{"id":936,"date":"2025-11-05T18:09:57","date_gmt":"2025-11-05T11:09:57","guid":{"rendered":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?p=936"},"modified":"2026-04-11T15:53:54","modified_gmt":"2026-04-11T08:53:54","slug":"cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/","title":{"rendered":"Cerita Ngentot Asisten Dokter GIGI Hyper SEX"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/\">Cerita Ngentot Asisten Dokter GIGI Hyper SEX<\/a> &#8211; Aku, Haryanto, dipanggil singkat Yanto. Setelah kerja 2 tahun lebih, aku dipindahtugaskan ke kota B ini, tidak seramai kota besar asalku, tapi cukup nyaman. Aku dipinjamkan rumah kakak perempuanku yg bertugas mendampingi suaminya di luar negeri. Sekaligus menjaga dan merawat rumahnya, ditemani seorang mbok setengah tua yg menginap, dan tukang kebun harian yang pulang tengah hari.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: center;\">Cerita Ngentot Asisten Dokter GIGI Hyper SEX<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dua bulan sudah aku tinggal di rumah ini, biasa-biasa saja. Oya, rumah ini berlantai dua dengan kamar tidur semuanya ada lima, tiga di lantai bawah dan dua di lantai atas. Lantai atas untuk keluarga kakakku, jadi aku menempati lantai bawah. Di samping kamar tidurku ada ruang kerja. Aku biasa kerja disitu dengan seperangkat komputer, internet dan lain-lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suatu ketika, aku kedatangan seorang dokter giri, drg Retno, ditemani asistennya, Tina. Mereka mau mengkontrak satu kamar dan garasi untuk prakteknya. Untuk itu perlu direnovasi dulu. Aku menghubungi kakakku melalui sarana komunikasi yang ada, minta persetujuan. Dia membolehkan setelah tanya-tanya ini itu. Maka mulailah pekerjaan renovasi dan akan selesai 20 hari lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, drg Retno menugaskan Tina untuk tinggal di kamar tidur yg dikontrak juga, disamping garasi yg hampir siap disulap jadi ruang praktek. Mulailah kisah dua anak manusia berlainan jenis dan tinggal serumah\u2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sudah dua minggu Tina tinggal di rumah ini. Dia biasanya membawa makan sendiri, seringkali aku ikut makan bersama dia kalau kebetulan masakan mbok dirasa kurang. Tina berlaku biasa saja mulanya, dan aku tidak berani lancang mendekatinya. Tina berperawakan hampir sama tinggi denganku, tidak gemuk tetapi tidak kurus. Selalu berpakaian tertutup sehingga aku tidak berhasil melihat bagian yang ingin kupandang. Wajahnya cukup manis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suatu hari, mbok minta ijin pulang kampung setelah bekerja 9 bulan lebih tanpa menengok anak cucunya. Aku mengijinkan mbok pulang. Mbok akan minta tolong pembantu tetangga menyediakan makanan untuk aku selama mbok pulang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, pagi hari itu aku mengantar mbok ke setasiun bus dengan mobil kantorku, baru pulang untuk mengambil berkas dan berangkat lagi ke kantor. Tina pergi ke klinik dokter gigi Retno dengan motor, biasanya jam setengah delapan pagi sudah kabur dan pulang jam lima atau enam petang, bergantung kepada banyaknya pasien. Untuk praktisnya, masing-masing membawa kunci rumah sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sore hari setelah mbok pergi itu suasana rumahku sepi. Aku pulang jam empat sore dan sempat melihat-lihat kebun dan mengambil daun-daun kering lalu membuangnya di tempat sampah. Tina baru sampai di rumah sekitar jam setengah enam, tanpa aku tahu. Dia ternyata ada di jendela memandangku bekerja di kebun. Ketika matahari sudah doyong ke Barat, aku baru melihat ke jendela dan nampak Tina tersenyum di baliknya. Segera aku masuk rumah. \u201cSudah lama kamu datang, Tina?\u201d Dia mengangguk. \u201cAku melihat kamu bekerja di kebun, suatu pemandangan indah, laki-laki rajin bekerja keras\u2026 Kagum aku dibuatnya.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aku tertawa sendiri, lalu masuk kamar untuk mandi. Kamar mandiku ada dalam kamar tidur, jadi aku bebas berjalan telanjang masuk keluar atau dengan melilitkan handuk saja, seperti sore itu. Keluar kamar mandi, aku terkejut, karena Tina ada dalam kamar tidurku. \u201cAku masuk tanpa permisi, maaf ya, kamu marah?\u201d Aku jawab, \u201c Ah tidak, masak marah sih, disambut perempuan seksi dan manis\u2026? Aku mau tukar baju, kamu mau tetap di sini atau\u2026?\u201d Tina tersipu. \u201cOh, mau buka handuk, gitu? Aku tunggu di sofa, mau ada perlu sama kamu.\u201d Tina keluar kamar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aku mengenakan kaos oblong dan celana boxerku, lalu menghampiri Tina di sofa, duduk di sebelahnya. Dia menjauh. \u201cKamu sudah mandi, aku belum\u2026 nanti kamu nggak betah di dekatku..\u201d Aku cuma senyum saja. \u201cAda pelu bicara apa, Tina\u2026?\u201d Dia bimbang sebentar, lalu, \u201cAku mau numpang mandi di kamar mandimu. Ada shower air hangat kan? Water heater di kamar mandiku rusak, mbok belum sempat panggil tukang\u2026\u201d Sambil senyum, aku jawab, \u201cTentu, silahkan saja, tapi pintu kamar mandi jangan dikunci, sulit membukanya. Tenang, aku tidak akan mengintip kamu mandi, jangan takut\u2026\u201d Tina tertawa, \u201cTidak ngintip tapi langsung melihat\u2026? Mana ada laki-laki membuang kesempatan.\u201d Aku malu mendengarnya. \u201cAh, kamu bisa saja\u2026\u201d itu jawabku sambil memegang bahunya. \u201cTuh, mulai ya,..?\u201d katanya sambil setengah berlari masuk kamarnya mengambil handuk dan lain-lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dua puluh menit berlalu, Tina sudah kembali duduk disampingku. Bau wangi menyergap hidungku. \u201cEh, Yanto, mau nggak antar aku beli kacang rebus atau goreng di simpang jalan?\u201d Segera aku mengiyakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lima menit kemudian Tina dan aku sudah bergandengan tangan berjalan ke penjual kacang, sekitar 500 meter jauhnya. Sepulangnya, tangan Tina menggandeng lenganku dan aku sempat merasakan buah dada kanannya menyentuh lengan kiriku. Serrr, darahku berdesir, jantungku berdegub kencang. Ibu\u2014ibu di warung dekat situ nyeletuk,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cWah bu dokter sudah punya calon suami\u2026 selamat ya?\u201d Tina tertawa kecil. Ibu-ibu itu sudah akrab dengan Tina, mempersilahkan mampir untuk suatu pertanyaan tentang kesehatan giginya. Sempat terdengar Tina melayani salahsatu dari mereka sambil menyoroti mulut si pasien kampung itu dengan batere kecil, lalu menyuruhnya datang ke klinik besok pagi. Semua pertanyaan dijawab dengan ramah. Aku jadi kagum dengan keramahan Tina. Pantes kliniknya ramai setiap hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pulang rumah, aku dan Tina duduk di seputar meja makan sambil menikmati kacang rebus dan goreng. Sementara itu aku tetap mencuri-curi pandang wajahnya, atau turun ke dadanya. Tetap tidak kelihatan apapun. Tina seorang perempuan yang tetap menjaga kesusilaan, pikirku. Jadi, apakah aku bisa menikmatinya, waduh,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">mengajaknya tidur bersama, pikiranku melayang ke arah hal-hal yang erotis. Tina menyudahi makan kacang karena kenyang, katanya, lalu bangkit pergi ke tempat sikat gigi (wastafel). Aku merapikan meja makan, lalu menyusul Tina untuk sikat gigi di sampingnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanganku mulai nakal. Aku nekad menyentuh bokongnya, meremas lalu merangkul pinggangnya. Tina seakan kaget, lalu menepis tanganku sambil sedikit menatapku sementara mulutnya masih penuh busa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tina berkata, \u201cJangan mulai nakal\u2026 \u201c Lalu dia membalas mencubit bokongku dan meninju punggungku. \u201cNih, rasakan, ya\u2026\u201d Dia mencubit berkali-kali dan meninju juga. Lama-lama aku merasa sakit juga, lalu kutangkap tangannya dan kutarik tubuhnya mendekat, tetapi dia berontak dan lari ke sofa. Selesai sikat gigi, aku duduk disebelahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKamu masih marah, Tina?\u201d Dia menutup matanya, lalu\u2026 menubruk dadaku seraya menangis. Aku heran sekali. \u201cKamu ini\u2026. Kamu ini\u2026 bikin aku gemes! Aku jadi nggak tahan lagi. Dadamu basah ya, dengan air mataku. Buka saja kaosmu\u2026\u201d Aku menurut, dia kembali membenamkan wajahnya di dadaku, lidahnya menjilati putingku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bibirnya menciumi dadaku ke kiri dan ke kanan samapi ke lipatan ketiakku. Ketika lidahnya mau menjilat ketiakku, segera kurapatkan sehingga dia gagal. Wajahnya nampak kecewa. Berbisik, \u201cKenapa? Nggak mau ya?\u201d Aku jawab, \u201cNanti kamu nggak tahan baunya, bau keringat laki-laki. Tina, aku ada permintaan\u2026\u201d Tina menjawab lirih, \u201cMinta apa? \u201c Kujawab, \u201cMau nggak kamu tidur di kamarku bersama aku?\u201d Tina diam saja, tidak mau menjawab. Wajahnya sudah ditarik menjauh. Aku takut dia marah. Lalu berbisik, \u201cKalau aku bilang\u2026 tidak mau, kamu marah?\u201d Aku jawab, \u201cAku tetap membujuk sampai kamu mau. Sinar mata dan wajahmu mengatakan kamu mau\u2026\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cerita Dewasa 2025 Tiba-tiba Tina bangkit dan berjalan ke kamarnya. Di pintu masuk kamar, dia memalingkan wajahnya lalu menggapai aku supaya mendekat. Aku segera bangkit, menuju kamarnya. \u201cKamu saja yang tidur di sini, mau?\u201d Aku menggelengkan kepala. \u201cKamar mandi untuk kamu kan ada di kamar tidurku,gampang untuk segala keperluan\u2026\u201d Tina tersenyum mengangguk. \u201cKalau begitu, kamu tunggu di kamar, ya, nanti aku menyusul kamu.\u201d Jantungku hampir berhenti berdetak mendengarnya. (Tina mau lho, tidur denganku\u2026!)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Segera aku berjalan ke kamarku, lalu merapikan ranjang, meletakkan dua handuk melintang di atasnya. Tak lupa mengoleskan krim tahan lama pada kepala kemaluanku, lalu memakai sarung setelah melepaskan semua pakaian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Belum satu menit, Tina sudah berdiri di depan pintu kamar. Melihat aku memakai sarung, dia berkata, \u201cKamu ada sarung lagi? Aku ingin memakai. Rasanya praktis ya?\u201d Aku mengangguk lalu membuka lemari pakaian, mengambil sarung lagi, kuserahkan kepada Tina. Dia membawa sarung itu masuk kamar mandi, melirik manis sambil berkata,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJangan ikut masuk, ya?\u201d Aku tertawa saja, lalu berbaring bertelanjang dada sampai pinggang. Sarung itu menutup bagian bawah setelah pinggang. Tina keluar kamar mandi dengan sarung menutup bagian dada sampai pinggul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia meletakkan pakaiannya, termasuk BH dan celana dalam kuning, di meja. Dia melirik lalu tersenyum, \u201cLihat BH dan celana dalamku? Nih, biar puas melihatnya.\u201d Dia mendekati aku lalu memamerkan BH dan celana dalamnya ke dekat wajahku. Aku mendekatkan hidungku pada celana dalamnya, tetapi dengan cepat dia menariknya sambil tertawa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dua detik kemudian, dia merebahkan diri di sebelahku. Aku melihat wajahnya, berpandang-pandangan selama beberapa puluh detik. Kudekatkan bibirku pada pipi, dahi, lalu\u2026 ke bibirnya. Dia melumati bibirku, perlahan mulanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu perlahan membuka mulutnya, sehingga kini mulutku bisa mengisap mulutnya sambil bergoyang ke kiri ke kanan, lalu lidahku bertemu lidahnya. Tina menghembuskan napasnya seperti tersengal, lalu kembali mengisap mulutku bergantian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lengannya merangkulku, dan kini, yah, benarlah, dadaku bersentuhan dengan buah dada Tina yang kencang mencuat dan berputing keras. Dalam berahi yang makin membara, aku dan Tina sudah tidak memikirkan apa-apa lagi. Tiga gerakan cukuplah melepas sarung-sarung itu, sehingga tubuh Tina yang telanjang bulat sudah nempel erat dengan tubuhku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia mendorongku sehingga telungkup di atas tubuhku yang telentang, sambil terus mengisap dan mengisap dan mengisap mulut seraya bergoyang-goyang ke kiri kanan dan buah dadanya menekan menggeser-geser di dadaku. Aku sudah terbawa ke awan yang tinggi. Lenganku merangkul tubuhnya erat-erat, jembut Tina bergesekan dengan jembutku, aduh bukan main nafsuku berbaur dengan nafsu Tina. Kemaluanku yang sudah keras itu bergesekan dengan bibir kemaluan Tina, pahanya bergerak-gerak sebentar menjepit pahaku sebentar menindih dan entah gerakan apa lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelas menit kemudian Tina melepaskan diri, mengangkat tubuhnya sambil memandangku. \u201cBagaimana rasanya, enak dan nikmat..?\u201d Aku jawab, \u201cBukan main\u2026 Tina, oh ina, buah dadamu.. padat mencuat, aku nikmati sekali. Kamu merasa nggak\u2026 jembut kita beradu? Jembutmu yg lebat, menambah nikmatnya\u2026.\u201d Belum sempat kalimatku selesai,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tina sudah menindihku lagi, kali ini dia membuka lengannya sehingga lidahku bisa menjilat ketiaknya yang halus tidak berambut. Kuciumi ketiak Tina beberapa saat, dan tubuhnya menggelinjang. \u201cOhh, Yan\u2026 Yanto\u2026 geli sekali rasanya\u2026\u201d Aku pindah ke ketiak yang satu lagi, dan Tina kembali menggelinjang. \u201cKamu doyan ya, menilat ketiak cewek?\u201d Kujawab, \u201cKetiakmu harum dan indah bukan main. \u2026 Siapa bisa tahan membiarkan tidak dicium?\u201d Kujilati terus kedua ketiaknya, dan Tina mengaduh-aduh penuh nikmat. Didadaku masih terasa buah dadanya menggeser-geser. Pinggulnya bergoyang terus, sampai suatu ketika, dia setengah berteriak, \u201cYanto\u2026 aku nggak tahan\u2026. Ayo kamu di atasku\u2026\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aku memutar tubuhku sehingga kini berada di atas tubuh Tina. Kedua lengannya merangkul punggungku, \u201cDuh,.. tubuhmu sungguh kekar\u2026 aku sangat menikmati\u2026. Ohh\u2026.\u201d Sekarang aku menindih buah dadanya, sambil mulutku mengisap-isap dan isap mulutnya. Lidah Tina masuk ke dalam mulutku dan kuisap, alu giliran lidahku menelusuri mulutnya. Tina mengggelinjang, lalu membuka kedua pahanya. \u201cMasukkan kemaluanmu\u2026. pelan-pelan ya, besar sekali kemaluanmu\u2026 ooohhh\u2026 sudah\u2026 sudah masuk semuanya\u2026 oohh nikmatnya\u2026 nikmatttt sekali\u2026..\u201d Pinggulnya bergoyang naik turun makin cepat seiring dengan gerakan naik turun pinggulku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terasa kemaluanku dijepit dan disedot kemaluannya. Aku mengeluh, \u201cTina, kemaluanmu sempit\u2026 duhh nikmatnya dijepit dan\u2026 disedot kemaluanmu\u2026 ooohhh Tina\u2026\u201d Dia menjawab, \u201cYan\u2026 jangan keluar dulu ya\u2026. Aku masih ingin lama nih, menikmati \u2026 persetubuhan ini..\u201d Lalu menggelinjang hebat ke kiri ke kanan, mulutnya tertutup rapat dalam mulutku dan mengeluarkan suara lenguhan seorang perempuan yang sedang penuh nikmat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gerakan tubuhku dan Tina menimbulkan bunyi kecupak-kecupak saat kemaluanku menembus jembut dan kemaluannya yang sudah basah. Aku bertanya, \u201cTina, boleh kujilat jembutmu,\u2026kemaluanmu\u2026.?\u201d Segera dia menggelengkan kepala, meski mulutnya masih dalam mulutku. \u201cJangan sekarang,\u2026 jangan dilepasss\u2026 nanti saja\u2026 oohh,\u2026 nikmatnya\u2026\u201d Aku menggeserkan tubuh Tina kesamping, supayua dia tidak kepayahan menanggung beban tubuhku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia berbaring disampingku sambil lidahnya terjulur minta diisap. \u201cTina,\u2026. Aku minta ludahmu\u2026\u201d Dia menjulurkan lidahnya, kali ini penuh ludahnya. Segera kuisap dan kusedot mulutnya dan kuisap ludahnya semua. Tina menggelinjang. \u201cKamu di bawah, mau\u2026\u201d Aku menggeser kembali, telentang di bawahnya. Tubuh Tina seluruhnya menindih tubuhku, buah dadanya kembali bergeser-geser. Kemaluanku berhasil masuk dari bawah, dibantu tangan Tina. Tina mengdesah, \u201cOoohh\u2026 aduhhh\u2026 nikmatnya, aduuhh\u2026 kemaluanmu memenuhi\u2026. Kemaluanku penuh kemaluanmu, ohhh\u2026 terus, Yanto, terus genjot dari bawah\u2026. Oohh\u2026. Ohhh, nikmat sekali, \u2026. \u201cGerakan tubuh Tina dan aku makin cepat sampai, \u201c Aku tidak\u2026. Tidak tahan lagi\u2026. Mau keluar\u2026. Oohhh\u2026 keluar\u2026 Yanto\u2026! Aku sudah keluar\u2026. teruskan, teruskan\u2026. Masih nikmat\u2026. Mau lagi.. Yanto\u2026. Kemaluanmu\u2026 nikmat sekali\u2026.. adu jembut, nambah nikmat\u2026. Aku mau keluar lagiiiii\u2026! Yanto, aku \u2026 nggak tahan, \u2026keluar lagi, sudah dua kali\u2026 sekarang kamu dong, semprotkan manimu\u2026 ooohhh\u2026 ohh\u2026 terus Yanto, kamu harus puasss\u2026\u201d Aku bergerak terus, tetapi pengaruh krim tahan lama membuatku tidak gampang keluar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aku berbisik, sambil lidahku menjilati lehernya, \u201cTina, masih nikmat\u2026 atau mau ke kamar mandi dulu, lalu berbaring sambil istirahat 30 menit dan \u2026.. mulai babak kedua\u2026?\u201d Tina berbisik mesra. \u201cAku mau, Yanto, berkali-kali semalam suntuk bersetubuh dengan kamu\u2026. Sekarang ke kamar mandi dulu\u2026 \u201c Dia beringsut mau turun ranjang, tangannya menggapai tissue lalu mengelap kemaluannya. Llau berjalan beringsut sambil terus memegang tissue di kemaluannya. Aku menyusul dia. Kemaluanku basah dengan air mani Tina, tetapi tidak sampai mengucur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di kamar mandi, Tina berbisik, \u201cYanto, kamu\u2026 hebat\u2026 sebagai laki-laki, bisa memuaskan aku berkali-kali.\u201d Aku menjawab, \u201cBaru dua kali, Tina\u2026 \u201c Dia tersenyum, berbisik, \u201cSemalam suntuk bisa berapa kali, ya? Aku kepningin terus, berahiku tidak\u2026. tidak terbendung, sudah ditahan berhari-hari. Untung mbok pergi ya, jadi kita bebas \u2026.\u201d Aku menunduk, lalu kuserbu kemaluannya, kuciumi jembutnya, kujilati kemaluannya sampai dia kembali mengeluh nikmat. \u201cDuhh, Yanto, \u2026 kamu merangsang lagi\u2026 ooh\u2026 ohh, aku terangsang\u2026 ayo balik ranjang\u2026 tapi, aku mau mengisap kemaluanmu dulu\u2026 waduh, sudah tegang lagi\u2026\u201d Mulutnya mengulum, mengisap kemaluanku beberapa menit. \u201cTinaaa\u2026. Sudah, sudah, nanti aku crot dalam mulutmu, saying sekali. Lebih nikmat crot di dalam kemaluanmu\u2026\u201d Tina tertawa, \u201cNggak kuat ya? Pakai krim lagi? Biar kuat berjam-jam?\u201d Aku mengangguk lalu memeluk tubuh Tina, buah dadanya kembali nempel dipinggangku. \u201cTina,\u2026 merasakan buah dadamu, sungguh nikmat\u2026\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sampai di ranjang, kembali dia menindihku. \u201cKamu di bawahku dulu ya\u2026 Eh, belum pakai krim?\u201d Aku beringsut ke meja lalu mengoleskan krim di kepala kemaluanku. \u201cNih, sudah pakai krim. Tidak takut crot dulu, sejam lagi rasanya.\u201d Kembali tubuhku ditindih Tina, mulutnya kembali menyeruput mulutku, buah dadanya bergerak ke kiri kanan di dadaku, aduh nikmat sekali. \u201cKamu nafsu lagi, Tina?\u201d Dia mengangguk, \u201cYa, kali ini sampai sejam baru aku keluar\u2026. Ketiga keempat, kelima\u2026.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aku menikmati posisi begini (sebutannya Woman on top missionary sex) selama sekitar 25 menit, terus menerus menyeruput mulut Tina, menelan ludahnya, merangkul erat tubuhnya, mencengkeram bokongnya yang aduhai, dan seterusnya. Tina juga menikmati perannya, memandang wajahku dengan sayu, menjulurkan lidahnya, masuk ke mulutku seraya menelusuri seluruh rongga mulutku, mengisap, mengisap, menyedot, menyedot, terus menerus. Pinggulnya bergerak ke kiri ke kanan, maka terasalah jembutnya bergesekan dengan jembutku, pahanya kadang-kadang menuruni pahaku supaya kemaluanku bisa menggeser-geser kemaluannya yang sudah basah itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah sekitar 25 menit itu, Tina melenguh dan mendorongku supaya bergeser ke samping, lalu berbisik, \u201cKamu naik ke atas ya\u2026 aku sudah nggak tahan, ingin dimasuki kemaluanmu\u2026. Yang lama dan dalam,\u2026 jangan cepat-cepat, \u2026. putar pinggulmu, nah gitu\u2026.ooh\u2026 nikmatnya, Yanto, terus\u2026 nikmatttt sekali\u2026. Mauku sih yang lama,\u2026. terus, \u2026 sekarang kemaluanmu\u2026 benamkan ke dalam kemaluanku, terus\u2026.. yang dalam\u2026 ohh, ohh, mmm\u2026 mmm\u2026\u201d Mulutnya kusedot sedot terus, dan dia membalas sedotanku, jadi cuma bisa mengeluarkan suara \u2026 mmm\u2026. mmmm\u2026. ahh\u2026 ahhh.. Sementara dadaku menindih buah dadanya, sungguh nikmat sekali. Buah dada yang mencuat dan kencang. Tiap lelaki pasti akan menikmatinya dalam posisiku ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aku sendiri mendesah kencang sambil menggerakkan pinggulku, naik turun dan putar-putar. \u201cTin\u2026 ooohh\u2026 jembut\u2026. jembut kita\u2026. beradu\u2026 nikmat sekali ya\u2026?\u201d Tina mendesah dalam mulutku, mmm\u2026 lalu menjawab, \u201cBetul\u2026 jembut ketemu jembut\u2026. dadamu menindih buah dadaku\u2026 nikmat sekali, Yantoooo\u2026 aku nggak tahan lagi\u2026 aku mau keluar lagi \u2026 Yantooo\u2026. aku \u2026 keluar\u2026 crot crot\u2026. Oohhh\u2026 nikmatnya\u2026.\u201d Lengannya melingkari tubuhku dengan kencang. \u201cYanto,\u2026 tubuhmu\u2026 enak sekali kurangkul\u2026 kekar, \u2026 begitu jantan\u2026 nikmat sekali.. jangan lepas dulu ya\u2026. teruskan, Yantoooo\u2026 aku masih bisa lagi, \u2026 \u201c Aku gerakkan pinggulku naik turun terus, kurasakan batang kemaluanku disedot dan dijepit kemaluan Tina\u2026 Kemaluannya berkedut-kedut\u2026 Untung aku pakai krim tahan lama. Siapa sih bisa tahan kemaluannya dijepit dan disedot begitu. Sekitar 12 menit, Tina kembali mengeluh panjang dalam mulutku, lalu pinggulnya mengejang keras dan\u2026 terasa lagi cairan hangat membasahi kemaluanku di dalam kemaluan Tina. Dia terengah-engah, sambil mengisap mulutku dia berbisik, \u201cYanto\u2026 aku sudah keluar\u2026 empat kali ya?\u201d Aku menjawab, \u201cYa, baru empat kali. Masih mau empat kali lagi sampai pagi?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tina berbisik, \u201cIstirahat dulu yuk, setelah bersih-bersih di kamar mandi. Kamu hebat sekali, ya, belum keluar juga air manimu. Nanti aku mau mengisapnya ya, sisa-sisa air manimu, dalam mulutku, kalau sudah keluar dalam kemaluanku\u2026.\u201d Dia menuntunku jalan ke kamar mandi sambil menempelkan buah dadanya di sampingku\u2026 Perasaanku sudah tidak karuan, lelaki menghadapi perempuan yang nafsunya besar dan tidak dapat dibendung lagi. Di kamar mandi, Tina mendekatkan wajahnya ke wajahku sambil menjilati pipi dan leherku. \u201cYanto\u2026. kamu jantan tulen\u2026 aku ingin terus dipeluk dan diapakan saja sampai pagi\u2026 \u201c Lalu menyabuni kemaluannya dan mengusap kemaluanku, dan menyirami lalu mengelap dengan handuk. Tina berbisik, \u201cMau kuisap\u2026 kemaluanmu?\u201d Aku menolak, takut ngecrot di kamar mandi, lalu kepeluk dia menuju ranjang lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kembali dia telungkup di atas tuuhku, lalu berbisik, \u201cMau main 69?\u201d Aku mau, lalu dia menggeserkan tubuhnya, berbalik arah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Buah dadanya menggeser di dada dan perutku. Mulutku sekarang persis berhadapan dengan jembut dan kemaluannya, yang segera kujilat. Begitu juga dia, mulutnya menelusuri biji kemaluanku, lalu batangnya, dan menjilati kepalanya sebelum mengulum dengan penuh gairah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia mendesah ketika merasakan jembutnya kuciumi dan bibir kemaluan yang berwarna merah itu kujilati dengan sama gairahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Posisi ini berlangsung selama sekitar 10 menit, ketika aku merasakan puncak kenikmatanku nyaris sampai, lalu kuminta dia balik arah lagi. Kembali mulutku mengisap mulutnya, berbau jembut dan terasa agak asin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan gairah penuh dia mengisap mulutku, menjulurkan lidahnya masuk keluar untuk beradu dengan lidahku. Buah dadanya bergerak kiri kanan di dadaku, nikmat sekali rasanya. Aku berjanji pada diriku sendiri tidak akan main dengan boneka seks lagi. Kalah nikmat dibandingkan tubuh Tina. Lenganku melingkari punggung Tina, bokongnya kucengkeram dan kuelus. Tina mengerang, \u201cAku nafsu lagi, Yanto\u2026. kamu begitu pinter\u2026 membangkitkan berahiku\u2026\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia mendorongku ke samping lalu menarik tubuhku sampai menindih tubuhnya. Kembali kutindih buah dadanya, begitu nikmat. Mulutku mengisap mulutnya, dan kemaluanku masuk ke dalam kemaluannya, jembutku bergesekan dengan jembutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pinggulku naik turun, perlahan lalu tambah kencang. Selang lima menit, Tina sudah kelojotan, mengerang dalam mulutku, lengannya mencengkeram punggungku, pinggulnya bergerak cepat naik turun dan kesamping, dan\u2026 Tina menjerit tertahan dalam mulutku. Kemaluannya kembali memuntahkan cairan hangat, kurasakan kemaluanku disiram cairan hangat. Dia sampai puncaknya lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kondisi seperti itu, dia tetap memeluk aku. \u201cYantooo\u2026 terus yuk\u2026 aku masih bisa keluar lagi. Jangan lepas kemaluanmu, teruskan\u2026 10 menit lagi aku crot\u2026 kamu juga kan? Aku merasakan kemaluanmu sudah kedut-kedut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayo sama-sama keluar, biar puas bareng\u2026mau?\u201d Aku mendesah sambil terus bergerak pelan, pinggulku naik turun. \u201cKamu ini, Tina\u2026 manis sekali\u2026 wajahmu bikin aku nafsu, buah dadamu bikin aku nggak tahan\u2026. Tin, rasanya aku mau keluar nih, mana tahan sih, merasakan nikmatnya semua ini?\u201d Tina senyum mendengar kata-kataku, lalu memandangku. \u201cAduhai, Yanto\u2026 kamu pemuda ganteng\u2026 jantan, \u2026 pandai membangkitkan nafsu perempuan \u2026 ayo terus\u2026 aku mau nih\u2026. ooh\u2026 nikmatnya\u2026\u201d Tubuh Tina menggelinjang dibawah tubuhku, mulutnya menyedot mulutku, menyedot terus\u2026 buah dadanya bergoyang ditindih dadaku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aku sudah tidak tahan lagi. Tadi lupa mengolesi krim tahan lama sekembali dari kamar mandi. Tuuhku bergerak naik turun dengan cepat, mengeluarkan bunyi kresek-kresek dan kecupak-kecupak ketika mulutku mengisap mulutnya dan jembutku beradu dengan jembutnya. \u201cTina,\u2026 buah dadamu\u2026 bikin akau tidak tahannn\u2026 aku mau keluar nih\u2026\u201d Tina mendesah, \u201cAyo, terus\u2026. Aku juga mau keluar lagi\u2026 oohhh\u2026. Yanto\u2026 mmm\u2026 ouww\u2026. nikmat sekaliii\u2026. \u201c Aku sampai puncaknya. \u201cTinaaa\u2026. Aku keluar\u2026. Aku keluar\u2026 oohhh\u2026 nikmatnya buah dadamu, jembutmu, kemaluanmu\u2026 oouww\u2026. \u201c Maka crot-crot-crotlah air maniku dalam kemaluannya. Aku ingat pesannya supaya disisakan air mani untuk masuk mulutnya. Kuarahkan kemaluanku ke mulutnya dan\u2026. crot-crot lagi dua tetes air mani dalam mulut Tina.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa menit aku tergolek di atas tubuh Tina, mengatur napas. Tina juga begitu. Tina puas empat kai rasanya, dan aku satu kali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia berkata sambil senyum manis, \u201cYanto, kita sama-sama keluar ya? Sama-sama puas? Besok malam mau lagi? Saban malam\u2026 Aku ini perempuan penuh nafsu, ya? Aku sayang kamu, bakal jadi cinta.\u201d Lalu berdua aku ke kamar mandi, membersihkan tubuh, lalu tidur sampai subuh.<\/p>\n<p>Baca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/petualangan-kakakku-kak-alya-11\/\">Cerita Ngewek Petualangan Kakakku, Kak Alya 11<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-awal-permainan\/\">Cerita Panas Majikanku Dan Kedua Temannya<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-2-feilin-si-kucing-liar\/\">Cerita Porno Majikanku Dan Kedua Temannya 2<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-3-the-fall-of-three-virgin\/\">Cerita Sange Majikanku Dan Kedua Temannya 3<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-4-the-gangbang\/\">Cerita Dewasa Majikanku Dan Kedua Temannya 4<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-5-the-prince-of-freedom\/\">Cerita Sex Majikanku Dan Kedua Temannya 5<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/majikanku-dan-kedua-temannya-6-after-school-happy-holiday-bang\/\">Cerita Mesum Majikanku Dan Kedua Temannya 6<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/kisah-perkosaan-gadis-dalam-kereta\/\">Cerita Lendir Kisah Perkosaan Gadis Dalam kereta<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/sari-antara-tukang-becak-suami-dan-adik-ipar\/\">Cerita Ngentot Sari, Antara Tukang Becak, Suami Dan Adik Ipar<\/a><br \/>\nBaca Juga Informasi Lainnya <a href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/jesica-stories-extreme-gangbang\/\">Cerita Ngewek Jesica Stories (Extreme Gangbang)<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cerita Ngentot Asisten Dokter GIGI Hyper SEX &#8211; Aku, Haryanto, dipanggil singkat Yanto. Setelah kerja 2 tahun lebih, aku dipindahtugaskan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"colormag_page_container_layout":"default_layout","colormag_page_sidebar_layout":"default_layout","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-936","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Cerita Ngentot Asisten Dokter GIGI Hyper SEX<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cerita Ngentot Asisten Dokter GIGI Hyper SEX - Aku, Haryanto, dipanggil singkat Yanto. Setelah kerja 2 tahun lebih, aku dipindahtugaskan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cerita Ngentot Asisten Dokter GIGI Hyper SEX\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cerita Ngentot Asisten Dokter GIGI Hyper SEX - Aku, Haryanto, dipanggil singkat Yanto. Setelah kerja 2 tahun lebih, aku dipindahtugaskan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Cerita Dewasa Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-05T11:09:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-11T08:53:54+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"schmu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"schmu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"18 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/\"},\"author\":{\"name\":\"schmu\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\"},\"headline\":\"Cerita Ngentot Asisten Dokter GIGI Hyper SEX\",\"datePublished\":\"2025-11-05T11:09:57+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-11T08:53:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/\"},\"wordCount\":3357,\"commentCount\":0,\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/\",\"name\":\"Cerita Ngentot Asisten Dokter GIGI Hyper SEX\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-11-05T11:09:57+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-11T08:53:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\"},\"description\":\"Cerita Ngentot Asisten Dokter GIGI Hyper SEX - Aku, Haryanto, dipanggil singkat Yanto. Setelah kerja 2 tahun lebih, aku dipindahtugaskan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cerita Ngentot Asisten Dokter GIGI Hyper SEX\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website\",\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/\",\"name\":\"Cerita Dewasa Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc\",\"name\":\"schmu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"schmu\"},\"url\":\"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/schmu\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cerita Ngentot Asisten Dokter GIGI Hyper SEX","description":"Cerita Ngentot Asisten Dokter GIGI Hyper SEX - Aku, Haryanto, dipanggil singkat Yanto. Setelah kerja 2 tahun lebih, aku dipindahtugaskan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cerita Ngentot Asisten Dokter GIGI Hyper SEX","og_description":"Cerita Ngentot Asisten Dokter GIGI Hyper SEX - Aku, Haryanto, dipanggil singkat Yanto. Setelah kerja 2 tahun lebih, aku dipindahtugaskan","og_url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/","og_site_name":"Cerita Dewasa Blog","article_published_time":"2025-11-05T11:09:57+00:00","article_modified_time":"2026-04-11T08:53:54+00:00","author":"schmu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"schmu","Estimasi waktu membaca":"18 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/"},"author":{"name":"schmu","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc"},"headline":"Cerita Ngentot Asisten Dokter GIGI Hyper SEX","datePublished":"2025-11-05T11:09:57+00:00","dateModified":"2026-04-11T08:53:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/"},"wordCount":3357,"commentCount":0,"articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/","name":"Cerita Ngentot Asisten Dokter GIGI Hyper SEX","isPartOf":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website"},"datePublished":"2025-11-05T11:09:57+00:00","dateModified":"2026-04-11T08:53:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc"},"description":"Cerita Ngentot Asisten Dokter GIGI Hyper SEX - Aku, Haryanto, dipanggil singkat Yanto. Setelah kerja 2 tahun lebih, aku dipindahtugaskan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/cerita-ngentot-asisten-dokter-gigi-hyper-sex\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cerita Ngentot Asisten Dokter GIGI Hyper SEX"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#website","url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/","name":"Cerita Dewasa Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/#\/schema\/person\/e40bae56bd62667590423d623c06d0bc","name":"schmu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/082dff75265c6bf01cb08afa8e9e3e49a15480050ab46bd77b7617e75204ec14?s=96&d=mm&r=g","caption":"schmu"},"url":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/author\/schmu\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/936","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=936"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/936\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1656,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/936\/revisions\/1656"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=936"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=936"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/prime.edu.pk\/blogs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=936"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}