{"id":739,"date":"2025-08-07T18:32:21","date_gmt":"2025-08-07T11:32:21","guid":{"rendered":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?p=739"},"modified":"2026-04-11T15:22:56","modified_gmt":"2026-04-11T08:22:56","slug":"tukang-kebun-menggarap-kebunku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tukang-kebun-menggarap-kebunku\/","title":{"rendered":"Tukang Kebun Menggarap Kebunku"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tukang-kebun-menggarap-kebunku\/\">Cerita Panas Tukang Kebun Menggarap Kebunku<\/a> &#8211; Perkenalkan namaku rini wulandari, biasa dipanggil rini. umurku 41 tahun. aku adalah seorang guru di sebuah sma negeri di kota kecil di pinggiran jawa timur. aku mempunyai suami bernama budiawan, umurnya 42 tahun.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Suamiku seorang pejabat teras di linkungan pemkot tempat kami tinggal. kami memiliki 2 orang anak, seorang anak laki laki dan seroang lagi perempuan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Anakku yang pertama bernama yunita. umurnya baru 19 tahun, dan sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri di luar kota.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sedangkan anakku yang kedua bernama agus baru berumur 17 tahun, saat ini kelas 12 dan sedang menyiapkan diri untuk ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sedikit deskripsi tentang diriku. aku mempunyai tinggi badan 160 cm dan berat badan 50 kg.tubuhku tidak terlalu kecil tapi juga tidak gemuk, lebih tepat dsebut berisi. kulitku kuning langsat khas wanita dari kotaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ukuran payudaraku lumayan besar yaitu 36c, meskipun sudah agak kendur setelah hamil dan menyusui kedua anakku. sehari hari aku memakai baju muslim dengan jilbab lebar yang menutupi dadaku untuk mengajar dan beraktifitas di luar rumah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sedangkan di dalam rumah aku biasa memakai daster untuk pakaian sehari-hari.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Rumahku berukuran cukup besar dan terletak di pinggiran kota. karena tuntutan pekerjaan, suamiku yang bekerja di dinas keungan sering pergi keluar kota, entah itu untuk kunjungan kerja maupun rapat koordinasi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sedangkan anakku yang pertama, yunita, hanya pulang tiap akhir pekan itupun jika tidak ada kegiatan di kampus atau tugas yang harus diselesaikan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sedangkan agus, untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi perguruan tinggi lebih sering pulang malam karena harus mengikuti kegiatan tutorial serta bimbingan belajar yang dia ikuti. praktis setiap hari aku lebih sering sendirian di rumah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">di rumahku selain keluarga ku, ada seorang asisten rumah tangga dan tukang kebun yang merangkap penjaga rumah yang merupakan sepasang suami istri. asisten rumah tanggaku bernama mbok minah sedangkan tukang kebunku bernama pak kardi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setiap hari mbok minah bekerja dari jam 5 pagi sampai 6 petang. mbok minah tidak tinggal di rumahku. dia setiap hari pulang pergi dari rumahnya yang tidak jauh begitu pula dengan pak kardi. meskipun begitu ada sebuah kamar kosong untuk pak kardi karena sering harus menginap jika harus menjaga rumah kami.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">di lingkungan tempat kami tinggal keluarga kami cukup di hormasti. selain karena background profesiku dan suamiku sebagai guru dan pejabat di lingkungan pemkot.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tapi juga karena keluargaku yang selalu menjunjung nilai nilai hidup orang jawa dan agama yang kami anut. meskipun tidak terlalu fanatik, aku selalu mengajarkan anak anakku untuk berbuat baik sesuai aturan agama.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Oleh karena itu tidak jarang suamiku diminta untuk memimpin kegiatan di ingkungan kami, begitu juga aku yang menjadi penggerak kegiatan PKK dan pengajian di tempat kami.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">sebagai seorang istri dan ibu aku berusaha untuk setia kepada keluargaku. sebisa mungkin aku membawa diri dalam pergaulan di lingkungan tempat tinggalku maupun tempat kerjaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku selalu berusaha sesopan mungkin dalam bertutur, bertindak serta berpakaian. semua itu kulakukan demi menjaga keharmonisan dan keutuhan keluargaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Meskipun begitu tidak jarang aku mendapati tatapan laki-laki di sekitarku yang penuh nafsu pada tubuhku. ya meskipun memakai baju muslim saat di luar rumah, nyatanya tidak mampu menutupi seluruh keindahan lekuk tubuhku, terutama payudaraku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tubuhku seakan akan menjadi magnet bagi bapak bapak dan anak laki laki tetanggaku serta rekan rekan guru laki laki di sekolah tempatku mengajar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tidak terkecuali pak kardi, lelaki berusia 65 tahun tersebut tidak jarang kupergoki sedang menatap lekat pada tubuhku. terutama saat di rumah karena aku lebih sering memakai pakaian biasa jadi seakan memberi kesempatan lebih besar untuk menikamti tubuhku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku merasa tidak nyaman akan hal itu dan sudah berusaha bicara pada suamiku. tapi suamiku berkata untuk tidak berburuk sangka karena pak kardi sudah ikut keluarga suamiku sejak masih muda dan mengenalku hampir 20 tahun sejak aku menikah dengan suamiku. akupun berusaha menghilangkan pikiran buruk tentang pak kardi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Semua hal yang kulakukan tidak bisa membuat hatiku tenang, setiap saat beraktifitas di rumah aku merasa seperti selalu diawasi gerak gerikku oleh pak kardi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Seperti saat sedang merawat tanaman di halaman, aku merasa pak kardi memperhatikanku dari balik kaca gelap jendela dalam kamarnya yang terletak tepat disamping halaman belakang rumahku atau saat aku ke kamar mandi yang terletak lurus dari kamarnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Semua hal ini justru terus menambah kecurigaanku pada perilaku pak kardi terhadapku. tapi semua itu mungkin juga hanya kupendam dalam perasaanku karena aku belum menemukan bukti nyata kekurang-ajaran pak kardi padaku. sampai suatu saat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sore itu setelah pulang mengajar aku segera tidur karena lelah mengampu 6 jam pelajaran untuk 3 kelas seharian tadi. aku tidur sangat lelap dan cukup lama. aku terbangun ketika mendengar gemuruh tanda akan hujan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku teringat jemuran di belakang belum diangkat karena siang tadi mbok minah ijin pulang ebih awal karena kurang enak badan. segera aku bergegas bangun dari tempat tidur dan menuju halaman belakang rumah untuk mengangkat jemuran yang seharusnya sudah kering.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ketika berjalan melewati dapur aku melihat pak kardi berdiri di samping tempat jemuran. aku berhenti untuk memperhatikan dari balik jendela dapur apa yang sedang dilakukan pak kardi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pertama kali aku tidak sadar karena pikiranku masih belum terkumpul seluruhnya dan pandanganku masih kabur setelah bangun tidur tadi. tapi setelah kuperhatikan secara seksama, aku terkejut setengah mati apa yang kulihat dengan kedua mataku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Saat itu pak kardi tengah melakukan masturbasi dan yang lebih mengejutkanku adalah pak kardi menggunakan celana dalamku yang sedang di jemur untuk masturbasi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak kardi membungkuskan celana dalamku pada penisnya sambil dikocok kocok dengan satu tangan. tidak hanya itu di tangan yang lain kulihat ada bh hitam milikku yang sedang dia ciumi sambil masturbasi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku hanya bisa diam mematung menyaksikan hal itu. aku tidak bisa membayangkan apa yang ada dalam pikiran pak kardi ketika sedang masturbasi menggunakan celana dalam dan bh milikku saat itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku hanya bisa menyaksikan detik demi detik, kocokan demi kocokan pada penisnya, serta tiap hirupan nafas pada bh-ku. aku menyaksikan semuanya yang terjadi hingga pak kardi sampai pada orgasmenya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dia menggunakan cup bh milikku yang diciuminya sedari tadi untuk menampung sperma dari penisnya. lalu dia setelah selesai orgasme dia menggunakan celana dalamku untuk membersihkan sisa sperma di penisnya dan mengelap keringatnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tidak jadi mengangkat jemuran, aku segera berlari kembali ke kamarku di lantai 2. di dalam kamar aku terus memikirkan hal yang baru saja kulihat. aku tidak bisa memikirkan apa apa hanya gambaran pak kardi yang sedang masturbasi yang melayang layang dalam pikiranku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku hanya terdiam sampai ketukan di pintu kamarku mengejutkanku. aku segera membuka pintu dan terlihat di balik pintu pak kardi berdiri tepat di depan pintu kamarku. keringat dingin meluncur dari kepalaku tidak tahu apa yang dilakukan pak kardi di sini.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dengan tersenyum dia mengatakan mau pamit pulang karena sudah sore. segera setelah itu dia berbalik dan berjalan menuruni tangga untuk pulang. aku tidak memperdulikan yang dia katakan, dari tadi aku hanya tertunduk memandangi tonjolan celananya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setelah memastikan pak kardi pergi aku berjalan menuruni tangga dan menuju halaman belakang tempat jemuranku tadi. aku menghampiri pakaian dalamku yang digunakan untuk masturbasi tadi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Terlihat di kedua cup bh ku masih ada lelehan sperma pak kardi sedangkan celana dalamku basah kuyup juga oleh sperma serta keringat pak kardi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tanpa kusadari aku mengambil bh tersebut dan mendekatkannya ke hidungku, aku mencoba menghirup aroma sperma segar milik pak kardi yang baru saja dia tumpahkan ke bh-ku. aroma sperma yang khas itu seakan menghipnotisku dan menggelapkan pikiranku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tangan kiriku mulai masuk kedalam dasterku, merayap di balik celana dalamku. jari jariku mulai menggosok gosok bibir vaginaku yang ternyata sudah mulai basah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku semakin kuat menghirup aroma sperma itu sambil memainkan vaginaku. aku terduduk di atas rumput halaman rumahku. aku meraih celana dalamku yang berlumuran sperma dan keringat tadi dan meletakkannya di wajahku dan merebahkan tubuhku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku mulai menjilati sedikit demi sedikit lelehan sperma pada bh ku. kocokan pada vaginaku semakin cepat, nafasku mulai tersengal sengal. aku merasakan sesuatu akan meledak dalam tubuhku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Semakin besar rasa itu semakin kupercepat hingga akhirnya aku orgasme. cairan kewanitaanku membasahi tangan dan celana dalam yang kupakai.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku tidak menduga hanya dengan masturbasi dengan menghirup dan menjilati sperma bisa membawa orgasme sehebat itu. tanpa kusadari semenjak saat itu aku mulai ketagihan sperma pak kardi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setiap saat aku mengawasi jemuran di halaman belakang untuk menunggu pak kardi melakukan masturbasinya. hampir setiap hari aku masturbasi seminggu sejak kejadian itu aku selalu masturbasi dengan sperma pak kardi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sensasi sperma milik pria yang bukan suamiku mebawa sensasi tersendiri bagiku saat masturbasi. bahkan pakaian dalam bekas masturbasi itu tidak aku cuci tapi justru aku pakai setiap hari. sperma pada bh dan cd yang kupakai membawa sensasi binal saat menyentuh kulit payudara dan vaginaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sejak hari itu pula kau tahu pak kardi sudah lama melakukan hal ini. gelagat pak kardi yang santai saat masturbasi menandakan bahwa dia sudah terbiasa melakukan masturbasi dengan pakaian dalamku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Hampir ku pastikan setiap pakaian dalam yang ku miliki pernah dipakai untuk masturbasi. yang menjadi pikiranku, bagaimana mungkin mbok minah yang hampir tiap hari berada di rumah dan bertanggung jawab atas jemuran tidak menyadri akan hal ini.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mungkin pak kardi sudah mengatur strategi dan waktu yang tepat sehingga perbuatannya tersebut tidak diketahui istrinya tersebut. entahlah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setelah hampir sebulan melakukan kebiasaan masturbasi dengan sperma pak kardi, sedikit demi sedikit rasa bersalah muncul dalam diriku. aku mulai sadar apa yang kulakukan itu salah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Semua yang kulakukan telah merusak kehormatan serta kepercayaan dari keluargaku. aku berniat untuk menghentikan semua ini. tapi sejauh aku mencoba setiap aku melihat sperma pada pakaian dalamku, nafsuku berhasil mengalahkan akal sehatku. kembali aku terjebak pada lingkaran setan yang membawa ku semakin dalam pada dosa.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Jujur aku menikmati semua ini. aku tidak bisa berhenti jika pak kardi masih menggunakan pakaian dalamku untuk masturbasi. aku sadar jika aku ingin menghentikan hal ini aku harus mengatasi sumber masalah ini.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Semuanya berasal dari pak kardi, jika pak kardi berhenti melakukannya maka aku yakin secara otomatis membuatku berhenti menikmati spermanya. tapi aku tidak tega melaporkannya pada suamiku, aku tidak ingin masalah ini menjadi besar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku harus mencoba menyelesaikannya sendiri, dan jalan satu satunya aku harus bicara dengan pak kardi. ya harus bicara langsung dengan pak kardi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Siang itu aku pulang lebih awal. segera aku mengangkat jemuran yang sudah kering terutama pakaian dalamku. aku sudah berniat untuk bicara dengan pak kardi. tapi pertama kali aku harus menghilangkan kesempatannya untuk bermasturbasi dengan pakaian dalamku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku membawa semua pakaian dalamku ke kamar sehingga pak kardi tidak bisa masturbasi dengan pakaianku. itu adalh langkah awal yang kulakukan untuk menghentikan semua perbuatan dosa ini.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku menyiapkan diriku karena setelah ini aku akan segera menemui pak kardi untuk mebahas hal yang sebenarnya memalukan untuk kami berdua.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dengan langkah mantap aku menuju kamar pak kardi. kulihat pintu kamrnya terbuka menandakan bahwa dia berada di kamarnya. aku membulatkan tekad seiring langkahku ke kamar pak kardi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tapi ketika sampai di depan pintu kamar pak kardi, aku kembali melihat hal yang tidak kuduga. dengan posisi berbaring dan celana melorot sampai lututnya. kulihat pak kardi sedang mengocok penis hitam miliknya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Penis itu jauh lebih besar dari milik suamiku. aku hanya bisa diam menatap pak kardi tersenyum ke arahku. gila, dia sadar aku ada disini tapi sama sekali tidak berusaha mengehentikan maupun berusaha menutupi penis hitamnya itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Bahkan dia semakin mempercepat kocokannya sampai dia orgasme memuntahkan sperma putih kental di atas tempat tidurnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sadar pak kardi melihat ke arah aku segera beralri dari kamarnya. aku tidak percaya pak kardi berani melakukan masturbasi di hadapanku sendiri. bahkan dengan seakan dengan sengaja memamerkan penisnya padaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku berjalan menuju dapur untuk mengambil minum untuk mencoba menenangkan diri. saat sedang menuang air dari dispenser ke dalam gelas, tiba tiba aku merasa sepasang tangan meraba payudaraku dari belakang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Hampir saja gelas berisi air yang akan kuminum jatuh ke lantai. ketika menoleh aku terkejut melihat ternyata pak kardi sudah ada di belakangku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku berusaha meronta untuk melepaskan diri dari pelukan pak kardi. tapi semakin kuat aku meronta,semakin kuat pula dekapan pak kardi padaku. remasan tangan pak kardi pada payudaraku membuat pikiran ku untuk memberontak semakin tidak fokus.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tangan kekar pak kardi dengan kasar meremas remas kedua buah dadaku. sesekali pak kardi menarik narik dan memilin pentil ku dari luar bh. aku semakin mengendurkan perlawananku karena payudaraku adalah salah satu bagian tubuhku yang paling sensitif.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Hembusan nafas pak kardi yang mengenai bagian belakang leherku semakin menambah rangsangan pada tubuhku. aku mulai larut dalam alunan nafsu pak kardi, yang sedikit demi sedikit mulai mengambil alih kesadaran ku atas tubuhku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Selesai dengan payudaraku salah satu tangan pak kardi mulai merayap ke bawah perutku. tangan hitam kasar itu mulai mengelus elus selangkanganku dari luar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku yang saat itu memakai daster terusan lengan pendek tidak kuasa menahan serangan serangan dari pak kardi. pak kardi lalu mulai mengangkat bagian bawah dasterku, ditariknya hingga sampai sebatas pinggulku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tangannya yang dari tadi bermain main di luar kini mulai menyelinap masuk ke dalam celana dalamku. jari jarinya memainkan bibir vaginaku serta klitorisku. aku hanya bisa menikamti perlakuan pak kardi padaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mataku terlalu menikmati setiap gosokan pada vaginaku, sampai sampai aku tidak sadar kancing dasterku sudah terlepas semua hanya menyisakan bh yang masih menutupi payudara besar milikku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Jari jari pak kardi mulai menusuk nusuk vaginaku. vaginaku yang sudah sangat basah akibat rangsangan tadi semakin memudahkan pak kardi melancarkan aksinya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Saat tangan kirinya berada di vaginaku, tangan kanannya mengeluarkan buah dadaku dari dalam bh tanpa membukanya terlebih dahulu. jari kasar pak akrdi menarik narik dan menjepit pentilku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku semakin terbuai oleh kenikmqtan yang diberikannya padaku apalagi kini jari jari tangannya sudah mengocok vaginaku secara kasar. nafasku memburu dan badanku bergetar hebat, aku hampir mencapai orgasmeku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sampai akhirnya tiba tiba pak kardi menghentikan semua perbuatannya. dia hanya tersenyum lalu pergi meninggalkanku. aku bingung apa yang terjadi berusaha membenahi pakaian ku dan segera kemabali ke kamar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sejak saat itu aku semakin bingung dengan keadaanku. di satu sisi aku telah mengalami pelecehan oleh pak kardi, tapi di lain sisi aku sangat menikmati apa yang dilakukan pak kardi padaku, bahkan aku kecewa saat itu pak kardi menghentikan aksinya di tengah tengah aku menuju orgasme.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Saat itu aku terpaksa menahan nafsuku tanpa pelampiasan karena suamiku tidak sedang di rumah, kadang hatiku kecilku berharap bahwa pak kardi akan datang kembali untuk menuntaskan nafsuku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sebenarnya aku ingin melaporkan hal ini pada suamiku tapi entah kenapa aku tidak pernah melakukannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setiap hari aku bertemu pak kardi membuatku merasa canggung. kejadian hari itu telah merubah cara pandangku padanya. di balik senyum pak kardi di depanku dan keluarga tersembunyi kilatan nafsu yang besar, terlihat dari tatapan matanya yang kini sudah terang terangan memandangiku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Hal ini diperparah dengan fakta bahwa gambaran penis hitam berurat pak kardi selalu melayang dalam pikiranku. nafsuku semakin menjadi jadi tapi suamiku tidak ada untuk memuaskan nafsuku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku pernah mencoba bermasturbasi sendiri tapi apa yang kudapatkan jauh berbeda dari apa yang diberikan pak kardi.aku terus mencoba menahan nafsu ku tapi semakin kutahan kurasakan nafsu semakin meledak ledak.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Hingga akhirnya pada malam hari itu, saat itu sedang hujan deras. aku dirumah sendirian karena agus dan suamiku belum pulang. dari dalam kamarku terlihat lampu kamar pak kardi menyala.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku melangkah ragu menuruni tangga menuju lantai satu. tanpa kuperintah kaki ku melangkah membawaku menuju kamar pak kardi. sesampainya di kamar pak kardi, kulihat pak kardi sedang tidur.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku mendekatinya pelan lalu berjongkok di samping tempat tidurnya. aku mulai mengelus tonjolan di selangkangan pak kardi dari luar celana. aku mendekatkan kepalaku dan mulai menciumi tonjolan itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku menghirup bau yang tidak asing, bau sperma yang selama ini di tumpahkan pada pakaian dalamku. aku mengelus elus tonjolan itu dengan lembut sehingga tidak membangunkan pak kardi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setelah kuelus, tonjolan di celananya semakin besar dan terlihat ingin keluar dari celana. dengan gemetar ku pelorotkan celananya, sampai penis hitam milik pak kardi mengacung tegak dihadapanku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku mendekatkan mulutku pada ujung kepala penis itu dan mulai menjilatinya. sedikit demi sedikit aku mulai mengulum penis itu. aku memaju mundurkan kepalaku dan menghisap penis itu pelan pelan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sambil mengulum penis pak kardi tanganku menggosok vaginaku dari dalam celana. aku sangat menikamti hal itu sampai sampai aku tidak sadar saat tangan pak kardi memegangi kepalaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ternyata pak kardi sudah bangun, dia hanya menatapku tanpa ekspresi. aku berusaha menjauh tapi tangannya lebih sigap menarikku. aku ditarik ke atas tempat tidur dan dibaringkan diatasnya, sekarang posisi berada dibawah pak kardi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak kardi lalu memelorotkan rok bawahan daster yang kupakai dan membuka celana dalamku. setelah itu dia membuka kancing baju dan bh ku, dikeluarkannya buah dadaku dari bukaan di bagian depan bajuku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tanpa aba aba dia lalu mencaplok pentil payudaraku, dikulumnya pelan sambil di hisap hisap serta digigit lebut. semua itu dilakukan berulang ulang pada kedua payudaraku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku sangat menikamati perlakuan itu hingga tanpa kusadari celana dalamku sudah tidak pada tempatnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak kardi mengarahkan penisnya ke vaginaku. vaginaku yang sudah sangat terangsang sampai sampai cairan kewanitaanku membashi celana dalamku. pelan pelan pak kardi memasukkan penisnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Meskipun sudah sempit lagi tapi karena ukuran penis yang besar vagina terasa sangat sesak. panasnya penis pak kardi semakin membuat cairan kewanitaanku keluar dan memudahkan jalan masuknya penis itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setelah masuk seluruhnya pak kardi mendiamkannya dulu, aku merasa vaginaku terasa penuh diasuki penis pak kardi. penis itu sangat besar jauh lebih besar dari milik suamiku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u00a0Pak kardi mulai mengocok penisnya dalam vaginaku. semakin lama kocokannya makin cepat dan liar. sambil menggenjotiku, pak kardi kembali memainkan buah dadaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Salah satu buah dadaku dikulum dalam mulutnya dan yang lain dia mainkan pentilnya dengan jari jari tangannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">pentilku yang dalam keadaan biasa sudah besar semakin bertambah besar saat terangsang sampai seukuran ibu jari orang dewasa. hal ini semakin memudahkan pak kardi memainkan payudaraku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setelah 5 menit digenjot aku sampai pada orgasme pertamaku, tubuhku menegang seperti dialiri listrik. tapi pak kardi belum menandakan orgasme bahkan genjotanya semakin liar dan kasar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">selama hampir 30 menit aku terus menerus digenjot pak kardi, selama itu aku mendapatkan 4 orgasme beruntun, yang sebelumnya belum pernah aku dapatkan dari suamiku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Genjotan pak kardi semakin tidak beraturan dan tangannya meremas remas buah dadku dengan kasar. nafasnya memburu seperti kuda, keringatnya menetes membasahi tubuh hitamnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">5 menit kemudian genjotan pak kardi semakin cepat hingga akhirnya tubuhnya menegang bersama orgasmeku yang kelima. dia menyemprotkan sperma putih panas nan kental dalam rahimku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku berusaha memintanya mengeluarkannya di luar tapi karena terlalu lelah setelah mendapat 5 orgasme beruntun membuatku tidak berdaya melakukan apa apa.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">semenjak saat itu kehidupanku berubah, aku yang dulunya wanita terhormat yang setia kini telah jatuh dalam dekapan tukang kebunku layaknya wanita murahan. hampir setiap ada kesempatan aku meminta pak kardi untuk menyetubuhiku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku sudah kecanduan penis hitam berurat milik pak kardi, aku tidak bisa melewati sehari pun tanpa di temani sodokan sodokan nikmat pak kardi pada vaginaku. nafsuku semakin besar seiring perselingkuhanku dengan tukang kebunku di rumahku sendiri.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku berusaha sebisa mungkin menyembunyikan dengan rapat rapat hubunganku dengan pak kardi dari keluargku. \u2013 Cerita sex \u2013<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">suamiku yang jarang pulang dan memuaskanku sekarang tidak masalah bagiku karena selalu ada pak akrdi yang selalu bersedia memuaskanku. di depan keluarga ku sikap ku dan pak kardi biasa saja tapi setelah mereka tidak di rumah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak kardi menjadi pemiliki baru dari tubuhku. pak kardi meskipun sudah tua tapi pengetahuan seksnya sangat luas. tidak seperti suamiku yang asal sodok dan minim variasi. selama berhubungan dengan pak kardi aku mendpatkan kenikamtan yang lebih besar dari yang kudapat selam 20 tahun perkawinanku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">pak kardi semakin sering bermalam di rumahku terutama saat aku sendirian. dengan pekerjaanya sebagai tukan kebun sekaligus penjaga membuat hubunhgan kami aman dari tetangga sekitar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Jika sedang berdua saja dengan pak kardi kegiatan kami hanya berhubungan seks. pernah suatu pagi sat sedang bersiap mengajar, di ruang makan tiba tiba pak kardi memelukku dari belakang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Disibakkan rok dan celana dalamku, lalu langsung aku disodok dari belakang dengan pakaianku masih lengkap dengan jilbabku. pak kardi menyutubuhi dari bealakang dan aku bersandar pada meja makan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Seperti biasa pak kardi keluar di dalam dan karena sudah mepet aku berangkat mengjar dengan sperma pak kardi masih meleleh dari vaginaku. \u2013 Cerita sex \u2013<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">selama berhubungan dengan pak kardi kami selalu melakukannya di kamarku setiap berhubungan intim bahkan jika malam hari saat suamiku tidak ada pak kardi selalu tidur bersama ku layaknya suamiku sendiri.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Jika sedang bosan di kamr pak kardi selalu mengajakku berhubungan intim di spot spot rumah kami. ruang tamu, ruang keluarga, dapur kamar mandi. tidak terlewat kamr tidur anak anakku pernah kami jadikan arena pemuasan nafsu kami.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Bahkan pernah pak kardi menyetubuhiku di halaman belakang saat malam hari, karena tembok belakang rumahku cukup tinggi aku tidak khawatir tetanggaku memergokiku disetubuhi pak kardi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">sejauh ini hubungan perselingkuhanku tersimpan rapat dari keluargaku dan mbok minah, istri pak kardi. pak kardi pandai mengatur strategi dan memilih waktu yang tepat untuk bebas menyetubuhiku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Seperti pagi itu aku sedang disetubuhi di dapur, karena sedang berbelanja mbok minah tidak di rumah. pak kardi yang semalam sudah menyetubuhiku seakan tidak puas dan masih ingin mnyetubuhi ku pagi ini.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Karena kupikir tidak ada orang lain di rumah aku melepaskan pakaianku dan membiarkan pak kardi menyetubuhiku dengan posisi berdiri dari belakang. aku menikmati setiap sodokan penis pak kardi di vaginaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">tiba tiba di tengah persetubuhan kami pintu belakang dapur terbuka. alangkah terkejutnya aku melihat ternyata mbok minah sudah pulang berbelanja. aku yang masih dalam posisi di genjot dari belakang tidak bisa melakukan apa apa.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku berusaha menutupi tubuhku dari pandangan mbok minah dengan tanganku. bajuku tergeletak jauh dari jangkauanku. pikiranku berkecamuk, aku ketahuan mbok minah sedang digenjot oleh suaminya sendiri dari belakang. aku takut mbok minah melaporkan pada suamiku dan semua perselingkuhanku terbongkar saat itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">anehnya meskipun ketahuan istrinya pak kardi tidak menghentikan genjotannya pada vagiinaku. entah tidak sadar atau apa, dia seperti tidak menghiraukan kehadiran mbok minah di depan kami.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Bahkan dia semakin mempercepat genjotannya padaku. begitu pula dengan mbok minah, raut wajah terkejut yang aku pikir akan tergambar di wajah mbok minah tidak terlihat sama sekali.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dia hanya tersenyum melihat aku sedang di sodok oleh suaminya sendiri, aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi saat itu. dengan tenang mbok minah meletakkan belanjaan di meja dapur dan mengeluarkan belanjaan satu persatu. \u2013 Cerita sex \u2013<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">belum hilang rasa bingungku, mbok minah berjalan kearahku dengan menggenggam sebatang pare. pak kardi melepas penisnya pada vaginaku dan mengarhkan ke lubang anusku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tanpa aba di segera melesakkan penisnya ke dalam anusku. meskipun sudah basah oleh cairan vaginaku, rasa sakit sangat terasa saat anusku dimasuki penis pak akrdi. belum hilang rasa sakitku, aku merasa vaginaku kembali di masuki sesuatu, kali initerasa dingin dan kasar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Saat kulihat ternyata mbok minah sedang mengocok vaginaku dengan pare yang dipegan tadi. terjawab sudah kebingunganku tentang reaksi mbok minah yang biasa saja saat melihat suaminya menyetubuhiku, ternyata dia sudah tahu hubunganku dengan suaminya sehingga tidak terkejut saat mendapati kami dalam keadaan seperti itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">hampir 3 bulan hubungan perselingkuhanku dengan pak kardi berjalan, meskipu sudah berumur lanjut, pak kardi selalu memuntahkan spermanya di dalam rahimku. aku sadar semua itu beresiko kehamilan padaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tapi karena sudah kepalang tanggung menikmati aku tidak terlalu memikirkan hal itu dan merisaukan hal itu. hingga suatu saat aku tersadar aku sudah telat mens selama 2 bulan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku takut kekhawtiranku selama ini menjadi kenyataan yaitu aku mengandung anak yang bukan benih suamiku melainkan pak kardi. aku berusaha tenang dan menyembunyikan kabar ini sebelum semuanya menjadi jelas. \u2013 Cerita sex \u2013<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">aku ke apotik dan membeli 3 testpack. setelah sampai dirumah aku mengecek urinku dan hasilnya dua garis, postif. aku melakukan test kembali menggunakan 2 testpack lain yang kubeli tadi dan hasilnya sama, positif.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku berusha tenang dan belum mempercayai hasil testpack itu. aku pergi ke dokter kandungan setelah sebelumnya membuat janji terlebih dahulu. aku berharap hasil testpack itu salah dan aku tidak hamil.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setelah dilakukan awal dan usg hasilnya aku menunjukkan bahawa aku benar benar hamil. dokter memberiku selamat, aku tidak tahu harus bereaksi bagaiaman apakah gembira atau sedih. lebih mengejutkan lagi ternyata calon janin berusia 8 minggu yang bersemayam dalam rahimku adalah janin kembar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">sampai di rumah aku bingung apa yang harus ku lakukan dengan janin ini. sampai di rumah suamiku menyambutku dengan menggenggam testpack ku ditangannya. dia tahu aku hamil dia terlihat bahagia mengetahui akan punya anak lagi terlebih bayi kembar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku berpikir harus menggugurkan kandunganku selain ini adalah anak haram hasil perselingkuhanku dengan pak kardi dan usiaku yang hampir 42 tahun sangat bersiko untuk hamil. tapi suamiku menolak dia ingin membesarkan bayi itu, aku sedih melihat suamiku yang sngat ingin mempertahankan kehamilanku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Seandainya dia tahu anak dalam perutku ini adalah benih pak kardi, tukang kebun di rumahnya pasti reaksinya akan berbeda.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">keesokan harinya suamiku kembali berangkat keluar kota untuk menghadiri rapat koordinasi kantornya. baru saja suamiku pergi pak kardi memelukku dari belakang. dia lantas mengelus elus perutkku menandakan dia tahu tentang kehamilanku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sepeti biasa dia langsung menyetubuhiku di atas sofa di ruang tamu. kali pak kardi lebih lembut saat menyetubhiku karen tahu aku sedang mengandung janin calon bayi bayinya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Selama menggenjotiku dia terus menerus mengusap dan menciumi perutku dia spertinya senag menjadi bapak anak yang ada dalam perutku ini. seperti biasa dia orgasme di dalam vaginaku, dia menyirami buah cinta kami dengan lahar putih panasnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">seiring dengan usia kehamilanku maka bertambah pula nafsu seks ku jika wanita lain ngidam hal aneh aneh aku hanya menginginkan penis yang berhasil menghamiliku itu untuk menyodoki ku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Anehnya aku hanya mendapat kepuasan dari penis pak kardi seakan akan anak dalam perutku tahu siapa ayahnya yang sebenarnya. usi kehamilanku yang memasuki 4 bulan sudah cukup aman untuk kembali melakukan hubungan seks, meskipun bulan bulan sebelumnya aku juga tidak pernah berhenti bersetubuh dengan pak kardi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak kardi semakin nafsu kepadaku, perutku membuncit dengan kedua anaknya selalu dia ciumi setiap saat. mbok minah yang juga mengetahui bahwa aku hamil anak suaminya juga berusaha menjaga kandunganku degan baik. \u2013 Cerita sex \u2013<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">seiring degan kehamilanku ukuran payudaraku ikut bertambah besar. jika sebelumnya payudaraku masih muat di bh ku yang berukuran 36c maka kali ini semua bh ku sudah tidak muat dan sesak jika terpaksa memakai.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku membeli bh baru di toko perlengkapan ibu hamil, ternyata setelah fitting ukuran yang pas ukuran payudara ku naik menjadi 40d. selain bertambah besar ukurannya puting susu serta aerolaku juga menghitam dan menjadi lebih sensitif.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setiap berhubungan intim aku bisa orgasme hanya dengan dirangsang pada putingku saja. pak kardi juga semakin senang dengan perubahan tubuhku dan semakin liar tiap kali menyetubuhiku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">selain ukuran payudara dan perut yang bertambah bokongku juga semakin montok. pakaian muslim dan jilbab lebar yang kupakai sehari hari seakan tidak bisa menyembunyika kesintalanku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Meskipun memakai baju muslim tapi karena payudara , perut dan bokongku membesar akibatnya pakaianku terlihat ketat saat kupakai, hal ini membuat tubuhku semakin menjadi objek nafsu laki laki disekitarku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kalau di rumah tidak ada siapa siap selain aku, mbok minah dan pak kardi maka aku tidak memakai apa apa lagi. selain kurang nyaman karena sesak dan gerah, ini kulakukan agar pak kardi leluasa mengunjungi calon anak anaknya dengan mudah setiap saat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sering aku dientot saat mbok minah di dalam rumah bahkan pernah mbok minah ikut meremas remas susu saat aku digenjot pak kardi dari belakang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">yang agak aneh dari kehamilanku saat ini adalah aku suka minum pejuh pak kardi. jika sebelum tahu aku hamil pejuh pak kardi selalu dia siramkan dalam rahimku, akhir akhir ini aku lebih suka meminum pejuhnya dari pada disirmakan pada vaginaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Bahkan sku kini mengumpulkan tiap tetes pejuh pak kardi saat kami bercinta dan menyimpannya untuk aku nikmati di lain waktu. sering aku menggunakan pejuh pak kardi sebagai selai olesan roti, campuran susu kehamilan dan teh, atau sebagai tambahan bumbu penyedap dalam makananku, aku memang sudah kencanduan pejuh pak kardi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Yang lebih gila sering aku mengonsumsi pejuh pak kardi di depan suami dan anak anakku, bahkan pernah sayur terong yang sudah dibumbui pejuh pak kardi kami nikamti bersama saat makan keluarga.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">memasuki usia kehamilan 6 bulan aku sudah tampak seperti wanita hamil 9 bulan yang siap melahirkan, itu karena anak yang kukandung kembar. sejauh ini kehamilankupun tumbuh sehat dan perkembangannya baik ini semua berkat genjotan dan gizi dari pejuh pak kardi hingga kehamilanku selalu fit.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Selain itu payudaraku yang dalam ukuran terakhir mencapai 40d kini sudah mulai memproduksi susu. payudara ku tiap hari semakin bengkak karena produksi susunya yang melimpah. bahkan jika tersenggol sedikit saja payudaraku maka air susu akan memancar keluar tanpa henti.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku bersyukur asi ku melimpah sehingga kelak anak anakku nantinya tidak akan kekurangan gizi dari asi ku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">pak kardi juga semakin senang karena produksi asi ku melimpah selain terjamin kebutuhan asi anak anaknya nanti sebelum lahir dia bisa menikmati susu langsung dari payudaraku setiap saat. dia suka sekali netek padaku. entah itu saat sedang berhubungan intim atau saat sedang santai bersama.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dia hampir setiap hari menghabiskan susu langsung dari payudaraku. dia tidak ingin asi yang berharga itu terbuang sia sia. akupun juga menikmati hal ini selain rasa nyeri di payaudara ku berkurang karena susunya selalu diminum aku juga mengalami oragasme saat pak kardi netek padaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">jika ada suami atau anakku di rumah maka kegiatan netek tidak bisa kulakukan. praktis aku hanya bisa memerah susu dan menyimpannya untuk selanjutnya kuberikan pada pak kardi untuk diminum.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Selain untuk diminum sendiri, pak kardi sering membawanya pulang untuk diberikan pada cucunya yang msih berumur 9 bulan. dengan alasan karena produksi susuku yang melimpah aku juga membagikan asiku untuk anak anak yang membutuhkan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Meskipun selalu diperas dan ditetek pak kardi namun produksi asi ku tidak pernah berkurang justru semakin bertambah. semakin banyak susu yang diperas semakin banyak pula susu yang kuhasilkan. \u2013 Cerita sex \u2013<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">bahkan pernah saat anak pak kardi, yang merupakan ibu dari cucunya tadi tidak menghsilkan cukup asi untuk sang bayi, pak kardi dan mbok minah membawaq bayi itu untuk aku susui.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku dengan senang hati melakukannya karena bisa membantu mencukupi gizi cucu mereka. dengan pelan aku menyusui cucu pak kardi yang masih bayi itu di kursi sofa. ditengah tengah aku sedang menyusui, pak kardi memelorotkan celananya, penisnya mengacung tegang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sepertinya dia terangsang melihat aku menyusui cucunya sendiri. dia mengarahkan penisnya ke vaginaku dan memsukkannya dengan mudah karena vaginaku sudah basah karena orgasme saat menyusui tadi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Jika ada yang melihat persetubuhan kami saat itu pasti akan terangsang berat, bagaimana tidak aku yang sedang hamil besar dan tengah menysui bayi dientot oleh laki laki yang lebih pantas kupanggil sebagai ayah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">beberapa bulan kemudian aku melahirkan sepasang anak laki laki yang sehat. aku melakukan persalinan secara caesar karena terlalu beresiko mengingat usia ku yang sudah berumur. anak itu kuberinama deni dan dani mengambil dari nama orang tua kandung meraka kardi dan rini.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mereka tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. itu semua karena aku selalu memberi mereka asi eksklusif. mereka pun dengan lahap meminum susu mereka baik secara langsung dari tetekku atau dari botol asi yang sudah juperas sebelumnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">sedangkan hubunganku dan pak kardi berhenti sementara. selain karen orang tua dan mertuakau sering menginap di rumahku untuk membantu merawat bayi bayiku. juga karena aku masih dalam masa nifas setidaknya dalam 3 bulan sehingga sama sekali tidak mungkin untuk menyetubuhiku saat itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku merasa kasihan dengan pak kardi tidak bisa menimang anakny sendiri karena kami harus menutup rahasia ini rapat rapat, meskipun kadang kadang pak kardi mencuri curi waktu untuk bisa menggendong buah hatinya itu. lebih ksihan lagi karena tidak bisa menikamti tubuhku untuk sementara waktu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">karena aku melakukan caesar maka vagina ku masih sempit, ukuran tubuhkupun kembali seperti semula kecuali kedua payudaraku yang sepertinya tidak akan mengecil selama masih memproduksi asi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Suamiku adalah orang pertama yang menikamti tubuhku pertama kali sejak aku melahirkan. sedangkan pak kardi baru bisa beberapa bulan kemudian menikmati kembali tubuhku saat orang tua dan mertuaku pulang kerumah mereka masing msing, meskipun masih rutin mengunjungiku. akupun juga sudah rindu dengan sodokan sodokan kasar penis pak kardi yang siap membuahi kembali harimku ini.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">3 tahun kemudian sejak saat kelahiran anak kembarku, aku sudah memiliki 3 anak dari hubunganku degan pak kardi. dani dan deni berusia 3 tahun dan akan masuk play group sedang anakku yang ketiga dengan pak kardi perempuan bernama dina saat ini berusia 1,5 tahun.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pak kardi suka sekali melihat aku hamil dari perbuatannya dan membuat suamiku yang membesarkan anak anaknya. saat aku sedang menulis cerita ini aku sedang hamil 9 bulan dan lagi lagi hasil benih yang ditanam pak kardi, janin dalam perutku juga anak kembar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Secara keseluruhan aku sudah melahirkan 5 orang anak ditambah 2 dalam kandunganku saat ini dan aku masih ingin terus hamil lagi oleh pak kardi.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Baca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-kontol-hitam-berurat-milik-tukang-kebunku\/\">Cerita Dewasa Kontol Hitam Berurat Milik Tukang Kebunku<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/\">Cerita Dewasa Gairah Memek Rapat Jablay<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-sex-muncratnya-spermaku-di-memeknya\/\">Cerita Sex Muncratnya Spermaku Di Memeknya<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-mesum-cintia-adik-iparku-yang-montok\/\">Cerita Mesum Cintia Adik Iparku Yang Montok<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-lendir-balas-budi-dengan-cara-ngentot\/\">Cerita Lendir Balas Budi Dengan Cara Ngentot<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/\">Cerita Ngentot Asisten Dokter GIGI Hyper SEX<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngewek-riri-teman-sekaligus-partner-seks-ku\/\">Cerita Ngewek Riri Teman Sekaligus Partner Seks Ku<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-panas-dasyatnya-desahan-tante-donna\/\">Cerita Panas Dasyatnya Desahan Tante Donna<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-porno-nikmatnya-mellisa-admin-kantorku\/\">Cerita Porno Nikmatnya Mellisa Admin Kantorku<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-angela-asiten-dokter-gigi\/\">Cerita Dewasa Angela Asiten Dokter Gigi<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cerita Panas Tukang Kebun Menggarap Kebunku &#8211; Perkenalkan namaku rini wulandari, biasa dipanggil rini. umurku 41 tahun. aku adalah seorang<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-739","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tukang Kebun Menggarap Kebunku - Cerita Dewasa Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tukang-kebun-menggarap-kebunku\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tukang Kebun Menggarap Kebunku - Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cerita Panas Tukang Kebun Menggarap Kebunku &#8211; Perkenalkan namaku rini wulandari, biasa dipanggil rini. umurku 41 tahun. aku adalah seorang\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tukang-kebun-menggarap-kebunku\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-07T11:32:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-11T08:22:56+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"schmu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"schmu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"29 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tukang-kebun-menggarap-kebunku\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tukang-kebun-menggarap-kebunku\/\"},\"author\":{\"name\":\"schmu\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\"},\"headline\":\"Tukang Kebun Menggarap Kebunku\",\"datePublished\":\"2025-08-07T11:32:21+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-11T08:22:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tukang-kebun-menggarap-kebunku\/\"},\"wordCount\":5381,\"commentCount\":0,\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tukang-kebun-menggarap-kebunku\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tukang-kebun-menggarap-kebunku\/\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tukang-kebun-menggarap-kebunku\/\",\"name\":\"Tukang Kebun Menggarap Kebunku - Cerita Dewasa Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-08-07T11:32:21+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-11T08:22:56+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tukang-kebun-menggarap-kebunku\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tukang-kebun-menggarap-kebunku\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tukang-kebun-menggarap-kebunku\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tukang Kebun Menggarap Kebunku\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\",\"name\":\"Cerita Dewasa Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\",\"name\":\"schmu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"schmu\"},\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/schmu\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tukang Kebun Menggarap Kebunku - Cerita Dewasa Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tukang-kebun-menggarap-kebunku\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tukang Kebun Menggarap Kebunku - Cerita Dewasa Blog","og_description":"Cerita Panas Tukang Kebun Menggarap Kebunku &#8211; Perkenalkan namaku rini wulandari, biasa dipanggil rini. umurku 41 tahun. aku adalah seorang","og_url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tukang-kebun-menggarap-kebunku\/","og_site_name":"Cerita Dewasa Blog","article_published_time":"2025-08-07T11:32:21+00:00","article_modified_time":"2026-04-11T08:22:56+00:00","author":"schmu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"schmu","Estimasi waktu membaca":"29 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tukang-kebun-menggarap-kebunku\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tukang-kebun-menggarap-kebunku\/"},"author":{"name":"schmu","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc"},"headline":"Tukang Kebun Menggarap Kebunku","datePublished":"2025-08-07T11:32:21+00:00","dateModified":"2026-04-11T08:22:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tukang-kebun-menggarap-kebunku\/"},"wordCount":5381,"commentCount":0,"articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tukang-kebun-menggarap-kebunku\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tukang-kebun-menggarap-kebunku\/","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tukang-kebun-menggarap-kebunku\/","name":"Tukang Kebun Menggarap Kebunku - Cerita Dewasa Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website"},"datePublished":"2025-08-07T11:32:21+00:00","dateModified":"2026-04-11T08:22:56+00:00","author":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tukang-kebun-menggarap-kebunku\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tukang-kebun-menggarap-kebunku\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/tukang-kebun-menggarap-kebunku\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tukang Kebun Menggarap Kebunku"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/","name":"Cerita Dewasa Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc","name":"schmu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","caption":"schmu"},"url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/schmu\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/739","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=739"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/739\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=739"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=739"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=739"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}