{"id":782,"date":"2025-08-09T18:30:22","date_gmt":"2025-08-09T11:30:22","guid":{"rendered":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?p=782"},"modified":"2026-04-11T15:26:33","modified_gmt":"2026-04-11T08:26:33","slug":"kenangan-lain-bersama-sopirku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/","title":{"rendered":"Kenangan Lain Bersama Sopirku"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/\">Cerita Mesum Kenangan Lain Bersama Sopirku<\/a> &#8211; Kisahku yang satu ini adalah lanjutan dari kisahku yang berjudul \u2018Kenangan Bersama Sopirku\u2019 jadi kejadiannya sudah cukup lama, waktu aku masih kelas tiga SMU, umurku juga masih 18 tahun ketika itu. Sejak aku menyerahkan tubuhku pada Tohir, sopirku, dia sering memintaku melakukannya lagi setiap kali ada kesempatan, bahkan terkadang aku dipaksanya melayani nafsunya yang besar itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Ketika dimobil dengannya tidak jarang dia suruh aku mengoralnya, kalaupun tidak, minimal dia mengelus-elus paha mulusku atau meremas dadaku. Pernah malah ketika kedua orang tuaku keluar kota dia ajak aku tidur bersamanya di kamarku. Memang di depan orang tuaku dia bersikap padaku sebagaimana sopir terhadap majikannya, namun begitu jauh dari mereka keadaan menjadi berbalik akulah yang harus melayaninya. Mulanya sih aku memang agak kesal karena sikapnya yang agak kelewatan itu, tapi di lain pihak aku justru menikmatinya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tepatnya dua minggu sebelum ebtanas, aku sedang belajar sambil selonjoran bersandar di ujung ranjangku. Ketika itu waktu sudah menunjukkan pukul 23.47, suasananya hening sekali pas untuk menghafal. Tiba-tiba konsentrasiku terputus oleh suara ketukan di pintu. Kupikir itu mamaku yang ingin menengokku, tapi ketika pintu kubuka, jreeenngg\u2026.aku tersentak kaget, si Tohir ternyata.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cIh, ngapain sih Bang malam-malam gini, kalo keliatan papa mama kan gawat tau\u201d<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAnu non, ga bisa tidur nih\u2026mikirin non terus sih, bisa ga non sekarang\u2026udah tiga hari nih ?\u201d katanya dengan mata menatapi tubuhku yang terbungkus gaun tidur pink.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAahh\u2026udah ah Bang, saya kan harus belajar udah mau ujian, ga mau sekarang ah !\u201d omelku sambil menutup pintu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Namun sebelum pintu tertutup dia menahannya dengan kaki, lalu menyelinap masuk dan baru menutup pintu itu dan menguncinya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cTenang aja non, semua udah tidur dari tadi kok, tinggal kita duaan aja\u201d katanya menyeringai<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cJangan ngelunjak Bang\u2026sana cepet keluar !\u201d hardikku dengan telunjuk mengarah ke pintu<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Bukannya menuruti perintahku dia malah melangkah mendekatiku, tatapan matanya tajam seolah menelanjangiku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cBang Tohir\u2026.saya bilang keluar\u2026jangan maksa !\u201d bentakku lagi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAyolah Non, cuma sebentar aja kok\u2026abang udah kebelet nih, lagian masa non ga cape belakangan ini belajar melulu sih\u201d ucapnya sambil terus mendekat<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku terus mundur selangkah demi selangkah menghindarinya, jantungku semakin berdebar-debar seperti mau diperkosa saja rasanya. Akhirnya kakiku terpojok oleh tepi ranjangku hingga aku jatuh terduduk di sana. Kesempatan ini tidak disia-siakan sopirku, dia langsung menerkam dan menindih tubuhku. Aku menjerit tertahan dan meronta-ronta dalam himpitannya. Namun sepertinya reaksiku malah membuatnya semakin bernafsu, dia tertawa-tawa sambil menggerayangi tubuhku. Aku menggeleng kepalaku kesana kemari saat dia hendak menciumku dan menggunakan tangaku untuk menahan laju wajahnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cMmhh\u2026jangan Bang\u2026Citra ga mau !\u201d mohonku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aneh memang sebenarnya aku bisa saja berteriak minta tolong, tapi kenapa tidak kulakukan, mungkin aku mulai menikmatinya karena perlakuan seperti ini bukanlah pertama kalinya bagiku, selain itu aku juga tidak ingin ortuku mengetahui skandal-skandalku. Breettt\u2026gaun tidurku robek sedikit di bagian leher karena masih memberontak waktu dia memaksa membukanya. Dia telah berhasil memegangi kedua lenganku dan direntangkannya ke atas kepalaku. Aku sudah benar-benar terkunci, hanya bisa menggelengkan kepalaku, itupun dengan mudah diatasinya, bibirnya yang tebal itu sekarang menempel di bibirku, aku bisa merasakan kumis pendek yang kasar menggesek sekitar bibirku juga deru nafasnya pada wajahku. Kecapaian dan kalah tenaga membuat rontaanku melemah, mau tidak mau aku harus mengikuti nafsunya. Dia merangsangku dengan mengulum bibirku, mataku terpejam menikmati cumbuannya, lidahnya terus mendorong-dorong memaksa ingin masuk ke mulutku. Mulutku pun pelan-pelan mulai terbuka membiarkan lidahnya masuk dan bermain di dalamnya, lidahku secara refleks beradu karena dia selalu menyentil-nyentil lidahku seakan mengajaknya ikut menari. Suara desahan tertahan, deru nafas dan kecipak ludah terdengar jelas olehku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mataku yang terpejam terbuka ketika kurasakan tangan kasarnya mengelusi paha mulusku, dan terus mengelus menuju pangkal paha. Jarinya menekan-nekan liang vaginaku dan mengusap-ngusap belahan bibirnya dari luar. Birahiku naik dengan cepatnya, terpancar dari nafasku yang makin tak teratur dan vaginaku yang mulai becek. Tangannya sudah menyusup ke balik celana dalamku, jari-jarinya mengusap-usap permukaannya dan menemukan klitorisku, benda seperti kacang itu dipencet-pencet dan digesekkan dengan jarinya membuatku menggelinjang dan merem-melek menahan geli bercampur nikmat, terlebih lagi jari-jari lainnya menyusup dan menyetuh dinding-dinding dalam liang itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cOoohhh\u2026Non Citra jadi tambah cantik aja kalau lagi konak gini !\u201d ucapnya sambil menatapi wajahku yang merona merah dengan matanya yang sayu karena sudah terangsang berat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Lalu dia tarik keluar tangannya dari celana dalamku, jari-jarinya belepotan cairan bening dari vaginaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNon cepet banget basahnya ya, liat nih becek gini\u201d katanya memperlihatkan jarinya yang basah di depan wajahku yang lalu dijilatinya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kemudian dengan tangan yang satunya dia sibakkan gaun tidurku sehingga payudaraku yang tidak memakai bra terbuka tanpa terhalang apapun. Matanya melotot mengamat-ngamati dan mengelus payudaraku yang berukuran 34B, dengan puting kemerahan serta kulitnya yang putih mulus. Teman-teman cowoku bilang bahwa bentuk dan ukuran payudaraku ideal untuk orang asia, kencang dan tegak seperti punya artis bokep Jepang, bukan seperti punya bule yang terkadang oversize dan turun ke bawah.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cNnngghhh\u2026bang\u201d desahku dengan mendongak ke belakang merasakan mulutnya memagut payudaraku yang menggemaskan itu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Mulutnya menjilat, mengisap, dan menggigit pelan putingnya. Sesekali aku bergidik keenakan kalau kumis pendeknya menggesek putingku yang sensitif. Tangan lainnya turut bekerja pada payudaraku yang sebelah dengan melakukan pijatan atau memainkan putingnya sehingga kurasakan kedua benda sensitif itu semakin mengeras. Yang bisa kulakukan hanya mendesah dan meremasi rambutnya yang sedang menyusu.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Puas menyusu dariku, mulutnya perlahan-lahan turun mencium dan menjilati perutku yang rata dan terus berlanjut makin ke bawah sambil tangannya menurunkan celana dalamku. Sambil memeloroti dia mengelusi paha mulusku. Cd itu akhirnya lepas melalui kaki kananku yang dia angkat, setelah itu dia mengulum sejenak jempol kakiku dan juga menjilati kakiku. Darahku semakin bergolak oleh permainannya yang erotis itu. Selanjutnya dia mengangkat kedua kakiku ke bahunya, badanku jari setengah terangkat dengan selangkangan menghadap ke atas. Aku pasrah saja mengikuti posisi yang dia inginkan, pokoknya aku ingin menuntaskan birahiku ini. Tanpa membuang waktu lagi dia melumat kemaluanku dengan rakusnya, lidahnya menyapu seluruh pelosok vaginaku dari bibirnya, klitorisnya, hingga ke dinding di dalamnya, anusku pun tidak luput dari jilatannya. Lidahnya disentil-sentilkan pada klitorisku memberikan sensasi yang luar biasa pada daerah itu. Aku benar-benar tak terkontrol dibuatnya, mataku merem-melek dan berkunang-kunang, syaraf-syaraf vaginaku mengirimkan rangsangan ini ke seluruh tubuh yang membuatku serasa menggigil.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAh\u2026aahh\u2026Bang\u2026nngghh\u2026.terus !\u201d erangku lebih panjang di puncak kenikmatan, aku meremasi payudaraku sendiri sebagai ekspresi rasa nikmat<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tohir terus menyedot cairan yang keluar dari sana dengan lahapnya. Tubuhku jadi bergetar seperti mau meledak. Kedua belah pahaku semakin erat mengapit kepalanya. Setelah puas menyantap hidangan pembuka berupa cairan cintaku barulah dia turunkan kakiku. Aku sempat beristirahat dengan menunggunya membuka baju, tapi itu tidak lama. Setelah dia membuka baju, dia buka juga dasterku yang sudah tersingkap, kami berdua kini telanjang bulat. Dia membentangkan kedua pahaku dan mengambil posisi berlutut di antaranya. Bibir vaginaku jadi ikut terbuka memancarkan warna merah merekah diantara bulu-bulu hitamnya, siap untuk menyambut yang akan memasukinya. Namun Tohir tidak langsung mencoblosnya, terlebih dulu dia gesek-gesekkan penisnya yang besar itu pada bibirnya untuk memancing birahiku agar naik lagi. Karena sudah tidak sabar ingin segera dicoblos aku meraih batang itu, keras sekali benda itu waktu kugenggam, panjang dan berurat lagi.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAaakkhh\u2026!\u201d erangku lirih sambil mengepalkan tangan erat-erat saat penisnya melesak masuk ke dalamku<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAauuuhhh\u2026.!\u201d aku menjerit lebih keras dengan tubuh berkelejotan karena hentakan kerasnya hingga penis itu tertancap seluruhnya pada vaginaku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Untung saja kamar papa mamaku di lantai dasar dan letaknya cukup jauh dari kamarku, kalau tidak tentu suara-suara aneh di kamarku pasti terdengar oleh mereka, bagaimanapun sopirku ini termasuk nekad berani melakukannya di saat dan tempat seperti ini, tapi justru disinilah sensasinya ngeseks di tempat yang \u2018berbahaya\u2019. Dengan gerakan perlahan dia menarik penisnya lalu ditekan ke dalam lagi seakan ingin menikmati dulu gesekan-gesekan pada himpitan lorong sempit yang bergerinjal-gerinjal itu. Aku ikut menggoyangkan pinggul dan memainkan otot vaginaku mengimbangi sodokannya. Responku membuatnya semakin menggila, penisnya semakin lama menyodok semakin kasar saja, kedua gunungku jadi ikut terguncang-guncang dengan kencang.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kuperhatikan selama menggenjotku otot-otot tubuhnya mengeras, tubuhnya yang hitam kekar bercucuran keringat, sungguh macho sekali, pria sejati yang memberiku kenikmatan sejati. Suara desahanku bercampur baur dengan erangan jantannya dan derit ranjang. Butir-butir keringat nampak di sejukur tubuhku seperti embun, walaupun ruangan ini ber-ac tapi aku merasa panas sekali.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cUugghh\u2026Non Citra\u2026sayang\u2026kamu emang uenak tenan\u2026oohh\u2026non cewek paling cantik yang pernah abang entotin\u201d Tohir memgumam tak karuan di tengah aktivitasnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dia menurunkan tubuhnya hingga menindihku, kusambut dengan pelukan erat, kedua tungkaiku kulingkarkan di pinggangnya. Dia mendekatkan mulutnya ke leher jenjangku dan memagutnya. Sementara di bawah sana penisnya makin gencar mengaduk-aduk vaginaku, diselingi gerakan berputar yang membuatku serasa diaduk-aduk. Tubuh kami sudah berlumuran keringat yang saling bercampur, akupun semakin erat memeluknya. Aku merintih makin tak karuan menyambut klimaks yang sudah mendekat bagaikan ombak besar yang akan menghantam pesisir pantai.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Namun begitu sudah di ambang klimaks dia menurunkan frekuensi genjotannya. Tanpa melepaskan penisnya, dia bangkit mendudukkan dirinya, maka otomatis aku sekarang diatas pangkuannya. Dengan posisi ini penisnya menancap lebih dalam pada vaginaku, semakin terasa pula otot dan uratnya yang seperti akar beringin itu menggesek dinding kemaluanku. Kembali aku menggoyangkan badanku, kini dengan gerakan naik-turun. Dia merem-melek keenakan dengan perlakuanku, mulutnya sibuk melumat payudaraku kiri dan kanan secara bergantian membuat kedua benda itu penuh bekas gigitan dan air liur. Tangannya terus menjelajahi lekuk-lekuk tubuhku, mengelusi punggung, pantat, dan paha. Tak lama kemudian aku kembali mendekati orgasme, maka kupercepat goyanganku dan mempererat pelukanku. Hingga akhirnya mencapai suatu titik dimana tubuhku mengejang, detak jantung mengencang, dan pandangan agak kabur lalu disusul erangan panjang serta melelehnya cairan hangat dari vaginaku. Saat itu dia gigit putingku dengan cukup keras sehingga gelinjangku makin tak karuan oleh rasa perih bercampur nikmat. Ketika gelombang itu berangsur-angsur berlalu, goyanganku pun makin mereda, tubuhku seperti mati rasa dan roboh ke belakang tapi ditopang dengan lengannya yang kokoh.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Dia membiarkanku berbaring mengumpulkan tenaga sebentar, diambilnya tempat minum di atas meja kecil sebelah ranjangku dan disodorkan ke mulutku. Beberapa teguk air membuatku lebih enakan dan tenagaku mulai pulih berangsur-angsur.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cUdah segar lagi kan Non ? Kita terusin lagi yuk !\u201d sahut Tohir senyum-senyum sambil mulai menggerayangi tubuhku kembali.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cHabis ini udahan yah, takut ketahuan nih\u201d kataku<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Kali ini tubuhku dibalikkan dalam posisi menungging, kemudian dia mulai menciumi pantatku. Lidahnya menelusuri vagina dan anusku memberiku sensasi geli. Kemudian aku merasa dia meludahi bagian duburku, ya ketika kulihat ke belakang dia memang sedang membuang ludahnya beberapa kali ke daerah itu, lalu digosok-gosokkan dengan jarinya. Oh\u2026jangan-jangan dia mau main sodomi, aku sudah lemas dulu membayangkan rasa sakitnya ditusuk benda sebesar itu pada daerah situ padahal dia belum juga menusuk. Pertama kali aku melakukan anal sex dengan temanku yang penisnya tidak sebesar Tohir saja sudah sakit banget, apalagi yang sebesar ini, aduh bisa mampus gua pikirku.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Benar saja yang kutakutkan, setelah melicinkan daerah itu dia bangkit dengan tangan kanan membimbing penisnya dan tangan kiri membuka anusku. Aku meronta ingin menolak tapi segera dipegangi olehnya.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cJangan Bang\u2026jangan disitu, sakit !\u201d mohonku setengah meronta<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cTenang Non, nikmati aja dulu, ntar juga enak kok\u201d katanya dengan santai<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku merintih sambil menggigit guling menahan rasa perih akibat tusukan benda tumpul pada duburku yang lebih sempit dari vaginaku. Air mataku saja sampai meleleh keluar.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cAduuhh\u2026udah dong Bang\u2026.Citra ga tahan\u201d rintihku yang tidak dihiraukannya<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\u201cUuhh\u2026sempit banget nih\u201d dia mengomentariku dengan wajah meringis menahan nikmat.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Setelah beberapa saat menarik dan mendorong akhirnya mentok juga penisnya. Dia diamkan sebentar penisnya disana untuk beradaptasi sekalian menikmati jepitannya. Kesempatan ini juga kupakai untuk membiasakan diri dan mengambil nafas.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Aku menjerit kecil saat dia mulai menghujamkan penisnya. Secara bertahap sodokannya bertambah kencang dan kasar sehingga tubuhku pun ikut terhentak-hentak. Tangannya meraih kedua payudaraku dan diremas-remasnya dengan brutal. Keringat dan air mataku bercucuran akibat sensasi nikmat di tengah-tengah rasa perih dan ngilu, aku menangis bukan karena sedih, juga bukan karena benci, tapi karena rasa sakit bercampur nikmat. Rasa sakit itu kurasakan terutama pada dubur dan payudara, aku mengaduh setiap kali dia mengirim hentakan dan remasan keras, namun aku juga tidak rela dia menyudahinya. Terkadang aku harus menggigit bibir atau bantak untuk meredam jeritanku agar tidak keluar sampai ke bawah sana. Akhirnya ada sesuatu perasaan nikmat mengaliri tubuhku yang kuekspresikan dengan erangan panjang, ya aku mengalami orgasme panjang dengan cara kasar seperti ini, tubuhku menegang beberapa saat lamanya hingga akhirnya lemas seperti tak bertulang. Tohir sendiri menyusulku tak lama kemudian, dia menggeram dan makin mempercepat genjotannya. Kemudian dengan nafas masih memburu dia mencabut penisnya dariku dan membalikkan tubuhku. Spermanya muncrat dengan derasnya dan berceceran di sekujur dada dan perutku, hangat dan kental dengan baunya yang khas.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Tubuh kami tergolek lemas bersebelahan. Aku memejamkan mata dan mengatur nafas sambil merenungkan dalam-dalam kegilaan yang baru saja kami lakukan, sebuah hubungan terlarang antara seorang gadis dari keluarga kaya dan terpelajar yang cantik dan terawat dengan sopirnya sendiri yang kasar dan berbeda kelas sosial. Hari-hari berikutnya aku jadi semakin kecanduan seks, terutama seks liar seperti ini, dimana tubuhku dipakai orang-orang kasar seperti Tohir, dari situlah aku merasakan sensasinya. Sebenarnya aku pernah ingin berhenti tetapi aku tidak bisa meredam libidoku yang tinggi, jadi ya kujalani saja apa adanya. Untuk mengimbanginya aku rutin merawat diriku sendiri dengan fitness, olahraga, mandi susu, sauna, juga mengecek jadwal suburku secara teratur. Dua bulan ke depan Tohir terus memperlakukanku seperti budak seksnya sampai akhirnya dia mengundurkan diri untuk menemani istrinya yang menjadi TKW di Timur Tengah. Lega juga aku bisa lepas dari cengkeramannya, tapi terkadang aku merasa rindu akan keperkasaannya, dan hal ini lah yang mendorongku untuk mencoba berbagai jenis penis hingga kini.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Baca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/eliza-1-horror-di-ruang-uks\/\">Cerita Dewasa Eliza 1<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/eliza-2-solusi-nikmat-di-rumah\/\">Cerita Sex Eliza 2<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/eliza-3-sarapan-sex-sebelum-ke-sekolah\/\">Cerita Mesum Eliza 3<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/eliza-4-semalam-di-rumah-jenny\/\">Cerita Lendir Eliza 4<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/eliza-5-bertambahnya-kenangan-di-villaku\/\">Cerita Ngentot Eliza 5<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/eliza-6-sisi-lain-cie-elvira-instruktur-baletku\/\">Cerita Ngewek Eliza 6<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/eliza-7-penderitaanku-di-hari-sabtu\/\">Cerita Panas Eliza 7<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/eliza-8-suka-duka-ketika-liburan\/\">Cerita Porno Eliza 8<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/eliza-9-petaka-akibat-mengintip\/\">Cerita Sange Eliza 9<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/eliza-11-semalam-bersama-cie-stefanny\/\">Cerita Dewasa Eliza 11<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cerita Mesum Kenangan Lain Bersama Sopirku &#8211; Kisahku yang satu ini adalah lanjutan dari kisahku yang berjudul \u2018Kenangan Bersama Sopirku\u2019<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-782","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kenangan Lain Bersama Sopirku - Cerita Dewasa Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kenangan Lain Bersama Sopirku - Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cerita Mesum Kenangan Lain Bersama Sopirku &#8211; Kisahku yang satu ini adalah lanjutan dari kisahku yang berjudul \u2018Kenangan Bersama Sopirku\u2019\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-09T11:30:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-11T08:26:33+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"schmu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"schmu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"13 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/\"},\"author\":{\"name\":\"schmu\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\"},\"headline\":\"Kenangan Lain Bersama Sopirku\",\"datePublished\":\"2025-08-09T11:30:22+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-11T08:26:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/\"},\"wordCount\":2277,\"commentCount\":0,\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/\",\"name\":\"Kenangan Lain Bersama Sopirku - Cerita Dewasa Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-08-09T11:30:22+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-11T08:26:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kenangan Lain Bersama Sopirku\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\",\"name\":\"Cerita Dewasa Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\",\"name\":\"schmu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"schmu\"},\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/schmu\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kenangan Lain Bersama Sopirku - Cerita Dewasa Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kenangan Lain Bersama Sopirku - Cerita Dewasa Blog","og_description":"Cerita Mesum Kenangan Lain Bersama Sopirku &#8211; Kisahku yang satu ini adalah lanjutan dari kisahku yang berjudul \u2018Kenangan Bersama Sopirku\u2019","og_url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/","og_site_name":"Cerita Dewasa Blog","article_published_time":"2025-08-09T11:30:22+00:00","article_modified_time":"2026-04-11T08:26:33+00:00","author":"schmu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"schmu","Estimasi waktu membaca":"13 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/"},"author":{"name":"schmu","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc"},"headline":"Kenangan Lain Bersama Sopirku","datePublished":"2025-08-09T11:30:22+00:00","dateModified":"2026-04-11T08:26:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/"},"wordCount":2277,"commentCount":0,"articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/","name":"Kenangan Lain Bersama Sopirku - Cerita Dewasa Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website"},"datePublished":"2025-08-09T11:30:22+00:00","dateModified":"2026-04-11T08:26:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kenangan-lain-bersama-sopirku\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kenangan Lain Bersama Sopirku"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/","name":"Cerita Dewasa Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc","name":"schmu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","caption":"schmu"},"url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/schmu\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/782","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=782"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/782\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1565,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/782\/revisions\/1565"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=782"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=782"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=782"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}