{"id":778,"date":"2025-08-09T18:28:16","date_gmt":"2025-08-09T11:28:16","guid":{"rendered":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?p=778"},"modified":"2026-04-11T15:27:36","modified_gmt":"2026-04-11T08:27:36","slug":"kost-si-dimas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kost-si-dimas\/","title":{"rendered":"Kost Si Dimas"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kost-si-dimas\/\">Cerita Porno Kost Si Dimas<\/a> &#8211; Dua mingguan setelah peristiwa \u2018Akibat Main Mobil Goyang\u2019 aku sedang makan di kantin mahasiswa bersama Ratna. Kami ngerumpi sambil menunggu jam kuliah berikutnya, saat itu jam 12.00 jadi kantin sedang- penuh-penuhnya. Waktu sedang larut dalam canda tawa, tiba-tiba pundakku ditepuk dari belakang dan orang itu langsung duduk di sebelah kiriku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHelo girls, gabung yah, penuh nih !\u201d sapa orang itu yang ternyata si Dimas, salah satu playboy kampusku yang dua minggu lalu terlibat ML denganku (baca Akibat Main Mobil Goyang)<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cPenuh apa alasan buat bisa deketin kita, heh ?\u201d goda Ratna padanya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cIya nih, dasar, itu tuh disana aja kan ada yang kosong, hus\u2026hus..!!\u201d kataku dengan nada bercanda<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cMaunya sih\u2026cuma kalo gua disana takutnya ada yang merhatiin gua, jadi mendingan gua deketin sekalian\u201d kelakarnya dengan gaya khas seorang playboy.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cGila ga tau malu amat, jijay lo !\u201d sambil kucubit lengannya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kami bertiga menikmati makan dan obrolan kami semakin seru dengan datangnya pemuda ini. Harus kuakui Dimas memang pandai berkomunikasi dengan wanita dan menarik perhatian mereka. Dalam empat sekawan geng-ku saja dia sudah pernah menikmati petualangan sex dengan tiga diantaranya (termasuk aku), tinggal si Indah yang belum dia rasakan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKuliah jam berapa lagi nih kalian ?\u201d tanyanya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cGua sih masih lama, jam tiga nanti, pulang tanggung\u201d jawabku<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKalo gua sih sebentar lagi jam satu masuk, BT deh kuliahnya Bu Dinah yang killer itu\u201d jawab Ratna sambil mengelap mulutnya dengan tisu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHalo Ci\u2026.hai Nana (Ratna) !\u201d sapa Indah yang tiba-tiba nongol dari keramaian orang lalu duduk di sebelah Ratna.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Hari itu Indah tampil dengan penampilan barunya yaitu rambutnya yang panjang itu dicat coklat sehingga nampak seperti cewek indo. Dia terlihat begitu menawan dengan baju pink yang bahunya terbuka dipadu celana panjang putih.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kuperkenalkan Dimas pada Indah, berbeda dengan kami bertiga yang dari fakultas yang sama, Sastra Inggris, Indah berasal dari Fakultas Ekonomi sehingga dia belum mengenal Dimas. Begitu kenal dengan Indah, Dimas langsung beraksi dengan kata-kata dan pujian gombalnya. Dengan sifat Indah yang gaul itu mereka cepat akrab dan omongannya nyambung.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cDasar aligator darat\u201d begitu gumamku dalam hati sambil menyedot minumanku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tak lama kemudian HP Ratna berdering lalu dia pamitan karena ada janji mau mengerjakan tugas kelompok dengan temannya di perpustakaan. Jadi sekarang tinggallah kami bertiga.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNgapain yah enaknya sambil nunggu, bosen kan disini terus ?\u201d kata Indah setelah menghabiskan kentang goreng dan minumnya. Ternyata dia sedang menunggu kuliah jam tiga juga.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKe kost gua gimana ? gua sih dah beres ga ada apa-apa lagi\u201d usul Dimas<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kami pun mengiyakan daripada menunggu dua jam lebih di kampus, di kostnya kan banyak film jadi bisa nonton dulu. Kami pun berjalan ke gerbang samping yang menuju ke kostnya setelah membayar makan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Hanya dalam lima menit kami sudah tiba di tujuan. Kostnya cukup besar dan bagus karena termasuk kost yang mahal di daerah sini, terdiri dari dua tingkat dengan kamar mandi di kamar masing-masing. Penghuninya campur pria-wanita, tapi menurut Dimas lebih dari setengahnya wanita, makannya dia betah di sini.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cWelcome to my room, sori yah rada berantakan\u201d dia membukakan pintu dan mempersilahkan kami masuk ke kamarnya di tingkat dua.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ini bukan pertama kalinya aku ke sini, aku bahkan pernah ML disini saat one night stand dengannya. Pada temboknya terpampang beberapa poster pemain sepak bola, juga ada sebuah poster anime Kenshin. Foto pacarnya yang kuliah di luar negri dipajang diatas meja belajarnya yang sedikit acak-acakan. Kami ngobrol-ngobrol sambil menikmati snack hingga akhirnya obrolan kami mulai menjurus ke masalah seks. Dimas tanpa basa-basi menawarkan nonton film bokep koleksinya, dipilihnya salah satu vcd bokep Jepang favoritnya. Aku tidak ingat judulnya, yang pasti adegannya membuatku merinding. Kami bertiga hening menatapi layar komputer seakan terhanyut dalam adegan yang pemerkosaan masal seorang wanita oleh beberapa pria, sperma pria-pria itu berhamburan membasahi si wanita.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Darahku serasa memanas dan selangkanganku mulai basah. Indah di sebelahku juga mulai gelisah, dia terlihat menggesek-gesekkan kedua pahanya. Dan, si Dimas\u2026.oh dia meremas-remas tangan Indah, dia juga mulai berani mengelus lengannya. Melihat reaksi Indah yang malu-malu mau dan sudah terangsang berat, Dimas makin berani mendekatkan mulutnya ke pundak Indah yang terbuka. Indah menggelinjang kecil merasakan hembusan nafas Dimas pada leher dan pundaknya. Karena sudah merasa horny, ditambah lagi Dimas dan Indah mulai beraksi, akupun tidak malu-malu lagi mengekspresikan nafsuku pada Indah yang duduk paling dekat denganku. Tanganku merayap lewat bagian bawah bajunya dan terus menyelinap ke balik bra-nya. Aku dapat merasakan putingnya makin mengeras ketika kumain-mainkan dengan jariku. Mulutku saling berpagutan dengannya, lidah kami saling beradu dan bertukar ludah. Sementara di sebelah sana, Dimas mulai menjilati leher dan pundaknya, disibakkannya rambut panjang itu lalu dihirupnya wangi tubuhnya sebelum cupangannya berlanjut ke leher dan belakang telinganya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Indah mendesah tertahan menikmati perlakuan ini, tangannya mulai bergerak meraih penis Dimas yang masih tertutup celana jeansnya, diraba-rabanya benda yang sudah mengeras itu dari luar. Ciuman Dimas menurun lagi ke bahu Indah sambil menurunkan pakaian dengan bahu terbuka itu secara perlahan-lahan, suatu cara profesional dan erotis dalam menelanjangi seorang wanita. Aku juga ikut menurunkan pakaian Indah dari sebelah kiri sehingga pakaian itu sekarang menggantung di perutnya. Dengan cekatan Dimas menurunkan cup BH kanannya dan langsung melumatnya dengan rakus. Indah melenguh merasakan payudaranya dihisap kuat oleh Dimas. Aku sekarang melepaskan pakaianku sendiri hingga bugil lalu mendekati Dimas yang sudah merebahkan tubuh Indah di ranjangnya. Kupeluk pinggangnya dari belakang dan melepaskan sabuknya disusul resleting celananya. Dimas berhenti sejenak untuk membiarkanku melucuti dirinya, disaat yang sama Indah juga melepasi pakaiannya. Kini kami bertiga sudah telanjang bulat. Kami menyuruh Dimas rebahan di ranjang agar bisa menservis penisnya. Penis yang sudah mengeras kukocok dan kujilati, lalu kumasukkan ke mulutku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Bersama dengan Indah, kami bergantian melayani \u2018adik\u2019 Dimas dengan jilatan dan emutan. Indah melakukan aktivitasnya dengan terngkurap diatas tubuh Dimas dengan kata lain mereka dalam posisi 69, jadi Dimas bisa menikmati vagina Indah sementara kami berdua menikmati penisnya. Dimas sangat menikmati vagina Indah, hal ini nampak dari cara dia menjilat dan menyedot liang itu, terkadang suara hisapannya terdengar jelas sehingga membuat Indah mengerang pendek. Beberapa menit kemudian Indah mengerang lebih panjang dan suara seruput Dimas terdengar lebih jelas, ternyata Indah sudah mencapai orgasme pertama. Dimas mengganti posisi, Indah disuruh telungkup di ranjang dan pantatnya diangkat menungging, Dimas sendiri mengambil posisi di belakangnya dan mengarahkan senjatanya ke vagina Indah. Indah merintih sambil meremas sprei menikmati penis Dimas melesak masuk membelah bibir bawahnya. Ketika penis itu masuk sebagian, Dimas menghentakkan pinggulnya dengan bertenaga sehingga penisnya amblas seluruhnya dalam vagina Indah. Tubuhnya tersentak pelan dengan mata membelakak diikuti dengan erangan nikmatnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dimas memompa Indah dengan gerakan-gerakan yang mantap dan erotis sehingga Indah tidak sanggup berkata apa-apa selain mengap-mengap keenakan. Kedua tangannya menjelajahi payudara Indah yang berukuran sedang tapi padat, kedua putingnya dipencet-pencet atau dipelintir. Aku sendiri yang tidak tahan hanya menonton mengambil posisi berselonjor di depan Indah, kedua pahaku kubuka lebar dan kudekatkan ke wajah Indah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cDah\u2026jilatin punya gua yah\u2026ga tahan nih !\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Indah mulai menjilati paha dan vaginaku, lidahnya menari-nari menggelikitik klitorisku yang sudah menegang sementara tangannya meraih payudaraku dan mencubit-cubit putingku. Lidah Indah memberi rangsangan tak terkira pada kemaluanku sehingga aku tidak tahan untuk tak mendesah. Desahan kami bertiga pun terdengar memenuhi kamar ini. Kami berganti posisi menjadi woman on top, Indah bergoyang di atas penis Dimas dan aku naik ke wajah Dimas berhadapan dengan Indah, kini vaginaku dilayani oleh Dimas dengan lidahnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sambil terus bergoyang aku berciuman dengan Indah, aku kembali menikmati lidah sesama jenisku, kami bercipokan sambil mengeluarkan desahan-desahan tertahan. Ciuman Indah terus turun ke leherku hingga berhenti di payudara kananku, sebuah gigitan kecil disertai hisapan pada daerah itu membuatku menggeliat, disusul tangan Dimas menjulur dari bawah mencaplok yang kiri. Ooohh\u2026sepertinya bagian sensitifku diserang semua, lidah Dimas yang dikeraskan itu melesak masuk lebih dalam dan bergoyang menggelikitik dinding kemaluanku, tangannya yang satu meremas dan sesekali menepuk pantatku yang sekal. Aku semakin erat mendekap Indah sambil satu tanganku meremas payudaranya. Tak lama kemudian aku merasa sesuatu yang mendesak keluar dari bawah sana, ahh\u2026aku tak sanggup lagi menahan cairan cinta yang mulai membasahi vaginaku. Hal yang sama juga dialami Indah tak lama kemudian, dia melepas emutannya pada putingku, nafasnya makin memburu dan dia menaik-turunkan tubuhnya dengan lebih cepat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tubuh kami berdua mengejang hebat dan erangan klimaks keluar dari mulut kami. Dimas menusuk-nusukkan jarinya ke vaginaku membuat cairan itu makin membanjir dan tubuhku makin tak terkendali, aku mendesah panjang tanpa mempedulikan rasa sakit dari kuku Indah yang mencakar lenganku. Cairanku diseruput Dimas dengan rakusnya, vagina Indah juga mengeluarkan banyak cairan sehingga menimbulkan bunyi kecipak air. Goyangan kami mulai mereda, kami berpelukan menikmati sisa-sisa orgasme barusan, kami menghimpun nafas kami yang kacau balau, keringat seperti embun membasahi dahi dan tubuh kami. Akhirnya kujatuhkan diriku ke samping dan Indah jatuh di dekapan Dimas. Dimas menoleh ke samping bertatapan muka denganku lalu mengembangkan senyum, nampak mulutnya masih basah oleh cairan cintaku. Hebat juga dia, bisa membuat dua wanita klimaks dalam waktu hampir bersamaan, begitu pujiku dalam hati.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cGimana girls, ready for next round ? gua belum keluar nih\u201d katanya sambil mengelus rambut panjang Indah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHhhh\u2026lu duaan aja dulu deh, gua kumpul tenaga dulu. Heh sialan lu Ndah, pakai cakar-cakaran segala sakit tau, nih !\u201d omelku memperlihatkan bekas cakaran di lengan kiriku yang sedikit berdarah sambil mencubit lengannya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHihihi\u2026sory dong Ci, tadi kan kita lagi lupa daratan lagi, yang penting kan enjoy juga\u201d jawabnya santai sambil tersenyum kecil.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sebentar kemudian Dimas sudah membalikkan tubuh Indah menjadi telentang dibawahnya, lalu kembali penisnya dimasukkan ke vagina Indah diiringi desahannya. Ranjang ini sudah mulai bergetar lagi oleh goyangan tubuh mereka. Sambil menggenjot Dimas meraih payudaraku dan memencetnya lembut sebagai sinyal mengajakku segera bergabung.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNtar yah, gua mo minum dulu nih, haus\u201d kataku sambil bangkit berdiri dan mengambil sebuah gelas, aku membuka kran dispenser yang terletak di dekat jendela untuk mengisi air.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ketika sedang meneguk air tiba-tiba aku mendengar suara kresek-kresek di pintu. Kutajamkan pendengaranku dan melihat ada seperti bayangan di celah bawah pintu, pasti seseorang mengintip kami pikirku. Aku tadinya bermaksud memberitahu mereka, tapi sebaiknya kuselidiki sendiri karena mereka sedang sibuk berpacu dengan nafsu sampai tidak begitu menghiraukanku. Kusingkap sedikit tirai jendela untuk melihat siapa di luar sana, ada seseorang pria sedang menempelkan telinganya pada pintu, dia juga berusaha mencari-cari lubang untuk mengintip, tapi wajahnya tidak jelas. Dalam pikiranku terbesit sebaiknya kuajak saja dia untuk meramaikan, mumpung aku daritadi belum dimasuki penis karena Dimas sedang asyik menggumuli Indah. Maka sebelumnya aku melihat dulu sekeliling apa ada orang lain lagi selain dia, letak kamar ini cukup strategis agak ujung dan jauh dari keramaian, setelah yakin tidak ada siapapun lagi selain pengintip ini kuberanikan diri membuka pintu mengejutkannya. Pelan-pelan gagang pintu kuputar dan\u2026hiya\u2026orang itu terdorong masuk karena sedang menyandarkan tubuhnya pada pintu, dengan cekatan pintu kembali kututup. Orang itu benar-benar terkejut, bingung, dan terangsang melihat sekelilingnya bugil dan ada yang bersenggama pula.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dimas dan Indah yang sedang berasyik-masyuk kontan ikut terkejut, Indah menyambar guling untuk menutupi tubuhnya dan menjerit kecil. Belakangan aku tahu dia adalah kacung di kost ini, namanya Dadan, usianya masih 17 tahun, anaknya tinggi kurus dan berkulit sawo matang. Tadinya dia cuma mau mengambil barang di gudang yang kebetulan harus lewat kamar ini, ketika itu lah dia mendengar suara-suara aneh dan terpancing untuk mendengar dan mengintipnya. Dia langsung tertunduk-tunduk minta maaf berkali-kali karena dimarahi Dimas yang merasa gusar diintip olehnya. Namun ketika Dimas merenggut kerah baju pemuda itu dan hendak memukulnya buru-buru aku mencegah dan menenangkan si Dimas yang bertemperamen tinggi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cEhhh\u2026udah-udah, dia kan ga sengaja tadi, kita juga yang salah terlalu keras suaranya\u2026udah lu sana aja terusin pestanya sama Indah, biar dia gua yang urus, lagian di sini kurang cowoknya\u201d bujukku mengedipkan sebelah mata pada Dimas.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kuelus-elus dada Dimas dan berusaha menenangkannya, setelah kubujuk-bujuk akhirnya dia mundur juga.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cTenang Mas, lu orang terusin aja, biar gua urus yang ini\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Akupun tersenyum padanya mencoba mengajak bicara sambil memegangi kedua lengannya, kurasakan tubuhnya masih agak gemetar dan tertunduk, entah karena tegang, kaget, atau malu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNama lu Dadan ya ?\u201d tanyaku dengan lembut dan dijawab dengan anggukan kepalanya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cLu tadi udah ngeliat apa aja Dan ?\u201d tanyaku lebih lanjut<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cBelum liat apa-apa kok Non, sumpah\u2026saya cuma denger suara-suara terus saya cari tau\u201d jawabnya terbata-bata<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cTerus kamu tau apa yang kita kerjain barusan itu ?\u201d dijawab lagi dengan anggukan kepala<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKamu pernah ngerasain ngentot sebelumnya ?\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNggak pernah Non, paling cuma liat di VCD sambil coli\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cYa udah Dan, berhubung kamu udah disini gimana kalau mbak ajarin kamu soal gituan\u201d aku tersenyum lagi dan mengangkat wajahnya yang tertunduk, walaupun gugup tapi matanya terus ke arah tubuhku yang polos, sebentar-sebentar juga melihat ke arah Indah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cSini Mbak bukain bajunya, biar enakan, ayo\u2026jangan malu-malu disini semua bugil kok !\u201d kulucuti pakaiannya tanpa menunggu responnya, dia masih malu-malu menutupi penisnya dengan tangan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kutepis tangannya dan kugenggam penis yang masih setengah tegang itu, aku berlutut di depannya dan mulai menjilati benda itu, kemasukkan bagian kepalanya ke mulutku dan kuemut pelan. Aku melirik ke atas melihat reaksi wajahnya dengan mata merem-melek dan menelan ludah memperhatikan aku mengoralnya. Makin kukocok benda itu terasa makin keras dan besar, memang ga jumbo size sih, namanya juga ABG, tapi kerasnya lumayan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHmmmhhh\u2026Mbak\u2026geli mbak !\u201d erangnya gemetaran.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cUdah jangan cerewet, dikasih enak gratisan malah bawel, nanti juga ketagihan kok\u201d jawabku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tiba-tiba terdengarlah suara musik heavy metal mengalun di kamar ini, sambil terus menyepong kulirikkan bola mataku ke arah suara. Ternyata si Dimas menyalakan MP3 di komputernya dan menyetel volume suaranya untuk meredam suara kami. Kemudian mereka yang tadinya melongo memperhatikanku mengerjai anak muda sudah mulai lagi dengan kesibukan mereka. Kini Dimas menaikkan kedua tungkai Indah ke bahunya dan kembali melesakkan penisnya ke vaginanya. Setelah beberapa kumainkan dalam mulutku, penis itu mulai berkedut-kedut, pemiliknya juga mendesah makin tak karuan. Akupun semakin dalam menelan benda itu hingga menyentuh daging lunak di tenggorokanku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cMbak\u2026ohhh\u2026enakk banget mbak\u2026aahhh !\u201d desahnya panjang bersamaan dengan spermanya yang ngecret di dalam mulutku<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pipiku sampai kempot mengisap dan menelan cairan itu dengan nikmat, tak setetes pun tertinggal. Kemudian akupun bangkit berdiri sambil tetap menggenggam penisnya yang masih ngaceng tapi agak berkurang tegangnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cGimana Dan, pernah diginiin ga sama cewek sebelumnya, rasanya gimana ?\u201d tanyaku dengan senyum nakal.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cBaru pertama kali mbak\u2026he-eh emang enak banget\u201d katanya masih dengan nafas terengah-engah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cIni baru pemanasan Dan, masih banyak yang lebih enak kok, yuk sini deh !\u201d kataku seraya menaikkan pantat ke meja belajar dan mekangkangkan kedua belah paha mulusku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kubimbing penisnya ke arah vaginaku yang terkuak lebar, setelah tepat sasaran kusuruh dia menggerakkan pinggulnya ke depan. Blesss\u2026.terbenamlah penis itu ke dalamku diiringi desahan nikmat kami. Tanpa kuajari lagi dia mulai menggerak-gerakkan pinggulnya maju-mundur, sodokannya walaupun terasa makin mantap tapi rasanya masih ada yang kurang yaitu dia tidak memberi rangsangan pada bagian sensitifku lainnya, maklumlah namanya juga perjaka, masih amatiran. Aku harus terus berinisiatif mengajarinya, maka kutarik kepalanya mendekati payudaraku yang membusung, kusuruh dia mengeyotnya sepuas hati. Barulah dia mulai berani menjilati dan mengulum payudaraku, bahkan tangan satunya kini aktif menggerayangi payudaraku yang lain.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Entah karena terlalu nafsu atau kelepasan dia gigit putingku yang kanan dengan cukup keras, sampai aku menjerit.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAakkhh\u2026Dan sakit, jangan keras-keras dong !\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Di seberang sana Indah sudah dibuat orgasme entah yang keberapa kalinya. Tak sampai lima menit berikutnya Dimas pun mendesah panjang mencapai klimaksnya, dia mencabut penisnya dari vagina Indah dan menumpahkan isinya diatas perut rata Indah. Merekapun roboh bersebelahan, Indah mengusap-ngusapkan sperma itu ke tubuhnya dan menjilati sisi-sisanya di jari. Dadan masih terus menyodokku dari depan, gairahku makin memuncak saja, vaginaku terasa makin panas akibat gesekan dengan penisnya, suara erangan kami terlarut bersama dengan dentuman musik rock dari komputer. Bosan dengan posisi ini, dia memintaku ganti gaya. Sekarang kami melakukannya dengan gaya berdiri, aku berpegangan pada tepi meja sambil disodok dari belakang, dengan posisi demikian tangannya lebih bebas menggerayangi payudaraku yang bergantung, putingku dipencet dan dipilin-pilin terkadang agak kasar sampai benda itu mencuat tegang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cDan\u2026tambah cepet dong\u2026mbak udah mau nih\u2026!!\u201d aku mengerang lirih saat kurasakan klimaks sudah diambang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOoohhh\u2026ahhh\u2026saya juga\u2026.kok rasanya tambah\u2026enak mbak\u201d sahutnya dengan menambah goyangannya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKeluarin di\u2026dalam\u2026.jangan cabut kontol lu\u2026ahh\u201d kataku dengan suara bergetar<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kamipun mencapai orgasme bersama, tubuhku menggelinjang hebat, aku berteriak seolah mengiringi lagu di komputer, kepalaku terangkat dan mataku merem-melek. Si Dadan juga mendesah nikmat merasakan orgasme pertamanya bersama seorang wanita. Spermanya menyembur banyak sekali di dalam rahimku, cairan hangat dan kental itu juga membasahi daerah selangkanganku serta sebagian meleleh turun ke pahaku. Tubuhku lemas bersimbah peluh dan jatuh terduduk di kursi terdekat. Kubentangkan pahaku lebar-lebar agar bagian itu mendapat angin segar, soalnya rasanya panas banget setelah begitu lama bergesekan. Liang kenikmatanku nampak menganga dan sisa-sisa cairan persengamaan masih menetes sehingga membasahi kursi di bawahnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya mau lagi dong Mbak, abis memek Mbak legit banget sih, lagi yah Mbak !\u201d pintanya sambil menggenggam penisnya yang masih tegang itu di dekat wajahku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cIyah, tapi nanti yah, Mbak istirahat sebentar\u201d jawabku sambil mengelap keringat di wajahku dengan tisu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kulihat Dimas bangkit dan mendekatiku, senjatanya sudah dalam posisi siap tempur lagi setelah cukup istirahat. Dia belai rambutku dan meraih tanganku untuk digenggamkan pada penisnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cYuk, Cit\u2026sambil kumpulin tenaga, kasih senjata gua amunisi dulu dong !\u201d pintanya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Akupun memijati benda itu diselingi jilatan. Melihat si Dadan yang bengong aku pun menarik tangannya menyuruh berdiri di sisi kananku. Maka dihadapanku sekarang mengacunglah dua batang senjata yang saling berhadapan dan masing-masing kugenggam dengan kedua tanganku. Kugerakkan tangaku mengocok keduanya, mulutku juga turut melayani silih berganti.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Merasa cukup dengan pemanasan, Dimas menyuruhku berhenti, dan menyuruhku bangun dulu, lalu dia duduki kursi itu baru menyuruhku duduk lagi di pangkuannya (sepertinya mau gaya berpangkuan deh). Dengan agak kasar dia menyuruh Dadan menyingkir<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHeh, sana lo\u2026.kali ini giliran gua tau, jangan ganggu lagi !\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cEee\u2026udah jangan galak ah, gitu-gitu juga dia kan yang bantu-bantu lu orang di sini\u201d sahutku mengelus lengan Dimas.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cDan lu minta mbak yang itu aja buat ngajarin lu\u201d lanjutku \u201cDah mau yang ajarin dia bentar kan, masih pemula nih\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Sekarang Dadan tidak segrogi saat pertama main denganku barusan, dia menindih tubuh Indah yang masih terbaring. Indah mengajarinya teknik berciuman, nampaknya Dadan cepat dalam mempelajari teknik-teknik bercinta yang kami ajarkan, sebentar saja dia sudah nampak beradu lidah dengan panasnya bersama Indah, tangannya juga kini lebih aktif menjelajahi lekuk-lekuk tubuh Indah memberi rangsangan. Indah yang gairahnya sudah bangkit lagi merespon dengan tak kalah hebat. Dia berguling ke samping sehingga dia kini di atas Dadan, lidahnya tetap bermain-main dengan lidah lawannya sementara tangan lembutnya meraih penis pemuda tanggung itu serta mengocoknya, Dadan mendesah-desah tak karuan menghadapi keliaran Indah. Indah membimbing penis itu memasuki vaginanya, dengan posisi berlutut dia turunkan tubuhnya hingga penis itu melesak masuk ke dalamnya. Kemudian mulailah dia menaik-turunkan tubuhnya dengan gencar membuat pemuda tanggung itu kelabakan. Kedua tangan Dadan mencengkram kedua payudara Indah dan meremasinya dengan bernafsu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Di tempat lain aku sedang asyik menggoyangkan tubuhku di pangkuan Dimas. Vaginaku dihujam penisnya yang sekeras batu itu. Otot-otot kemaluanku serasa berkontraksi makin cepat memijati miliknya. Tangannya yang mendekapku dari belakang terus saja menggerayangi payudaraku dengan variasi remasan lembut dan kasar. Kutengokkan wajahku agar bisa berciuman dengannya, lidah kami saling membelit dan beradu dengan panasnya. Beberapa menit kemudian mulutnya merambat ke telingaku, dengusan nafasnya dan jilatannya membuatku merinding dan makin terbakar birahi. Mulutnya terus mengembara ke tenguk, leher, dan pundakku meninggalkan bekas liur maupun bercak merah. Tanpa terasa goyangan tubuh kami semakin dahsyat sampai kursinya ikut bergoyang, kalau saja bahannya jelek mungkin sudah patah tuh kursi. Posisi ini berlangsung 20 menit lamanya karena kami begitu terhanyut menikmatinya. Selama itu terdengar dua SMS yang masuk ke ponselku namun tak kuhiraukan agar tak merusak suasana.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Akhirnya akupun tak bisa menahan orgasmeku, tubuhku kembali menggelinjang dahsyat, pandanganku serasa berkunang-kunang. Mengetahui aku akan segera keluar, dia makin bergairah, tubuhku ditekan-tekan sehingga penisnya menusuk lebih dalam, tangannya pun semakin kasar meremasi payudaraku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAaaahhkkkk\u2026.!\u201d jeritku bersamaan dengan lagu mp3 yang hampir berakhir<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kugenggam erat lengan Dimas dan menggigit bibir merasakan gelombang dahsyat itu melanda tubuhku. Aku merasakan cairan cinta yang mengalir hangat pada selangkanganku. Akupun akhirnya bersandar lemas dalam dekapannya, penisnya tetap menancap di vaginaku, nafas kami tersenggal-senggal dan keringatpun bercucuran dengan derasnya. Kemudian dia angkat tubuhku hingga penisnya tercabut, tangan satunya menyelinap ke lipatan pahaku. Diangkatnya tubuhku dengan kedua lengan, aku menjerit kecil saat dia tiba-tiba menaikkanku ke lengannya karena kaget dan takut jatuh. Dibawanya aku ke ranjang lalu diturunkan di sana, nafasku belum teratur sehingga nampak sekali dadaku turun naik seperti gunung mau meletus. Tepat disebelah kami Dadan sedang menindih tubuh telanjang Indah dengan gerak naik-turun yang cepat. Indah hanya bisa menggelinjang dan mendesah, rambut panjangnya sudah kusut tak karuan, matanya menatap kosong pada kami.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cLagi yah Ci, dikit lagi tanggung gua belum keluar nih\u201d pinta Dimas sambil merenggangkan kedua pahaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku hanya pasrah saja mengikuti apa maunya. Dengan lancar penisnya yang sudah basah dan licin itu meluncur ke dalam vaginaku, aku mendesis dan meremas sprei saat dia hentakkan pinggulnya hingga seluruh penisnya masuk. Lagu dari komputer entah sudah berganti berapa kali, kali ini yang mengalun adalah lagunya Aerosmith yang dipakai soundtrack film \u2018Armageddon\u2019nya Bruce Willis. Lagu ini mengiringi permainan kami dalam babak ini. Perkasa juga si Dimas ini, dia masih sanggup menggenjotku dengan frekuensi tinggi sampai tubuhku terguncang hebat, padahal sebelumnya dia sudah membuatku dan Indah orgasme, kekuatannya jauh lebih meningkat dibanding ketika pertama kali one night stand denganku setahun lalu. Aku menggenggam tangan Indah dan bertatapan wajah dengannya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cUdah berapa kali Ndah ?\u201d tanyaku bergetar<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNggak tau\u2026udah aahh\u2026keenakan\u2026ga hitung\u2026lagi\u201d jawabnya dengan mata merem melek.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku makin tak terkontrol, kepalaku kugelengkan ke kiri-kanan, sesekali aku menggigit jari saking nikmatnya kocokan Dimas. Dia mempermainkan birahiku dengan sengaja tidak menyentuh payudaraku membiarkannya bergoyang-goyang seirama badanku, sehingga aku sendiri yang berinisiatif meraih tangannya dan meletakkannya di payudaraku, barulah dia mulai memencet-mencet putingku membuatku semakin terbakar. Akhirnya akupun sudah tidak kuat lagi, perasaan itu kuekspresikan dengan sebuah erangan panjang dan menarik sprei di bawahku hingga berantakan.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cUdah dulu dong, Mas\u2026gua gimana bisa kuliah ntar !\u201d pintaku dengan terengah-engah<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tubuhku basah seperti mandi saja, habis AC kamarnya lagi rusak sih, sementara ini cuma ada kipas angin berukuran sedang, sedangkan iklim di Jakarta tau sendiri kan seperti apa gerahnya. Paham dengan kondisiku, dia biarkan aku beristirahat, dikecupnya bibirku dengan lembut disertai sedikit kata-kata manis dan pujian, setelah itu dia beralih ke Indah untuk menuntaskan hajatnya yang tinggal sedikit lagi. Kuseka dahiku yang bercucuran keringat lalu kulirikkan arlojiku, 20 menit lagi jam tiga, harus segera siap-siap kembali ke kampus.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Indah yang sedang dalam posisi dogie digarap dari dua arah oleh mereka. Dadan yang menyodoknya dari belakang akhirnya klimaks, dia mengeluarkan penisnya dan menyiramkan isinya di punggung dan pantat Indah. Si Dimas yang sedang menyetubuhi mulut Indah juga tak lama kemudian menyusul, dia mengerang sambil menahan kepala Indah pada penisnya. Indah sendiri hanya bisa mengerang tertahan dan matanya merem melek menerima semprotan sperma Dimas, nampak cairan putih itu meleleh sedikit di pinggir bibir mungilnya. Dimas ambruk di sisiku dengan memeluk Indah yang menyandarkan kepalanya ke dada bidangnya, si Dadan terduduk lemas di bawah ranjang (karena ranjang sudah penuh sesak). Setelah tubuhku cukup stabil, pelan-pelan aku bangkit menuju kamar mandi dengan langkah gontai. Disana aku mencuci muka, dan membersihkan ceceran sperma di tubuhku dengan air. Indah masuk ketika aku sedang duduk di toilet buang air kecil.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHuh\u2026ngagetin aja lu Dah, rambut acak-acakan kaya kuntilanak gitu lagi !\u201d ujarku<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cKuntilanak bajunya putih oi, ga bugil gini\u201d jawabnya asal, lalu menyalakan kran wastafel.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setelah selesai berbenah diri, kami mengenakan kembali pakaian kami untuk kembali kuliah. Saat itu jam sudah menunjukkan hampir pukul tiga, maka itu kami agak terburu-buru sampai aku melupakan ponselku sehingga pulang kuliah aku harus balik lagi ke sini untuk mengambilnya. Kami berlari-lari kecil ke kampus, mana ruang kuliahku di lantai tiga lagi, aku sampai ke kelas terlambat lima menit, untung belum melebihi toleransi keterlambatan. Di kelas pun aku tidak bisa fokus karena selain masih lelah, dosennya, Pak Iwan ngomongnya juga slow motion, bikin ngantuk saja sehingga beberapa kali aku menguap. Temanku di sebelah bahkan bertanya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cBaru bangun tidur lu Ci ? kok kusut gitu\u201d karena make up ku memang agak luntur waktu cuci muka tadi<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cIyah nih masih ngantuk tadi di kost temen belum cukup tidurnya\u201d jawabku tersenyum dipaksa<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Lelah sekali hari itu sehingga begitu sampai di rumah aku langsung tiduran dan bangun jam tujuh malam, baru mandi untuk bersiap-siap menunggu jemputan Verna dan lainnya untuk nge-dugem malam itu.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Baca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-1\/\">Cerita Ngentot Petualangan Kakakku Kak Alya 1<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-2\/\">Cerita Ngewek Petualangan Kakakku Kak Alya 2<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-3\/\">Cerita Panas Petualangan Kakakku Kak Alya 3<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-4\/\">Cerita Porno Petualangan Kakakku Kak Alya 4<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-5\/\">Cerita Sange Petualangan Kakakku Kak Alya 5<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-6\/\">Cerita Dewasa Petualangan Kakakku Kak Alya 6<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-7\/\">Cerita Sex Petualangan Kakakku Kak Alya 7<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-8\/\">Cerita Mesum Petualangan Kakakku Kak Alya 8<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-9\/\">Cerita Lendir Petualangan Kakakku, Kak Alya 9<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-10\/\">Cerita Ngentot Petualangan Kakakku, Kak Alya 10<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cerita Porno Kost Si Dimas &#8211; Dua mingguan setelah peristiwa \u2018Akibat Main Mobil Goyang\u2019 aku sedang makan di kantin mahasiswa<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-778","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kost Si Dimas - Cerita Dewasa Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kost-si-dimas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kost Si Dimas - Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cerita Porno Kost Si Dimas &#8211; Dua mingguan setelah peristiwa \u2018Akibat Main Mobil Goyang\u2019 aku sedang makan di kantin mahasiswa\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kost-si-dimas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-09T11:28:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-11T08:27:36+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"schmu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"schmu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"23 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kost-si-dimas\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kost-si-dimas\/\"},\"author\":{\"name\":\"schmu\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\"},\"headline\":\"Kost Si Dimas\",\"datePublished\":\"2025-08-09T11:28:16+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-11T08:27:36+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kost-si-dimas\/\"},\"wordCount\":4097,\"commentCount\":0,\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kost-si-dimas\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kost-si-dimas\/\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kost-si-dimas\/\",\"name\":\"Kost Si Dimas - Cerita Dewasa Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-08-09T11:28:16+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-11T08:27:36+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kost-si-dimas\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kost-si-dimas\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kost-si-dimas\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kost Si Dimas\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\",\"name\":\"Cerita Dewasa Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\",\"name\":\"schmu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"schmu\"},\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/schmu\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kost Si Dimas - Cerita Dewasa Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kost-si-dimas\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kost Si Dimas - Cerita Dewasa Blog","og_description":"Cerita Porno Kost Si Dimas &#8211; Dua mingguan setelah peristiwa \u2018Akibat Main Mobil Goyang\u2019 aku sedang makan di kantin mahasiswa","og_url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kost-si-dimas\/","og_site_name":"Cerita Dewasa Blog","article_published_time":"2025-08-09T11:28:16+00:00","article_modified_time":"2026-04-11T08:27:36+00:00","author":"schmu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"schmu","Estimasi waktu membaca":"23 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kost-si-dimas\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kost-si-dimas\/"},"author":{"name":"schmu","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc"},"headline":"Kost Si Dimas","datePublished":"2025-08-09T11:28:16+00:00","dateModified":"2026-04-11T08:27:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kost-si-dimas\/"},"wordCount":4097,"commentCount":0,"articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kost-si-dimas\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kost-si-dimas\/","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kost-si-dimas\/","name":"Kost Si Dimas - Cerita Dewasa Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website"},"datePublished":"2025-08-09T11:28:16+00:00","dateModified":"2026-04-11T08:27:36+00:00","author":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kost-si-dimas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kost-si-dimas\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kost-si-dimas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kost Si Dimas"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/","name":"Cerita Dewasa Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc","name":"schmu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","caption":"schmu"},"url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/schmu\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/778","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=778"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/778\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1570,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/778\/revisions\/1570"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=778"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=778"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=778"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}