{"id":932,"date":"2025-11-05T18:01:22","date_gmt":"2025-11-05T11:01:22","guid":{"rendered":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?p=932"},"modified":"2026-04-11T15:53:21","modified_gmt":"2026-04-11T08:53:21","slug":"cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/","title":{"rendered":"Cerita Dewasa Gairah Memek Rapat Jablay"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/\">Cerita Dewasa Gairah Memek Rapat Jablay<\/a> &#8211; Kehidupan di dunia memang berjalan seperti nasehat Sang Budha di atas. Setidaknya itulah romantika kehidupan yang dialami kedua tokoh dalam cerita kita kali ini. Tokoh yang pertama adalah Leo, seorang sopir taksi berusia 31 tahun yang melewatkan hari demi hari kehidupannya dengan beragam nuansa: terkadang sangat melodramatis, romantis, sentimentil, bahkan lucu.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: center;\">Cerita Dewasa Gairah Memek Rapat Jablay<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama bekerja sebagai sopir taksi di ibukota selama beberapa tahun Leo telah banyak menemui kejadian yang menegaskan fenomena itu. Suatu ketika, ia mengembalikan dompet seorang ibu yang ketinggalan di taksinya.Sesungguhnya, ia tidak mengharapkan keuntungan apa-apa dari situ, sebab baginya kejujuran dan kepolosan sudah menjadi bagian integral dari jiwa, tubuh dan segenap aktifitas kesehariannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau pun kemudian, si ibu dengan ekspresi wajah lega dan ucapan terima kasih tak terhingga, lalu memberikan uang sebagai penghargaan atas \u2018jasa\u2019 nya, dan kemudian dengan halus si sopir itu menolaknya, itu semata-mata karena apa yang telah ia lakukan sudah menjadi tugasnya. Komitmen Leo untuk menjunjung tinggi \u2018harkat ke-supir taksi-an\u2019 saya, tak lebih. Pada kesempatan lain, ia menolong seorang korban kecelakaan lalu lintas di depan kampus sebuah perguruan tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia segera membawanya ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat, dengan tidak memperhitungkan lagi berapa tarif taksi yang dapat diperolehnya bila ia tetap mengabaikan kejadian itu. Semua terasa seperti tindakan \u2018bawah sadar\u2019 yang telah terbentuk sedemikian rupa selama bertahun-tahun, sejak ayahnya yang telah almarhum menanamkan nilai-nilai kearifan tradisional dalam diri Leo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hari itu Leo kembali menjalani rutinitasnya seperti biasa. Untuk yang satu ini memang bukan rutinitas yang lazim, karena setiap petang tiba, ia menjemput Bella (25 tahun), tokoh sentral berikutnya, yang adalah seorang wanita panggilan \u2018kelas atas\u2019 yang tinggal di sebuah rumah mewah di sebuah kompleks pemukiman real estate, untuk kemudian membawanya ke suatu tempat, di mana saja, yang telah disepakati sebelumnya oleh pelanggan setianya itu. Bella sudah menyewa taksi Leo selama enam bulan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi pada jam-jam tertentu\u2013biasanya petang hari\u2013Leo menjemputnya di rumah tersebut, membawanya ke tempat yang senantiasa berbeda-beda tergantung mana yang ditunjuk wanita itu, lantas mengantarnya kembali pulang setelah \u2018bisnis\u2019-nya usai pada jam-jam tertentu pula. Bella membayar cukup mahal untuk tugas tersebut dan Leo menerima itu sebagai bagian tak terpisahkan dari harkat \u2018ke-supir taksi-an\u2019 nya. Ia tidak menganggap itu sebagai kerja yang hina lantaran menerima bayaran dari hasil desah dan keringat maksiat Bella. Ini bagian dari tugas, demikian ia mencari alasan pembenarannya. Leo selalu menganggap persetan dengan semua anggapan sinis tentang dirinya. Baginya, ia tetap memiliki hak untuk menentukan sikap dan melakukan apa yang terbaik bagi dirinya sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prinsip sederhana memang tapi logis. Sudah empat bulan lamanya Leo melakukan \u2018tugas rutin\u2019 itu. Ia sudah berusaha menghilangkan beban psikologis apa pun termasuk perasaan cinta. Terus terang sebagai seorang pria, Leo memang tidak dapat mengingkari kata hati bahwa Bella memang cantik dan diam-diam ia telah jatuh cinta pada pandangan pertama. Dengan rambut sebahu, wajah oval proporsional, hidung bangir, kulit putih dan postur tubuh ramping semampai, Bella tampil mempesona mata setiap pria yang melihatnya, termasuk dirinya. Sebagai lelaki bujangan dan normal, Leo tidak dapat menepis getar-getar aneh saat wangi parfum Bella yang khas menyerbu hidung ketika ia masuk ke taksinya. Tapi ia berusaha menekan perasaan itu sekuat-kuatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terlebih, ketika muncul rasa cemburu, saat Bella terlihat digandeng oom-oom kaya yang lebih pantas menjadi ayahnya. Leo seyogyanya harus menempatkan diri pada posisi yang benar: ia adalah pelanggan dan saya hanya supir taksi. Maka ia mematuhi \u2018rambu-rambu\u2019 itu secara konsisten. Terlebih secara fisik dan finansial ia kalah jauh dibanding Bella, mana mungkin wanita gedongan dan sudah terbiasa menikmati kemewahan seperti Bella mau dengan sopir taksi miskin dengan tampang ndeso seperti dirinya, bukankah itu bagaikan pungguk merindukan bulan? Leo cukup tahu diri mengenai hal ini. Percakapan mereka pun, baik ketika pergi maupun pulang, biasa-biasa saja. Tak ada yang istimewa, bahkan nyaris bersifat rutin. Leo berusaha menjaga jarak dengan Bella agar tidak terlibat lebih jauh ke masalah yang sifatnya terlalu pribadi. Namun belakangan ini sudah ada sedikit \u2018peningkatan kualitas pembicaraan\u2019. Tidak hanya sekedar, \u2018Mau ke mana?\u2019 atau \u2018Jam berapa mau dijemput?\u2019, dan sebagainya. Bella mulai menanyakan latar belakang pribadi sang sopir langganannya itu hingga menanyakan ada berapa jumlah penumpang di taksinya untuk hari ini. Tentu Leo pun ada rasa gembira pada perkembangan menarik ini. Mulanya sang sopir agak rikuh tapi perlahan ia mulai dapat menyesuaikan diri dan menjadi pembicara atau pun pendengar yang baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seiring berjalannya waktu, hubungan emosional mereka pun berlangsung hangat. Bella mulai tak canggung-canggung mengungkap riwayat hidupnya pada si sopir. Ia ternyata produk keluarga broken home. Ayah dan ibunya bercerai ,ibunya kabur bersama pria lain sehingga ia ikut ayahnya yang pemabuk dan tukang main pukul. Ia tidak tahan dan prihatin dengan kondisi seperti itu sehingga memutuskan untuk minggat dari rumahnya dan mengadu nasib ke ibukota. Kuliahnya pun tidak selesai. Awalnya ia tinggal di rumah seorang famili jauhnya dan mulai mencari pekerjaan agar dapat mandiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya harus terus hidup dan berjuang\u201d, kata Bella menetapkan hati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bermodalkan kecantikan dan keindahan tubuhnya, ia menjadi SPG lalu tak lama mulai memasuki dunia model. Foto-foto dirinya pernah menghiasi majalah fashion, lifestyle hingga majalah pria dewasa. Selain itu ia juga mendapat peran kecil dalam beberapa sinetron lokal. Namun, tanpa disadarinya, perlahan namun pasti ia terjerumus ke lembah nista. Kehidupan malam dan hingar bingar pesta, sepertinya memberikan keleluasaan baru dan ia bagai memperoleh jati diri di sana. Sejak itu Bella pun dikenal sebagai model plus-plus, ia menjadi primadona di kalangan atas. Hampir semua klien-nya siap melakukan apa pun untuk berkencan dengannya. Belakangan, ia kemudian menjadi \u2018simpanan\u2019 seorang direktur sebuah bank swasta ternama di negeri ini, dengan tip dan bayaran yang sangat besar plus rumah mewah komplit segala isinya. Sang Direktur hanya datang pada waktu-waktu tertentu saja untuk menemui Bella. Meskipun begitu, profesinya tak juga ditinggalkan, selain menjadi model ia menjadi wanita panggilan kelas atas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya menyukai pekerjaan ini,\u201d katanya suatu ketika, suaranya terdengar serak dan terkesan dipaksakan.<br \/>\nLeo melirik melalui kaca spion, wanita cantik itu duduk santai di belakang, menyelonjorkan kaki dan menyalakan rokok. Leo tersenyum dan kembali mengalihkan pandangan ke depan. Bella tak menjelaskan lebih jauh pernyataan yang telah dikeluarkan. Hanya kepalanya terangguk-angguk pelan menikmati lagu melankolis \u2018When A Man Loves A Woman\u2019-nya Michael Bolton yang mengalun dari radio di tape mobil Leo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cOmong-omong\u2026Abang sudah punya pacar atau udah berkeluarga?\u201d tanyanya tiba-tiba.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kontan Leo gelagapan dan agak kehilangan konsentrasi mengemudi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya sih udah cerai Mbak\u201d ia menjawab tersipu, \u201cya waktu masih di kampung dulu sampai sekarang yah ginilah, masih sendiri\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebuah jawaban yang jujur terlontar dari mulut si sopir itu. Bella terkekeh. Ia menghirup rokoknya dalam-dalam. Rimbun asapnya mengepul-ngepul, memenuhi kabin taksi. Leo menelan ludah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau Mbak Bella sendiri bagaimana?\u201d ia balik bertanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAbang tahu sendiri, kan? Banyak. Banyak sekali,\u201d sahut Bella, suaranya terdengar hambar, kedengarannya ia seperti melontarkan sebuah lelucon atau apologi? entahlah<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBanyak memang. Tapi hampa,\u201d Leo menanggapi dengan getir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk beberapa saat Bella terdiam. Ia mematikan rokoknya, lalu merenung\u2026lama. Hanya deru mesin mobil dan getar alat air conditioner taksi terdengar. Lalu lintas di larut malam itu memang telah sepi. Sebagian lampu jalan telah dipadamkan. Leo tiba-tiba menyadari kecerobohan dan kelancanganya, maklum sebagai orang kampung ia terbiasa bicara ceplas-ceplos apa adanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cEh\u2026maaf ya Mba,apa saya\u2026.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cNggak apa-apa Bang. Itu emang benar, mereka hampa, cuma punya tubuh dan nafsu, bukan jiwa dan cinta,\u201d Bella bertutur dengan lirih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Leo menghela nafas panjang, ia merasa dadanya sesak, simpati pada nasib wanita secantik Bella harus bernasib demikian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHidup menawarkan banyak pilihan, Mbak.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTapi saya tak punya pilihan!\u201d sangkal Bella dengan nada suaranya meninggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gairah Memek Rapat Jablay<br \/>\n\u201cKearifan menyikapi dengan landasan moral, itu kunci untuk memilih. Kita memang tak akan pernah tahu apakah pilihan hidup kita sudah tepat. Tapi setidaknya, kita mesti punya pegangan yang kokoh untuk menentukan ke mana kita mesti melangkah,\u201d Leo berkata lembut berusaha menghiburnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terdengar nafas berat Bella di belakang. Suasana terkesan kering dan kaku.Keduanya tak bercakap-cakap lagi hingga taksi Leo tiba di gerbang depan rumah yang dituju.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bella hanya mengucapkan \u2018Selamat malam. Sampai jumpa besok sore\u2019.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Leo pun pulang ke rumah kontrakannya dengan rasa bersalah yang bertumpuk, sepertinya ia telah menyinggung wanita itu dengan omongannya. Ketika selesai tugas malam itu, ia menemukan sebuah lipstick di lantai belakang taksinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keesokan harinya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hari itu adalah hari terakhir kontrak sewa Leo dengan Bella. Ia menjalani rutinitas ekstranya seperti biasa, ia menjemput Bella pada waktu dan tempat yang sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMaaf, apa ini punya Mbak? Kemarin saya nemuin di belakang\u201d kata Leo sambil menunjukkan lipstick yang dipungutnya kemarin<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cOhh\u2026iya benar, makasih ya Bang, sepertinya jatuh waktu saya ngambil rokok kemarin\u201d Bella tersenyum berterima kasih seraya mengambil lipstick itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kekakuan komunikasi akibat \u2018insiden\u2019 semalam berangsur-angsur lenyap. Leo pun berusaha untuk lebih hati-hati berkata-kata agar menjaga perasaan Bella.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cApa Mbak tidak bosan dengan rutinitas seperti ini?\u201d ia membuka percakapan,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cApa Abang punya ide yang baik?\u201d wanita cantik itu balas bertanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cYah\u2026 misalnya rutinitas yang baru. Kawin dengan lelaki yang mampu memberi nafkah cukup lahir batin\u2013tidak sekedar limpahan materi yang semu belaka, hidup bahagia, punya anak dan menikmati kehidupan,\u201d Leo mengucapkan kalimat tersebut sesantai mungkin tanpa beban, ia ingin mendengar pendapat Bella mengenai hal ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejenak Bella terdiam. Leo kembali melirik ke belakang lewat kaca spion mobil. Wanita itu terlihat sangat cantik dengan make up tipisnya, parasnya yang memukau seperti bercahaya, dibanding para pelacur warung remang-remang atau pinggir jalan tentu ibarat bumi dan langit. Ia melepas pandang ke luar melalui kaca jendela taksi yang buram, sepertinya memikirkan sesuatu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cItu angan-angan yang terlalu ideal, Bang,\u201d jawabnya pada akhirnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJangan melihat ini sebagai sesuatu yang naif, Mbak. Saya rasa pendapat saya cukup realistis. Gak mengada-ada. Setiap orang, baik lelaki maupun wanita, pasti pernah berpikir mengenai hal itu: Kebahagiaan hidup berkeluarga. Semuanya akan kembali pada prinsip dan keinginan orang yang bersangkutan, sepanjang ia sadar dan yakin hal itu bakal memberikan ketenteraman bagi jiwanya, hatinya dan segenap aktifitas kesehariannya,\u201d Leo mencoba berargumen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita punya takaran penilaian yang berbeda Bang. Tak akan bisa bertemu. Jangan terlalu banyak bermimpi. Kita hidup berada dalam kemungkinan-kemungkinan. Apa yang bakal terjadi kemudian, kita gak bisa menebak. Dan itu sering tidak persis sama seperti yang kita bayangkan,\u201d ujar Bella lirih dengan bibir bergetar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Leo menarik nafas, putus asa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cApakah Mbak menganggap bahwa lakon hidup yang Mbak lakukan selama ini sama persis seperti yang Mbak bayangkan sebelumnya?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMemang gak sama Bang. Bahkan sangat jauh berbeda. Saya gak pernah mengimpikan menjalani kehidupan seperti ini. Tapi, bukankah ini bagian dari kemungkinan-kemungkinan hidup? Gak berarti saya mengatakan bahwa saya menolak kehidupan berkeluarga. Saya bukan orang yang munafik lah, terus terang dalam hati saya tetap mendambakan seorang suami yang dapat menyayangi dan memanjakan saya serta anak sebagai tambatan hati. Namun, kalau saya telah menemukan ketenangan pada profesi yang saya lakoni saat ini, bagi saya bukanlah suatu pilihan yang keliru. Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk memaknai hidupnya.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cApa Mbak merasa bahagia dengan memaknai hidup dengan jalan ini?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya gak bisa menjawabnya Bang. Abang gak akan pernah tahu ukuran dan nilai kebahagiaan bagi saya seperti apa. Begitu pula sebaliknya. Kita punya \u2018nilai rasa\u2019 yang berbeda dalam menakar kebahagiaan,\u201d Bella bertutur pelan dengan tidak mengalihkan pandangan ke arah luar taksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Leo terdiam, ia tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia sadar, wanita itu cukup konsisten memegang prinsipnya. Mendadak, kesedihan merambah dalam hati sopir taksi itu. Hari ini adalah hari terakhirnya bersama Bella. Besok, Bella akan berangkat berlibur ke Singapura dan Australia mendampingi sang direktur selama sebulan. Ia tidak tahu apakah Bella akan menyewa \u2018jasa\u2019 nya lagi kelak atau mungkinkah mereka bisa bertemu lagi kelak. Baginya itu tidak penting. Kebersamaan dengan wanita penghibur kelas atas itu selama ini, tanpa sadar membangkitkan rasa cinta dan keinginan melindungi dalam hatinya. Wanita itu bukan hanya sekedar langganan, namun telah menjadi teman baginya. Melalui kaca spion mobil, ia melirik Bella. Ia begitu cantik, sangat cantik, mengapa bunga yang begitu indah harus terhanyut dalam kubangan kotor? Leo membatin sekaligus nelangsa. Tak lama kemudian, mereka telah sampai ke tujuan. Leo segera mematikan mesin mobil dan pikirannya galau sepanjang menanti panggilan dari Bella untuk mengantarnya pulang, tak terasa lima puntung rokok telah habis sampai kotak rokoknya kosong. Hujan deras mengguyur ibukota di tengah perjalanan pulang mengantarkan wanita itu. Setibanya di rumah Bella, Leo turun dan mengeluarkan pBellang sebelum membuka pintu belakang dan memBellangi wanita itu hingga ke gerbang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBang, masuk dulu aja, minum dulu sambil tunggu hujan reda!\u201d tawar Bella setelah membuka gembok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTapi Mbak\u2026\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSudahlah Bang, masuk saja, hujannya terlalu deras, mana ada yang numpang saat-saat gini?\u201d Bella malah menarik lengan Leo memasuki pekarangan rumahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Leo tidak bisa menolak lagi ajakan wanita itu, malah hati kecilnya merasa girang. Mereka berlari kecil ke pintu. Bella membuka pintu dan mempersilakan sopir taksi itu masuk. Leo langsung merasakan kehangatan begitu memasuki rumah itu. Bella memang pandai menata interior ruangan sehingga kelihatan menarik dan nyaman. Dekorasi ruangan tamunya bertema oriental, beberapa buah patung menghiasi berbagai sudut. Leo terbengong-bengong memandangi sekitar ruangan itu, entah perlu gaji berapa puluh tahun baru bisa membeli rumah seperti ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDuduk Bang!\u201d Bella mempersilakannya duduk di sofa \u201cmau minum apa nih? Teh? Kopi? Juice?\u201d tawarnya sambil ke mini bar dekat situ.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKopi panas aja Mbak, makasih ya!\u201d jawab Leo sambil menjatuhkan diri di sofa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada beberapa majalah dan surat kabar di bawah meja ruang tamu. Leo pun membuka-buka sebuah majalah sambil menunggu Bella membuatkan minum. Di sebuah sudut ruangan nampak sebuah koper besar dan sebuah yang kecil, Bella memang telah selesai mengepak barang-barang yang akan dibawa sehingga besok tinggal diangkut ke mobil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSilakan Bang, diminum dulu kopinya\u201d tiba-tiba Bella sudah berada di depannya dan meletakkan segelas kopi yang masih mengepul atas meja di depanku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Badannya agak membungkuk, sehingga sopir taksi itu bisa melihat sekelebatan tonjolan dua bukit dadanya yang kencang dan dibalut bra hitam lewat gaun terusannya yang longgar. Sejenak dadanya berdesir dan ia merasa celananya tiba-tiba menjadi sempit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMakasih ya Mbak!\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bella kemudian duduk di sebelahnya cukup dekat untuk ukuran seorang sopir taksi dan penumpangnya. Keduanya mulai mengobrol dan bercerita tentang apa saja, juga saling bertukar lelucon dan mereka tertawa lepas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIni hari terakhir kita bertemu Bang! Besok saya pergi\u2026makasih ya bantuannya selama ini\u201d kata Bella berkata sambil menghela nafas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga suatu saat, Leo memberanikan diri dengan dada berdebar keras memegang jemari tangan wanita itu, ia ingin memberinya penghiburan sebelum pergi jauh dalam waktu relatif lama. Bella agak tertegun, tapi tidak menolak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMbak\u2026jaga diri di sana ya\u201d kata Leo singkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bella tersenyum, \u201cYa\u2026makasih, Abang juga, semoga dapat jodoh yang baik\u201d balasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tiba-tiba Bella melepaskan tangan sopir taksi itu lalu berdiri kemudian menuju kamarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTunggu bentar ya Bang!\u201d katanya sambil tersenyum penuh arti, ia lalu mengambil remote TV di meja ruang tamu dan menyalakan TV di depan mereka, \u201cnonton aja dulu ya sambil nunggu!\u201d lalu ia masuk ke kamarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di ruang tamu, Leo mendengar sBellap-sBellap suara air yang mengucur deras dari dalam kamar itu. Rupanya di dalam ada kamar mandi dalam. Tak lama kemudian, Bella keluar dari kamarnya, kini ia sudah memakai kimono sutra berwarna biru. Sungguh cantik dan menggairahkan ia dalam balutan pakaian tersebut, belahan pahanya memperlihatkan pahanya yang indah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAyo sini Bang!\u201d ajak Bella sambil menggandeng tangan Leo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTapi Mbak\u2026mau apa?\u201d Leo gugup dengan ajakan wanita tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menurut saja walau merasa canggung karena baru pernah seorang wanita mengajaknya masuk ke kamarnya seperti ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cEeennggg\u2026.kamarnya bagus ya Mbak!\u201d pujinya sambil menutup kegugupan, \u201ckita mau apa Mbak?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bella hanya menjawab terima kasih, dia terus menuntun Leo hingga memasuki kamar mandinya. Di dalam kamar mandi, ia melihat air kran masih mengucur deras hampir memenuhi separuh dari bathtub. Wangi harum dari bubble bath segera memenuhi paru-paru pria itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBang\u2026makasih ya atas bantuannya selama ini\u201d kata Bella lalu tiba-tiba merangkul sambil mendorong Leo ke belakang sehingga tubuh pria itu terhimpit ke tembok, tangannya lalu meraba sekujur tubuh sopir itu, \u201cabang orang baik, tulus, jarang saya temui orang seperti abang jaman sekarang ini, apalagi di dunia saya\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cEeee\u2026apaan nih Mbak?\u201d Leo mencoba menghindar antara mau dan tidak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAnggap ini hadiah perpisahan dari saya Bang\u2026sekaligus terima kasih untuk mengembalikan lipstik saya itu\u201d habis berkata Bella lalu mencium Leo dengan bernafsu sekali sambil tangannya meremas-remas selangkangan pria itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Iman Leo pun dengan cepat runtuh. Ia pun membalasa mencium dan memagut bibir indah Bella sambil tangannya meremas lembut pantatnya. Bella mulai melepaskan satu persatu kancing seragam sopir Leo. Belaian tangan lembut wanita itu pada dadanya sungguh membangkitkan gairah si sopir taksi, kelelakiannya terasa makin keras sehingga celana panjangnya terasa semakin sesak. Tangannya agak gemetar dan mulai berani meraba dan meremas lembut bukit dada Bella. Wanita itu melenguh dan semakin ganas dengan permainan \u201cfrench kiss\u201d nya. Sebentar saja seragam sopir itu sudah lepas dan jatuh ke lantai. Bella melanjutkan dengan membuka celana panjang pria itu. Leo pun mulai melepaskan tali pinggang yang membalut kimono Bella. PBelladaranya yang sudah membusung dengan putingnya yang tegak telah membayang di balik kimononya, terlihat jelas ia sudah tidak memakai bra lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bella meraba dan meremas lembut batang kemaluan Leo yang masih dibalut celana dalamnya. Dia memainkan jemarinya dan mulai merogoh masuk celana dalam itu, menjemput batang kelelakian si sopir taksi. Dengan sekali tarik, terbukalah kimono Bella, wanita itu lalu meloloskan tangannya sehingga kimono itu segera jatuh ke lantai. Betapa indah tubuh di baliknya yang sudah tidak memakai apa-apa lagi, kulitnya putih mulus dan begitu terawat. Kemaluannya ditumbuhi bulu-bulu yang halus dan dicukur rapi, tidak terlalu lebat, tapi juga tidak terlalu tipis. Celah kewanitaannya membayang di balik bulu-bulu tersebut. Telanjang sudah wanita cantik itu di depan Leo yang selama ini mengisi fantasinya. Bukit dadanya yang ranum dengan putingnya yang berwarna kemerahan telah menegang seolah menantang untuk mengulumnya. Perlahan, Leo mulai menyusuri bukit dadanya yang sebelah kiri dengan lidahnya. Ia memainkan lidahnya hingga ke putingnya. Bella pun mendesis saat lidah pria itu menyentil dan mengitari putingnya, sementara tangan kiri pria itu meremas lembut dan memainkan bukit dada dan putingnya yang kanan. Bella mendesah nikmat. Tangannya merenggut celana dalam Leo dan menurunkannya dengan cepat hingga terlepas ke lantai. Dengan ganas ia memainkan dan mengocok batang kelelakian yang telah ereksi maksimal itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cYuk\u2026kita sambil berendam aja!\u201d Bella \u201cmenuntun\u201d penis Leo menuju bathtub.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Leo hanya bisa pasrah tidak bisa berkata-kata menikmati pelayanan Bella. Ia merebahkan diri ke dalam bathtub dan Bella dengan perlahan mengocok dan mengurut penisnya di antara busa-busa sabun dan air hangat. Wanita duduk di antara dua kakinya sambil masih terus mengurut dan mengocok penisku. Leo memejamkan mata menikmati setiap sensasi yang menjalari sekujur tubuhnya. Rasa geli yang nikmat ia rasakan setiap gerakan lembut tangan Bella beraksi naik turun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cEeemmmhhh\u2026enak Mbak\u2026!\u201d erang Leo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Entah berapa lama ia menikmati permainan tangan Bella. Lalu ia menarik bahu wanita itu dan membalikkan badannya ke arah badannya. Dipeluknya Bella dari belakang. Kini gilirannya untuk memberikan kenikmatan buat wanita itu. Tangannya memainkan pBelladaranya dengan jalan meremas, meraba dan memilin-milin lembut dengan tangan kanannya. Sementara tangan kirinya juga tidak tinggal diam, memainkan paha, lipat paha dan daerah gerbang kewanitaan Bella. Bella mengerang, mendesis dan melenguh. Hidung dan lidah Leo menciumi dan menjilati daerah di belakang daun telinga Bella dan sekitar tengkuknya. Jari-jari kasarnya memilin dan memencet-mencet lembut klitoris dan labia mayora wanita itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cOohhhhhh\u2026.Bang, enak Bang\u2026terushhh\u2026saya milikmu malam ini!\u201d desah Bella<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Leo sedang menciumi leher Bella, tangannya meremas lembut pBelladara montok itu. Bella yang sudah sangat berpengalaman dalam hal ini, tak mau kalah. Ia mengocok pelan penis Leo. Sopir bertampang ndeso itu pun semakin buas karena terangsang, ia memutar wajah wanita itu ke belakang lantas bibir mereka bertemu, saling pagut, saling gigit, lidah keduanya berbelitan dan air ludah mereka bercampur. Cerita Selingkuh<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akhirnya setelah seperempat jam, mereka pun menyudahi pemanasan yang penuh gairah itu karena kulit mereka mulai keriput disebabkan oleh terlalu lamanya kami berendam dalam air bubble bath. Bella menciumi wajah ndeso itu dengan penuh kelembutan dan akhirnya keduanya melakukan \u201cfrench kiss\u201d lagi dengan posisi saling mendekap. Setelah puas melakukan \u201cfrench kiss\u201d, Bella berdiri dan memutar kran shower untuk membilas tubuh mereka. Di bawah derai siraman air shower, keduanya kembali berpelukan dan melakukan \u201cfrench kiss\u201d lagi. Saling meraba, saling mengelus dan menyusuri tubuh pasangan masing-masing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rupanya Bella sudah birahi tinggi. Ia menaikkan satu kakinya ke pinggir bathtub dan menuntun penis Leo ke arah gerbang kewanitaannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya udah kepengen banget Bang, ayo setubuhi saya\u2026buat saya menggelepar keenakan!\u201d pintanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Leo membantunya sambil tangan kirinya memilin-milin puting pBelladara kanannya. Ia menggeser-geserkan ujung kepala kemaluannya pada klitorisnya. Perlahan, ia mendorong masuk penisnya ke dalam liang kemaluan Bella. Pelan.. lembut.. perlahan.. sambil terus mengulum bibir merahnya. Bella mendekap si sopir taksi sambil mendesis di sela-sela ciuman mereka. Akhirnya amblaslah kira-kira tiga per empat dari panjang kemaluan Leo, dan mulai maju-mundur menggenjot vagina wanita itu. Bella memejamkan matanya sambil terus mendesis dan melenguh. Ia memeluk pria itu semakin kencang. Leo mengBellankan pantatnya semakin cepat dengan tusukan-tusukan dalam yang ia kombinasikan dengan tusukan-tusukan dangkal. Bella membantu dengan putaran pinggulnya, membuat batang kemaluan Leo seperti disedot dan diputar oleh liang kemaluannya. Guyuran air shower menambah erotis suasana dan nikmatnya sensasi yang mereka alami.<br \/>\nLeo merasakan lubang kemaluan Bella semakin licin dan semakin mudah baginya untuk melakukan tusukan-tusukan kenikmatan yang mereka rasakan bersama. Setelah agak lama melakukan posisi ini, Bella menarik pantatnya sehingga batang kemaluan pria itu terlepas dari lubang kemaluannya. Kemudian ia membalikkan badannya dan agak membungkuk, menahan tubuhnya dengan berpegangan pada dinding kamar mandi. Rupanya dia ingin merasakan posisi \u201crear entry\u201d atau yang lebih populer dengan istilah \u201cdoggy style\u201d. Kemaluannya yang berwarna merah jambu sudah membuka, menantang, dan terlihat licin basah. Perlahan Leo memasukkan batang kemaluannya yang tegang kaku dan keras ke dalam lubang kemaluan Bella.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAaaahh\u2026.yahhh!\u201d desis Bella dengan tubuh mengejang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Iklan<br \/>\nLeo mulai mengBellankan pantatnya maju-mundur, menusuk-nusuk lubang kemaluan Bella. Bella merapatkan kedua kakinya sehingga batang kemaluan pria itu semakin terjepit di dalam liang kemaluannya. Leo merasakan kenikmatan yang luar biasa dan sensasi yang sukar dilukiskan dengan kata-kata setiap kali ia menghujamkan kemaluannya. Tangannya meremas-remas pantat Bella bergantian dengan remasan-remasan pada pBelladaranya. Sesekali, ia menggigit-gigit kecil di daerah sekitar tengkuk dan pundak wanita itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah cukup lama bergumul dalam posisi doggie, tiba-tiba Bella meminta berhenti lalu membalik badannya dari posisi \u201crear entry\u201d ke posisi berhadapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cNikmati aku sepuas-puasnya malam ini Bang, mungkin ini pertama dan terakhir kalinya buat kita!\u201d katanya dengan nafas tersenggal-senggal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Habis berkata Bella langsung mencium Leo dengan ganasnya sambil mencengkeram erat punggung pria itu, merapatkan tubuhnya dan meraih penisnya yang masih menegang. Leo mengangkat kaki kiri wanita itu dan mengarahkan penisnya ke liang kemaluannya. Dengan sekali dorong penis itu pun kembali memasuki liang kewanitaan Bella yang sudah sangat berlendir itu. Setelah penisnya masuk, Leo pun menyentak-nyentaik batang kemaluannya lagi, semakin keras, semakin cepat dan bertenaga. Keduanya semakin lepas kontrol, erangan mereka sahut-menyahut berpadu dengan suara shower akibat dilanda nikmat yang luar biasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAaaarrgghh\u2026.entot memekku, Bang\u2026, yah\u2026gituuuuuhh\u2026yang keras, yang keras\u2026.oohhhh, kontol Abang enak bangettthhh!\u201d ceracau Bella tidak karuan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Leo pun jadi merasa sangat perkasa dan semakin bergairah karena merasa berhasil membuat wanita itu keenakan. Maka ia semakin kuat menyodoki batang kemaluannya di dalam vagina Bella. Seiring dengan semakin kuatnya rintihan dan erangannya. Bella merasakan klimaksnya sudah sangat dekat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Iklan<br \/>\n\u201cSaya keluaarr Bang..! Aaagghh..!\u201d serunya sambil memeluk Leo erat-erat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bella merasakan liang kemaluannya berdenyut-denyut seperti menghisap-hisap kemaluan Leo. Pria itu juga merasakan tubuh Bella yang menjadi lemas setelah mengalami wanita orgasme. Namun ia masih saja memompa kemaluannya sambil menyangga tubuhnya. Mulutnya menghisap-hisap puting pBelladaranya, kiri-kanan sambil lidahnya berputar-putar pada ujungnya. Sesekali jari-jariku meraba dan memutar-mutar klitorisnya. Bella seperti orang yang sedang tak sadarkan diri. Dia hanya ber-ah-uh saja sambil sesekali menciumi bibir tebal Leo. Setelah beberapa saat, mendadak dia mengejang lagi, melenguh dan mengerang,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAaagghh..! Ooohh Bang\u2026saya keluaarr lagii..!\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bella engalami orgasmenya yang kedua kalinya atau istilahnya multiple orgasm. Bella menciumi pria itu dengan ganasnya sebagai ekspresi kenikmatan orgasme yang diraihnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMbak..tahan yah.. saya juga mau keluar sedikit lagi..\u201d kata Leo sambil memacu pantatnya lebih cepat lagi menghujam liang kemaluan Bella.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bella hanya bisa pasrah. Akhirnya, Leo pun merasakan sebuah gelombang besar yang mencari jalan keluar. Ia mencoba untuk menahannya selama mungkin, tapi gelombang itu semakin besar dan semakin kuat, maka ia mengatur pernapasan, berkonsentrasi penuh. Tangannya yang kokoh mendekap erat tubuh Bella.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAaahhh\u2026saya keluar Mbaaakkk!\u201d erangnya melepas orgasme<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Leo merasakan kenikmatan yang luar biasa menjalari sekujur tubuhnya. Ada rasa hangat menyelubungi tubuhku. Kemaluannya berdenyut-denyut di dalam liang kemaluan Bella. Perasaan yang baru pernah dirasakannya seumur hidup, bahkan dengan mantan istrinya di kampung yang lugu dan gagap seks. Bella menjerit kecil merasakan semburan hangat memenuhi vaginanya memberinya sensasi nikmat yang luar biasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cFantastis\u2026beneran nih Abang cuma pernah main sama mantan istri Abang dulu?\u201d Bella setengah tak percaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIya sumpah Mbak, emang kenapa?\u201d tanya pria itu keheranan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJajan juga gak pernah?\u201d tanya Bella lagi sambil meraih penis Leo yang masih tegang yang baru saja lepas dari himpitan vaginanya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Leo menggeleng, menatap wajah Bella yang semakin cantik pasca orgasme dan dalam keadaan basah di bawah siraman shower.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya percaya, orang seperti Abang gak ada bakat untuk bohong\u201d Bella tertawa renyah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Leo hanya nyengir kuda lalu mencium lembut kening wanita itu. Ketika mencuci batang kelelakiannya di bawah shower. Bella memeluk Leo dari belakang dan membantu mencuci batang itu. Setelah selesai mandi bareng, mereka saling mengeringkan diri dengan handuk. Ketika Leo hendak mengenakan pakaiannya kembali, Bella melarangnya dan menawarkan untuk bermalam di situ.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAbang capek? Malam ini nginep aja di sini\u2026hujannya juga belum berhenti!\u201d tawar Bella<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cEerrr\u2026Mbak!\u201d Leo menepuk pundak Bella yang membelakanginya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIya\u2026eeemmm!\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat Bella menoleh, Leo mencuri sebuah ciuman dan dibopongnya Bella ke arah tempat tidurnya yang berukuran queen size dengan warna serba pink. Diletakkannya tubuh telanjang Bella perlahan di tempat tidurnya. Ia ciumi sekujur tubuhnya. Setelah puas, ia berbaring di sebelahnya, tangannya mendekap tubuh wanita itu dan mulutnya menciumi di sekitar daun telinganya sambil tangannya mengelus-elus punggungnya. Tak lama kemudian Bella tertidur dengan senyum di bibirnya. Leo mengecup lembut bibirnya, lalu ikut tidur di sampingnya, beredekapan, telanjang di bawah selimut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keesokan pagi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Leo terbangun saat ia merasakan ada jari-jari halus meraba-raba dadanya dan ciuman di keningnya. Bella telah lebih dahulu bangun dan dia membangunkan pria itu. Bella mengecup bibir tebal itu perlahan dan mereka pun terlibat dalam sebuah \u201cfrench kiss\u201d. Tangan Leo mengelusi punggung putih mulus Bella sementara Bella mengelus-elus rambutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMbak\u2026bukannya hari ini harus ke bandara? Nanti telat\u201d kata Leo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMasih ada waktu\u2026\u201d jawab Bella \u201cpesawatnya berangkat sore jam lima, kenapa gak kita habiskan bersama saja?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cApa gak akan ada orang lain lagi ke sini? Kalau kita ketauan kan gak enak\u201d Leo agak was-was kalau ketahuan ia sedang meniduri wanita simpanan orang kaya, bisa-bisa digebuki seperti di film-film.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cNggak\u2026dia terlalu sibuk jam-jam segini, nanti baru nyusul di bandara\u201d Bella tersenyum lalu mengecup kembali bibir Leo. \u201cpokoknya Bang\u2026sekarang ini waktu cuma buat kita berdua, santai dan nikmati aja!\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bella mulai menciumi sekujur tubuh sopir taksi itu, menjilati dadanya dan menggelitiki putingnya dengan lidahnya. Tangannya menjalari sekujur tubuhnya dan meraba-raba batang kelelakian Leo, memainkannya, mengelus dan mengurutnya sehingga penis itu pun bangun dari tidurnya. Bella tersenyum. Perlahan, disusurinya perut, pusar dan pinggangku dengan lidahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cEeemmhh\u2026Mbak!\u201d desah Leo yang merasakan geli-geli nikmat yang membuatnya merinding. Ia mengusap-usap kepala Bella dengan penuh kelembutan. Disisirnya rambut wanita itu dengan jari-jarinya dan sesekali diraba-raba tengkuk dan balik telinganya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlahan jilatan lidah Bella semakin turun ke arah selangkangan Leo. Dengan jemari tangan kirinya yang halus, ia menggenggam penis Leo, mendongakkannya, dan dia mulai menjilati daerah pangkalnya. Disusurinya penis itu dengan lidahnya hingga ke ujungnya yang bersunat. Ia memutar-mutar ujung lidahnya ke arah lubang dan sekitarnya pada ujung batang penis pria itu. Ia memang profesional dalam membuat Leo merasa seperti melayang. Cerita Nafsu<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari ujung penis itu, Bella kembali menyusurinya hingga ke bawah, menjilat-jilat buah pelirnya, sesekali mengecup dan agak menghisapnya. Rasa aneh antara sakit, geli, dan enak membuat Leo menggeliat-geliat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cEnakkhh\u2026Mbak\u2026geli\u2026uuhh\u201d desah Leo sambil meremasi rambut Bella.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bella memandang pria itu dengan pandangan mata yang menggemaskan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSungguh bidadari sejati.. betapa cantiknya kamu Bella!\u201d kata Leo dalam hatinya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tiba-tiba Bella berhenti melakukan oral seksnya. Dia mendekati wajah Leo. Menciumnya dengan mesra dan lembut bibir tebal pria itu. Kemudian ia membalikkan badannya dan membelakangiku, seperti posisi \u201c69\u201d. Ia memegangi penis Leo dan mulai menghisap, mengulum dan menjilatinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kembali rasa geli dan nikmat mendera pria itu. Ia mencium wangi harum yang khas dari gerbang kewanitaan Bella yang terpampang menantang di depan wajahnya. Gerbangnya sudah mulai terbuka, berwarna merah muda dengan dihiasi bulu-bulu halus dan dicukur rapi. Penisnya berdenyut-denyut di antara hisapan dan geseran lidah wanita itu. Ia memegangi dan mengelus pantat Bella dengan kedua tangannya. Ia arahkan gerbang kewanitaannya ke arah mulutnya. Dijilatinya bibir vagina itu dan daerah sekitarnya. Bella mengerang di antara hisapan-hisapannya pada batang kemaluan Leo. Vagina itu mulai licin dan basah, serta terus menebarkan aroma yang khas harum karena rajin dirawat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Leo mendapati sebuah tonjolan kecil di antara belahan gerbang kewanitaannya, dijilatinya benda itu. Bella pun mengerang dan mendesis, sejenak melepaskan batang kelelakian itu dari mulutnya. Leo menjilat dengan lembut dan sesekali lidahnya menggeser-geser tonjolan kecil yang ada di belahan gerbang kewanitaan Bella. Bella mendongakkan kepalanya dan mendesis-desis kenikmatan sambil menggoyang-goyangkan pantatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cOooh Bang\u2026 kok jilatannya enak bangethhh!\u201d kata Bella di antara erangannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bella mengurut dan mengocok penis itu makin cepat sambil mulutnya menghisap ujungnya. Kedua tangan Leo tidak tinggal diam saat lidahnya beraktivitas. Terkadang jari-jari tangannya menggaruk mesra punggung Bella dengan lembut, atau meraba, mengusap dan memainkan pBelladaranya yang menggantung menantang di atas perutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah beberapa lama saling menjilat, menghisap dan menikmati permainan ini, Bella beranjak dari posisinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBang\u2026sekarang yah!\u201d katanya sambil memegang penis yang tegang tegak kaku menghadap langit-langit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bella mengangkangi Leo sambil memunggunginya. Ia mengarahkan batang kelelakian itu ke gerbang kewanitaannya. Leo menggeser-geserkan ujung penisnya pada tonjolan kecil di antara belahan gerbang kewanitaannya untuk membantu penisnya masuk. Bella memejamkan matanya sambil mendesah saat penis pria itu memasuki liang kemaluannya yang sudah licin basah. Pelan.. lembut.. Bella perlahan menurunkan pantatnya, membuat penis itu masuk semakin dalam. Terus turun hingga akhirnya mentok dan menyisakan kira-kira seperempat dari panjang penis pria itu. Bella agak terpekik saat ujung penis itu menyentuh dinding rahimnya. Kemudian Bella mulai menggoyangkan pantatnya naik-turun-naik-turun. Pada mulanya perlahan hingga beberapa gerakan, akhirnya Bella semakin cepat. Mereka menikmati sensasi yang luar biasa saat kedua alat kelamin keduanya menyatu dan saling bergesekan. Bella berulang kali mendesah, melenguh, mendesis, meracaukan kata-kata yang tak jelas. Leo juga menikmatinya dengan pikiran yang melayang meresapi rasa geli dan nikmat yang menjalari sekujur tubuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa menit kemudian, Leo mengangkat badannya sekitar 45 derajat dan bersandar pada kepala tempat tidur Bella. Bella sambil membelakangi bertumpu pada perut pria itu dan terus mengBellah tubuhnya naik-turun pada selangkangan pria itu divariasikan dengan memutar-mutar pinggulnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAaaghh.. Mmmbbakkk..\u201d teriak Leo sambil memegangi pinggangnya yang ramping dan putih mulus karena penisnya serasa dipelintir ketika Bella meliuk-liukkan tubuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia meraih tubuh Bella dari belakang. Ia remas-remas lembut kedua pBelladaranya yang terasa keras tapi kenyal. Putingnya ia pilin-pilin dengan mesra. Bella menghentikan sejenak Bellanan pantatnya. Dia mendesah, mendesis. Leo merasakan batang kemaluannya dan liang kemaluan Bella sama-sama berdenyut-denyut. Diciuminya tengkuk wanita itu, sesekali digigit-gigit ringan tengkuk, bahu kanannya, dan belakang telinganya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Iklan<br \/>\n\u201cPutar sini Mbak!\u201d pinta Leo pada Bella untuk membalikkan posisinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wanita itu berbalik tanpa melepaskan batang kemaluan Leo dari liang kemaluannya. Batang kemaluan itu pun serasa ada yang memuntirnya. Sekarang keduanya berhadapan. Mereka saling memeluk, saling meraba. Leo mereasakan penisnya masih berdenyut-denyut di dalam liang kemaluan Bella yang juga terasa berdenyut-denyut seperti menghisap batang kemaluan itu. Mereka berpagutan, saling menggigit, menghisap dan mengulum. Tangan dan jemari Leo dengan lincahnya bergerak di sekujur badan Bella, membuat wanita itu kegelian dan merinding. Sekitar setengah jam dalam posisi demikian, akhirnya Leo merasakan ada sensasi luar biasa yang membuat tubuhnya serasa mau meledak. Ia mengerang dan mengatur napasnya. Rasanya ada gelombang besar dari pinggangnya yang hendak mencari jalan keluar melalui batang kemaluannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMbak Bella sayang\u2026saya hampir keluar sedikit lagi..\u201d kata Leo terengah-engah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBarengan ya Bang!\u201d jawab Bella lalu memagut bibir tebal pria itu<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Leo pun balas menciumnya. Mereka sama-sama diam dalam posisi berciuman sambil terus memacu tubuh. Leo merasakan seperti ada aliran listrik mulai merayapi sekujur tubuhnya. Sekujur tubuhnya terasa hangat, begitu juga dengan tubuh Bella. Sambil terus bermain lidah, mereka menikmati sensasi yang luar biasa itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAaaaahhhhh\u2026.!!\u201d erang Leo melepas ciuman<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIyaahhhh\u2026.teruusss\u2026..teruussshhh!!\u201dBella juga merasakan hal yang sama<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Leo merasa seperti melayang ke langit. Senyap, pandangan matanya berkunang-kunang walaupun memejamkan matanya. Rasa nikmat yang aneh disertai oleh rambatan sensasi menjalari setiap bagian tubuh mereka. Mereka mengejang hingga akhirnya merasakan suatu yang sangat melegakan. Nikmat\u2026cahaya terang yang membuat berkunang-kunang itu berubah menjadi kegelapan. Ia rubuh menindih tubuh Bella, mereka terdiam dengan nafas naik turun. Bella menatap wajah ndeso si sopir taksi, dia tersenyum penuh arti dan kemudian mencium keningnya. Leo balas memagut kecil dagu Bella. Tak lama, Bella mendorong tubuh pria itu hingga berbaring saling bersebelahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIstirahat dulu yuk, abis ini kita makan!\u201d kata Bella lalu mengajak Leo kembali ke balik selimut. Mereka berpelukan sambil masih dalam kondisi sama-sama telanjang bulat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sore harinya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satu hal yang mengganjal di hati Leo sejak peristiwa semalam dan tadi pagi, ia ingin mengungkapkan perasaannya pada Bella namun belum ada keberanian untuk itu. Leo memang pria yang tulus, namun pengetahuannya tentang wanita terbilang minim. Kepada mantan istrinya dulu saja ia tidak pernah mengatakan \u2018saya cinta kamu\u2019 karena memang mereka dijodohkan. Pasangan yang ketika itu masih sangat hijautidak pernah merasakan saat-saat romantis hingga akhirnya perceraian mereka. Sepanjang perjalanan ke bandara ia tidak ada kesempatan untuk itu karena Bella sibuk bicara melalui ponselnya, yang pertama dengan seorang teman, yang kedua dengan si direktur, yang membakar api cemburu dalam hati Leo. Ketika taksi yang dikemudikannya akhirnya tiba di bandara, Leo turun duluan dan menurunkan barang bawaan Bella dari bagasi, saat itu Bella masih berbicara di ponselnya. Ini adalah saat terakhir, juga mumpung antrian kendaraan di gerbang keberangkatan tidak terlalu padat, maka Leo pun membulatkan tekadnya, ia masuk ke jok kemudi. Bella baru saja hendak membuka handle pintu belakang ketika sopir taksi itu akhirnya berseru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBella, tunggu!\u201d pertama kali ia memanggil wanita itu dengan namanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mengurungkan niatnya dan memandang nya. Matanya bertanya. Dada pria itu berdegup kencang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya mencintai kamu, Bella,\u201d Leo mengungkapkan perasaan itu dengan tenggorokan tercekat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bella menatap tak percaya. Leo segera meraih tangannya, meraba jemarinya yang halus, mengalirkan keyakinan. Mata mereka saling bertatapan tanpa berkata-kata, hening selama beberapa saat<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHentikan semua ini, Bella. Kamu seharusnya hidup lebih layak, terhormat dan bernilai. Apa yang kamu lakukan selama ini hanya akan membuat hidupmu didera kesalahan dan dosa. Hiduplah dengan saya. Kita kawin. Saya berjanji akan membahagiakan kamu.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bella menggigit bibir. Ia tampaknya memikirkan sesuatu. Leo berharap-harap cemas dalam hatinya, ia menggigit bibir bawahnya dan jantungnya berdebar kencang sekali, inilah pertama kalinya dalam hidup ia terus terang mengungkapkan cinta pada seorang wanita. Ia sudah menabah-nabahkan hati untuk siap menerima kemungkinan terburuk. Matanya memandang Bella dengan tajam dan penuh harap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bella akhirnya tersenyum, ia mempererat genggaman tangan si sopir taksi. Tatapan matanya seperti menyiratkan sesuatu. Sesuatu yang sangat misterius sebelum akhirnya berkata,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBaiklah Bang\u2026.\u201d ia berhenti sesaat, \u201csaya memang harus menentukan pilihan, pada akhirnya. tapi kita hidup dalam dunia yang berbeda. Bang, Abang tak akan bisa memahami saya, seperti saya pun tak bisa memahami Abang. Terima kasih atas ketulusan tawaran Abang. Saya menghargainya. Biarkan saya memilih dan melewati jalan yang menurut saya terbaik. Abang orang baik, terus terang, saya suka Abang, seandainya takdir mempertemukan kita lebih awal atau di tempat yang lain dari sekarang, kita mungkin bisa bersatu. Saya doakan Abang kelak mendapat jodoh yang baik\u2026jauh lebih baik dan suci, tidak seperti wanita di depanmu ini. Maafkan saya\u2026selamat tinggal!\u201d Bella mengucapkannya dengan bibir bergetar, pelupuk matanya basah, namun ia menyekanya cepat-cepat, lalu membuka handle pintu tergesa-gesa dan pergi. Leo tak bisa mencegahnya lagi. Ia hanya sempat memandangi punggungnya serta gaunnya yang berkibar ditiup angin berjalan memasuki bandara ke gerbang keberangkatan, untuk terakhir kali tanpa menoleh ke belakang, dengan pandangan kosong. Terasa ada yang hilang dalam dirinya, bak istana pasir yang diterpa ombak dan lenyap seketika, sesuatu yang tak dapat ia ungkapkan bagaimana adanya. Dua puluh menit Leo termenung di taksinya di luar bandara, matanya kosong menatap langit biru. Sebagian dirinya serasa hilang bersama wanita itu. Tiga batang rokok telah dihabiskannya sejak Bella meninggalkannya tadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Iklan<br \/>\n\u201cLeo\u2026ayo kamu bisa! Dunia belumlah kiamat, kehidupan terus berjalan! Bangkit!! Bangkit!! Jangan harap Bapak akan menemui kamu di akhirat nanti kalau kamu sampai bunuh diri gara-gara patah hati! Bangkit\u2026bangkit\u2026bangg\u2026bangg\u201d Leo sekonyong-konyong mendapat seruan itu dalam lamunannya, almarhum ayahnya seperti sedang menyemangatinya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBang\u2026.bang\u2026narik ga nih?\u201d tiba-tiba saja sebuah suara dari sebelah menyadarkannya, rupanya ia setengah tertidur di tengah lamunannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cOoohh\u2026.iya\u2026iya Pak, narik lah\u2026ayo silakan masuk!\u201d ia membukakan pintu belakang untuk pria berumur empat puluhan itu, \u201ckemana nih Pak?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSudirman, cuma lagi ada demo deket situ\u2026bisa ga Bang? Saya buru-buru nih, daritadi udah dua sopir nolak!\u201d jawab pria yang menenteng tas laptop itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBeres Pak\u2026saya coba lewat jalan tikus, moga-moga keburu!\u201d sahut Leo lalu segera tancap gas dari situ,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAyo Leo, kamu bisa, semangat!!\u201d ia kembali menyemangati dirinya, ia harus tegar seperti apa yang selalu ayahnya ajarkan sejak kecil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Delapan tahun kemudian<br \/>\nFoodcourt sebuah mall<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cOke..oke\u2026, kamu urus saja, yang ginian gak usah pakai lapor, belajar lah memutuskan sendiri!\u201d Leo berbicara lewat ponsel dengan seseorang, \u201cpokoknya pastikan jangan sampai terlambat, ketepatan waktu yang bikin perusahaan kita dipercaya orang, ngerti?!\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBaik Pak\u2026saya usahakan sebaik mungkin, Bapak tenang aja, nanti saya kabari lagi\u201d jawab suara di seberang sana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cGitu dong\u2026.oke ditunggu kabar baiknya, sampai nanti ya!\u201d ia menuntup pembicaraan lalu melanjutkan makannya yang tinggal sedikit lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Leo yang sekarang sudah berbeda dari Leo yang dulu, rambutnya kini telah dicukur cepak dan rapi, sebagian kecil nampak telah beruban, di atas bibirnya yang tebal itu telah tumbuh kumis tipis. Soal level kegantengan yang di bawah rata-rata sih memang tidak terlalu mengalami kemajuan, tapi kini ia terlihat lebih dewasa. Pakaian yang melekat di tubuhnya bukan lagi seragam sopir taksi seperti dulu, melainkan sebuah kaos berkerah merek ternama dan ponsel yang dipakainya bukan lagi barang seken atau murahan lagi, melainkan keluaran terbaru yang masih mulus. Hasil kerja keras, pengalaman dan tabungannya selama ini telah mengubah nasibnya, kini ia telah memiliki sebuah perusahaan travel yang sangat berkembang, bahkan telah membuka cabang di kota lain. Ia baru saja menyeruput minumannya ketika sesuatu tiba-tiba membentur sepatunya. Ia melongok ke bawah meja dan menemukan sebuah mobil-mobilan. Seorang bocah laki-laki mengejar dari belakang dan hendak mengambil mobil itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMichael\u2026Mom said don\u2019t play it here\u2026now you see!\u201d sahut seorang wanita<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Leo memungut mainan itu dan memberikannya kembali pada si bocah berparas blasteran bule itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cThank you sir!\u201d kata si anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMaaf ya Pak\u2026come say sorry to uncle!\u201d kata wanita itu, \u201cHah\u2026.kamu!\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Leo juga tertegun begitu melihat ibu dari anak itu, mereka saling tatap selama beberapa saat seperti tidak percaya pengelihatan masing-masing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cLeo? Bang Leo?\u201d wanita itu membuka suara duluan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIya\u2026Bella kan?\u201d yang dijawab wanita itu dengan anggukan kepala.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak banyak yang berubah pada wanita itu, ia tetap cantik dan tubuhnya masih langsing walau telah memiliki anak. Rambutnya kini agak bergelombang dan disepuh kecoklatan. Pakaian yang dikenakannya serta wajahnya dengan make up tipis membuat penampilannya jadi keibuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cEeemmm\u2026sudah lama ga jumpa ya\u2026gimana kabarnya sekarang?\u201d sapa Leo yang merasa senang kembali bertemu dengan wanita itu, ia sangat penasaran dengan kabarnya selama tujuh tahun ini yang tidak pernah kedengaran lagi, \u201cayo duduk dulu!\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bella duduk di depan Leo dan keduanya saling berpandangan dengan gembira.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKelihatannya banyak yang sudah berubah\u201d kata Bella melihat penampilan pria yang dulu menjadi sopir langganannya itu yang juga pernah menghabiskan semalam penuh gairah bersamanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cYa\u2026banyak, sangat banyak, kehidupan ini memang dramatis\u201d jawab Leo \u201ckamu di mana saja selama ini? Pulang kampung?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBukan\u2026jauh\u2026jauh sekali, benar kata Abang kehidupan itu dramatis, selain itu juga penuh misteri\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bella kini telah menikah dengan seorang bule Inggris. Setahun setelah perpisahan mereka di bandara, ia berhenti menjadi wanita simpanan si direktur yang mulai berpindah ke lain hati. Di tengah kesepiannya, ia berkenalan dengan ekspatriat asal Inggris, hubungan mereka makin serius. Pria itu ternyata tulus mencintai Bella tanpa memandang masa lalunya yang kelam, ia sendiri seorang duda tanpa anak. Hubungan mereka pun berlanjut ke pernikahan dan pria itu memboyong Bella ke negaranya. Demikian pula Leo yang kini telah sukses, ia sudah menikah empat tahun yang lalu dan memiliki seorang putri berusia tiga tahun. Mereka berbagi cerita sambil tertawa-tawa, sesekali Bella memperingatkan anaknya yang asyik dengan mainannya agar tidak jauh-jauh darinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAkhirnya, hari ini saya benar-benar lega\u201d kata Leo,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201crasa penasaran selama ini selesai sudah dan kamu menemukan kebahagiaan kamu, seperti yang dulu kita obrolin di taksi, ingat?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cYa\u2026doa saya agar Abang mendapat jodoh yang baik pun sudah terjawab. Tuhan memang kadang terlalu baik pada umatnya Bang, saya tidak pernah bermimpi wanita seperti saya akhirnya bisa menjadi ibu dan istri seperti sekarang ini, bagi wanita seperti saya, ini lebih dari yang saya harapkan\u201d mata Bella nampak berkaca-kaca, nampaknya ia antara sedih dan gembira membandingkan dirinya dulu dan sekarang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSatu misteri kehidupan yang saya akhirnya singkap hari ini, kadang memang ada dua orang saling mencintai tapi tidak ditakdirkan untuk bersatu, seperti ada jurang yang dalam yang memisahkan mereka, namun pada akhirnya mereka akan menemukan kebahagiaannya di jalannya masing-masing dan bersama pasangannya yang lain yang berada di satu tebing dengan mereka\u201d Leo berfilsafat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c\u2026..dan kebahagiaan mereka pun bertambah ketika melihat cinta lamanya di seberang jurang itu akhirnya berbahagia walau bersama orang lain\u201d Bella menyambung lalu mereka hening, saling tatap selama kira-kira sepuluh detik sementara Michael asyik membuka tutup pintu mobil-mobilannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAhahha\u2026abang ambil kuliah filsafat ya setelah saya pergi?\u201d Bella tiba-tiba tertawa renyah sambil menangkap mobil-mobilan yang diluncurkan anaknya padanya di meja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHehe\u2026sopir taksi kaya saya umur waktu itu udah kepala tiga mana sempat kuliah lagi, filsafat itu kadang keluar dari pengalaman hidup kita kok Lin, kan para filsuf sama nabi juga mendapatkannya dari pengalaman hidup dan lingkungan mereka dulu, cuma mereka lebih pandai merenungkan dan mengutarakan pada orang banyak\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTuh\u2026kan berfilsafat lagi\u2026hihihi\u2026.!\u201d mereka saling tertawa lepas, lega setelah beban di hati masing-masing akhirnya terangkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tiba-tiba BB Bella berbunyi dan ia permisi untuk mengangkatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cOk baby\u2026we\u2019ll meet you soon!\u201d kata Bella lalu menuntup pembicaraan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPapanya\u2026udah nunggu di depan ngejemput!\u201d kata Bella, \u201cOke Bang\u2026kita sudah harus berpisah lagi, tapi kali ini perpisahan yang melegakan, ya kan?\u201d wanita itu lalu bangkit dan berpamitan pada Leo, \u201cMichael, say goodbye to uncle!\u201d katanya pada buah hatinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cEeeii\u2026Ma\u2026udah selesai salonnya?\u201d Leo tiba-tiba melambai ke arah belakang Bella pada seorang wanita lain yang menghampiri mereka, \u201cini istri saya, Anita!\u201d ia memperkenalkan wanita itu pada Bella, \u201cIni Bella\u2026langganan taksi dulu waktu narik hehehe\u2026.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cYa udahlah, rapiin rambut aja ngapain pake lama?\u201d jawab wanita itu lalu beralih menyapa Bella dan anaknya, \u201cHai\u2026.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anita dengan senyum ramah menjabat tangan Bella dan juga membelai anak itu, gemas akan wajah indo-nya yang imut-imut. Secara fisik memang Anita kalah dibanding Bella, kulitnya tidak terlalu putih dan agak gemuk, apalagi kini sedang hamil empat bulan. Namun, wanita inilah yang banyak membantu Leo mencapai sukses, ia adalah pedagang kecil di pasar yang adalah tetangga di dekat kontrakan Leo. Seorang wanita yang rajin dan ulet, sudah terbiasa kerja keras membantu perekonomian keluarga dengan berjualan kue di rumahnya dan secara online, belakangan ia mulai membuat kuenya sendiri. Anita dan keluarganya juga cocok dengan Leo yang jujur dan pekerja keras, hubungan mereka semakin dalam terutama setelah Leo berpisah dari Bella dulu hingga akhirnya mereka menikah dan mempunyai anak. Dari seluruh keuntungan usaha jualan kue keringnya lah Anita membantu Leo mendirikan usahanya sendiri hingga akhirnya sukses setelah melalui jalan yang cukup terjal dan berliku. Mereka pun akhirnya berpisah setelah ngobrol basa-basi sebentar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAyo Pa, kalau telat, nanti kasian Lina nunggu sendirian di sekolah, udah mau jamnya nih!\u201d kata Anita mengajak suaminya untuk segera meninggalkan mall itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cOke Ma, yukk!!\u201d Leo menggandeng tangan istrinya dan mempercepat langkah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cOmong-omong Papa punya langganan cantik juga ya\u2026pantes Papa betah lama-lama jadi sopir taksi dulu hehehe\u201d canda Anita sambil tetap berjalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Baca Juga : Nikmatnya Tubuh Dosen dan Pembantunya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Leo hanya tertawa nyengir, hatinya tenang kini, ia dan Bella telah menemukan kebahagiaannya masing-masing. Segala sesuatu memang ada waktunya masing-masing, manusia hanya perlu berusaha sebaik-baiknya, kelak karma dan darma akan datang pada saatnya kelak.<\/p>\n<p>Baca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/eliza-12-hari-hari-penuh-warna\/\">Cerita Sex Eliza 12<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/eliza-13-akibat-kenakalanku\/\">Cerita Dewasa Eliza 13<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/eliza-14-blind-date\/\">Cerita Sex Eliza 14<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-keinginan-seorang-istri\/\">Cerita Mesum Citra 1<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-2-awal-kenikmatan-yang-salah\/\">Cerita Lendir Citra 2<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-3-perselingkuhan-yang-sesungguhnya\/\">Cerita Ngentot Citra 3<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-4-ide-gila-istri-tercinta\/\">Cerita Ngewek Citra 4<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-5-akhir-sebuah-penantian\/\">Cerita Panas Citra 5<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-6-sebuah-kegilaan-baru\/\">Cerita Porno Citra 6<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/nafsu-birahi-citra-7-ijin-dipagi-hari\/\">Cerita Sange Citra 7<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cerita Dewasa Gairah Memek Rapat Jablay &#8211; Kehidupan di dunia memang berjalan seperti nasehat Sang Budha di atas. Setidaknya itulah<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-932","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Cerita Dewasa Gairah Memek Rapat Jablay<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cerita Dewasa Gairah Memek Rapat Jablay - Kehidupan di dunia memang berjalan seperti nasehat Sang Budha di atas.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cerita Dewasa Gairah Memek Rapat Jablay\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cerita Dewasa Gairah Memek Rapat Jablay - Kehidupan di dunia memang berjalan seperti nasehat Sang Budha di atas.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-05T11:01:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-11T08:53:21+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"schmu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"schmu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"40 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/\"},\"author\":{\"name\":\"schmu\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\"},\"headline\":\"Cerita Dewasa Gairah Memek Rapat Jablay\",\"datePublished\":\"2025-11-05T11:01:22+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-11T08:53:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/\"},\"wordCount\":7365,\"commentCount\":0,\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/\",\"name\":\"Cerita Dewasa Gairah Memek Rapat Jablay\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-11-05T11:01:22+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-11T08:53:21+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\"},\"description\":\"Cerita Dewasa Gairah Memek Rapat Jablay - Kehidupan di dunia memang berjalan seperti nasehat Sang Budha di atas.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cerita Dewasa Gairah Memek Rapat Jablay\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\",\"name\":\"Cerita Dewasa Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\",\"name\":\"schmu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"schmu\"},\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/schmu\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cerita Dewasa Gairah Memek Rapat Jablay","description":"Cerita Dewasa Gairah Memek Rapat Jablay - Kehidupan di dunia memang berjalan seperti nasehat Sang Budha di atas.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cerita Dewasa Gairah Memek Rapat Jablay","og_description":"Cerita Dewasa Gairah Memek Rapat Jablay - Kehidupan di dunia memang berjalan seperti nasehat Sang Budha di atas.","og_url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/","og_site_name":"Cerita Dewasa Blog","article_published_time":"2025-11-05T11:01:22+00:00","article_modified_time":"2026-04-11T08:53:21+00:00","author":"schmu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"schmu","Estimasi waktu membaca":"40 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/"},"author":{"name":"schmu","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc"},"headline":"Cerita Dewasa Gairah Memek Rapat Jablay","datePublished":"2025-11-05T11:01:22+00:00","dateModified":"2026-04-11T08:53:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/"},"wordCount":7365,"commentCount":0,"articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/","name":"Cerita Dewasa Gairah Memek Rapat Jablay","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website"},"datePublished":"2025-11-05T11:01:22+00:00","dateModified":"2026-04-11T08:53:21+00:00","author":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc"},"description":"Cerita Dewasa Gairah Memek Rapat Jablay - Kehidupan di dunia memang berjalan seperti nasehat Sang Budha di atas.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-dewasa-gairah-memek-rapat-jablay\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cerita Dewasa Gairah Memek Rapat Jablay"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/","name":"Cerita Dewasa Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc","name":"schmu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","caption":"schmu"},"url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/schmu\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/932","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=932"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/932\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=932"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=932"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=932"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}