnya tiba-tiba penisnya menegang dan menyemprotkan cairan sperma ke mulutku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kemudian dengan liarnya Bejo menggerayangi tubuh telanjangku. Hisapan demi hisapan, jilatan lidahnya menyapu bersih lekuk tubuhku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAow\u2026. hmm,\u201d aku merintih saat lidah Bejo mulai menjilati bibir vaginaku kembali.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cWoowww.. Mulus sekali nyonya ini.., gimana sayang? \u2026Enak?,\u201d Bejo seperti mengejekku, aku terpejam tak mampu memandang Bejo. Lidah Bejo semakin liar dan membuat kenikmatan tersendiri padaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cEhmmhh,\u201d aku merintih tak bisa menahan kenikmatan itu, pinggulku mulai bergerak teratur seirama jilatan lidah Bejo divaginaku, aku pasrah dan menikmati permainan itu. Malah saat ini aku mulai bernafsu agar penis Bejo mengoyak vaginaku yang sudah gatal.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tapi rupanya Bejo sengaja menyiksaku, jilatan lidahnya sudah masuk menerjang vaginaku. Aku sudah bergerak tak karuan menerima kenikmatan darinya, tapi tak juga Bejo menyetubuhiku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOhhh.. Nngghh..,\u201d aku tak tahan lagi, seluruh rasa nikmat berkumpul diklitorisku membuat pertahananku akhirnya jebol. Aku orgasme dengan belasan kedutan kecil divaginaku. Aku malu sekali pada Bejo yang tersenyum.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Bejo kemudian mencium dan mengulum bibirku beberapa lama, tanpa sadar aku membalas lumatan bibirnya dengan nafsu pula. Kurasakan dia berusaha menepatkan posisi ujung penisnya dibelahan bibir vaginaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHmmm.., aahh.. Nghh..,\u201d aku merintih nikmat saat penis besar Bejo mendesak masuk keliang nikmatku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOuhh.., sudah kusangka vaginamu masih rapat sayanghh.., nikmati permainan kita ya manis,\u201d Bejo berbisik lagi membuatku semakin melayang dipuji-puji.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Penis Bejo keluar masuk secara teratur di vaginaku dan aku mengimbanginya dengan gerakan pinggul memutar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHmm.., puaskan aku sayang..,\u201d tak sadar aku membalas bisikan Bejo itu sambil memeluk tubuhnya untuk lebih rapat menindihku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cCantik kamu sayang.., cantik sekali wajahmu saat nikmat ini,\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOhh\u2026 teruskan sayang.. Aku milikmu saat ini..,\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kuakui permainan Bejo memang luar biasa, romantis, lembut, tapi sungguh memacu birahiku secepat genjotannya di tubuhku. Gerakan tubuh Bejo semakin cepat dan teratur diatas tubuhku. Erangan dan rintihanku sudah tak tertahan aku memang birahi saat itu. Tapi saat aku hampir klimaks, mendadak Bejo menghentikan aktifitasnya dan mencabut penisnya dari vaginaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAyo sayang kita berdiri,\u201d Bejo menarik tubuhku berdiri, lalu mendorong punggungku menjadi posisi menungging, dan Bejo dibelakangku kembali menghujamkan penisnya ke vaginaku. Aku merasakan kenikmatan yang yang tertahankan dengan posisi doggy style ini.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAhh.. Ouhh.. teruss..,\u201d hanya itu yang terucap di bibirku saat sodokan penis Bejo masuk dalam posisi nungging itu.Bejo semakin keras mengocokku dari belakang, aku semakin tak terkendali kurasakan kenikmatan sudah puncak dan menjalar diseluruh tubuhku mengumpul dibagian pantat, paha, vagina dan klitorisku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAhh sayang.. Ohh.. Hmmph..,\u201d aku tak kuasa lagi membendung kenikmatan itu, dinding vaginaku berkedut berkali-kali disodok penis Bejo. Belum habis orgasme yang kurasakan, Bejo menarik tubuhku dan menggendongku. Aku memeluknya erat-erat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAyo cantik.. Ini lebih nikmat sayang.., sekarang keluarkanlah seluruh cairan kenikmatanmu,\u201d dalam posisi itu penis Bejo masih mengocokku tangannya mengangkat tubuhku naik turun dengan posisi berdiri.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAhhh.. Uohh\u2026.,\u201d Vaginaku berkedut-kedut dengan cepat, orgasmeku begitu luar biasa ditangan Bejo.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOuhhkk.. Aku mau keluar\u2026. Ahhh,\u201d Bejo orgasme dengan posisi berdiri menopang tubuhku yang lunglai. Kurasakan seburan spermanya menembus dinding rahimku. Lalu Bejo menjatuhkan tubuh kami diatas ranjang kembali, kami berpelukan seperti pasangan kekasih.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kemudian ia menciumku penuh kasih dan pergi ke ruang tengah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku terbangun jam 9 pagi, rasanya tubuhku agak lelah. Aku lalu menuju kamar mandi membersihkan sisa-sisa permainan tadi malam. Badanku benar-benar terasa segar setelah mandi. Setelah mandi aku menuju kulkas. Di lemari es dalam kamarku kulihat beberapa buah apel. Aku makan sekedar mengganjal perutku. Aku masih memakai handuk yang melilit tubuhku. Sambil bercermin, kuperhatikan tubuhku. Hmm.. masih seksi dan padat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tiba-tiba sopirku Martono datang. Ia telah telanjang. sopirku adalah seorang laki-laki yang sangat buruk. Usianya sekitar 40 tahu, rambutnya botak dan berwajah buruk, tapi mempunyai perkakas yang besar pula walaupun tidak sebesar punya Bejo. Penisnya setengah ereksi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cSelamat pagi nyonya\u2026\u201d Martono menyapaku. Aku diam saja. Dia lalu melepas handukku dan menggendongku ke ranjang. Aku kini berbaring diranjang dengan telanjang bulat. Maryono mengamati badanku dengan sangat bernafsu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cnyonya, anda sungguh sangat seksi.\u201d Aku tenang-tenang saja, namun aku bingung begitu menyadari bahwa sopirku sendiri telah memperkosaku dan menikmati tubuhku..<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kemudian seperti seekor serigala lapar dia melompat kepadaku dan mulai menciumku di mana-mana. Martono sungguh bernafsu. Dia menciumi leherku dan membuatku melenguh. Setelah sekitar sepuluh beberapa menit dia menciumi bibir, wajah dan menghisap payudaraku, ia menjilat perutku dan turun menyentuh vaginaku yang berbulu dengan lidah. Aku menggigil dan menghentak seolah-olah aku mendapat suatu goncangan raksasa. Ia melebarkan kakiku dan yang dimulai menjilati clitorisku dengan liar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHoohh\u2026. Ehh.\u201d aku mulai mengerang dengan tak terkendali.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Martono meregangkan kaki ku lebih lebar. Sekarang memekku terpampang dengan jelas di wajahnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOw.. nyonya, memekmu sungguh indah.\u201d Aku menutup mataku dengan malu. Kemudian ia menggosok-gosok kepala burungnya dan kemudian menempatkannya pada memekku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ketika burungnya menyentuh memekku badan ku menggigil. Aku merintih. Kemudian ia menangkupkan payudaraku yang besar dengan tangan kanannya. Sopirku mempermainkan payudaraku dengan liar. Burungnya sudah siap untuk masuk memekku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dia mencium bibirku dengan lembut, aku menaruh lidahku didalam mulutnya. Kami saling berpagutan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cLiang peranakanku koyak oleh Bejo dan masih terasa sakit, masukanlah kontolmu pelan-pelan..\u201d aku meminta.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Martono hanya tersenyum seperti setan kepadaku dan tiba-tiba dia mendorong dengan kuat sehingga penisnya sepenuhnya berada dalam vaginaku. Aduh!<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Bejo benar-benar telah membuat liang vaginaku mengendurkan dan memperbesar memekku, sehingga penis Martono masuk ke dalam liang peranakanku dengan mudah. benar Beberapa lama kemudian tubuhku melengkung dan menjerit. Vaginaku mengeluarkan cairan kenikmatan.. aku orgasme lagi! Martono memperhatikan wajahku dengan terheran-heran!!!!!!<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cWow\u2026 luar biasa\u2026\u201d . Martono berhenti sejenak dan menatapku dengan tatapan kesetanan sampai orgasmeku mereda.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Akan tetapi begitu Martono mulai memompa vaginaku lagi, aku tidak bisa mengendalikan dan lagi-lagi dengan seketika punggungku melengkung dan menyemburkan orgasme. Mereka benar-benar telah merubahku sehingga aku tidak bisa mengendalikan diriku lagi. Mereka merubahku menjadi seorang betina yang haus sex.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNyonya, apakah anda berusaha untuk membuat rekor dunia didalam hal orgasme?. Lihatlah sekarang, bagaimana aku membuat anda seperti pelacur yang gila ngentot!!.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKamu akan jadi pelacurku!!!!\u201d sambil mengatakan itu, ia mulai memompa pelan-pelan tetapi di dalam tubuhku rasanya sangat nikmat sekali. Kemudian teriakanku berubah jadi rintihan nyaring yang penuh nafsu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku merintih dengan suara menggairahkan \u201cUohh\u2026\u2026\u2026 teruskan\u2026. Hmmm\u2026 nikmatnya\u2026 punyamu memang luar biasa.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201csayang memek mu menjadi sangat panas dan licin!!!!\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tetapi pada saat aku betul-betul terangsang, Martono menggodaku. Dia menghentikan goyangan pinggulnya dan mencabut penisnya. Dia mulai mencium payudaraku. Aku merintih kesetanan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cjangan dilepas\u2026 cepat masukkan\u2026 masukkan..\u201d aku berteriak-teriak.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Martono menatpku dan dengan tertawa dia bilang \u201cNyonya, sekarang anda betul-betul seperti seorang pelacur yang gila kontol. Tidak sadarkah anda sedang meminta sopir nyonya untuk menyetubuhi anda sendiri.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cSemenjak kamu menceritakan kepadaku bahwa kau sengaja mencari cara untuk memperkosaku dan akan memberikan aku sensasi sex yang luar biasa dan tidak pernah aku rasakan dari suamiku, didalam hati kecilku aku merasa penasaran, aku begitu terangsang. Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi dan aku kehilangan kendali terhadap dirikuku!!!! Aku tidak pernah berhubungan sex dengan seseorang selain dari suamiku. Aku tidak menyadari bahwa sebenarnya aku sangat menginginkan bermain sex dengan orang lain\u2026 aku sangat menginginkannya!\u201d akhirnya aku bicara.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cMartono, aku merasa seperti menikmati lagi berhubungan sex pertama kalinya dalam hidupku. Kamu sungguh-sungguh memberikan aku suatu pengalaman yang menggetarkan! Sekarang tolonglah aku, pompa memekku\u2026. Aku tak tahan lagi!!!!!!\u201d Sopirku tersenyum dan dia mulai menggenjotku pelan-pelan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNyonya, anda adalah wanita yang sangat menggairahkan. Aku selalu memimpikan untuk berhubungan kelamin denganmu. Aku dulu onani di kamar kecil dengan memikirkanmu. Nyonya, aku sungguh mendapat kesenangan luar biasa dari memekmu!\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tetapi kemudian aku menjerit \u201cAku tidak tahan lagi, tolonglah perkosa aku \u2026\u2026..dengan keras, lebih kasar\u2026\u2026 lebih cepat lagi\u2026 Augh.. cepatlah\u2026.tolong\u2026..\u201d dengan ini secara otomatis aku menggerak-gerakkan pinggulku naik turun bergesekkan dengan penisnya. Melihat itu Martono tertawa dengan nyaring dan menciumi bibirku, dia mulai mempermainkanku seperti banteng kesetanan. Oh\u2026 Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa. Tiba-tiba aku merasakan desakan-desakan yang sangat kuat pada liang vaginaku. Tubuhku melenting dan aku merintih dengan keras!! Aku orgasme lagi!<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kakiku diregangkan terpisah olehnya dan dengan erat Martono memegang kaki ku.. Tetapi aku tidak mengetahui mengapa pinggulku otomatis bergerak turun seirama kocokan penisnya dan aku menjerit secara terus-menerus dengan penuh kenikmatan. Tiba-tiba aku merasakan orgasme yang luar biasa. Punggungku melengkung dan cairan kenikmatanku membanjiri penisnya yang perkasa. Aku merintih dengan nyaring\u201d Auh\u2026.Hmmmm\u2026.. aku keluar\u2026.ahhh.. lagi.\u201d .<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cTolonglah\u2026 lebih cepat lagi\u2026 Ohhh.. nikmatnya\u2026 lebih keras\u2026\u201d Martono mengocok vaginaku dengan penuh nafsu. Tiba-tiba dia menghentikan gerakannya. Tubuhnya menegang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAhh, Nyonya.. saya mau keluar\u2026. Ohh\u2026.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKeluarkan di dalam\u2026 goyangkan kontolmu\u2026 lebih cepat\u2026 lebih cepat lagi.\u201d Aku tak tahan<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cBagaimana kalau nyonya hamil..\u201d Martono kembali mengocokkan penisnya dengan cepat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAku tidak peduli, Kau dan Bejo telah menumpahkan maninya padaku\u2026 aku ingin kepuasan\u2026 Ohh\u2026. Egghh\u2026\u201d aku semakin meracau tidak karuan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Martono semakin mneggoyangkan penisnya maju mundur dan memuntahkan cairan panas ke dalam rahimku. Oh! Nikmatnya perasaan hangat dalam vaginaku. Tubuhku bergetar seperti orang yang terserang malaria\u2026 aku mendapatkan orgasme terbesar dalam hidupku!<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku terus mengejang dan mengeluarkan cairan kenikmatan\u2026.Aku menjerit dengan pebuh kenikmatan. Kukuku menancap pada punggung Martono.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201d Ooooooooooooooo Oooooooohhhhhhh Aaaaaaahhhhhh. Aku keluarr\u2026\u2026\u2026.\u201d . Lalu kami roboh kelelahan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKamu adalah laki-laki impianku!!..\u201d Aku memuji sopirku tanpa malu-malu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cApa yang nyonya suka dari saya.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAku menyukai pria jantan sepertimu.\u201d Aku menjawab dengan suatu senyuman malu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKau memperkosaku diranjang suami ku, aku seorang nyonya rumah yang kaya bermain sex dengan seorang sopir pribadi. Kaupun menjual diriku pada temanmu seorang sopir truk yang seperti seorang perempuan murahan. Kau merubahku sepenuhnya dari seorang isteri setia menjadi seorang wanita haus sex!!!!!!!\u201d Martono tersenyum, dia menciumku dengan penuh nafsu, lalu meraba-raba payudaraku dan mengorek-ngorek liang senggamaku..<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kemudian aku memeluknya dan kami berbaring dengan berpelukan. Kemudian Bejo datang di kamarku. Aku tersenyum padanya dan ia juga tersenyum pada aku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Bejo berkata \u201cBeberapa jam yang lalu, nyonya adalah seorang istri setia yang, tapi lihatlah sekarang kamu sudah menjadi pelacur murahan karena dua orang pria asing telah memperkosamu. Kamu akan hamil oleh sopir pribadimu dan seorang sopir truk.\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201d Sunguh Martono, nyonyamu adalah seorang wanita yang terseksi.\u201d Bejo melanjutkan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201d Sayang, anda benar-benar menikmati?\u201d Martono bertanya padaku<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cYah, sungguh suatu pengalaman luar biasa. Kalian berdua mempunyai senjata idaman wanita terbaik. Aku betul-betuk sangat menikmati. Sekarang aku kurang suka penis suamiku. Aku benar-benar menyukai kedua penismu yang besar. Kamu sungguh luar biasa, Martono. Mulai hari ini aku ingin kalian melayaniku. Dengan saling bertatap muka Martono dan Bejo tertawa terbahak-bahak. Kemudian sopirku menciumku dengan penuh nafsu..<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setelah kejadian itu aku menjadi pelampiasan sex mereka. Kapanpun Martono mendapatkan kesempatan, ia bermain sex denganku. Setiap kali suamiku tidak berada di rumah, Bejo dan Martono bermain sex denganku menggunakan berbagai macam gaya yang belum aku ketahui. Aku benar-benar menikmati kehidupan sex seperti sekarang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sekarang aku mempunyai empat orang anak. Yang palin tua adalah anakku dari suamiku dan sisanya dari Martono dan Bejo. Martono dan Bejo lebihmenyukai berhubungan denganku tanpa memakai kondom demi kesenangan yang maksimum. Martono senang melihat aku hamil karena perbuatannya. Sampai sekarang suamiku belum mengetahui skandal ini. Biarpun dia mengetahuinya, aku tidak peduli. Aku menyukai kehidupanku sekarang. Aku mempunyai dua orang suami pengganti yang sangat perkasa dan memuaskanku.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Baca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngewek-desahan-nikmat-selama-6-jam-di-bogor\/\">Cerita Ngewek Desahan Nikmat Selama 6 Jam Di bogor<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-panas-semua-gara-gara-bf\/\">Cerita Panas Semua Gara-Gara BF<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-porno-memberikan-kenikmatan-di-vagina-bibi-dan-pembantu\/\">Cerita Porno Memberikan Kenikmatan Di Vagina Bibi Dan Pembantu<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-sange-pembantu-yang-jago-bikin-aku-crot\/\">Cerita Sange Pembantu Yang Jago Bikin Aku Crot<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-hanya-tinggal-kenangan\/\">Cerita Dewasa Hanya Tinggal Kenangan<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-lendir-kuperkosa-sekertaris-cantik-masih-perawan\/\">Cerita Lendir Kuperkosa Sekertaris Cantik &amp; Masih Perawan<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-sex-selingkuh-dengan-selirnya-pak-rt\/\">Cerita Sex Selingkuh Dengan Selirnya Pak RT<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-mesum-bertukar-pasangan-dengan-tetangga\/\">Cerita Mesum Bertukar Pasangan Dengan Tetangga<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-lendir-nafsu-dina-di-ranjang\/\">Cerita Lendir Nafsu Dina Di Ranjang<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-pembantuku-yang-masih-perawan\/\">Cerita Ngentot Pembantuku Yang Masih Perawan<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cerita Mesum Diperkosa Sopirku &#8211; Namaku Widuri berumur 25 tahun, aku dilahirkan dalam lingkungan keluarga yang cukup mapan. Karena itu<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-735","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Diperkosa Sopirku - Cerita Dewasa Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/diperkosa-sopirku\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Diperkosa Sopirku - Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cerita Mesum Diperkosa Sopirku &#8211; Namaku Widuri berumur 25 tahun, aku dilahirkan dalam lingkungan keluarga yang cukup mapan. Karena itu\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/diperkosa-sopirku\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-07T11:29:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-11T08:21:52+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"schmu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"schmu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"35 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/diperkosa-sopirku\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/diperkosa-sopirku\/\"},\"author\":{\"name\":\"schmu\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\"},\"headline\":\"Diperkosa Sopirku\",\"datePublished\":\"2025-08-07T11:29:18+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-11T08:21:52+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/diperkosa-sopirku\/\"},\"wordCount\":6439,\"commentCount\":0,\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/diperkosa-sopirku\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/diperkosa-sopirku\/\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/diperkosa-sopirku\/\",\"name\":\"Diperkosa Sopirku - Cerita Dewasa Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-08-07T11:29:18+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-11T08:21:52+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/diperkosa-sopirku\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/diperkosa-sopirku\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/diperkosa-sopirku\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Diperkosa Sopirku\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\",\"name\":\"Cerita Dewasa Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\",\"name\":\"schmu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"schmu\"},\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/schmu\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Diperkosa Sopirku - Cerita Dewasa Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/diperkosa-sopirku\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Diperkosa Sopirku - Cerita Dewasa Blog","og_description":"Cerita Mesum Diperkosa Sopirku &#8211; Namaku Widuri berumur 25 tahun, aku dilahirkan dalam lingkungan keluarga yang cukup mapan. Karena itu","og_url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/diperkosa-sopirku\/","og_site_name":"Cerita Dewasa Blog","article_published_time":"2025-08-07T11:29:18+00:00","article_modified_time":"2026-04-11T08:21:52+00:00","author":"schmu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"schmu","Estimasi waktu membaca":"35 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/diperkosa-sopirku\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/diperkosa-sopirku\/"},"author":{"name":"schmu","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc"},"headline":"Diperkosa Sopirku","datePublished":"2025-08-07T11:29:18+00:00","dateModified":"2026-04-11T08:21:52+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/diperkosa-sopirku\/"},"wordCount":6439,"commentCount":0,"articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/diperkosa-sopirku\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/diperkosa-sopirku\/","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/diperkosa-sopirku\/","name":"Diperkosa Sopirku - Cerita Dewasa Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website"},"datePublished":"2025-08-07T11:29:18+00:00","dateModified":"2026-04-11T08:21:52+00:00","author":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/diperkosa-sopirku\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/diperkosa-sopirku\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/diperkosa-sopirku\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Diperkosa Sopirku"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/","name":"Cerita Dewasa Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc","name":"schmu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","caption":"schmu"},"url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/schmu\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/735","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=735"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/735\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1554,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/735\/revisions\/1554"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=735"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=735"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=735"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}